
“Aku juga tidak tahu paman, tapi aku merasa ia sangat mengenal diriku dan aku sangat mengenal dirinya,” jawab Bai Han menggelengkan kepalanya.
Mendengar itu, semuanya pun saling melirik satu sama lain.
“Hemm..!! Ini perlu di diskusikan, akan bahaya jika orang yang ingin memancing Han'er adalah musuh,” ucap Meng Qing.
“Kau benar saudara Qing,” ucap salah satu pemimpin cabang terlihat mengangguk setuju.
“Aku rasa, saranmu ada benarnya juga.”
“Aku pun begitu.”
Terdengar semuanya mengangguk setuju saat mengeluarkan pendapat mereka.
“Jika begitu, ayo kita diskusikan ini, tapi sebelum itu, kita tanya dulu kepada Han'er, apakah ia setuju akan saran kita ini,” ucap Xiu Hou mengangguk, lalu pandangannya pun mengarah ke arah Bai Han.
Tapi alangkah terkejutnya Xiu Hou dan yang lainnya saat melihat Bai Han sudah tidak ada di tempatnya.
“I..Ini, bagaimana bisa aku tidak merasakan kepergian Han'er?” Ucap Du Yong De terdengar lantang, pasalnya ia adalah yang paling dekat dengan Bai Han saat berdiri.
Jadi, dia yang paling terkejut dan tak percaya dengan menghilangnya Bai Han secara tiba-tiba.
“Cepat menyebar,” teriak Xiu Hou dan Meng Qing terdengar serempak.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dengan cepat, semuanya langsung menghilang ke berbagai arah untuk mencari keberadaan Bai Han.
“Sialan, kenapa ini bisa terjadi?” Umpat Xiu Hou kini melihat ke segala arah setelah ia keluar dari dalam kapal miliknya dan muncul di dek kapal.
Merasa tidak merasakan aura maupun energi Bai Han, Xiu Hou terlihat sedikit frustasi.
Entah mengapa ia takut kehilangan Bai Han saat ini, seolah-olah Bai Han adalah anggota keluarganya yang telah lama hilang dan bertemu lagi, tapi ia kembali menghilang.
...
“Sialan, di sini juga tidak ada,” umpat Du Yong De yang terlihat paling terbebani, lantaran ia yang berada di samping Bai Han sebelum Bai Han menghilang.
Tidak ingin menyerah begitu saja, Du Yong De pun kembali melesat ke arah yang berbeda untuk mencari Bai Han.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Di tempat yang berbeda, Meng Qing kini muncul, terlihat saat ini wajah Meng Qing sangat jelek. “Jika begini, aku yakin orang yang menculik Han'er pastinya sangat kuat,” gumam Meng Chen.
“Tapi jika dia memang kuat, kenapa dia tidak membunuh atau menculik kami juga?” Sambung Meng Qing bertanya-tanya dalam hati.
“Apa ini ada kaitannya dengan orang yang Han'er maksud tadi?”
...
__ADS_1
10 hari berlalu.
“Apa sudah ada sedikit petunjuk dimana keberadaan Han'er paman?” Tanya Xiu Hou.
Terlihat Meng Qing hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Lalu bagaimana? Apa kita akan terus mencari, atau kembali ke klan pusat dan meminta bantuan Penatua Agung atau Pemimpin?” Tanya salah satu pemimpin klan cabang.
“Tidak, kita harus mencoba mencari sekali lagi,” ucap Xiu Hou. ”Dan jika memang sama sekali tidak ada petunjuk, barulah kita kembali ke klan pusat,” sambung Xiu Hou.
“Baiklah,” jawab semua orang.
Dret..!!
Tanpa basa basi, mereka pun kembali menyebar untuk mencari keberadaan Bai Han.
***
Di tempat yang di kelilingi oleh awan merah, dan segala sesuatunya merah, orang yang Xiu Hou dan lainnya cari, kini ada di sini.
“Hemm..!! Dimana aku? Dan tempat apa ini?” Gumam Bai Han kini melirik ke segala arah.
Setelah melihat-lihat, Bai Han pun langsung melesat ke asal suara yang kini memanggilnya.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
“I..Ini,” gumam Bai Han saat melihat sosok pemuda yang sedang memancing di kolam darah.
“Apa ini nyata atau ilusi?” Gumam Bai Han langsung menggosok-gosok matanya secara perlahan.
Tapi apa yang ia lihat masih terlihat nyata.
“Apa yang kau lakukan di sana kak, ayo cepat duduk, karena sebantar lagi kita memiliki tangkapan lo,” ucap sosok pemuda berjubah putih dengan rambut merah.
“Ye'er,” teriak Bai Han langsung menerjang ke arah adiknya.
Wuss..!!
Bruk..!!
“Urgh,, aku tidak bisa bernafas kak,” ucap Ye'er kini terdengar mengeluh.
“Heh,, jangan bercanda kau bocah, kakak tahu kau sangat kuat, jadi ini tidak akan berpengaruh,” dengus Bai Han.
Ye'er yang mendengar itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Iya ya, terserah kau saja kak,” ucap Ye'er.
“Tentu, kau harus menghormati yang lebih tua, terlebih aku kakakmu,” ucap Bai Han tersenyum kecil.
Merasakan senyum kakaknya, Ye'er pun ikut tersenyum hangat dan tentunya ia sangat bahagia saat ini karena bisa bertemu kakaknya.
__ADS_1
“Ada di tingkat berapa kau Ye'er? Kenapa kakak tidak bisa merasakannya dan kakak hanya merasakan jika kau sangatlah kuat.” Tanya Bai Han.
“Kakak akan tahu suatu saat nanti, dan langsung saja, Ye'er membawa kakak kesini karena Ye'er ingin membantu kakak meningkatkan kekuatan kakak.” Jawab Ye'er.
Dret..!!
“Alhirnya dapat juga,” ucap Ye'er kini langsung menarik pancingnya.
Tak lama setelah itu, Ikan yang bewarna merah darah pun langsung Ye'er ambil lalu di berikan kepada Bai Han.
”Makan dan serap energi yang ada di dalam ikan ini kak,” ucap Ye'er lansung memberikan ikan merah darah ke kakaknya.
Bai Han pun sontak menerimanya, tanpa ragu sama sekali.
“Bagaimana cara mengonsumsinya Ye'er?” Tanya Bai Han setelah menerima ikan merah darah, dan kini terlihat Bai Han saat ini sedikit terkejut saat ia memegang ikan merah tersebut.
“I..Ini,” gumam Bai Han dalam hati, dengan cepat ia memejamkan matanya saat Ikan Merah yang ada di tangannya dengan cepat mengalirkan energinya ke seluruh tubuh Bai Han.
Dan saking banyaknya energi yang masuk, beberapa energi terbuang sia-sia.
“Sial,” gumam Bai Han dalam hati saat merasakan banyaknya energi yang terbuang, ini kali pertamanya dalam hidupnya ia kecolongan seperti ini.
Ye'er yang melihat kakaknya mengumpat marah dengan memasang wajah kesal, hanya bisa tersenyum hangat, terlihat saat ini Ye'er sangat merindukan sifat kakaknya yang seperti dulu lagi, yang selalu ceria dan agak jahil.
Tidak seperti sekarang yang selalu membawa beban seorang diri. Tentu Ye'er dapat melihatnya dari wajah kakaknya dan tubuh kakaknya yang sedikit kurus, tidak seperti di masa lalu.
Tanpa terasa, Ye'er terlihat meneteskan air matanya. “Maafkan Ye'er kak, mungkin pertemuan kita kali ini hanya sebentar saja, tapi pertemuan kita yang kedua, akan tetap selamanya bersama, ayah, ibu, nenek, Xie'er, paman dan yang lainnya.” Gumam Ye'er yang tubuhnya kini mulai berubah menjadi kabut.
Jlep..!!
Tepat saat Jiwa Ye'er menghilang seutuhnya, Jiwa Ye'er langsung menembakkan dua jenis energinya ke dalam tubuh kakaknya, yang satunya untuk membantu meningkatkan kekuatan kakaknya dan yang satunya untuk melindungi kakaknya dari bahaya yang akan mengancam nyawanya.
...
Bai Han yang kini fokus menyerap energi yang keluar dari Ikan Merah yang ia pegang, tentu tidak menyadari kepergian adiknya dan ia juga tidak tahu jika adik yang ia temui, hanya sebatas jiwa.
Bam bam bam bam..!!
Tanpa terasa 1 tahun telah berlalu Bai Han berada di tempat yang semuanya bewarna merah darah ini.
Kini terdengar suara ledakan beruntun dari dalam tubuh Bai Han.
Tak lama, Bai Han pun langsung membuka matanya dengan wajah berseri-seri.
“Ye'er, kakak akhirnya bisa menerobos ke tingkat Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 8 Punca-” Kata-kata Bai Han seketika berhenti saat ia tidak melihat siapa-siapa di sekelilingnya.
Tanpa sadar Bai Han meneteskan air matanya.
Arrghh...!!
Bom bom bom bom..!!!
Tak lama kemudian, suara raungan pilu di sertai ledakan dahsyat terdengar dari tempat Bai Han berada. Entah apa yang apa Bai Han rasakan saat ini, yang pasti, itu adalah kesedihan akan ketidak mampuannya sebagai seorang kakak.
__ADS_1