Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mulai Berpencar ke Seluruh Alam Semesta


__ADS_3

“Hehe,, jika begitu pemburuan Iblis di mulai dari sekarang.”


Melihat semangat mereka membara, Duan Du semakin memprovokasi semangat mereka dengan kekehan kecil.


“Benar-benar, tapi kenapa daging mereka tidak enak ya,” sambung Tu Long yang langsung bersemangat jika ada pertarungan, tapi di satu sisi wajahnya berubah mual-mual setelah mencoba mengigit sedikit daging iblis yang telah ia panggang.


Sontak hal tersebut membuat semua keluarga Bai An tersenyum lucu melihat tingkah Tu Long.


“Paman, caramu memanggang mereka salah, saat aku melihat kekuatan darah mereka yang sedikit jauh lebih tinggi dari manusia normal pada umumnya, daging mereka harus di panggang dalam waktu lebih lama, coba saja saran Ye'er kau pasti akan ketagihan nantinya.”


Tu Long melebarkan matanya saat mendengar penjelasan keponakannya ini. “Hehe,, akan aku coba,” kekeh Tu Long langsung mengeluarkan elemen apinya.


Dengan cepat ia memanggang daging iblis yang ada di tangannya, setelah menunggu 5 menit, Tu Long kini melirik Ye'er dengan tatapan apakah sudah bisa di makan atau belum.


Bai Chu Ye terdiam sesaat, ia mengamati daging iblis tersebut selama 5 detik. “Tinggal sedikit lagi darahnya akan hilang, saat darahnya hilang paman baru boleh berhenti membakarnya.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.


Bai An dan kedua ibunya yang kini melihat putra mereka semakin dewasa hanya bisa tersenyum kecil.


Sementara Bai Han menepuk-nepuk kepala Ye'er dengan bangga.


“Inilah adik ku, sangat pintar baik dan tidak nakal,” ucap Bai Han dengan nada bangga.


“Oohh,, jadi Han Gege bilang jika Xie'er itu nakal.”


Entah sejak kapan Bai Xia Xie sadar, yang pasti, kini ia memasang wajah cemberut di sertai matanya saat ini berkaca-kaca.


Wajah yang selalu tersenyum setiap saat kini bisa juga memasang wajah sedih.


Bai Han kini mematung sesaat, saat ia ingin menurunkan Xie'er dari punggungnya, Xie'er lebih dulu melompat lalu berlari ke arah ayahnya.


Bruk..!!


“Ayah, Han Gege bilang Xie'er nakal.”


Mendengar Xie'er mengadu, Bai Han menjadi tegang, ia kini bersiap-siap lari dari sini.


Tapi ucapan Bai An membuatnya mematung.

__ADS_1


“Xie'er, Han Gege tidak menuduhmu, ia hanya ingin memuji Ye Gegemu dan juga, jika kau sadar nakal dan berperilaku laki-laki, sebaiknya Xie'er ubah sikap seperti itu, karena Xie'er adalah wanita dan putri ayah yang paling cantik.”


Bai An langsung mengangkat putrinya itu ke atas lalu melemparnya seperti dulu, saat Xie'er berusia 2 tahun.


Bukannya marah atau sedih, Xie'er kini terlihat tersenyum bahagia.


“Ayah memang terbaik, tidak pernah memarahi Xie'er,” teriak Xie'er saat ia melayang lalu turun dan di tangkap oleh Bai An.


Mu Xia'er seketika cemberut mendengar itu, padahal dari dulu ia selalu ingin memanjakan putrinya, tapi yang ia dapat hanya Xie'er semakin nakal.


Melihat kecemburuan ibunya, Xie'er langsung mengeluarkan lidahnya lalu mengejek.


Weekk..!!


“Heng,, ayah sama anak sama saja,” dengus Mu Xia'er. “Sama-sama picik,” sambung Mu Xia'er langsung mengalihkan wajahnya ke arah lain.


Chu Jia hanya bisa menggelengkan kepalanya, sementara Ye'er kini menatap ke arah ayahnya dengan tatapan memohon.


“Sini Ye'er,” ucap Bai An. Ye'er langsung melesat ke arah ayahnya lalu melompat ke pelukan ayahnya yang kini tangan kirinya terbuka lebar.


Bruk..!!


“Biarin, siapa yang marah jika Xie'er manja hah,” dengus Xie'er langsung melirik ke semua keluarganya.


Seketika semua keluarganya mengalihkan pandangan, bahkan Tu Long, Duan Du dan Bai Han ikut mengalihkan pandangan mereka.


Semua orang tahu jika Xie'er sangat nakal dan suka sekali menjaili orang, awal mulanya ia mengikuti jejak Duan Du yang nakal, lama kelamaan ia membuatnya menjadi hobi yang melebihi kenakalan Duan Du.


Beruntung saja sifat Xie'er tidak bar-bar seperti Tu Long yang gemar bertarung.


Jika itu terjadi, sudah tidak akan bisa lagi yang menghentikan anak berusia 4 tahun tersebut.


***


“Hmm..!! Coba kau lacak beberapa pasukan kita, suruh dua atau tiga komandan pergi ke titik ini,” perintah Jendral Iblis Agung menunjuk titik peta.


Kelima jendral mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Ada apa? Bukankah biasa saja jika pasukan lemah mati?” Tanya Mo Hung keheranan.


“Benar,, bahkan aku tak akan melirik iblis-iblis lemah, mati ya mati saja. Tapi aku cukup heran,” ucap Jendral Iblis Agung melirik kelima Jendral Iblis Tertinggi.


“Aku heran 1 Iblis Elit dan 200 Pasukan Iblis biasa mati secara bersamaan, tidak mungkin bukan jika mereka semua mati bersamaan. Bahkan jika ada salah satu manusia yang cukup kuat pun tidak bisa membunuh mereka dalam satu waktu kecuali mereka memiliki kelompok atau sudah di rencanakan.”


“Benar juga, terlebih mereka semua cukup kuat jika bergabung, bahkan melawan Dewa Grand Master Semesta aku yakin jika pasti akan ada salah satu dari mereka bisa melarikan diri,” sambung salah satu Jendral Iblis Tertinggi kini dalam wujud manusia namun kulit tetap merah.


Ketiga Jendral dan Mo Hung terdiam, mereka membenarkan apa yang di katakan Jendral Iblis Agung dan Jendral Iblis Tertinggi.


“Hmm,, jika begitu biarkan aku saja yang melihatnya, siapa tahu dia adalah orang yang ikut merusak dinding formasi, karena hanya ia yang aku ingin lihat, dan aku rasa kekuatannya cukup tinggi untuk aku jadikan budak,” ucap Mo Hung mengajukan dirinya.


Jendral Iblis Agung terdiam sesaat, ia sedikit ragu. Bukan ragu jika ia di bunuh oleh manusia yang Mo Hong ingin incar, melainkan ia takut jika Para Penetua Klan Bai mengepungnya.


Setelah beberapa saat berpikir, kini Jendral Iblis Agung mengangguk. “Bawa dua Jendral Muda dan beberapa komandan bersamamu, dan bukannya aku ragu kemampuanmu, tapi jika Bai Yu Qe atau Bai Yun We muncul di depanmu, kau sudah tidak akan bisa melarikan diri.”


“Nyawamu masih cukup berharga untuk Yang Mulia,” ucap Jendral Iblis Agung secara terang-terangan.


Mo Hung yang awalnya tidak terima kini terdiam saat mendengar kata Yang Mulia, ia langsung mengangguk paham.


“Baiklah, aku akan pergi.”


Wuss..!!


Jendral Iblis Mo Hung langsung menghilang dari tempatnya duduk.


***


Bai An yang merasakan firasatnya akan datang bahaya langsung menyuruh semua orang berpencar ke seluruh Alam Semesta.


Bai An juga tak lupa menyuruh semua orang memburu iblis yang sudah mulai menyebar serta menyatukan semua manusia untuk bergabung melawan iblis merah.


Setelah membagikan token teleportasi antar semesta yang ia dapat dari Mu Xia'er dan pamannya Ling Dong dulu, semua orang langsung membagi diri lalu pergi ke tujuan yang mereka inginkan.


Sementara Duan Du, Tu Long dan Bai Han kini menatap ke arah Bai An, mereka bertiga juga dapat merasakan firasat tidak enak sehingga menatap Bai An dengan penuh tanya.


“Ayo kita pergi dulu dari sini, untuk Xia'er, Jia'er dan Ye'er dan Xie'er kalian masuk saja dulu, nanti aku akan mengeluarkan kalian saat sudah aman.”

__ADS_1


__ADS_2