Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Menuju Dimensi Alam Surgawi dan Penyamaran Bai An


__ADS_3

Melihat Feng Ruan seperti orang idiot, wajah kedua orang tua tersebut memerah penuh amarah.


Saat pandangan mereka mengarah ke Duan Du dan Bo Wuhan, kedua sosok berjubah tersebut sudah tidak berada di tempatnya.


Tap tap..!!


“Tu..Tuan muda, apa yang terjadi kepadamu?” Tanya salah satu dari dua orang tua tersebut.


Feng Ruan yang di tanya hanya menjambak rambutnya sambil menundukkan kepala. Sesekali ia bergumam dan apa yang di dengar oleh kedua orang tua tersebut membuat mereka bingung.


“Di..Dia Iblis, tidak-tidak, dia itu melebihi iblis. Bukan-bukan, ia itu monster iblis.” Hanya itu saja yang kedua orang tua tersebut dengar dari gumaman Feng Ruan.


Tak lama mereka berdua saling melirik, setelah cukup lama mengambil kesepatakan. Salah satu dari mereka pun membawa Feng Ruan melalui portal, sementara yang satunya membawa semua jenius klan dan jenius sekte yang masih pingsan akibat di hajar oleh Bo Wuhan.


***


Wuss wuss..!!


“Haha itu sangat menyenangkan saudara Duan,” ucap Bo Wuhan dengan wajah bahagia.


Duan Du hanya tersenyum kecil sambil terus melesat ke arah yang di ketahui oleh Bo Wuhan.


Saat ini mereka sudah berada di Dimensi Alam Surgawi dan mereka berhasil mengelabui kedua orang tua tersebut saat lengah dengan langsung menerobos portal.


“Apakah tempat yang kau maksud masih jauh bocah,” tanya Duan Du.


Bo Wuhan menggelengkan kepalanya, ia juga tidak mempermasalahkan dirinya di panggil bocah walau ia lebih tua.


Itu karena Bo Wuhan sangat menghormati Duan Du, karena dirinya kecerdasannya di kembalikan oleh Bai An, kini ia juga merasa lebih baik lantaran Iblis Jiwa sudah di musnahkan oleh Bai An saat mereka berada di Kota Kematian.


Ia juga sudah tidak gila akan membunuh, tapi hobinya yang suka bertarung tidak pernah hilang. Karena dari dulu ia memang senang bertarung dan suka membuli jenius-jenius yang lebih lemah darinya. Tapi kini ia sudah berbeda jauh semenjak mengenal keluarga Bai An.


Sampai saat ini ia tidak pernah melepaskan seutas senyum saat mengingat wajah-wajah orang-orang yang menganggapnya keluarga.


“Saat kita melewati air terjun di puncak bukit itu, barulah kita menemui kota yang ku maksud. Kota itu tempat klan Bo berada.” Ucap Bo Wuhan memasang wajah serius saat mengingat banyak kenangan pahit saat ia berada di sana.


“Hemm..!! Jika begitu kita berhenti di sini dulu, aku harus mengetahui struktur daerah ini, karena tidak mungkin jika tidak banyak orang yang mengincarmu sampai detik ini.” Ucap Duan Du langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Tap tap..!!


Duan Du langsung menginjak pucuk daun pohon yang terlihat masih hijau.


Tap tap..!!


Bo Wuhan mengangguk serius. “Hemm..!! Aku juga berpikir seperti itu, karena si sialan Chen Long itu sudah menyebarkan informasi palsu dan hingga saat ini kita masih belum tahu informasi apa yang ia sebar.” Ucap Bo Wuhan merubah raut wajahnya dengan kesal.


Saat ini Duan Du di tugaskan kesini karena ingin mencari informasi ini. Karena yang tersebar hanya selebaran poto Bo Wuhan saja dengan jumlah harta yang akan di berikan jika dapat menemukannya.


“Seberapa yakin kau jika yang menyebar informasi palsu ini adalah Chen Long?” Tanya Duan Du terlihat pura-pura penasaran, walau ia sudah mendapat informasi tersebut dari Feng Ruan, Duan Du tentu ingin mengetahuinya langsung dari mulut Bo Wuhan.


Bo Wuhan melirik ke arah Duan Du. “Tidak baik jika kita di sini, ayo kita cari tempat yang aman lebih dulu.” Ajak Bo Wuhan yang langsung di angguki Duan Du.


Wuss wuss..!!


Keduanya langsung bergerak ke arah tertentu.


***


Tap tap...!!


Bai An langsung menghentikan langkahnya, ia melirik ke arah murid betubuh genduk dengan banyak bekas luka di wajahnya, kepalanya yang botak juga menghiasi tampilannya yang semakin seram.


“Be..Benar senior, apa ada yang bisa Junior ini bantu?” Tanya Bai An menundukkan kepalanya.


“Kekeke,, ikuti aku, aku akan memberikanmu beberapa masukan,” kekeh murid yang memiliki tampilan sangar.


Bai An yang mengubah postur wajahnya sedemikian rupa agar tidak mencolok langsung mengikuti murid tersebut dengan polos.


Tap tap..!!


Terlihat bangunan Sekte Pedang Cahaya sangatlah luas, di setiap apa yang Bai An lewati sangat banyak murid biasa berlatih. Karena saat ini mereka berada di pelantaran luar Sekte Pedang Cahaya.


Setelah sepuluh menit berjalan, kini Bai An di bawa menuju sebuah bangunan yang terlihat akan ambruk kapan saja.


Saat Bai An memasuki bangunan tersebut, ia melihat banyak sekali murid-murid baru yang kini bersujud di depan pemuda kurus dengan wajah sangat jelek.

__ADS_1


“Hahaha,, kau membawa murid baru lainnya juga botak, kerja bagus, ini bagianmu,” ucap pria jelek tersebut melempar beberapa kepingan batu kristal kelas rendah.


Hap..!!


Dengan wajah berseri-seri pria yang di panggil botak menangkapnya. “Hehe,, bos memang yang terbaik,” ucap pria botak kini melirik ke arah Bai An yang berpura-pura ketakutan. “Itulah apa yang bos besar perintah, jika tidak. Kau akan seperti mereka yang pembangkang.” Ucap pria botak memperingati Bai An.


Bai An hanya termangu, namun dalam hatinya ia hanya bisa menghela nafas. “Apa aku akan membunuh lagi?” Gumam Bai An dalam hati.


Padahal ia sengaja masuk ke dalam sekte dengan jalur yang benar agar ia tidak terlalu banyak membunuh, tapi kini ia terlihat sudah tidak punya pilihan lain.


Secara perlahan jari Bai An mengeluarkan sedikit energi. Saat ia akan membunuh mereka semua.


Brak..!!


Sebuah pintu terbuka dari belakang tempat pria kurus duduk.


Bai An mengurungkan niatnya saat pandangannya mengarah ke luar pintu di belakang pria kurus duduk.


“Hei kau kurus, apa kau membawa banyak murid baru hari ini?” Tanya seorang pemuda dengan aura terus menerus keluar dari tubuhnya.


“Be..Benar senior, lihatlah ada puluhan murid kali ini. Mereka semua sangat segar, tidak seperti bulan lalu.” Jawab pria kurus dengan nada terbata-bata.


Mendengar itu, wajah pria yang di panggil senior langsung mengganas. “Masih kurang, aku butuh lebih dasar idiot. Sudah berapa kali ku bilang jika setidaknya berikan aku 50 paling sedikit,” teriak murid senior tersebut mengayunkan lengannya yang kokoh.


Bam..!!


Brak..!!


Tubuh pria kurus tersebut langsung menabrak dinding bangunan yang akan hancur.


Setelah puas memukul, ia kini melihat semua murid baru satu persatu. Lalu pandangannya terahir mengarah ke Bai An.


“Hehe,, aku merasa anak baru ini sedikit lebih kuat dari yang lainnya, ini bagus sebagai bahan latihanku nanti,” kekeh murid senior tersebut.


“Bawa mereka masuk menuju Pelantaran dalam.” Perintah murid senior tersebut.


Pria kurus tersebut langsung bangkit sambil mengusap darah yang terus keluar dari sela-sela bibirnya. Dengan segera ia menggiring Bai An dan yang lainnya.

__ADS_1


Tidak ada yang menyadari Bai An kini tersenyum menyeringai kejam saat ia di giring.


“Hemm..!! Dasar bocah-bocah, kalian membawa seekor iblis masuk ke kandang kalian, jadi jangan salahkan aku jika kalian merangkak nanti,” gumam Bai An kini merasa rencananya lancar masuk ke pelantaran dalam.


__ADS_2