Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menyiksa Pemilik Toko Walet Emas


__ADS_3

“Ini paman Duan berikan Ayam hutan beserta daging Harimau Buas yang telah di resepi bumbu-bumbu terbaik.” Kekeh Duan Du melirik ke arah Tu Long dengan senyum mengejek.


Hidung Bai Han langsung mencium bau yang sangat sedap, melihat itu, mata Bai Han langsung bersinar, dengan cepat ia melangkah ke arah Duan Du.


Hap..!!


Namun saat tangan Bai Han ingin menyambar makanan pemberian Duan Du, Bai An kini menatap putranya dengan tatapan tajam.


Wajah Bai Han langsung berkaca-kaca. “Apa ayah akan memarahi Han'er, apa ayah melarang Han'er makan makanan enak,” kata Bai Han dengan nada sedih.


Duan Du dan Tu Long langsung ikut menatap ke arah Bai An dengan pandangan kesal.


“Apa yang kau lakukan kak? Apa kau ingin Han'er sakit gara-gara tidak makan hah,” kata Duan Du.


“Benar-benar,, Han'er masih kecil, ia butuh nutrisi,” sambung Tu Long mengangguk-angguk membela Bai Han.


“Anak ini, sudah mulai seperti Du'er,” gumam Bai An menghela nafas, ia juga melirik ke arah Duan Du dan Tu Long dengan pandangan jijik seperti seorang penjilat.


“Huuff,, bukan ayah marah kau makan banyak, tapi perbaiki caramu, jangan makan sambil berdiri, dan jaga cara makanmu, jangan begitu, seolah kau tidak pernah makan saja,” kata Bai An dengan nada tegas.


“Aku juga tak mau ibumu nanti marah saat tahu kelakuan putranya begini,” sambung Bai An.


Mendengar itu, Bai Han memamerkan giginya cengengesan. “Hehe,, itu tanggung jawab ayah, bukan Han'er,” kata Bai Han dengan nada polos.


Mendengar itu Duan Du dan Tu Long langsung tertawa terbahak-bahak, sampai-sampai mereka kini berguling-guling di lantai.


Wajah Bai An seketika berubah, melihat itu, dengan cepat Bai Han berlari lalu pura-pura duduk makan dengan sopan, sementara Duan Du dan Tu Long belum menyadari wajah Bai An yang kini memerah.


30 menit berlalu, saat ini wajah Duan Du dan Tu Long bengkak, wajah mereka yang cemberut membuat lucu Bai Han.


Sementara Bai An kini duduk bersila, ia terlihat menyerap energi Qi sekitar walau itu tak berarti apa-apa, tapi Bai An selalu menyempatkan diri untuk berkultivasi secara normal.


Melihat ayahnya berkultivasi, Bai Han lalu mendekat dan menarub kepalanya di paha Bai An kemudian tertidur.


Bai An yang menyadari itu hanya diam saja dan tetap fokus, ia tahu sebenarnya putranya setengah tidur, karena ia juga sedang berkultivasi.


Bai Han mulai begini setelah ia mendakat berkah dari pria muda yang ia temui di makam, dan Bai Han tahu jika pria muda itu adalah leluhur ayahnya, jadi Bai Han ikut memanggil pria muda itu sebutan leluhur.


***


Sementara di depan, tepatnya tempat Bai An pertama kali menemui Wudi, kini Wudi duduk santai seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi saat ini hanya sangat gelisah.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Wudi, apakah ada barang bagus?”


Wudi seketika tersadar saat mendengar langkah kaki di sertai sebuah suara.


“Ah,, Tuan, maaf terlambat menyadari anda, itu karena saat ini kita mendapat barang luar biasa, namun,” kata Wudi sedikit ragu.


Pemilik Walet Emas atau Wutan menaikkan sebelah alisnya. “Namun apa? Jangan bilang barang bagus itu tidak bisa kau tangkap? Lalu dimana Wuran?” Tanya Wutan sedikit mengeluarkan auranya yang setara Dewa Immortal ⭐ 1 Menengah.


“A..Ampun Tuan, sebenar kita mendapatkan pelanggan 6 orang, 4 tertangkap dan dua berhasil melarikan diri, saat ini senior Wuran bersama para pemburu sedang mengejar mereka, aku yakin sebentar lagi mereka akan kembali,” kata Wudi membulatkan tekad mengikuti arahan Bai Han.


Mendengar itu, wajah Wutan yang awalnya marah kini tersenyum menyeringai.


“Kerja bagus, kau tidak perlu khawatir tentang Wuran, karena di kota ini yang terkuat adalah Tuan kota yang memiliki kekuatan setara dengannya, jadi aku yakin ia pasti bisa menangkap dua barang yang kabur,” kata Wutan berjalan ke arah pintu belakang.


“Jadi mereka ada di tempat biasa?” Tanya Wutan sambil berjalan.


Wudi yang mengikuti dari belakang langsung mengangguk, “Saat ini mereka terkurung dan siap di jual,” jawab Wudi hormat tanpa ada sedikitpun kesalahan dari ucapannya agar Wutan tidak curiga jika ia berkhianat.


Wutan langsung tersenyum tipis.


Tap tap..!!


Tapi tak lama wajahnya langsung jelek saat melihat wajah Duan Du dan Tu Long.


Saat ini Duan Du dan Tu Long tidak menutupi wajahnya dengan energi karena menahan sakit di wajahnya jadi ia lupa.


“Lari..!” Teriak Wutan karena ia tentu tahu siapa mereka berdua.


Berita tentang Bai An, Duan Du dan Tu Long membantai semua musuh yang datang kepadanya telah menyebar ke seluruh Alam Semesta, walau orang-orang tertentu berusaha menutupinya seperti klan Hu, tapi tetap saja berita tersebut bocor.


Wuss..!!


Crash..!!


Kaki Wutan langsung terputus saat ia membalikkan badannya.


“Kau jangan cepat kembali setelah datang,” kata Duan Du dan Tu Long dengan nada dingin.


Mereka berdua kini memasang wajah menyeramkan.

__ADS_1


Melihat itu, Wutan langsung berkeringat dingin.


“Wudi bantu aku, jika kau mau membantuku, maka aku akan memberika semua harta yang selama ini aku kumpulkan,” teriak Wutan.


Wudi tidak menyahut, itu karena saat ini ia sedang mengompol karena saking takutnya.


Wudi juga baru tahu wajah Duan Du dan Tu Long, tubuhnya bergetar ketakutan, tapi tak lama ia tersenyum tipis ke arah Wutan.


“Hehe,, maafkan aku Tuan,” kekeh Wudi mundur saat Duan Du dan Tu Long mendekat.


“Gara-gara kau aku di hajar oleh kakak,” kata Duan Du langsung melampiaskan amarahnya kepada Wutan.


Akhh..!!


Jari kelingking Wutan langsung terpotong oleh bilah energi yang Duan Du ciptakan.


“Hmm,, aku akan menyiksamu karena ini memang perbuatanmu, seandainya kau tidak membuat toko di sini, aku tak mendapat nasib malang,” sambung Tu Long menyalahkan Wutan.


Lalu tangan Tu Long berubah bentuk menjadi cakar, cakar Tu Long menusuk ke arah paha Wutan yang terpotong.


“Akhh,, ampuni aku Tuan, aku menyesal membuat toko di sini,” teriak Wutan mempercayai ucapan Tu Long.


Tapi Duan Du dan Tu Long tidak mendengar jerit kesakitan Wutan dan ampunannya, mereka berdua langsung dengan beringas menyiksa Wutan hingga mati dengan tubuh hancur.


Setelah menyiksa Wutan, wajah Duan Du dan Tu Long terlihat baikan, mereka berdua menyinggungkan senyum sambil melirik ke arah Wudi.


Glek..!!


Wudi langsung menelan ludahnya kini tak tahu nasibnya seperti apa, ia juga ngeri saat melihat tubuh ancur Wutan.


Saat Wudi ingin bicara, Tu Long langsung menutup mulutnya dengan energinya.


“Dimana kau menaruh para tahanan yang ingin di jadikan budak?” Tanya Tu Long dengan nada dingin.


“Lantai bawah,” jawab Wudi dengan cepat.


Tu Long melirik ke arah Duan Du, Duan Du mengangkat bahunya sambil melirik ke arah Bai An dan Bai Han.


“Kita tunggu kakak dan Han'er lebih dulu,” usul Duan Du.


“Baiklah,” jawab Tu Long sambil melirik ke arah Wudi. “Kau jangan kemana-kemana.” Ancam Tu Long.

__ADS_1


Wudi mengangguk patuh, karena ia juga tahu jika lari pasti akan tertangkap.


__ADS_2