
Duan Du dan Bai Han saling melirik, Bai Han seketika naik punggung Duan Du dan Duan Du langsung melesat meninggalkan Tu Long.
Tu Long sama sekali tidak keberatan saat di tinggal, karena ia sedikit demi sedikit sudah kebal di jahili oleh Duan Du, jadi dengan cepat ia menyusul Duan Du.
Wuss..!!
Selama satu bulan sebelum mereka berpisah, mereka telah mengevakuasi beberapa penduduk Dunia Awan dan dua Dunia Inti yang ikut hancur ke Dunia Inti ke 6.
Tentunya mereka memilih penduduk yang benar-benar tidak terlibat dan bagi yang terlibat separuh dari mereka telah di penjara di Dunia Jiwa Duan Du.
Yang Duan Du tahan rata-rata orang yang memiliki kekuatan Dewa Immortal atau klan Menengah dan Klan Besar.
Duan Du telah memiliki rencana untuk mereka di masa depan.
Sementara untuk para saudaranya.
Cen Tian kembali pergi mencari Pixiu, namun ia kini mendapat tambahan orang, yaitu tiga anak angkat Tu Long, dan Ling Diu, Xiao Lee Tan, Guan Shen Ju.
Untuk Ling Yenrou, Hu Hong Meng, Bing Lou dan anggota klannya di suruh mengintai dan menghalangi orang-orang yang ingin menyelidiki masalah di Alam Semesta Inti ke 6.
Lang Zai, Bai Yun, Fu Jian, Bao Tang dan beberapa prajurit pembantai di suruh untuk mengumpulkan pasukan sebanyak mungkin, walau mereka tidak tahu mengapa mereka di tugaskan, tapi yang pasti mereka yakini, yaitu perang besar yang akan mengguncang seluruh Alam Semesta.
Sementara sisanya seperti Ling Wenli dan semua prajurit pembantai sudah di masukkan ke dalam dunia jiwa Duan Du untuk mengintrogasi Penguasa Semesta Inti ke 6 dan Fang Mu yang lebih dulu di tahan.
***
Bai An yang kini melesat seorang diri, tiba-tiba ia langsung menghentikan langkahnya saat mendapat pesan dari Bai So.
“Ooh,, jadi begitu,” gumam Bai An saat mendapatkan siapa Duan Du sebenarnya, ia juga sedikit terkejut saat mengetahui jika Tu Long hanyalah sebuah jiwa yang kini memiliki bentuk manusia tanpa akal.
Tapi saat ini bentuk tubuh Tu Long telah membentuk tubuh manusia seutuhnya, hanya matanya saja yang masih belum membentuk bola mata, mata Tu Long masih sebuah jiwa, maka dari itu setiap Bai An menatap dan ingin mengetahuinya lebih dalam, ia hanya melihat jurang kegelapan tanpa batas.
“Jadi Tu Long adalah Ras Monster Naga Raksasa, Ras dengan tubuh terkuat di Dimensi Pusat dan mereka adalah sosok yang gila dalam bertarung,” sambung Bai An dalam hati.
Walau sudah tahu, tapi Bai An masih belum tahu apa tujuan Tu Long di kirim kesini dan siapa Tu Long sebenarnya jika di dunianya, tidak mungkin Tu Long hanya setingkat prajurit yang sengaja mengirim setengah jiwanya kesini.
Untuk Duan Du, Bai An sudah tahu tujuan dan asal usul Duan Du yang sebenarnya, Bai So diam-diam masuk ke dalam jiwa Duan Du dan menelusuri ingatan Duan Du yang belum sepenuhnya kembali.
***
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Bai An kembali melesat ke tujuan awalnya, yaitu menjemput istrinya Hu Qia.
Dengan kecepatan Bai An saat ini, tidak butuh waktu lama baginya untuk sampai ke tempat dimana Klan Hu berada.
Bai An tentu tahu dimana lokasi klan Hu, karena ia mendapat ini sekaligus dari pamannya Ling Dong.
Lima hari berlalu.
Bai An kini melayang tepat di perbatasan Alam Semesta Inti ke 3.
Saat ini mata Bai An tertuju ke arah bintang kecil yang di yakini tempat Klan Hu berada.
“Sudah saatnya aku menjemput apa yang telah di rebut dari tanganku,” gumam Bai An dengan nada dingin.
Wuss..!!
“Hati-hati,, disana ada beberapa orang yang setara dengan tingkat kekuatanmu dan ada juga yang lebih kuat.”
Bai So muncul dengan wajah malasnya saat memberitahu Bai An apa yang ia lihat.
Bai An menyunggingkan senyum tipis. “Apakah mereka dari klan Ho?” Tanya Bai An.
Melihat Bai So hanya diam, Bai An hanya bisa menghela nafas.
Bai An tentu tahu Hu Xiao tidak sesederhana yang terlihat, walau Bai An melihat tingkat kultivasi Hu Xiao hanya Dewa Kaisar Immortal ⭐ 4 Awal, tapi kekuatannya jauh lebih dari itu.
Saat ini tingkat kultivasi Bai An berada pada tingkat Dewa Suci Semesta ⭐ 2 Ahir dan untuk kekuatan, ia setara dengan Dewa Suci Semesta ⭐ 4 Puncak tanpa bantuan Bai Tan dan Bai So.
Jika ia di bantu oleh Bai Tan dan Bai So, maka kekuatannya melebihi Dewa Suci Semesta.
“Hmm..!! Jika orang yang akan menikah dengan Istriku ada di sana-”
Bai An berhenti karena sebuah senyum mengerikan muncul di wajah Bai An.
Dengan cepat ia menghilang dari tempatnya, tak lupa pula Bai An meminta bantuan Bai So saat menembus lapisan dinding Alam Semesta Inti ke 3 ia tidak di sadari oleh Hu Xiao.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Dalam sekejap Bai An muncul tepat di atas kediaman milik yang ia yakini tempat Hu Qia di kurung.
__ADS_1
Tanpa terasa tubuh Bai An bergetar saat ia merasakan jika sosok yang ia cari sedang terbaring di atas ranjang.
Bai An mencoba menekan amarahnya sampai ke titik terendah, karena jika ia egois mengeluarkan amarahnya, maka musuh bisa saja menghalangi jalannya untuk membawa Hu Qia.
***
Saat ini Hu Qia terlihat menangis, wajahnya terlihat bengkak. Tidak ada yang tahu sudah berapa hari Hu Qia menangis tanpa henti.
Huk huk huk..!!
“An Gege,, kapan kau datang menjemput Qia'er.”
“Qia'er sudah tidak tahan di sini dan Qia'er tidak tahan melihat sifat ayah yang semakin hari semakin berubah,” gumam Hu Qia dalam hati.
“Han'er, ibu merindukanmu nak, ibu ingin bertemu denganmu, bagaimana keadaanmu.”
Hu Qia terus menerus bicara seorang diri dalam hatinya.
Hu Qia juga pernah mencoba bunuh diri, namun tidak bisa, karena niatnya telah di ketahui oleh Hu Xiao.
Berbagai macam cara Hu Qia ingin lakukan untuk mengakhiri hidupnya, namun selalu saja di gagalkan.
Hingga Hu Qia menyerah dan mencoba bertekad jika Bai An akan datang menyelematkan dirinya.
***
“Qia'er maafkan Gege yang telah membuatmu menderita,” gumam Bai An dalam hati.
“Gege janji akan membebaskan dan membahagiakanmu,” sambung Bai An dalam hati dengan penuh tekad.
“Bai So,, bantu aku menghancurkan segel yang telah di tanam di dalam tubuh Qia'er, aku mohon bantuanmu,” ucap Bai An langsung menghilang.
Wuss..!!
Bruk..!!
Tanpa basa basi Bai An langsung memeluk Hu Qia yang kini kebetulan duduk.
Hu Qia yang di peluk tiba-tiba, kini tubuhnya bergetar seketika, karena mengira orang yang memeluknya adalah orang yang selalu mencoba mendekatinya selama ini.
Saat Hu Qia mencoba melawan, terdengar sebuah suara lembut di telinga Hu Qia.
__ADS_1
“Tenanglah ini aku, biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama Qia'er,” bisik Bai An.