Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Merasakan Kematian Bai An dan Kesedihan Semua Keluarga Bai An


__ADS_3

“I..Ini, apakah kita terlambat? Apakah Keturunan dari Dewa Asura meledakkan dirinya?” Ucap sesepuh laki-laki klan Ling tanpa terasa meneteskan air matanya.


Bukan hanya sesepuh klan Ling, bahkan sesepuh wanita klan Bai saat ini ikut meneteskan air mata dengan tubuh bergetar hebat.


“Ja..Jangan mengambil kesimpulan sepihak. Se..Setidaknya kita kesana untuk mengeceknya sendiri,” ucap leluhur wanita klan Bai dengan nada terbata-bata. Entah mengapa saat ini dirinya dan leluhur laki-laki klan Ling meneteskan air matanya tanpa bisa di hapus, itu spontan saja terjadi.


Mendengar itu, Leluhur laki-laki klan Ling mengangguk lesu, saat mereka mencoba melangkah, tubuh mereka terlihat semakin bergetar keras dan air mata merebes keluar. Tapi tak lama mereka berusaha menguatkan tekad mereka untuk ke arah asal ledakan yang mereka rasakan.


Wuss..!!


Wuss..!!


***


Bukan hanya kedua leluhur klan Bai dan klan Ling yang mencari sosok berjubah putih saja yang tiba-tiba meneteskan air mata mereka.


“I..Ini, kenapa aku tiba-tiba meneteskan air mata,” ucap leluhur laki-laki klan Bai dan leluhur wanita klan Ling secara bersamaan.


Bahkan Bai Han yang pingsan juga ikut meneteskan air matanya.


“Urgh,, apa yang terjadi? Kenapa wajah ku basah?” Tanya Bai Han merasakan pusing saat tersadar dan wajahnya basah dan mengira jika ada yang menyiramkan air ke wajahnya.


Saat pandangan Bai Han mengarah ke sosok sesepuh wanita klan Ling yang membawanya. Ia seketika terkejut karena sama sekali tidak mengenalinya. Setahunya ia bersama ayah dan pamannya di ruang VVIP dan sedang mengikuti acara lelang.


“Siapa kalian? Dimana ayah paman dan keluargaku?” Tanya Bai Han mencoba untuk meronta.


Tapi sekuat apapun usahanya untuk lepas dari energi yang mengelilingi tubuhnya, ia sedikitpun tidak mampu menggoresnya.


“Apa-apaan ini, lepaskan aku,” teriak Bai Han.


“Hemm..!! Ia tidak mengenali kita karena wajah yang kita gunakan saat pertemuan pertama kita di pintu masuk Rumah Lelang berbeda, jadi ubah wajah kalian agar ia mengenali kita,” ucap Naga Berlian Langit sambil menatap ke arah langit yang bewarna gelap.


Mendengar itu, kedua sesepuh tersebut langsung mengubah wajah mereka ke wajah samaran.


Bai Han yang melihat itu awalnya tidak percaya, tapi setelah di jelaskan cukup lama dan juga beberapa bukti, akhirnya Bai Han mau tak mau mengakuinya saat ini.


...


“Kalian berdua kembalilah lebih dulu, aku akan menyusul nanti,” tanpa menunggu jawaban dari kedua sesepuh tersebut. Naga Berlian Langit langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


Wuss..!!


“Eeh,, apa yang terjadi? Mengapa aku melihat senior dari tadi hanya diam saja dengan raut wajah sedih?” Tanya sesepuh laki-laki klan Ling.


“Jika kau bertanya kepadaku, lalu kepada siapa aku bertanya,” dengus sesepuh wanita klan Bai langsung membawa Bai Han pulang ke kediaman mereka.

__ADS_1


***


“I..Ini,” melihat dirinya tiba-tiba meneteskan air mata. Bai Chu Ye seketika terhenti.


“Ada apa Tuan muda Ye?” Tanya Wuan De penasaran. Tapi tak lama tubuhnya seketika bergetar. “Eeh,, kenapa segel budak yang Tuan Bai An pasang tiba-tiba menghilang,” ucap Master Wuan De bingung.


Bai Chu Ye yang awalnya tidak yakin mengapa dirinya menangis kini tak bisa menahan tubuhnya untuk tetap diam saat mendengar ucapan Master Wuan De.


“A..Ayah,” nada suara Bai Chu Ye yang selalu datar dan dingin kini terdengar menyakitkan.


Wuss..!!


Tanpa memikirkan Master Wuan De dan Rubah Kematian. Bai Chu Ye langsung melesat dengan kecepatan penuhnya, ia saat ini tidak memikirkan apapun, kepalanya hanya terisi wajah ayahnya saja.


***


Dret..!!


Dret..!!


Duan Du dan Tu Long seketika menghentikan langkah mereka. Mereka berdua saling memandang dengan wajah sudah di basahi air mata.


Blush..!!


Blush..!!


Duar duar..!!


Terdengar ledakan seketika terjadi di area sekeliling Duan Du dan Tu Long.


Bruk..!!


Duan Du yang tak kuat menahan diri langsung terjatuh.


“Kakak,, kakak,, kakak apa yang terjadi kepadamu?” Ucap Duan Du dengan nada suara terisak-isak layaknya anak kecil.


Goar..!!


Berbeda dengan Tu Long, ia saat ini mengamuk sejadi-jadinya saat merasakan segel budak yang pernah Bai An pasang di dunia Fana kini telah hancur.


Walau ia bisa menghancurkan segel budak tersebut, tentu ia lebih memilih membiarkannya dengan alasan sudah merasa nyaman.


“Sialan, Siapa? Siapa yang melakukan ini akan ku balas ribuan, bahkan jutaan kali lebih menyakitkan dari Neraka itu sendiri,” teriak Tu Long kini meraung terus menerus.


Duan Du dan Tu Long sadar jika mereka kembali, maka mereka pasti akan mati juga. Mereka tentu berpikir jika orang yang membunuh Bai An masih di sana.

__ADS_1


Jadi satu-satunya cara adalah menjadi jauh lebih kuat lagi agar bisa membalas dendam.


Beberapa saat kemudian, Duan Du dan Tu Long mencoba bangkit dari kesedihan dan amarah mereka.


“Aku yakin kakak masih hidup, ya aku sangat yakin. Kakak tidak akan mudah di bunuh, terlebih lagi ada Roh penjaga pedang Asura yang pastinya akan melindunginya.” Ucap Duan Du menguatkan dirinya.


“Benar dan satu-satunya cara adalah menjadi kuat agar kita bisa mencari Tuan muda, aku tidak peduli lagi mana baik mana jahat, demi menjadi kuat, aku akan melakukan segala cara,” sambung Tu Long jika berpikir Bai An masih hidup dan terluka di suatu tempat.


***


Berbeda dengan Duan Du dan Tu Long.


Xi bersaudara yang tiba-tiba meneteskan air matanya dan merasakan jantungnya sakit langsung memilih kembali, sama seperti Bai Chu Ye.


“Kak, aku tak yakin, tapi ada baiknya kita sedikit berhati-hati, kau pasti paham maksudku bukan,” ucap Xi Juan melesat dengan kecepatan penuhnya.


“Hem.!! Semoga orang-orang Menara sudah pergi dari sana, jika tidak, akan sulit mencari jejak Leluhur Bai An. Aku yakin jika Leluhur Bai An masih hidup,” ucap Xi Luan mengangguk yakin dan tidak ingin berpikir negatif.


***


Sementara jauh di Bumi.


Piar..!!


Suara gelas seketika terjatuh dan pecah dari tangan Ling Mei.


Deg deg..


“Tidak, An'er, An'er,” Ling Mei seketika berteriak histeris saat merasakan penghubung yang putranya pasang kini telah terputus.


Dengan segera Ling Mei berlari keluar mencari menantu dan cucunya.


Saat Ling Mei sampai, ia melihat Chu Jia dan Mu Xia'er telah terjatuh pingsan saat merasakan hal yang sama. Bahkan cucunya Bai Xia Xie hanya diam dengan wajah memutih.


Satu hari telah berlalu.


Ling Mei, Mu Xia'er dan Chu Jia langsung jatuh sakit. Beruntung Jia Li Ling atau istri Duan Du dengan tekun mengurus ketiganya.


Tap tap..!!


Saat Jia Li Ling melangkah ke kamar keponakannya, ia hanya memasang wajah sedih.


Bai Xia Xie, ia kini merenung layaknya orang stres. “Ayah, apa yang terjadi?” Terdengar hanya itu yang Bai Xia Xie gumamkan berkali-kali.


...

__ADS_1


Semua keluarga Bai An yang memiliki hubungan merasakan kehilangan sosok kepala keluarga bagi mereka. Sosok yang selalu hangat kepada mereka kini telah tiada.


Bahkan Cen Tian yang menjadi Penguasa Dimensi Inti tanpa nama kini juga terlihat mengurung diri di kediamannya. Ia terlihat jatuh sakit saat penghubung yang adiknya pasang telah terputus.


__ADS_2