Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Skala Besar Part 2


__ADS_3

“Tidak semudah itu kau membunuhnya di depanku.”


Suara Ho Ming Chun terdengar jelas di telinga Duan Du.


Trank..!!


Bam..!!


Suara benturan antara pedang energi langsung terdengar keras.


Akibat suara di sertai ledakan itu di anggap sebuah isyarat untuk memulai perang.


Bai Han kini tersenyum kecil.


“Serang,, jangan biarkan mereka melarikan dari sini,” suara Bai Han yang melengking langsung menggema ke segala arah.


Mendengar itu, semua orang dari pihak Bai An langsung berseru.


“Bunuh semuanya, jangan biarkan satupun lolos seperti yang di ucapkan Tuan muda kecil.”


Entah siapa yang berteriak, yang pasti, semua prajurit pembantai langsung menyerang dan menyebar ke jutaan musuh.


Hal tersebut langsung membuat pihak musuh tak mau kalah.


“Serang semuanya, jangan biarkan satupun dari mereka hidup,” teriak Fang Mu.


Fang Mu juga langsung menghilang dari tempatnya.


***


Ling Yenrou yang melihat itu langsung bergumam. “Kacau sudah.”


Dengan cepat ia menghilang dan muncul di depan Duan Du dan Ho Ming Chun yang kini bentrok.


Bom bom..!!


Hanya bayangan saja yang terlihat saat Duan Du dan Ho Ming Chun bentrok.


Wuss..!!


“Biarkan aku yang mengurusnya,” ucap Ling Yenrou.


Duan Du tentu mengangguk santai tanpa penolakan.


Dengan cepat Duan Du menghilang.


Melihat musuh yang ia rasa tidak sesederhana yang terlihat pergi, Ho Ming Chun ingin mengejar.


Tapi Ling Yenrou lebih dulu muncul dengan pedang uniknya.


Dengan santai Ling Yenrou mengayunkan pedangnya.


Ho Ming Chun langsung menghilang menjadi bayangan untuk menghindar.


Crash..!!


Walau begitu, jubahnya terkena tebasan Ling Yenrou.


“Heng,, aku tak menyangka pedang kematianmu benar-benar mengejar bayanganku,” dengus Ho Ming Chun.


“Jadi rumor itu benar juga,, jika pedangmu sudah menargetkan musuh, maka siluetnya akan mengejar orang tersebut sampai bisa melukai walau hanya tergores baru berhenti mengikuti,” sambung Ho Ming Chun terlihat tenang.


Melihat ketenangan Ho Ming Chun membuat Ling Yenrou sedikit waspada.


“Hmm..!! Aku tak tahu dari mana ketenaganmu itu, tapi aku akan menyelesaikannya dengan cepat,” ucap Ling Yenrou kini mulai serius.

__ADS_1


Aura di sekitar Ling Yenrou langsung berubah drastis.


Hal tersebut membuat orang-orang yang bertarung di sekitar mereka langsung menjauh sejuah mungkin.


“Teknik Bayangan Kematian.”


“Tebasan Darah,” ucap Ling Yenrou mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Siluet pedang langsung melesat ke arah Ho Ming Chun.


Siluet tebasan Ling Yenrou terlihat mempunyai mata bewarna merah darah yang bisa mengejar musuh kemana saja.


Hong Ming Chun kini tersenyum kecil.


“Hehe,, inilah yang aku tunggu-tunggu,” kekeh sebuah suara muncul di samping Ho Ming Chun.


“Kakak,, akhirnya kau keluar juga,” sapa Ho Ming Chun dengan nada hormat.


“Ho Ming Tang, atau Jendral Tang, aku tak menduga jika Jendral terlemah dari Klan Ho keluar juga,” ucap Ling Yenrou dengan suara sedikit terkejut.


Ho Ming Tan hanya melirik ke arah Ling Yenrou dengan senyum merendahkan.


Dengan santai ia mengayunkan tangannya.


Sebuah bayangan langsung muncul, siluet tubuh raksasa kini muncul di depan Ho Ming Tan.


Bayangan raksasa tersebut juga memegang sebuah kapak yang kini terayun ke arah siluet tebasan Ling Yenrou.


Duar..!!


Suara bergumuruh di sertai guncangan hebat terdengar keras.


Orang-orang yang sudah menjauh dari Daratan utama kini membelalakkan matanya saat melihat Kota Awan sudah hancur.


***


Di tempat yang cukup jauh dari Ling Yenrou.


Fang Mu yang muncul di depan Bai Han.


Wuss..!!


Saat Fang Mu ingin memukul pundak Bai Han.


Duan Du dan Tu Long muncul secara serempak di sertai aura membunuh yang pekat.


Duar..!!


Fang Mu mundur beberapa langkah, ia kini berdecak kesal karena rencananya kini di kacaukan oleh keduanya.


“Sialan,” umpat Fang Mu dalam hati, beruntung ia menggunakan artefak dewa dalam bentuk jirah, jika tidak, ia mungkin akan mati seketika.


Walau begitu, Fang Mu mengalami luka ringan dari serangan Duan Du dan Tu Long.


Kini pandangan Fang Mu mencari Penguasa Semesta Inti ke 6 untuk membantunya melawan salah satu dari Duan Du dan Tu Long.


Saat pandangan Fang Mu melihat Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 melawan Ling Yenrou, ia semakin terbawa amarah.


“Sialan jika begini aku bisa mati,” umpat Fang Mu kini berusaha untuk mundur lebih dulu.


Tapi saat berpikir seperti itu.


Sebuah pedang energi melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Wuss..!!


Dengan cepat Fang Mu mengayunkan pedanganya.


Trank..!!


Pedang bayangan yang menyerangnya langsung hancur.


Fang Mu juga langsung melepaskan auranya di sertai Hukum Es.


Hawa di sekelilingnya langsung berubah drastis.


“Heng,, satu lawan dua, apa kalian tidak malu,” dengus Fang Mu mencoba mencari alasan.


“Hehe,, bukan dua, melainkan tiga,” ucap Bai Han tersenyum kecil.


Wajahnya seketika berubah serius saat ia muncul di depan Fang Mu.


Dengan santai Bai Han menggerakkan jarinya.


Srett..!!


Tubuh Fang Mu seketika tidak bergerak, Fang Mu merasakan ada sebuah benang-benang energi yang tak biasa kini mengikat tubuhnya.


“Sialan, kenapa aku tidak bisa menghancurkan benang ini,” ucap Fang Mu kini mulai panik.


“Sekarang paman,” teriak Bai Han.


Duan Du dan Tu Long yang menggabungkan kekuatan mereka langsung mengarahkan serangan mereka ke Fang Mu.


Serangan Duan Du dan Tu Long hanya 40% kekuatan mereka saja, tapi itu sudah bisa membunuh Fang Mu.


Wuss..!!


Sebuah Pedang energi berbentuk cakar panjang yang di sertai Hukum Angin melesat ke arah Fang Mu, saat melesat, pedang energi tersebut menghilang lalu muncul di depan Fang Mu.


Bam..!!


Duarr..!!


Tiba-tiba sebuah perisai muncul tepat di depan Fang Mu.


Bertepatan dengan itu, muncul sebuah robekan di udara kosong.


“Dasar tidak berguna, kau ini dari dulu selalu membuat repot keluarga,” dengus sebuah pemuda yang kini muncul dari robekan ruang.


Pemuda tersebut sangat mirip dengan Fang Mu, namun yang membedakan adalah warna rambut, warna rambut pemuda tersebut bewarna putih terang.


“Ka..Kakak,” ucap Fang Mu dengan tubuh bergetar ketakutan.


Wuss..!!


“Komandan Fang Ma, tidak ada gunanya kau memarahi adikmu, karena mereka berdua tidak sesederhana yang terlihat dan juga saat menyerang adikmu, mereka masih menahan diri,” ucap Ho Ming Chun kini muncul tepat di samping Fang Ma dan Fang Mu.


Dahi Fang Ma berkerut, lalu pandangannya mengarah ke Duan Du dan Tu Long.


Tapi ia tidak melihat kelebihan apapun dari keduanya, sementara Bai Han, ia mengabaikan anak tersebut karena menurutnya Bai Han bukan ancaman.


“Heng,, jangan melebih-lebihkan Komandan Ho Ming Chun, mereka ini tidak lebih dari semut,” dengus Fang Ma.


“Hoho,, kita di kira semut, bagaimana menurutmu Paman Tu,” kekeh Duan Du sambil melirik Tu Long.


“Heh,, langsung saja jangan menahan diri, aku juga sudah tidak peduli jika dunia ini hancur,” ucap Tu Long kini mulai bersemangat.


“Ingat pesan ayah, jika kalian ingin bertarung serius, maka ajak saja menjauh dari Dunia ini,” sambung Bai Han dengan nada serius.

__ADS_1


“Jika begitu mari kita ajak mereka menjauh,” ucap Tu Long sambil melirik ke arah Duan Du.


Duan Du langsung mengangguk dan berteriak. “Woe Babi, jika kau memang manusia, maka buktikan langsung. Jangan seperti hewan liar yang suka meraung tidak jelas.”


__ADS_2