Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menghancurkan Penghalang Buatan Bai An


__ADS_3

Melihat Duan Du sambil tangan Duan Du memberikan 6 jiwa ke arahnya. Bai An langsung mengibaskan tangannya.


Wuss..!!


Ke-enam jiwa tersebut langsung menghilang.


“Hmm..!! Sebentar lagi perisai yang aku ciptakan akan hancur, jadi persiapkan diri kalian semua, jangan ragu untuk membunuh semua Bangsa Iblis Merah,” ucap Bai An dan saat mengatakan Iblis Merah. Tatapan Bai An mengarah ke Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


Melihat reaksi keduanya yang di penuhi oleh dendam. Bai An hanya menggelengkan kepalanya saja.


Semua yang berkaitan dengannya kebanyakan menderita oleh orang yang mereka kenal.


Terlebih mereka semua sangat dendam dengan orang yang mereka kenal, sama halnya dengan dirinya.


Buk buk buk..!!


“Hoho,, kau tenang saja, siapa yang membuatmu menderita? Beritahu aku, biar aku akan memakan tubuh mereka hidup-hidup,” ucap Tu Long di sertai senyum menyeramkan.


Mo Liang Liu dan Mo Denshan langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas.


“Tuan Tu, kali ini biarkan kami yang melawan orang itu, aku ingin membuktikan kepada orang tua dan semuanya jika kami bisa melawan orang itu.” Jawab Mo Liang Liu.


“Iya, aku juga sudah bersumpah untuk membunuh mereka menggunakan tanganku sendiri, dan saat ini aku ingin membuktikannya,” sambung Mo Denshan.


Tu Long semakin menyeringai mendengar itu. “Haha,, itulah yang ingin aku dengar, buktikan jika kau kuat dan jangan pernah menjadi pengecut dengan lari dari pertarungan,” ucap Tu Long tertawa terbahak-bahak.


Uhuk-uhuk..!!


Mo Liang Liu dan Mo Denshan langsung terbatuk saat Tu Long menebuk punggung mereka.


Mereka berdua hanya bisa tersenyum kecut saat pukulan Tu Long sangat keras yang membuat tulang punggung kini sedikit retak.


...


Sementara di luar perisai, saat ini banyak Iblis Merah menggempur penghalang transparan di depan mereka.


“Sialan aku tak menduga jika perisai ini sama kuatnya dengan dinding perisia Dimensi kecil ini,” ucap salah satu komandan iblis merah terdengar kesal.


Cukup jauh di belakang mereka, kelima Jendral Iblis Tertinggi hanya melihat para komandan dan beberapa dari Jendral Muda iblis merah ikut bertindak.


Awalnya mereka semua meremehkan perisai di depan mereka ini, tapi selama 4 hari ini, tidak ada bekas goresan sedikitpun selama gempuran 4 hari ini.


Tap tap..!!


Jendral Chenfu muncul di depan kelima Jendral Iblis Tertinggi.


“Hmm..!! Lakukan dengan cepat, jangan buat Ras Half Giant Dragon menunggu terlalu lama,” perintah Mo Chenfu dengan nada datar.

__ADS_1


Jendral Mo Jian dan Mo Juan saling melirik satu sama lain.


Saat mereka akan bicara, terdengar sebuah suara mendahuluinya.


“Biar aku saja yang mencoba menghancurkan penghalang ini.”


Mo De maju dengan sendirinya, ia melirik ke arah Mo Chenfu, saat melihat Mo Chenfu mengangguk, Mo De langsung menghilang.


Mo Juan dan Mo Jian kini menahan amarah mereka. Mereka merasa di permalukan oleh Mo De.


Mo De sangat jarang bicara dan berhubungan dengan ketiga Jendral Iblis tertinggi lainnya.


Tapi banyak yang tahu jika Mo De memiliki hubungan baik dengan Mo Hung.


Bom bom..!!


Suara ledakan langsung menggema, seketika semua Jendral Iblis melirik ke asal suara ledakan.


Saat melihat Mo De tidak setengah-setengah dalam menyerang penghalang. Mo Chenfu mengangguk di sertai senyum tipis.


***


“Hmmm..!! Kekuatan iblis ini setara dengan Mo Hung, ia menyembunyikan kekuatannya dengan sangat baik,” gumam Jendral Gou Ma dalam hati.


Pemikiran Jendral Gou Ma sama dengan Jendral Gou Ja, saat ini Jendral Gou Ja melihat Jendral Mo De dengan teliti.


Tapi saat teringat ucapan Gou Ma yang memberitahunya jika Mo Hung bukan musuh, ia sedikit menghela nafas.


***


Wuss..!!


Sebuah tinju di sertai energi agak gelap kemerahan menyelimuti tangan Jendral Mo De.


Bom..!!


Jendral Mo De langsung mundur tiga langkah, ia menatap penghalang tersebut dengan senyum tipis.


“Sungguh perisai yang sangat kuat,” gumam Jendral Mo De.


Tak lama, ia mendengar suara telepati dari seseorang.


“Hmm..!! Guru bilang ini perisai buatan dari Tuan sekaligus ia anggap kakek, dan Tuannya adalah manusia,” gumam Mo De sedikit kagum dengan kekuatan perisai ini.


Tidak ada yang tahu jika Mo De adalah murid dari Mo Hung.


Mo Hung memungutnya sewaktu Mo De di jadikan budak oleh bangsanya sendiri, kepribadian Mo De sebenarnya sangat ceria. Tapi Mo Hung menyuruhnya untuk jangan terlalu sering berkomunikasi dan bergaul dengan Bangsanya sendiri.

__ADS_1


Saat ini Mo De melirik ke arah tertentu. “Jadi ini titik lemah perisai ini, sungguh hebat sekali perisai yang terlihat paling kuat sebenarnya yang paling rentan,” gumam Mo De dalam hati.


Wuss..!!


Mo De tanpa basa basi kembali mengerahkan seluruh energinya, ia melakukan ini agar tidak terlihat berpura-pura.


Wuss..!!


Bom..!!


Krak krak..!!


Bunyi retakan seketika terdengar, seketika semua Bangsa Iblis Merah menjadi semangat saat melihat retakan yang cukup besar, retakan tersebut mulai menyebar ke segala arah.


Mo Chenfu yang melihat itu menyeringai kejam, ia langsung melirik Ras Half Giant Dragon di kejauhan.


Melihat mereka masih santai, Mo Chenfu sedikit curiga. Tapi dengan cepat ia menepis kecurigaannya.


Kini Jendral Gou Ja melirik Jendral Gou Ma.


“Bagaimana? Apa kita akan langsung melumpuhkan Bai Yu We dan Bai Yun Qe?” Tanya Jendral Gou Ja.


Jendral Gou Ma tersenyum tipis, itu tidak perlu. “Tuan kedua mungkin sudah melumpuhkan mereka, bisa jadi memakannya hidup-hidup.” Jawab Jendral Gou Ma santai.


“Eeh,, dari mana kau tahu?” Jendral Gou Ja tentu sangat terkejut jika ia tahu Tuan keduanya ada di dalam dan sudah melumpuhkan Bai Yu We dan Bai Yun Qe.


“Dari mana aku tahu,, Hmm..!! Aku tahu dari bawahannya yaitu Mo Hung, ia lah yang memberitahuku dan saat ini tugas kita adalah membunuh semua Bangsa Iblis Merah kecuali beberapa dari mereka seperti Jendral Mo Hung dan ada 3 atau 4 lainnya.”


Jendral Gou Ma terdengar santai saat memberitahu semuanya yang ia tahu kepada Jendral Gou Ja.


Semakin Jendral Gou Ma bicara, semakin Jendral Gou Ja membelalakkan matanya di sertai mata berbinar-binar.


Kini Jendral Gou Ja sangat kagum dengan Tuan keduanya ini, Tuan keduanya ini memulai dari nol hingga saat ini ia bisa menundukkan Bangsa Iblis Merah, terlebih yang ia tundukkan seorang Jendral.


“Jika begitu mari kita bunuh mereka semua agar Tuan kedua bisa bangga dengan kita,” ucap Jendral Gou Ja dengan nada bersemangat.


Saat ia ingin pergi, sebuah ledakan terdengar yang membuat Jendral Gou Ja menghentikan langkahnya.


Bom..!!


Mendengar semua penghalang kini menghilang.


Semua orang melirik ke dalam penghalang.


Mata semuanya kini melotot tak percaya saat melihat dua sosok sedang bertarung.


Bai Yu We dan Bai Yun Qe saat ini bertarung habis-habisan.

__ADS_1


“Ba..Bagaimana bisa mereka berdua bertarung satu sama lain?” Tanya Jendral Mo Juan tak habis pikir.


__ADS_2