
Dengan bodoh ia menggaruk kepalanya. “Tadi di suruh kesini untuk bersenang-senang, baru saja akan mau bersenang-senang, malah di suruh kembali.” Gumam Gou Han bingung.
“Mana yang benar sih? Aku kan jadi bingung,” otak Jendral Gou Han terlihat sama dengan otak Tu Long, sama-sama dongol.
Duan Du yang melihat itu dari kejauhan seketika tertawa terbahak-bahak.
“Hahahahaha,, sama-sama kuat, sama-sama dongol, sama-sama blo'on, sama-sama begok, sama-sama bodoh, sama-sama apalagi ya,” ucap Duan Du sambil memegangi perutnya yang terasa di putar-putar akibat berlebihan tertawa.
Tawa Duan Du ini sangat keras, bahkan mungkin semua orang dapat mendengarnya termasuk Gou Han yang seketika memasang wajah cemberut.
Wuss..!!
Gou Han muncul tepat di depan Duan Du yang lainnya, sosoknya yang besar kini mengarah ke arah bawah, tepatnya Duan Du.
“Paman, kenapa kau bilang sama-sama? Siapa juga yang bodoh, begok, dongol atau apalah itu?” Tanya Gou Han sambil mendengus.
“Hehe,, kau ingin tahu?” Ucap Duan Du menaikkan alisnya, tidak ada jejak ketakutan di wajahnya saat Gou Han mendatanginya, walau Gou Han jauh lebih kuat. Itu karena terlihat jika niat Gou Han datang kesini bukan niat jahat, hanya kesal saja.
“Tentu saja aku ingin tahu paman,” ucap Gou Han mulai menyusut menjadi kecil, kini tingginya sama dengan Duan Du, tubuhnya juga berubah menjadi manusia.
Dengan bodohnya ia kini duduk sambil menghadap kepada Duan Du.
“Hahaha,, anak baik anak baik,” ucap Duan Du menepuk pundak Gou Han.
Gou Han entah kenapa langsung patuh layaknya seekor keledai. Ia mengangguk-angguk dengan senyum bodohnya.
“Baiklah, kau duduk dulu di sini lalu kita minum sambil menonton pertunjukan, nanti kau akan tahu apa maksud ucapanku,” ucap Duan Du dengan santai menuangkan arak kepada Gou Han.
Gou Han yang tahu siapa Duan Du dan Bai Han dari Rajanya sebelum kesini hanya menurut.
Dengan bodohnya Gou Han meminum arak dari Duan Du hingga kecanduan, layak Tu Long saat pertama kali meminum arak buatan Duan Du.
Kini Duan Du melirik ke arah kakaknya.
“Hmm dia sama dengan Tu Long, terbuat dari sebuah jiwa milik Gou Long, Jiwanya lalu membentuk tubuh dengan sendirinya,” ucap Bai An melalui telepati.
__ADS_1
“Apakah dia mendapatkan peninggalan Penguasa Jiwa Kuno?” Tanya Duan Du melalui telepati, karena setahunya, hanya Penguasa Jiwa Kuno yang mampu membuat jiwa menjadi manusia.
Bai An menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, karena aku belum bertemu langsung dengan Gou Long, terlebih ingatanku tentang masa lalu belum sepenuhnya aku dapatkan.”
Duan Du terdiam. “Hmm,, Raja Half Giant Dragon ini cukup cerdik juga, membuat dua jiwa sekaligus sebagai kartu as dan penggantinya jika ia meninggal suatu saat nanti,” gumam Duan Du dengan wajah serius.
“Paman paman, apa minuman seperti ini masih ada? Aku mau lagi, ini sangat enak,” ucap Gou Han tersenyum layaknya anak kecil.
Duan Du pun langsung memberikannya cukup banyak arak.
***
Sementara perang kembali pecah saat Mo Hung muncul sebagai pengalihan agar keributan yang di buat oleh Duan Du dan Gou Han tadi di abaikan.
Mo Hung kini mulai membantai Bangsanya sendiri di bantu oleh salah satu Jendral Ras Half Giant Dragon.
Raja Gou Long tentu tidak mempermasalahkan jika ia di atur oleh Bai An.
Karena ia saat ini ingin mempelajari cara-cara licik seperti ini dari Bai An, ia sangat kagum dengan rencana Bai An yang selalu sukses menurutnya.
Walau kekuatannya sangat kuat, yaitu Dewa Penguasa Immortal ⭐ 1 Awal. Dan musuhnya yang terkuat hanya Dewa Penguasa Berlian ⭐ 5 Menengah. Tetap saja jika melawan mereka semua membutuhkan waktu baginya untuk membunuh mereka.
“Sialan kearah mana kau memandang iblis jelek,” teriak salah satu dari mereka yang merasa terhina saat melihat Raja Iblis Mo Hen San mengabaikannya.
Sebuah jarum bewarna gelap muncul dalam jumlah cukup banyak.
Kini jarum tersebut melesat ke arah Raja Iblis Mo Hen San.
“Hukum Besi, ya dan juga kau tidak layak menjadi lawanku,” dengus Raja Iblis Mo Hen San.
Tangan Raja Iblis Mo Hen San langsung terayun.
Wuss..!!
Aura di sekitar seketika berubah panas. Tak lama jarum-jarum yang melesat ke arahnya seketika meleleh.
__ADS_1
Bahkan beberapa dari senjata yang mereka kenakan juta ikut meleleh saking panasnya Hukum Api milik Raja Iblis Mo Hen San.
Beberapa dari mereka yang mengepung Raja Iblis Mo Hen San mundur sambil melindungi tubuh mereka menggunakan energi mereka masing-masing.
“Hukum Api Surgawi Kelas Satu Puncak,” gumam salah satu ahli yang berasal dari Wilayah tengah, kekuatannya yang terendah dari semua yang ikut mengepungnya, yaitu Dewa Penguasa Berlian ⭐ 3 Awal.
“Heh,, kau dapat menebak Hukum Api ku ternyata, baiklah jika begitu aku akan menunjukkan betapa mengerikannya Hukum Api yang telah aku kuasai,” ucap Raja Iblis Mo Hen San tersenyum tipis.
Udara yang panas kini terasa semakin panas, tak lama muncul bara api dari tanah. Beruntung mereka semua yang bertarung kini melayang di udara.
Tapi tak lama bara api tersebut mulai memadat menjadi sebuah senjata berupa anak panah. Anak panah bara api seketika melesat ke arah puluhan orang yang mengepungnya.
“Heng,, kami tak akan semudah itu kau kalahkan dasar iblis sialan,” teriak salah satu dari mereka yang mengepung Raja Iblis Mo Hen San.
Mereka semua seketika bersatu, walau tidak saling mengenal, mereka tetap bekerjasama dengan baik.
Tak lama sebuah lingkaran terbentuk akibat kekuatan gabungan mereka. Lingkaran tersebut mulai membentuk bola untuk menutupi mereka agar tidak terkena serangan Hukum Api milik Raja Iblis Mo Hen San.
Bom bom bom..!!
Ledakan langsung menggema, namun itu tidak sampai mengguncang tempat tesebut.
Di samping luasnya Wilayah tempat mereka bertarung, ada juga sesuatu yang membuat tempat mereka bertarung tidak sampai berguncang atau mengalami kehancuran yang cukup besar.
Di tempat Jendral Iblis Merah terkuat atau adik dari Raja Iblis Mo Hen San, ia juga ikut mengerahkan kekuatan penuhnya saat di serang oleh berbagai Ras.
Sementara para pasukan Bangsa Iblis Merah, mereka kini mulai berkurang, banyak pasukan Ras Half Giant Dragon membantai mereka di bantu oleh kultivator yang berasal dari berbagai tempat.
“Hmm..!! Apakah sudah saatnya?” Gumam Raja Gou Long melirik ke arah kejauhan.
Tapi saat melihat Bai An belum memberikan kode, ia pun tetap diam melihat jalannya pertarungan.
Rencana Bai An adalah membuat semua dari mereka kehabisan energi, dan juga membuat beberapa dari mereka yang bersembunyi ikut keluar, karena Bai An tahu jika belum semua dari mereka yang keluar.
Jika sudah semua keluar ikut bertarung, baru setelah itu ia akan memanen mereka semua untuk mempercepat proses Hibernasi Tu Long.
__ADS_1
Sungguh kejam memang, tapi begitulah cara dunia Kultivator berjalan.