
“Tapi kak, apa yang di maksud oleh Tuan muda Bai An itu? Aku masih belum paham,” tanya Jia Gi Xia.
Jia Li Ling melirik ke arah adiknya sambil menghela nafas lembut.
“Huuf,, kau tentu bingung, namun kakak sadar apa maksudnya, dan saat ini kita lebih baik pergi ke klan, karena aku yakin mereka akan datang membantu kita,” kata Jia Li Ling tersenyum kecil.
Jia Li Ling juga cukup bahagia karena bisa langsung mengerti maksud Bai An, karena jika Bai An tidak memberinya peringatan.
Bai An pasti akan membunuhnya jika ia mau, dan peringatan yang Bai An maksud tadi adalah perubahan agar mereka bisa lebih tegas dan jangan pernah ragu dalam menghadapi masalah.
Jia Li Ling juga tahu jika Bai An pasti akan datang membantunya, karena menurut tebakannya, jika tidak salah dia datang untuk memberikan kompensasi karena telah menyerang mereka walau merekalah yang bersalah.
Tentunya Jia Li Ling belum menyadari motif Bai An yang datang juga, karena ia kini sadar setiap perbuatan pasti akan ada bayaran.
Jia Li Ling lalu membawa Jia Gi Xia dan Jia Wei pergi dari sana.
***
Sementara di tempat Lao Zhao, ia baru saja selesai membunuh kedua penetua sekte Pedang Teratai dengan beberapa rencana licik, tentunya agar mudah di bunuh tanpa terlalu banyak menghabiskan energi.
Saat Lao Zhao ingin menyeret kedua mayat tersebut, Lao Zhao langsung merasakan bahaya, dengan cepat ia mundur.
Wuss..!!
Saat melihat ledakan yang mengerikan bahkan lebih mengerikan pertarungan Bai An melawan Klan Diu.
Lao Zhao hanya bisa menghela nafas. “Aku yakin saat ini Penguasa Sementara Ling Dong sedang kesal, karena butuh waktu yang cukup lama untuk membangun kembali dunia ini,” gumam Lao Zhao.
Setelah itu ia langsung menghilang.
***
__ADS_1
Di sebuah tempat yang cukup sederhana, saat ini wajah seseorang sangat gelap, matanya yang biru bahkan memancarkan sinar merah.
“Bocah,, jika kau bertemu lagi denganku, maka aku akan mencincangmu hidup-hidup, karena sudah dua kali kau menghancurkan Alam Semesta yang ku jaga,” kata Ling Dong berusaha menahan amarah.
Yang Ling Dong maksud adalah Tu Long, Tu Long dua kali menghancurkan dunia terkuat di Alam Semesta Inti ke 9, pertama saat bertarung melawan Diu Gu, kedua saat menyerang Jia Wei.
Ling Dong kini tidak bisa lagi membayangkan jika Duan Du dan Tu Long bergabung tadi, mungkin Dunia terkuat di Alam Semesta inti ke 9 akan musnah dan tak bisa lagi di buat.
“Sabar Ling Dong, sabar,” ucap Ling Dong menyemangati dirinya untuk terus bersabar. “Kau pasti bisa bersabar sampai menunggu mereka pergi dari sini.”
***
Dunia Terkuat di Alam Semesta inti ke 9, para penghuni dunia tersebut kini di landa ketakutan, mereka semua sampai hari ini belum ada yang berani keluar.
Mereka juga telah mengetahui siapa dalang dari hancurnya setengah dunia tempat mereka tinggal, orang tersebut tak lain salah satu dari 3 selembaran, yaitu Tu Long.
Para penghuni dunia tersebut juga merutuki orang-orang yang telah memprovokasi Tu Long hingga menyebabkan ia marah.
Saat ini Bai An sedang duduk sambil menikmati araknya. Beruntung Bai Han saat ini sedang berlatih karena masih menganggap dirinya lemah, apalagi setelah melihat kekuatan asli Tu Long beberapa hari yang lalu.
“Hmm,, jadi saat kau telah sadar bukan setelah membunuh kedua penetua yang bersamamu itu?” Tanya Bai An. “Aku juga yakin saat kau kembali, kau pasti akan di sambut oleh mereka yang menjadi musuh-musuh yang memburumu,” lanjut Bai An.
“Itu tidak masalah Penguasa ke 4, karena selama beberapa tahun di Dunia Jiwa anda, aku telah mendapat banyak pencerahan dari anda, Tuan muda Duan dan Tuan muda Tu,” ucap Lao Zhao dengan penuh hormat.
“Tidak-tidak, anda tidak boleh bicara begitu Penetua Ling, kami juga mendapat banyak manfaat dari pengalaman hidup anda yang telah anda berikan kepada kami, kekuatan kami juga ikut meningkat akibat bimbingan anda,” kata Duan Du menggeleng.
Tu Long juga ikut mengangguk-angguk.
“Terimakasih Tuan muda Duan dan Tuan muda Tu, aku juga mulai saat ini akan menggunakan nama asli ku, yaitu Ling Zhao, ini semua seperti yang kalian ucapkan dulu, yaitu melihat siapa musuh dan siapa kawan.” Kata Ling Zhao sambil melirik Bai An yang asik meneguk araknya.
Cukup lama mereka bicara hingga Ling Zhao saat ini berpamitan dengan semua penghuni dunia tersebut.
__ADS_1
Saat ini Lao Diu atau Ling Diu menahan diri agar tidak menangis, ia juga tahu jika Ling Zhao adalah kakeknya.
“Kakek,, kau harus berhati-hati, jika ingin memiliki bawahan, maka perbudak saja caranya seperti yang Guru lakukan kepada bawahannya, itu juga untuk mengikat kesetiaan mereka hingga mereka semua tahu jika menjadi bawahan kakek adalah pilihan yang tepat dan malah senang jika di perbudak,” kata Ling Diu memeluk kakeknya.
“Hoho,, kau saat ini telah belajar banyak, aku juga merasa kau ikut sedikit licik dari sifat Penguasa kecil,” kekeh Ling Zhao melirik Bai Han.
Bai Han yang mendengar itu langsung memasang wajah polos dengan pandangan bingung, berpura-pura tidak mengerti apa yang Ling Zhao ucapkan.
Seketika semua orang langsung tertawa melihat kelakuan Bai Han.
Mungkin jika orang yang belum mengenal karakter Bai Han, mereka akan percaya, tapi jika orang yang telah mengenalnya maka mereka akan sedikit takut dan merasa lucu juga.
Setelah acara perpisahan.
Saat ini Bai An melihat ke arah Bai Han, Duan Du, Tu Long, Ling Wenli, Ling Yenrou.
Lalu melirik ke arah Ling Diu, Bai Yu Long, Bai Gi Pixiu, Bai Ji Pixiu, Tu We dan beberapa prajurit Pembantai yang telah di angkat menjadi jendral pasukan prajurit pembantai.
“Baiklah, setelah ini kita mungkin akan langsung pergi ke Alam Semesta inti ke 10 untuk menjemput para saudara kalian yang telah lama menunggu disana, setelah itu mereka juga akan tinggal di sini bersama kalian.” Kata Bai An terdiam beberapa saat.
“Setelah itu kita akan pergi lagi ke Alam Semesta inti yang lebih tinggi, dan disanalah nama kalian semua akan berkibar, karena disana kita akan terus bertarung setiap waktu,” lanjut Bai An menatap semua orang, apakah mereka siap atau tidak.
Melihat sinar mata semua orang yang bercahaya dan tidak sabar menantikan pertarungan, Bai An mengangguk.
“Berlatih dan persiapkan diri kalian, dan untuk kalian berempat.” Bai An melirik ke arah Ling Diu, Bai Yu Long, Bai Ji Pixiu dan Bai Gi Pixiu.
“Saat ini pelatihan kalian akan lebih keras lagi, aku juga telah menyuruh tetua Ling Wenli untuk menyiapkan tempat pelatihan kalian. Bagi siapa yang lebih dulu keluar dari tempat yang telah di siapkan tetua Ling Wenli, ia akan menjadi kakak pertama.”
“Karena saat ini kalian berempat akan menjadi saudara dan pastinya akan ada yang memimpin kalian yaitu orang yang lebih tua atau di sebut kakak pertama, lalu sisanya kakak kedua dan seterusnya.”
“Apa kalian paham?”
__ADS_1