Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menyiksa Ling Qin Hingga Menjadi Gila


__ADS_3

Perubahannya ialah mereka terlihat tidak sadar, seolah di kendalikan oleh seseorang. Wajah mereka pun mirip sosok Zombie.


Geerr..!!


Gerr..!!


Langkah para pasukan Ling Qin dan Dong Jin saat bergerak pun tidak beraturan.


Tentu Ling Qin dan Dong Jin menyadari hal tersebut, karena merekalah yang membuat pasukan mereka seperti ini hanya untuk kekuatan.


Tapi untuk sebagian lagi mereka masihlah sadar dan normal seperti pada umumnya. Mereka yang normal kebanyakan adalah anggota klan yang mereka kenal sejak lama dan bawahan yang kuat.


Tap tap..!!


Saat Ling Qin dan Dong Jin berhenti di udara, langkah para bawahan keduanya yang sudah layaknya Zombie ikut terhenti.


“Hem..!! Aku tak menduga jika mengeringkan darah mereka bisa membuat kita lebih kuat serta membuat mereka kehilangan kendali.” Ucap Ling Qin melirik bawahannya yang kini saling menginjak satu sama lain.


“Walau begitu mereka tetap mengikuti perintah kita dan aku rasa kau terlihat senang juga saat menyerap inti darah Vampire mereka,” sambung Dong Jin dengan nada sedikit mengejek.


Ling Qin terdiam, ia tidak menjawab karena saat ini sedang melihat ke arah benteng yang cukup tinggi, walau setengah jadi Ling Qin tidak menyangka akan ketinggian benteng ini.


“Bagaimana jika sudah jadi? Setinggi apa benteng ini?” Gumam Ling Qin dalam hatinya, ia beruntung jika harus menyerang sekarang, jika tidak, sulit untuk melawan kelompok Bai An jika benteng tersebut sudah jadi.


Dong Jin terlihat mendengus ringan, lalu pandangannya juga ikut mengarah ke benteng, tepatnya sebuah pilar pemantau.


Mata Dong Jin memicing saat merasa ada seebuh senyum dari salah satu kumpulan orang yang berada di pilar.


Saat Dong Jin ingin mengedarkan kesadarannya, karena tidak mampu melihat biasa akibat tinggi serta di tutupi oleh awan tebal, ia melihat Bai An menyunggingkan senyum tipis.


“Sialan dia meremehkan kita,” ucap Dong Jin dengan nada dingin.


“Heeh,, hanya setingkat Dewa Penguasa Half Immortal Suci, sungguh tidak tahu diri. Jika itu kekuatannya di masa lalu, mungkin aku tak akan berani muncul. Tapi saat ini sudah berbeda, aku jauh lebih kuat dari sampah itu,” sambung Ling Qin dengan nada arogan saat ia melihat senyum Bai An juga.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hoho,, mari kita lihat apa kau bisa menahan serangan sampah ini,” ucap Bai An tiba-tiba muncul di depan Ling Qin dan Dong Jin.


Tangan Bai An yang sudah menggenggam erat pedang Asura langsung terayun.


Wuss..!!


Melihat ayunan Bai An tanpa energi. Ling Qin langsung terkekeh sambil mengayunkan pedangnya juga.


Trank..!!


Bom..!!


Tubuh Ling Qin seketika terlempar saat merasakan beratnya serangan Bai An.

__ADS_1


Wuss.!!


“Eeh, aku terlalu meremehkanmu ayah,” ejek Ling Qin.


“Apa aku mengenalmu sehingga kau memanggilku ayah?” Tanya Bai An memiringkan kepalanya. “Jika di lihat dari usia seharusnya aku memanggilmu kakek.” Ejek Bai An menyunggingkan senyum tipis.


Wajah Ling Qin yang di ejek langsung mengganas, dengan aura membunuh yang pekat ia mengeluarkan seluruh aura sehingga membuat udara di sekitar berubah mencekam.


Dong Jin yang melihat Ling Qin terlempar saat bentrok tadi sedikit terkejut, tapi ia sama sekali tidak berniat membantu, pertama karena ia ingin Ling Qin mati, yang kedua karena saat ini ia di serang oleh Ling Feng dan Tu Long dari arah berbeda.


Ling Feng dan Tu Long pun membuat Dong Jin mengikuti permainan mereka sehingga menjauh dari ke atas.


Sementara Gou Long, Gou Han, Mo Hung, dan para Jendral dari Ras Half Giant Dragon bersama kawan Gou Han kini melawan pasukan milik Ling Qin dan Dong Jin.


Walau terlihat berat sebelah, terlihat mereka semua sangat bersemangat dan selalu tersenyum saat melawan musuh.


Terlihat juga jika putra putri Bai An tidak ada di sana, entah apa yang Tu Long lakukan sehingga mereka tidak ikut, tapi ini demi kebaikan mereka. Itulah pesan yang Tu Long dapat dari Bai An beberapa waktu lalu.


Bom bom bom..!!


Pertarungan sengit seketika pecah hingga membuat guncangan di Wilayah perbatasan.


Saat ini Bai An mengalirkan sedikit energinya ke pedang Asura. “Jangan bantu aku, aku ingin melihat sejauh mana kemampuanku menggunakan pedang Asura tanpa bantuan Roh,” ucap Bai An datar.


Asura Blood hanya diam saja yang membuat Bai An sadar jika Asura Blood setuju.


Wuss..!!


Trank..!!


Melihat Ling Qin waspada. Bai An merobek Ruang menggunakan Hukum Ruangnya.


Crash..!!


“Kau tahu, saat ini tingkat kultivasi bukanlah hal yang harus di lihat dari segi kekuatan. Jika kau hanya melihat dari segi kultivasi, maka kau akan menyesal, sama seperti Xiong Zai,” ucap Bai An muncul di belakang Ling Qin tanpa di sadari oleh Ling Qin.


Dengan cepat Ling Qin melapisi tubuhnya menggunakan auranya. Tapi tetap saja ia merasakan berat dan tubuhnya seakan terkoyak saat pedang Bai An merobek punggungnya.


Bom..!!


Tubuh Ling Qin menabrak daratan hingga menyebabkan kawah besar.


Wuss..!!


Bom..!!


“Sialan, ini pasti karena pedang itu,” teriak Ling Qin dalam hati saat melihat pedang Asura Bai An.


Tak lama tatapan serakah Ling Qin perlihatkan. “Hehe, sekuat apapun dirimu, kau tidak akan mampu membunuh diriku yang abadi ini. Jika kau memberikan pedang itu, maka kematian cepat akan aku berikan kepadamu. Lalu aku akan memberitahu Tuan Wing Zhen jika kau meledakkan diri,” kekeh Ling Qin dengan tidak tahu malunya meminta pedang Bai An.


“Hem..!! Rupanya kau belum sadar, baiklah aku akan membuatmu sadar jika kau hanyalah tikus kecil di depanku,” ucap Bai An datar.

__ADS_1


Blush..!!


Pedang Bai An sedikit bergetar saat ia mengalirkan setengah energinya. Bahkan tubuh Bai An juga sedikit bergetar saat menahan efek dari betapa kuatnya pedang ini.


“Teknik Asura.”


“Keputusasaan.”


Gumam Bai An mengayunkan pedangnya.


Blush..!!


Bilah pedang langsung muncul di depan tubuh Ling Qin seolah serangan Bai An menggunakan hukum Ruang.


Crash..!!


Tubuh Ling Qin seketika terbelah menjadi dua, tak lama terdengar teriakan jerit kesakitan dari Ling Qin yang saat ini mencoba menyambung tubuhnya kembali.


Argh..!!


Huft huft huft..!!


Ling Qin saat ini dapat merasakan jika jiwa dan darah dari Inti Ras Vampire nya seolah di aduk-aduk oleh sesuatu saat beregenerasi.


Jejak ketakutan kini Ling Qin perlihatkan. Saat ia melihat ke arah Bai An, bilah pedang tiba-tiba muncul lalu memenggal kepalanya.


Crash..!!


Lagi-lagi jerit teriakan terdengar menggema saat Ling Qin beregenerasi.


Crash..!!


Argh..!!


Crash..!!


Argh..!!


Dengan wajah datar Bai An menyiksa Ling Qin hingga melebihi apa namanya putus asa.


Sudah berapa kali Ling Qin mencoba bicara untuk Bai An membunuh dirinya saja. Tapi Bai An tentu saja tidak akan membiarkan Ling Qin menyelesaikan ucapannya.


Tak lama terdengar sebuah tawa.


Hahahaha..!!


Hahahaha..!!


Melihat jika jiwa dan mentalnya Ling Qin kini telah hilang dan saat ini ia sudah seperti orang gila. Bai An menghentikan aksinya.


Pandangan Bai An lalu mengarah ke semua klan Ling yang dulunya anggota keluarganya. “Berikutnya adalah kalian.” Ucap Bai An dengan datar.

__ADS_1


__ADS_2