Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Rencana Duan Du Untuk Kota Air Tawar


__ADS_3

“Cukup,, nanti saja bahas masalah lain, yang penting aku senang melihat kalian selamat.” Ucap Bing Lou memotong ucapan Bing Xian.


Bing Xian mengangguk patuh, lalu pandangan Bing Xian dan yang lainnya mengarah ke Ling Yenrou, Bai An dan yang lainnya.


Bing Xian tentu saja penasaran, saat melihat wajah-wajah asing bagi mereka, terlebih mereka semua bersama dengan Tuan mereka.


Tuan mereka atau Bing Lou sangat jarang berinteraksi dengan orang-orang, ia juga tahu Bing Lou tidak bisa bicara karena segel di tenggorokannya.


Saat mengingat Bing Lou tidak bisa bicara.


Tiba-tiba saja mata Bing Xian dan semua orang melotot dengan mulut terbuka lebar.


“Tu.. Tuan kau bisa bicara sekarang?” Tanya Bing Xian dengan nada terkejut bercampur bahagia.


Bing Lou hanya mengangguk kecil sebagai tanggapan.


Tap tap..!!


“Ayo pulihkan luka kalian dan energi kalian,” ucap Bing Lou.


“Walau aku ada banyak pertanyaan, tapi kondisi kalian lebih penting,” lanjut Bing Lou menyuruh Bing Xian dan yang lainnya ke arah pojok.


Ruangan tempat mereka berada cukup luas, mampu menampung ratusan orang.


Di pojok aula Pengianapan sudah terpasang perisai pengumpul energi.


Bing Xian mengangguk santai, ia lalu berjalan ke arah pengumpul energi yang telah di lindungi oleh perisai formasi.


Tap tap..!!


Setelah masuk, Bing Xian dan yang lainnya mencari posisi nyaman untuk duduk.


Lalu mereka bersila untuk menyerap energi yang cukup besar.


Bing Lou yang melihat semua bawahannya atau anggota klan Bing yang tersisa kini menghela nafas pelan.


“Huff..!! Terimakasih Du'er, Tu Long, dan yang lainnya karena telah menyelamatkan dan membawa mereka semua,” ucap Bing Lou kini sedikit membungkuk.


“Hahaha,, itu sudah biasa paman Bing, kita adalah keluarga, jadi sudah tanggung jawabku juga untuk melindungi mereka.” Balas Duan Du dengan santai di sertai tawa kecil. Duan Du merasa lucu saja saat mendengar ucapan terimakasih Bing Lou yang terdengar tulus.


Mengapa Duan Du tertawa, itu karena ia benar-benar menganggap Bing Lou sebagai keluarga. Tapi Bing Lou malah mengucapkan terimakasih layaknya Bai An adalah orang yang tak di kenal.


Bing Lou yang melihat Duan Du selalu tertawa lucu, diam saja. Ia tentu tidak tahu isi hati Duan Du, dan ia mengira Duan Du tertawa karena memang sifatnya yang mencoba memprovokasi orang.


“Lalu kemana kita akan pergi?” Tanya Tu Long kini membuka suara.

__ADS_1


Bai An yang sibuk berkomunikasi dengan Ling Yenrou langsung melirik ke arah Tu Long.


Sama halnya dengan yang lainnya.


Tu Long yang di tatap tentu saja menggaruk kepalanya seperti biasa.


“Apakah pertanyaanku ini salah?” Tanya Tu Long dengan nada bingung dan penuh tanya.


“Hmm..!! Tidak ada yang salah dari ucapanmu tadi paman Tu, tapi aku cukup bingung. Tumben sekali otakmu waras,” ucap Duan Du dengan nada polos.


Wajah Tu Long seketika jelek, ia kini cemberut sambil memonyongkan bibirnya.


“Heng,, aku bodoh salah, pintar salah. Lalu aku harus bagaimana? Hah..!” Dengus Tu Long dengan nada ketus ke arah Duan Du.


Mendengar itu, seketika tawa pecah terdengar.


Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


“Untuk saat ini kita diam dulu selama beberapa hari, lalu kita pergi ke Dunia Inti terkuat di Alam Semesta Inti ke 6 ini.”


Mendengar suara Bai An.


Seketika semua orang berhenti tertawa, mereka lalu melirik ke arah Bai An dengan banyak pertanyaan di benak mereka masing-masing. Kecuali Ling Yenrou dan Duan Du yang cukup paham.


“Benar Tuan muda, aku yakin jika Penguasa Alam Semesta ini pasti akan mencari kita dan di jadikan target buronan karena telah menghancurkan dunia yang ia atur.” Sambung Lang Zai.


“Hmm..!! Lebih baik kita pergi saja, karena ucapan mereka berdua benar adanya,” Hu Hong Meng yang dari tadi diam kini ikut bicara.


Bai An yang mendengar itu tersenyum kecil.


“Kalian salah memahami maksud ku untuk menyuruh kalian diam di sini,” kata Bai An dengan nada santai.


“Justru jika kita pergi dari Alam Semesta ini akan menambahkan bahaya bagi kita, karena aku merasakan Penguasa Alam Semesta ini sedang bekerjasama dengan Master Sekte Es Abadi.”


“Mengapa aku bisa berpikir begitu?”


Bai An seketika menjelaskan jika saat mereka bertarung kemarin, mengapa para Penguasa Dunia tidak datang menghentikan mereka? Mengapa juga Penguasa Alam Semesta Inti hanya diam saja, Bai An yakin jika Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 melihat pertarungan mereka.


Tapi karena sesuatu atau sebuah konsfirasi, ia menjadi diam.


Mendengar penjelasan panjang lebar Bai An.


Kini semua mereka terdiam dan apa yang mereka tanyakan di dalam hati mereka kini telah terjawab.


Jadi mereka kini memikirkan melakukan apa selama di Kota Air Tawar.

__ADS_1


Melihat semua orang bingung.


Duan Du seketika memiliki ide.


“Kak, mengapa kita tidak mencoba mengeluarkan beberapa penduduk Dunia Jiwa untuk tinggal di sini dan membangun kekuasaan, dan pada saat kita membutuhkan mereka, baru kita memanggil mereka.” Ucap Duan Du tersenyum penuh makna.


Sarannya Duan Du memang bagus, tapi ia memikili maksud tertentu dan Bai An mencium bau keserakahan. Walau itu tidak membahayakan orang-orang. Tapi ia tidak tahu rencana apa yang Duan Du sembunyikan.


“Huuf,, baiklah. Aku akan memanggil Pin Sang dan Pin Cang saja beserta anggota klannya untuk mendirikan klan di sini dan menguasa Kota Air Tawar ini.”


Bai An langsung melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Seketika Pin Sang dan Pin Cang keluar. Terlihat mereka sedang memegang kartu. Yang artinya sedang berjudi.


Pin Sang dan Pin Cang kini membuka mulut mereka di sertai wajah malu saat melihat sekelilingnya. Terlebih mereka kini di tatap semuanya.


“Hehehe,, Tuan Besar, ada apa memanggil kami?” Tanya Pin Cang sambil terkekeh kecil.


Bai An hanya bisa menggeleng melihat kelakuan kedua adik kakak ini.


“Aku serahkan mereka kepadamu Du'er.” Bukannya menjawab pertanyaan Pin Cang. Bai An malah menyuruh Duan Du mengurus mereka.


Duan Du mengangguk santai sambil mengikuti Bai An yang kini berjalan keluar.


Melihat Bai An dan Duan Du keluar. Pin Cang dan Pin Sang langsung mengejar mereka semua sambil melihat yang lainnya dengan senyum tanpa malu.


Tap tap..!!


Setelah keluar dari penginapan Naga Air. Bai An langsung melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Seketika lubang hitam muncul lagi, lalu keluarlah para anggota klan Pin.


Melihat semua anggota klannya di keluarkan. Pin Sang dan Pin Cang tentu bingung dan penuh tanya. Namun mereka berdua diam saja, karena yakin akan mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.


Setelah kepergian Bai An dan tak lupa Bai An berpamitan kepada Pin Sang dan Pin Cang.


Duan Du kini melirik ke arah Pin Sang dan Pin Cang dengan senyum penuh makna.


“Hehe,, apa kalian ingat dengan apa yang aku ajarkan dulu?” Kekeh Duan Du menyeringai lebar.


Mata Pin Sang dan Pin Cang seketika bersinar terang, karena mereka berdua mengerti arti pertanyaan Duan Du.

__ADS_1


__ADS_2