Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Gagal Membunuh Akibat Kebodohan Tu Long


__ADS_3

“Heng,, bocah kecil, berani sekali kau menyerangku saat aku tidak siap.” Dengus Chi Mo.


“Heh,, apa aku juga harus memberitahumu jika aku ingin pergi buang air,” kekeh Ji Pixiu.


Wajah Chi Mo seketika berubah memerah, dengan cepat ia melesat ke arah Ji Pixiu yang kini tidak bisa menahan emosinya.


Ji Pixiu langsung tersenyum tipis. “Menurut Guru Duan, jika musuh telah emosi, maka dengan mudah kita mengetahui kelemahan mereka, dan ternyata itu benar,” gumam Ji Pixiu langsung bersemangat saat mengetahui kelemahan Chi Mo.


Chi Mo memiliki kelemahan tepat di energinya, energi Chi Mo ternyata hanya energi tambahan akibat menyerap energi para budak.


Ji Pixiu yakin jika bisa bertahan selama beberapa menit, maka energi Chi Mo akan habis dan saat itulah ia bisa dengan mudah membunuhnya.


Chi Mo langsung muncul di depan Ji Pixiu, Chi Mo juga langsung mengalirkan energi dalam jumlah besar ke pedangnya lalu menebas ke arah tubuh Ji Pixiu.


Ji Pixiu yang sejatinya adalah Monster Singa, ia mempunya insting yang sangat tajam, dengan cepat Ji Pixiu melempar dirinya ke arah kiri.


Bom..!!


Tebasan Chi Mo hanya mengenai bangunan hingga menghancurkannya.


Ji Pixiu langsung tersenyum mengejek.


Chi Mo yang melihat dirinya di ejek, kini semakin meledak-ledak.


***


Di tempat Ling Diu, kini ia baru saja selesai menyiksa musuhnya.


Terlihat jika Ling Diu kini telah berubah sepenuhnya, dulu ia agak penakut dengan wajah polos, tapi kini ia memiliki wajah dingin dan terlihat menyeramkan.


Crash..!!


Dengan cepat Ling Diu mengayunkan pedang yang ia buat dari elemen es.


Tubuh musuhnya seketika terbelah menjadi dua bagian.


Setelah itu Ling Diu melirik ke arah Yu Long, ia melihat jika Yu Long sedang bermain-main sambil melatih pengalaman bertarungnya.


Ling Diu seketika tersadar jika ia di keluarkan hanya untuk berlatih dan menambahkan pengalamannya kini langsung menepuk keningnya.


“Gawat, kenapa aku terlalu menikmati hingga dengan cepat membunuhnya,” gumam Ling Diu, lalu pandangan Ling Diu mengarah ke Gi Pixiu.


Ling Diu seketika tersenyum tipis.

__ADS_1


Wuss..!!


Trank..!!


“Hati-hati Gi'er,” ucap Ling Diu dengan nada lembut. “Ehem,, jika Gi'er mau, biarkan Diu Gege yang melawannya dan Gi'er hanya menonton saja. Bagaimana?” Kata Ling Diu kini tersenyum lembut.


Gi Pixiu yang mendengar itu memiliki pandangan berbeda dengan ucapan Ling Diu, ia mengira jika Ling Diu takut ia terluka sehingga Gi Pixiu mengangguk malu-malu.


Yu Long yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, sementara kakaknya Ji Pixiu kini berusaha menahan amarah saat adiknya di manfaatkan.


“Kakak pertama,, awas saja kau,” gumam Ji Pixiu mencoba untuk menahan amarahnya.


***


Di tempat Duan Du, Tu Long dan Fu Jian, saat ini ketiganya langsung berpencar untuk mengelilingi Fu Den Mhu.


Fu Den Mu yang di kelilingi hanya tetap berdiri di tempatnya, ia juga meremehkan lawannya kali ini. Terlebih ia juga berusaha mencoba untuk tenang agar tidak membunuh Duan Du dan Tu Long.


Jika ia sampai membunuh dua orang ini, maka bisa-bisa ia yang di bunuh oleh Jendral Hu Yan Di, terlebih saat ini Fu Den Mhu merasa ada yang kurang, tapi ia lupa apa yang kurang.


Duan yang berada di sebelah barat langsung melirik ke arah Tu Long dan Fu Jian, keduanya yang paham langsung melesat ke arah Fu Den Mhu.


Tu Long langsung membentuk tangannya lalu mengayunkan tangannya hingga membuat pedang energi seperti biasa, dengan cepat pedang energi berbentuk cakar melesat ke arah Den Mhu.


Bomm..!!


Setelah itu Den Mu melirik ke arah sebelah kirinya yang kini terlihat bola petir melesat ke arah dirinya.


“Heng,, bola petir kecil ini kau tunjukkan kepadaku,” dengus Den Mhu meremehkan. “Akan aku tunjukkan apa itu bola petir yang sesungguhnya,” sambung Den Mhu dengan nada arogan.


Den Mhu langsung menggabungkan tangannya, saat itu juga bola petir yang cukup besar tercipta. Namun?


Saat Den Mhu ingin menembakkan bola petirnya, ia tiba-tiba memuntahkan seteguk darah.


Uhuk..!!


Saat merasakan jika sarap-sarapnya kini terputus, ia membelalakkan matanya lalu melempar bola petir ke arah Tu Long yang menyeringai karena Hukum Anginnya sukses besar tanpa di sadari oleh Den Mhu tadi.


Tentu saja bola petir Fu Jian hanya pengalihan, dan beruntung jika Den Mhu meremehkan mereka dari awal.


Jika saja ia serius dari awal, maka Den Mhu pasti dapat merasakan Hukum Angin Tu Long.


Bertepatan dengan Den Mhu melempar bola petir ke arah Tu Long.

__ADS_1


Bola petir milik Fu Jian langsung mengenai Den Mhu.


Jder..!!


Den Mhu langsung mundur beberapa meter.


Beruntung ia tadi sempat ingat akan bola petir Fu Jian, jika tidak, ia akan terluka parah.


Den Mhu tadi langsung menyelimuti tubuhnya dengan energinya untuk mengurangi dampak serangan Fu Jian.


Saat ini Den Mhu berubah menjadi serius, ia sadar jika terlalu meremehkan lawan.


Tatapan Den Mhu mengarah ke Fu Jian, dengan dingin ia berkata. “Aku tak menyangka peningkatanmu cukup pesat juga setelah pergi ke Alam Semesta Inti ke 9, tapi itu tidak ada artinya karena kau akan mati hari ini.”


“Dan untuk mu, aku akan mengulitimu hidup-hidup sebelum menyerahkanmu kepada Jendral Hu,” kata Den Mhu melirik ke arah Tu Long.


Tu Long seketika menampilkan giginya. “Benarkah apa yang kau katakan itu,” kekeh Tu Long. “Hehe,, aku rasa kau melupakan sesuatu,” sambung Tu Long menyeringai kejam.


Benar saja.


Saat ini Den Mhu langsung mengingat jika Duan Du tidak ada di tempat ini, sehingga dengan cepat ia melihat ke sekeliling sambil mengedarkan kesadarannya.


Saat mengedarkan kesadarannya ia langsung sadar jika ada dua bayangan dirinya.


Saat sadar ada yang salah ia langsung merasakan bahaya.


Jlep..!!


Urgghh..!!


Den Mhu langsung menahan pedang hitam yang telah masuk kedalam tubuhnya, bahkan hampir menyampai inti jiwanya.


Namun beruntung Den Mhu mampu menahan tusukan Duan Du yang kini muncul dengan wajah jelek.


Tatapan Duan Du mengarah ke Tu Long. “Hei, kau taruh otak mu dimana hah? Kenapa paman Tu Long malah memberitahu musuh jika aku tidak ada, dasar bodoh, jadi ia langsung sadar,” dengus Duan Du di penuhi kekesalan, karena kesempatan membunuh Den Mhu langsung hilang.


Tu Long yang di marahi langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Hehe,, aku tidak tahu jika ia langsung sadar saat aku bicara tadi,” kekeh Tu Long tanpa merasa bersalah sama sekali.


Saat Duan Du ingin membalas ucapan Tu Long, ia merasakan bahaya sehingga langsung mundur sejauh mungkin.


Blush..!!


Aura Den Mhu kini semakin besar hingga mampu mengguncang Daratan Timur, karena tempat mereka saat ini ada di Daratan Timur.

__ADS_1


Wajah Duan Du, Tu Long dan Fu Jian langsung serius saat melihat Den Mhu seperti kehilangan akal.


__ADS_2