
Mata Cen Tian langsung bersinar cerah. “Hehe,, siap-siap saja berikan hartamu kepadaku Du'er.”
Mendengar seringai dan kekehan Cen Tian. Duan Du langsung menyeringai.
“Hehe,, walau harta yang kau kumpulkan hanya receh, tapi setidaknya itu bisa untuk ku berikan kepada beberapa pelayan yang ada di dunia jiwa,” kekeh Duan Du dengan nada mengejek.
Bai An dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Hancur sudah,” gumam Ling Yenrou dalam hatinya.
Sementara Hu Hong Meng dan Bing Lou kini bergumam secara serempak.
“Kelompok yang mengerikan, aku yakin jika mereka sampai ke Alam Semesta pertama, kedua dan ketiga, dunia yang akan mereka datangi akan kacau dan jatuh miskin.”
“Terlebih lagi orang yang suka bertarung dan agak bodoh ini sulit di hentikan jika sudah gila,” sambung Bing Lou menatap ke arah Tu Long yang kini meneteskan air liurnya saat merasakan banyak orang menuju kesini.
***
Ba Rong yang kini berdiri bersama orang-orang kepercayaannya sedang menatap ke arah puluhan tahanan.
Puluhan tahanan tersebut di ikat menggunakan rantai yang bewarna putih, rantai putih ini terbuat dari beberapa material campuran hingga di olah dan di jadikan rantai penghilang energi.
Terlihat puluhan tahanan sangat lemah karena energi mereka secara perlahan di serap habis. Walau begitu mereka semua terlihat menyinggungkan senyum saat melihat wajah Ba Rong yang tak pernah tersenyum.
“Bawa mereka, jadikan sebagai perisai, aku yakin orang itu ada kaitannya dengan mereka,” kata Ba Rong dengan nada dingin.
Beberapa prajurit maju langsung menyeret puluhan tahanan tersebut.
Setelah itu Ba Rong menatap ke arah 2 bawahannya yang baru saja datang.
“Apa yang kau dapatkan?” Tanya Ba Rong dengan nada dingin.
“Mereka ada di penginapan Naga Air, jumlah mereka kurang lebih 10 orang,” jawab salah satu dari dua orang tersebut.
Mereka juga terlihat berlutut dengan kaki bergetar saat melihat pemimpin kota. Karena mereka baru kali ini melihat Pemimpin kota sangat marah.
Ba Rong yang mendengar itu langsung menatap ke arah tangan kanannya.
“Kumpulkan semua orang untuk mengepung Penginapan Naga Air, bawa paksa para penduduk yang berusia 15 tahun ke atas sebagai prajurit, mereka akan berguna sebagai tameng,” kata Ba Rong dengan nada dingin di sertai seringai licik.
Tangan kanan Ba Rong juga ikut menyeringai saat mendengar rencana licik pemimpin Kota.
__ADS_1
“Baik Pemimpin,” jawab Tangan kanan Ba Rong, setelah itu ia langsung pergi dari tempatnya untuk mengumpulkan para penduduk dengan paksa sebagai prajurit.
Tidak jauh dari mereka. Tepatnya di balik awan kini berdiri Hu Hong Meng.
Hu Hong Meng yang di tugaskan untuk melihat keadaan hanya bisa tersenyum kecil.
Dengan cepat Hu Hong Meng mengirim pesan telepati kepada Bai An, ia memberitahu semua yang ia ketahui.
***
Di tempat Bai An.
Bai An yang sedang menunggu langsung menatap ke arah semua orang.
Setelah mendapat informasi, ia kini memikirkan siapa saja yang akan bergerak untuk menghalangi Tangan kanan Ba Rong bersama para bawahannya.
“Hmm..!! Saudara Lang, kau akan pergi bersama Fang'er untuk menghalangi tangan kanan pemimpin kota yang akan memaksa para penduduk kota untuk melawan kita,” ucap Bai An.
Mendengar itu.
Tu Long, Duan Du dan Cen Tian langsung berseru.
“Ini tidak adil,” teriak ketiganya serempak.
Duan Du, Tu Long dan Cen Tian hanya bisa tersenyum kecut saat Lang Zai sudah berkata demikian, ia yakin jika membantah lagi, maka Lang Zai tidak akan segan-segan menghajar mereka.
Bukannya mereka bertiga takut, tapi mereka hanya ingin menghormati saja, karena mereka tak mungkin melawan orang yang telah mereka anggap paman.
Lang Zai yang melihat ketiganya terdiam kini tersenyum penuh kemenangan, setelah itu ia melirik ke arah Liu Fang yang hanya diam saja.
“Ayo pergi Fang'er,” ajak Lang Zai.
Liu Fang hanya mengangguk patuh.
Mereka berdua lalu pergi ke arah pusat kota yang di tuju oleh tangan kanan pemimpin kota.
Setelah kepergian Lang Zai dan Liu Fang, kini terlihat Duan Du, Tu Long dan Cen Tian menatap ke arah Bai An dengan penuh harap.
“An'er, ayolah berikan kami pergi juga ke arah para prajurit itu,” keluh Cen Tian.
“Benar kak, jika kau tidak membiarkan kami ikut dengan Paman Lang, jadi biarkan kami pergi kesana,” sambung Duan Du dengan nada sedikit merengek.
__ADS_1
“Hm..Hm,, aku saat ini sedang lapar,” sambung Tu Long terdengar tidak nyambung.
Tapi Bai An tahu maksud ucapan Tu Long.
“Huuf,, baiklah, kalian pergi saja bersenang-senang, aku juga menugaskan Du'er yang memegang komando untuk melawan mereka semua,” ucap Bai An sambil menghela nafas.
“Yang akan pergi hanya Du'er, Tu Long, Kakak Tian, Fu Jian, untuk Hu Hong Meng sebagai pengawas saja jika kalian berlebihan, maka dia akan menarik kalian semua kesini.”
Mendengar ucapan Bai An.
Duan Du langsung terkekeh kecil.
“Hehe,, inilah yang aku tunggu-tunggu.” Pandangan Duan Du juga mengarah ke kakaknya Cen Tian dengan senyum mengejek.
Tapi Cen Tian sama sekali tidak iri atau kecewa, malah ia terlihat bersemangat saat telah di tugaskan dan tanpa di lihat oleh Bai An. Karena Cen Tian sedikit memiliki rencana nantinya.
Tentu saja Duan Du tidak akan menyadari hal tersebut, hanya Bai An saja yang dapat menyadarinya, maka dari itu ia menyerahkan masalah ini ke Duan Du.
Setelah itu, semua orang yang Bai An tugaskan langsung pergi.
Kini yang tersisa hanya Bai Yun, Ling Yenrou dan Bing Lou.
Bing Lou sebenarnya ingin ikut, apalagi setelah merasakan bawahannya di tahan di penjara bawah tanah tepat di kediaman pemimpin kota.
Tapi Bing Lou tahu jika ada rencana tertentu yang Bai An pikirkan sehingga ia tidak di ikut sertakan.
“Hmm,, apa perkataan Leluhur benar?” Tanya Bai An menatap ke arah Ling Yenrou.
Ling Yenrou mengangguk serius, walau ia tidak yakin, tapi setidaknya ia memberitahukan isi hatinya yang gelisah dari tadi.
Bai An seketika termenung saat melihat Ling Yenrou mengangguk serius.
“Hmm..!! Bisakah Leluhur ceritakan bagaimana ciri-ciri Leluhur Ling atau Jendral Ling Terkuat di Era kuno?” Tanya Bai An sambil mengangkat kepalanya.
Mendengar itu, Ling Yenrou langsung menceritakan semua yang ia ketahui, termasuk ia bercerita jika Jendral Ling terkuat sebenarnya ada di sekitar Bai An dan sedang bersembunyi, ia akan keluar jika Bai An melawan musuh yang setara dengan dirinya atau melawan Jendral Klan Kuno.
Ling Yenrou tentu menduga hal tersebut karena itu sudah ada di dalam ramalan, saat Bai Han muncul bersama Bai An di alam semesta inti, maka di situlah Leluhur Jendral Klan Ling terkuat muncul untuk menjaga keduanya.
Walau tidak tahu pasti kapan ia akan keluar, tapi ia yakin jika ramalan tersebut nyata.
Mendengar semua cerita Ling Yenrou, Bai An menmungut-mungut, sementara Bai Yun dan Bing Lou hanya diam saja karena tidak mengerti apa yang Bai An dan Linh Yenrou bicarakan.
__ADS_1
“Kak,, yang di bicarakan Leluhur Ling adalah Liu Fang, bagaimana menurutmu dengan ciri-ciri yang Leluhur Ling ceritakan, apakah ada persamaan?” Tanya Bai An dengan nada serius.
Bai Yun membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Bai An yang ternyata membahas Liu Fang.