Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Membunuh Para Pemimpin Bandit Kapal dan Bertemu Seseorang Yang Dikenal


__ADS_3

Dret..!!


Bai Han pun langsung mengeluarkan pedang kayunya lalu memasang kuda-kuda, terlihat tatapan mata Bai Han berubah menjadi biru polos layaknya sebuah langit tanpa batas.


Wung..!!


Dalam sekejap Bai Han menghilang dari tempat dan melewati semua anggota bandit bersama pemimpinnya.


Crash crash crash.


Bruk bruk..!!


Bersamaan dengan Bai Han muncul, semua musuhnya langsung bergelatakan meregang nyawa.


“I..Itu,” Meng Yusan dan Xiu Hou yang selalu memperhatikan Bai Han, kini tidak bisa berkata-kata saat melihat teknik berpedang Bai Han.


Karena hanya dalam satu gerakan lurus, semuanya langsung mati, walau musuh-musuhnya ada di tempat yang berbeda-beda.


“Teknik itu sangat kuat, aku harus meminta anak itu mengajariku nanti, tapi sebagai gantinya, teknik apa yang harus ku berikan?” Gumam Xiu Hou terlihat merenung dalam hati.


Bukan cuman Xiu Hou, Meng Yusan pun berpikir hal yang sama, saat ini ia berpikir bagaimana cara agar Bai Han mau mengajarinya teknik berpedang tersebut, namun ia memikirkan teknik yang cocok sebagai gantinya.


...


Di tempat Bai Han, saat ini ia sedang tersenyum tipis.


“Bagaimana? Apa dia sudah tertarik?” Gumam Bai Han.


“Aku rasa iya,” jawab Spirit Bai Han.


“Akhirnya, aku bisa membuatnya mengikuti permintaanku nanti,” gumam Bai Han dalam hati.


Xiu Hou dan Meng Yusan tidak sadar jika Bai Han sengaja memancing mereka saat ini. Dan ternyata, Bai Han mencoba semua berbagai teknik memiliki tujuan tertentu.


Wung..!!


Tepat saat Bai Han berkomunikasi dengan Spiritnya, sebuah pedang muncul tepat di depan Bai Han.


Meng Yusan dan Du Ling yang merasakan itu awalnya ingin membantu, tapi Xiu Hou menghentikannya.


Dret..!!


Crash..!!


Tubuh Bai Han seketika terbelah menjadi dua, namun bukan darah yang keluar, melainkan kabut.


Sementara pemimpin bandit terkuat yang menyerang Bai Han secara tiba-tiba karena menurutnya Bai Han adalah musuh yang berbahaya, kini hanya bisa diam.


Pandangan pemimpin bandit terkuat pun melihat ke segala arah.


“Keluar kau, jangan menjadi seorang pecundang dengan menggunakan ilusi,” teriak Pemimpin bandit terkuat.


“Heh,, siapa yang menggunakan ilusi, dan siapa juga yang seorang pengecut sebenarnya,” ejek Bai Han kini muncul tepat di depan musuhnya.


Wung..!!


Crash..!!


Bom bom bom..


Pemimpin bandit yang melihat kemunculan Bai Han, langsung menyerangnya secara membabi buta, hingga ledakan beruntun terdengar. Namun sekuat apapun usahanya menyerang Bai Han, tubuh Bai Han selalu berubah menjadi kabut.


“Bukankah yang pengecut itu kau, mengorbankan semua bawahanmu dan berpikir untuk untuk membuatku melemah dengan mengorbankan mereka, sungguh tak tahu malu,” dengus Bai Han.


“Sialan,” teriak pemimpin bandit langsung mengerahkan seluruh kekuatannya.

__ADS_1


Wung..!!


Crash..!!


Bom bom bom bom..!!


Namun tetap saja, setiap kali ia menyerang Bai Han, tubuh Bai Han berubah menjadi kabut. Hal tersebut langsung membuat pemimpin bandit terkuat sedikit frustasi.


Tapi tak sengaja pandangannya mengarah ke Xiu Hou, Du Ling dan Meng Yusan, ia pun langsung menyeringai dan berpikir untuk menyandera mereka.


“Hehehe,, akan ku buat kau menderita bocah,” kekeh pemimpin bandit terkuat tertawa bahagia dalam hati.


Ia tidak sadar jika ia kesana, maka kematian yang jauh lebih cepat menantinya.


Bai Han yang melihat arah pandangan musuhnya saat ini, seketika menyumpal mulutnya.


Pfft..!!


“Pergi saja sana jika kau ingin mati lebih cepat,” gumam Bai Han dalam hati.


“Aku hanya berharap jika kau tidak tersiksa oleh orang itu nantinya,” sambung Bai Han sekilas melirik Du Ling.


Dret..!!


Bom bom..!!


“Mati, mati kau,” teriak Pemimpin bandit terkuat berpura-pura menyerang Bai Han sekuat tenaga sambil terus mundur ke arah Xiu Hou dan kelompoknya.


“Eeh,, apa ia berencana menyerang kita?” Tanya Du Ling terlihat bersemangat.


“Aku rasa ia, ia juga berpikir untuk mencoba menjadikan kita sandera,” sambung Meng Yusan.


Wajah Du Ling seketika berubah, dari yang awalnya selalu cemberut, kini menyeringai bahagia.


“Hehe,, ayo kemarilah, cepat cepat,” ucap Du Ling dengan nada suara seolah ia bergumam.


Dret..!!


Tepat saat pemimpin bandit terkuat yang terus menyerang Bai Han sambil mundur akan mencapai tempat Du Ling, ia pun langsung membalik badan dengan seutas seringai lebar.


“Hahaha,, tertangkap ka-”


Tawa pemimpin bandit terkuat seketika membeku saat ia melihat Du Ling menyeringai lebar.


“Hehe,, ayo kita bermain-main sebentar ke arah sana,” kekeh Du Ling langsung mencekik leher pemimpin bandit terkuat tanpa bisa melakukan apapun.


Urgh..!!


Saat di cekik, pandangannya pun mengarah ke Bai Han yang kini melambaikan tangannya.


“Dasar licik sialan, kau menipuku, akan ku tunggu kau di neraka,” teriak pemimpin bandit terkuat meraung dalam hati dengan penuh kebencian kepada Bai Han.


Bai Han yang kini terlihat masih melambaikan tangannya pun langsung berhenti. Pandangan Bai Han pun mengarah ke kapal yang berisi banyak aura kehidupan, atau tak lain berisi para tahanan yang akan di jadikan budak.


Setelah itu, ia pun melirik ke arah Chen Long dan Bo Wuhan yang kini mengejar para pemimpin bandit yang mencoba melarikan diri.


...


Dret..!!


Di tempat Chen Long, ia saat muncul di samping musuhnya dan langsung mengayunkan pedangnya.


“Mau lari kemana kau bodoh,” ejek Chen Long.


Wung..!!

__ADS_1


Crash..!!


Tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun, pemimpin bandit langsung mati dengan tubuh terbelah dua.


Hemm..!!


“Tersisa dua lagi,” gumam Chen Long langsung melesat ke arah utara, tepatnya ke arah pemimpin bandit yang melesat ke arah para tahanan dengan mencoba menyandera para tahanan agar ia bisa hidup.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


...


Duar duar..!!


Bo Wuhan yang terlihat meledakkan kedua musuhnya di saat bersamaan kini langsung melirik ke arah sekitar. Melihat bagiannya telah habis, ia pun langsung melesat ke arah Bai Han yang kini terlihat ke arah para tahanan.


Wuss..!!


...


Tap tap..!!


Bai Han yang baru saja sampai, langsung mengedarkan kesadarannya.


Tap tap..!!


Bo Wuhan, Xiu Hou dan Meng Yusan pun langsung muncul tepat setelah Bai Han mendaratkan kakinya di dek kapal.


“Tunggu dulu, aku harus memeriksa sesuatu,” ucap Xiu Hou langsung mengeluarkan sebuah giok bewarna hitam.


Xiu Hou pun langsung mengalirkan energinya ke dalam giok tersebut hingga membuat giok hitam bersinar sesaat, lalu lenyap.


“Sudah,” ucap Xiu Hou mengangguk santai.


Bai Han yang penasaran, lantas bertanya. “Benda apa itu paman?”


“Untuk mendeteksi organisasi Menara, mau yang asli ataupun para bonekanya,” jawab Xiu Hou.


Mendengar itu, Bai Han pun mengangguk. “Lalu bagaimana? Apakah ada di antara para tahanan mereka bersembunyi?” Tanya Bai Han.


Xiu Hou pun langsung menggelengkan kepalanya.


Bai Han pun langsung membalik badan lalu melangkah ke arah pintu tempat para budak di tahan.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Tepat saat Bai Han membuka pintu, pandangannya pun mengarah ke para tahanan yang terlihat ketakutan. Mereka semua terlihat saling berpelukan, khususnya para wanita dan ibu yang memeluk anak-anak mereka.


Beberapa dari para laki-laki, ada yang frustasi, ada yang bergetar ketakutan.


“Hem..!! Kondisi yang mengenaskan,” ucap Meng Yusan sedikit iba saat melihat para tahanan.


Tap tap..!!


Berbeda dengan Bo Wuhan, ia saat ini langsung melangkah ke salah satu sosok wanita yang terlihat hanya mengenakan pakaian dalam saja, terlihat wanita tersebut memeluk tubuhnya.


“Ja..Jangan mendekat,” teriak wanita tersebut.


Tap tap..!!


Namun Bo Wuhan tidak mendengarkan, ia kini berhenti tepat di depan wanita tersebut.

__ADS_1


Bai Han yang melihat wajah wanita tersebut, langsung mengerutkan keningnya. “Di..Dia,” gumam Bai Han sedikit terkejut dalam hati.


__ADS_2