Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kematian Liu Fang dan Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Tak lama setelah mengatakan itu, tubuh Liu Fang seketika terjatuh.


Bai Long saat ini tidak tahu harus bagaimana mengekspresikan kemarahannya.


Terlebih saat mendengar ancaman Liu Fang, Bai Long sangat yakin akan ucapan Liu Fang tadi, karena ia sendiri melihat dengan mata kepalanya sendiri jika orang-orang yang bersamanya tadi adalah para pemuda jenius.


Bahkan ada beberapa dari mereka yang memiliki bakat bawaan dari lahir, tapi bakat bawaannya belum muncul sehingga tingkat kekuatan mereka tidak terlalu mengerikan.


Walau begitu, tingkat kultivasi mereka semua sangat tinggi dan jarang ada pemuda seusia mereka yang bisa mencapai tingkat kekuatan seperti mereka.


“Aku harus mencari mereka, jika tidak itu akan menjadi ancaman untuk ku suatu hari nanti,” gumam Bai Long kini menghilangkan aura dan tekanan yang ia keluarkan.


Tanpa ia sadari, kini jasad Liu Fang telah menghilang.


Saat tatapan Bai Long mengarah ke dimana Liu Fang mati, ia terdiam sesaat dengan mata sedikit melebar.


“Kemana?” Tiba-tiba Bai Long menghentikan ucapannya, ia dengan cepat mengedarkan semua kesadarannya. Tapi semua nihil.


Dengan cepat Bai Long menggelengkan kepalanya. “Itu tidak mungkin, tidak mungkin ada orang di dunia ini selain diriku dari awal,” gumam Bai Long.


Awalnya Bai Long membuat dunia ini untuk menjebak beberapa targetnya, tapi ia tak menduga jika buruannya yang selama ini ia cari yang ia dapatkan, dan untuk manusia-manusia yang ada di dunia tersebut, Bai Long tidak menganggapnya ada, karena mereka tidak lebih ia anggap semut yang lambat laun akan mati.


“Benar,, mungkin tubuhnya hancur akibat kemarahanku tadi,” gumam Bai Long melihat ke sekelilingnya, saat ini dunia buatannya telah hancur akibat kemarahannya tadi.


Setelah melihat dunia buatannya, Bai Long berniat ingin ke Dunia Klan Bai, tapi ia urungkan, jika ia kesana, maka ia pasti akan mendapat hukuman, karena tugasnya saat ini adalah mencari Istri dari Hu Xiao dan Hu Qia.


Wuss..!!


Bai Long seketika menghilang dari tempatnya melayang.


***


Alam Semesta Inti Pertama.


Bai An tiba-tiba membuka matanya.


Saat ini Bai An sedang bermeditasi untuk mencoba menerobos, tapi ia urungkan saat merasakan salah satu tanda jiwa yang ia tanam di tubuh Liu Fang hancur.

__ADS_1


“Huuff,, aku tak menduga kau mati secepat ini muridku,” gumam Bai An dengan nada sedikit berat.


Wuss..!!


Bai Tan tiba-tiba muncul di Dunia Energi miliknya.


Di tangan Bai Tan ada sebuah jasad yang Bai An kenal.


“Maafkan aku Tuan muda, aku tidak bisa membantu muridmu ini, karena kau tahu aku tidak bisa bertarung jika jarak antara kau dan aku jauh walau kau telah memerintahkan aku untuk membunuh siapa saja yang ingin menyakiti keluargamu,” ucap Bai Tan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


Bai An menggelengkan kepalanya.


“Ini bukan salahmu, ini juga kemauan muridku, ia ingin mati karena ingin menyelamatkan keluarganya,” sambung Bai An.


Bai An lalu bangun, ia kini memejamkan matanya beberapa detik, setelah itu Bai An melebarkan tangannya.


Sebuah energi merah tercipta, tak lama, Bai An langsung menyatukan tangannya.


Blush..!!


Bam..!!


“Masuk dan bawa jiwa muridku ke jalur Reinkarnasi, jika sudah berada di jalur Reinkarnasi, bawalah ia ke dunia yang tidak ada namanya dunia kultivator, aku ingin ia hidup damai setelah bereinkarnasi,” ucap Bai An dengan nada lembut.


Jiwa tersebut dengan cepat melesat ke tubuh Liu Fang.


Bom..!!


Tubuh Liu Fang seketika hancur, bersamaan dengan sebuah jiwa yang hampir hilang muncul di tarik oleh jiwa bewarna merah.


Setelah keluar, ia langsung menghilang seolah di telan bumi.


Bai An kini memejamkan matanya kembali, setelah itu ia melirik ke arah putranya Bai Han, Duan Du dan Tu Long yang ikut ke Dunia Energi miliknya.


“Hmm..!! Bai Long ya, dan pesan terahir Fang'er adalah ia ingin kakak Tian, Bao Tang, 3 murid Tu Long dan Lang Zai yang membalas kematiannya,” ucap Bai An saat mendapat ingatan milik Liu Fang.


Duan Du dan Tu Long seketika membuka matanya saat mendengar Bai An bicara.

__ADS_1


“Mengapa bukan kita saja yang membalasnya Tuan muda? Apa muridmu itu tidak mempercayai kekuatan kita?” Tanya Tu Long dengan nada tidak puas.


“Heng,, dasar otak dongol, gunakanlah kepalamu sedikit, kakak Fang ingin mereka yang membalas karena mereka juga ada di sana dan mungkin melihat pengorbanan kakak Fang,” dengus Duan Du.


“Aku juga yakin mereka semua pasti merasa bersalah dan ingin membalas perbuatan Bai Long itu karena telah membunuh kakak Fang.” Sambung Duan Du dengan wajah ingin memakan Tu Long hidup-hidup.


Tu Long yang mendengar itu langsung menggaruk kepalanya sambil terkekeh kecil.


“Hmm,, benar apa yang Du'er katakan ini juga bagus untuk mereka agar tidak bermalas-malasan lagi, mereka saat ini pasti terpukul dan ingin menjadi lebih kuat lagi,” ucap Bai An lalu kembali duduk.


***


Bom bom..!!


“Arggghh,, aku pasti akan memburumu jika adik Liu Fang kenapa-napa.”


Saat ini Cen Tian memukul semua benda mati yang ada di depannya.


Tidak ada yang menghentikan tingkah Cen Tian, karena mereka juga sama terpukulnya.


Sementara puluhan orang yang tak lain dua Penguasa Alam Semesta Inti dan Mantan Pemimpin Klan Ling saat ini sedang memulihkan luka mereka, mereka juga sama sekali tidak keberatan akan apa yang Cen Tian lakukan.


Bahkan saat ini hati dan jiwa mereka juga ikut terpukul walau sedang memejamkan matanya.


Bao Tang terlihat berlinang air mata, walau mata Bao Tang terpejam, itu tak menghentikan air matanya keluar.


Lang Zai yang duduk di salah satu pohon tua kini terlihat terpukul berat, ia menyesal telah mencurigai keponakannya itu, ia juga tak tahu harus mengatakan apa kepada Bai An nantinya.


“Ini salahku, seandainya aku lebih kuat lagi,” tangan Lang Zai terkepal erat.


“Benar, seandainya aku lebih kuat, dan saat ini aku harus lebih kuat lagi agar dapat menyelamatkan Fang'er dan membunuh keparat itu,” teriak Cen Tian yang mendengar ucapan Lang Zai dan salah mengartikan ucapan Lang Zai.


Semua orang langsung memandang ke arah Cen Tian.


“Kau benar kakak Tian, kita harus lebih kuat lagi, tapi siapa yang akan mengajari kita berlatih?” Tanya Bai Yu Long.


“Benar, jika mengandalkan diri sendiri untuk saat ini, kita tidak akan bisa berkembang lebih jauh,” sambung Bai Gi Pixiu.

__ADS_1


Lang Zai langsung bangun. “Untuk orang yang melatih kita, sudah ada di depan mata, apa kalian tidak tahu asal usul mereka ini siapa?” Lang Zai tersenyum tipis saat melihat ke arah puluhan orang yang bermeditasi tidak jauh dari mereka.


Cen Tian seketika membelalakkan matanya saat ingat siapa semua orang ini.


__ADS_2