
Sang Ahli Strategipun hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia juga tidak menyadari kedatangannya.
Fu Long sedikit mendengus saat melihat jawaban dari Sang Ahli Strategi, ia yakin jika dia tahu Pemimpin sudah ada di sini dan selalu mengawasi mereka. Tapi Sang Ahli Strategi sengaja tidak mau memberitahukan ini kepada dirinya.
***
Wuss wuss..!!
Bom..!!
Sementara di Dimensi Alam Kegelapan. Terlihat beberapa Binatang Iblis setinggi 2 meter atau yang dulunya adalah Topeng Merah melesat layaknya sebuah peluru ke arah barisan pasukan berbagai Ras.
“Bentuk pertahanan, jangan biarkan para Binatang Iblis ini menghancurkan pertahanan kita, jika tidak, kita semua akan mati dan di tangkap.”
“Ingat keluarga kita, bayangkan saja jika mereka keluarga kita yang di tangkap, dan jika kalian tidak mau itu terjadi maka berusahalah sekuat tenaga untuk melindungi mereka,” teriak salah satu Master Sekte mencoba menyemangati para kultivator yang kini membentuk pertahanan sambil terus melangkah mundur.
Dan dalam 100 meter di belakang mereka, terlihat para penduduk dari berbagai Ras dari wanita, pria tua, anak-anak yang tidak cukup kuat dalam jumlah ribuan berkumpul sambil ketakutan.
Melihat mereka yang ketakutan, para kultivator seketika membayangkan jika itu keluarga mereka, membuat mata mereka seketika berubah penuh perjuangan.
“Berjuanglah, tinggal sedikit lagi kita akan mencapai wilayah aman, jika kita berhasil menyelamatkan mereka, maka kita akan menjadi salah satu pahlawan yang melawan penjajah,” teriak salah satu kultivator yang ada dalam barisan, terlihat juga ia mengayunkan pedangnya saat salah satu Binatang Iblis yang sudah ada di depannya ingin mengayunkan cakarnya.
Wuss..!!
Trank..!!
Tubuh kultivator tersebut langsung di buat mundur.
Urgh..!!
Walau sadar jauh dalam perbedaan kekuatan, ia terlihat tidak ingin menyerah. Sementara rekannya yang lain melihat itu langsung menyerang Binatang Iblis tersebut dari berbagai arah.
“Mati kau dasar Binatang Iblis sialan,” teriak salah satu kultivator iblis mengayunkan tinjunya.
Bom..!!
Goar..!!
Binatang Iblis langsung meraung, bertepatan dengan selesainya ia meraung. Bilah Pedang, Tombak, Dagger, Kapak langsung melesat dari berbagai arah menusuk tubuhnya.
Crash crash crash..!!
Bom..!!
Waaaaa..!!
Setelah melihat Binatang Iblis tersebut mati, semua kultivator yang berjumlah kurang lebih 50 langsung berteriak penuh kebahagiaan.
Pemimpin kelompok tersebut yang dulunya adalah seorang Master Sekte Besar langsung tersenyum. Hanya dirinya yang terkuat berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 6 Puncak.
“Terus mundur secara perlahan, aku akan melindungi kalian semampu yang aku bisa,” teriak pemimpin kelompok tersebut terus menahan puluhan Binatang Iblis dan berada di paling depan.
__ADS_1
Sementara yang berhasil lolos atau lepas dari pertahanan pemimpin kelompok tersebut, tentu langsung menuju barisan bawahannya, sama seperti yang terlihat tadi.
Dret..!!
Wuaa..!!
Slash slash..!!
Bom bom..!!
Pemimpin kelompok yang sudah mencapai batasnya kini terlihat memaksakan diri terus mengayunkan pedangnya secara acak ke setiap Binatang Iblis.
Ia tentu tidak ingin memberitahu bawahan atau sekuatnya, jika ia memberitahukan dirinya yang sudah mencapai batas, ia takut jika semangat mereka semua akan langsung ambruk, dan yang paling ia takutkan adalah jika mereka langsung melarikan diri tanpa memikirkan keselamatan para penduduk yang saat ini mereka bawa.
Tepat saat pemimpin kelompok tersebut akan memejamkan matanya lantaran sudah kehabisan Energi dari 30 menit yang lalu.
Wung..!!
Muncul sebuah dengungan keras dari atas langit.
Pandangan semua orang termasuk pemimpin kelompok mengarah ke atas.
Wuss..!!
Bom..!!
“Uraaa,” Bo Wuhan yang muncul dari langit langit langsung berteriak penuh semangat.
Wuss..!!
Wuss..!!
Bilah kapak dan tinju angin langsung melesat ke sekumpulan Binatang Iblis.
Bom bom bom..!!
Dalam sekejap puluhan Binatang Iblis yang mengerumuni pemimpin kelompok langsung mati dengan tubuh hancur dan terpotong-potong.
Tidak sampai di sana, dengan ganas Bo Wuhan melesat mengejar beberapa Binatang Iblis yang mencoba untuk mundur.
Dret..!!
Bo Wuhan langsung muncul dalam jarak 10 meter. Dengan cepat Bo Wuhan mengayunkan kapaknya ke arah Binatang Iblis tersebut.
Wuss..!!
Crash..!!
Bruk..!!
Tubuh Binatang Iblis tersebut langsung terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Pemimpin dan sekuatnya yang melihat itu seketika terbengong-bengong.
Tapi tak lama salah satu dari mereka langsung berteriak.
“Woah,,, itu,, itu Sang Pahlawan Pembantai Gila Bo Wuhan, kita selamat, kita selamat,” teriak salah satu sekuat penuh kebahagiaan.
Tak lama kegaduhan pun terdengar dari mereka, bukan hanya mereka, para penduduk juga ikut berteriak penuh kebahagiaan.
Dalam dua tahun terahir, siapa yang tidak mengenal Pahlawan Pembantai Gila Bo Wuhan, dia adalah sosok yang paling berjasa dalam membunuh para Binatang Iblis dan menyelamatkan para penduduk maupun kultivator di berbagai tempat yang ada di Dimensi Alam Kegelapan.
Perjuangannya yang sangat besar kini menjadi idola bagi para kultivator untuk ikut berjuang bersamanya, bahkan banyak yang bercita-cita jika ia ingin menjadi seperti Bo Wuhan yang gila terhadap musuh dan hangat terhadap rekan.
...
Setelah membunuh Binatang Iblis, Bo Wuhan yang sudah tidak merasakan adanya Binatang Buas dalam jarak 1000 mil pun langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata.
Bukannya ia sombong atau apa, tapi memang begitulah sifat Bo Wuhan yang jarang bicara dan terkesan dingin. Semua orang yang mengetahui namanya malah semakin kagum akan sifat Bo Wuhan yang seperti tadi, tanpa banyak basa basi langsung membunuh lalu pergi, tidak seperti orang yang hanya bisa mengoceh tanpa bisa membuktikan ucapannya.
“Woah,, kau idolaku Tuan Pahlawan Pembantai Gila,” seketika para penduduk langsung bersorak setelah melihat Bo Wuhan pergi.
Sementara pemimpin kelompok yang bertugas membawa penduduk kota terlihat menangis saat ini.
“Terimakasih Tuan Pahlawan,” ucap Pemimpin kelompok kini berusaha bangkit saat matanya tiba-tiba berubah yang di penuhi tekad.
Tap tap..!!
“Ketua, apa kau tidak apa-apa?” Tanya salah satu sekuatnya kini membantu pemimpinnya untuk bangkit.
“Aku tidak apa-apa, sebaiknya kita cepat ke zona aman, jangan sia-siakan bantuan yang Pahlawan berikan tadi,” ucap pemimpin kelompok sambil melirik sekuatnya.
Tak lama, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.
...
Cukup jauh dari lokasi kelompok yang membawa para penduduk ke Zona aman. Bo Wuhan muncul dengan wajah sedih.
“Guru, dimana kau? Kau berjanji untuk menjemputku, tapi sudah hampir 3 tahun kau tidak datang menemuiku,” gumam Bo Wuhan terdiam sesaat.
“Padahal aku sangat ingin melawanmu, kini kekuatanku telah meningkat. Jadi cepatlah datang agar aku bisa menghajarmu,” sambung Bo Wuhan masih memasang wajah sedih.
Jika Bai Da Xing mendengar Bo Wuhan yang sedih karena hanya ingin bertarung melawannya, mungkin ia akan menginjak-injak kepala Bo Wuhan lalu membongkar isi kepalanya untuk melihat apakah Bo Wuhan hanya memikirkan bertarung saja atau tidak.
Setelah merenung, wajah Bo Wuhan seketika bersinar saat merasakan banyak aura dari Binatang Iblis berasal dari utara.
Saat pandangannya mengarah ke utara, Bo Wuhan seketika menyeringai. “Ada lawan yang cocok, aku rasa ini bisa menghilangkan kesedihanku untuk sementara,” ucap Bo Wuhan langsung melesat dengan senyum lebar.
“Tunggu aku, para samsak tinjuku,” gumam Bo Wuhan dalam hati.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
__ADS_1