
Bai An langsung membalik badan. “Kenapa kau ada di sini? Bukankah kau sedang meningkatkan kekuatanmu?” Tanya Bai An yang tentu heran kenapa Gu Sheng begitu cepat berkultivasi.
Saat Gu Sheng ingin menjawab dengan wajah canggung. Wajah Bai seketika berubah mengerikan.
Tatapan Bai An kini berubah dingin saat melihat sosok orang berjubah yang mirip dengan jubah yang ia kenakan dulu.
“Apa kau yang membawanya kemari Gu Sheng?” Tanya Bai An dengan nada mengerikan.
“Bukan Tuan muda, tapi ia berkata kita berada di satu kapal, ia juga telah menyelamatkan Tuan muda Du dan Tuan muda Tu. Walau begitu, aku sama sekali belum mempercayainya.” Jawab Gu Sheng dengan nada serius dan terdengar tanpa ada keraguan atau kebohongan saat ia menjawab.
Bai An terdiam, karena kini tatapan fokus ke Heng Yu.
Wuss wuss..!!
Heng Yu yang baru saja muncul bersama Li Qian langsung berhenti dalam jarak 10 meter di depan Bai An dan Gu Sheng.
Tatapan mata Heng Yu langsung mengarah ke Bai An, ia seketika mengingat tentang bagaimana tekstur wajah yang masternya jelasnya secara terperinci.
“Benar dia orangnya,” gumam Heng Yu merasa lega dan bahagia dalam hatinya.
“Jawab aku, siapa kau? Dan dari mana kau mendapat jubah itu?” Tanya Bai An dengan nada datar.
Melihat orang yang ia tanya terdiam. Bai An melirik ke arah Gu Sheng.
Gu Sheng yang paham langsung mengeluarkan senjatanya. Walau saat ini senjata Gu Sheng sudah melemah karena Roh yang mendiami senjatanya telah hilang, tetap saja senjata Gu Sheng masih terbilang harus di waspadai karena tingkatannya masih terbilang senjata Surgawi teratas.
Li Qian yang fokus melihat pertarungan Bo Wuhan dan Mo Renju seketika menjadi waspada saat merasakan bahaya.
Pandangan Li Qian langsung mengarah ke Gu Sheng. Saat ia ingin mengeluarkan senjatanya, Heng Yu langsung mengangkat tangan kirinya.
“Mundur Li Qian, kau bukan lawan orang ini,” ucap Heng Yu dengan nada serius.
Li Qian yang ingin membantah langsung membeku saat melihat tatapan Heng Yu berbeda dari biasanya. Li Qian merasa tubuhnya terasa di tusuk-tusuk oleh sesuatu yang mengerikan.
“Hati-hati Suami.” Ucap Li Qian dengan suara seperti nyamuk. Ia langsung menjauh agar tidak membebani Heng Yu nantinya.
...
Gu Sheng yang sudah mengeluarkan senjatanya langsung muncul dalam kecepatan mengerikan.
Wuss..!!
“Jika Tuan mudaku sudah bertanya baik-baik itu adalah suatu kehormatan bagimu jika ia tidak ingin adanya yang terluka. Tapi kau malah memilih kematianmu sendiri.” Ucap Gu Sheng mengayunkan pedangnya.
__ADS_1
Wuss..!!
Heng Yu yang berdiri dengan tenang terlihat tidak memiliki keraguan di balik tudungnya.
Trank..!!
Pedang Gu Sheng yang akan mencapai kepala Heng Yu seketika di tahan oleh pedang kayu bewarna hitam yang muncul secara tiba-tiba.
Dret..!!
Gu Sheng mundur satu langkah dan Heng Yu mundur 10 langkah.
Wuss..!!
Tanpa menunggu waktu lama Gu Sheng kembali bergerak.
Dret..!!
Merasakan bahaya, Heng Yu langsung mengayunkan pedangnya ke arah atas.
Trank..!!
Gu Sheng yang tiba-tiba muncul seketika tersenyum tipis. “Kau lumayan juga anak muda, indra mu sangat tajam,” puji Gu Sheng.
Wuss..!!
Gu Sheng terus menekan mundur Heng Yu. Walau begitu, Heng Yu sebenarnya tidak di tekan. Melainkan ia menunjukkan sesuatu yang memiliki hubungan dengan yang Masternya ajarkan agar sosok yang akan Heng Yu temui akan tersadar.
Benar saja, Bai An yang melihat teknik dasar pedang yang ia pelajari semasa di Dunia Fana kini di gunakan Heng Yu.
Bai An kini seolah melihat dirinya di masa lalu.
Ingatan Bai An langsung ke dimana ia bertemu sosok yang mirip dengan dirinya tapi versi dewasa. “Apa yang Leluhur Ling katakan ada kaitannya dengan orang ini?” Gumam Bai An dalam hati.
“Tidak, itu tidak mungkin, karena jubah yang ia kenakan ini adalah jubah pertama yang aku buat dan jubah ini aku menyuruh bocah itu menghancurkannya.” Gumam Bai An menggelengkan kepalanya.
“Kecuali-” Bai An langsung menduga jika bocah itu tidak menghancurkannya, tapi membuangnya dan salah satu dari orang yang berasal dari Dimensi Alam Dewa kebetulan kesana lalu menemukannya.
Tapi itu lebih tidak masuk akal lagi menurut Bai An.
Kini pikiran Bai An terus menerus mengingat kejadian-kejadian di masa lalunya. Tapi sampai saat ini ia masih belum menemukan kecocokan, hingga akhirnya pandangan Bai An mengarah ke Bo Wuhan yang kini datang dengan membawa kepala Mo Renju.
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Tap tap..!!
“Lihatlah Tuan, aku membawa kepala Renju, aku melaksakan tugas yang kau perintahkan dengan baik,” ucap Bo Wuhan dengan senyum cerah dan tubuhnya di penuhi oleh darah.
Jika orang-orang memperhatikan Bo Wuhan, mereka pasti akan mengira Bo Wuhan sudah menjadi gila. Karena penampilan serta senyumnya.
Bai An yang melihat itu seketika tersenyum tipis, pandangan Bai An lalu mengarah ke Li Qian, setelah itu ia melihat beberapa Jenius Sejati yang kembali ke Kapa Surgawi untuk melarikan diri dari tempat ini.
“Bunuh mereka semua, jangan sisakan satupun, tapi sisakan dua atau tiga kapal untuk kita gunakan pergi ke Dimensi Alam Dewa dan jangan sentuh satupun anggota keluargaku, kau pasti dapat merasakan atau mengetahuinya,” ucap Bai An dengan nada datar.
Bo Wuhan dengan patuh mengangguk, ia pun langsung menghilang dari tempatnya.
...
Li Qian yang merasakan bahaya langsung menghubungi Sue Han agar mendekati kapal surgawi milik Heng Yu.
Duar duar..!!
Tak lama satu persatu Kapal Surgawi hancur di sertai teriakan pilu terdengar selama beberapa saat sebelum teriakan tersebut lenyap.
...
Dret..!!
Duar..!!
Tubuh Heng Yu langsung terlempar, tak lama ia memuntah seteguk darah.
Gu Sheng yang melihat Heng Yu sudah terluka kembali melesat untuk menuntaskan tugasnya.
Wuss..!!
“Cukup Gu Sheng.” Seketika sebuah suara telepati terdengar di kepalanya saat ia akan mengayunkan pedangnya ke arah Heng Yu.
Gu Sheng pun langsung menghilang dari pandangan Heng Yu.
Tap tap..!!
Tak lama Gu Sheng muncul di belakang Bai An sambil membungkukkan badannya.
“Aku tahu kau pasti memiliki pertanyaan kenapa aku menghentikanmu bukan,” ucap Bai An melirik Gu Sheng yang langsung mengangguk.
“Huuf,, sampai saat ini, menurut instingku, ia belum mengeluarkan semua kekuatannya dan masih menahan diri, terlebih lagi ia terlihat menunjukkan sesuatu agar aku bisa melihatnya. Bukankah begitu.” Sambung Bai An menjelaskan sambil melihat ke arah Heng Yu.
__ADS_1
Heng Yu di kejauhan langsung membuka tudungnya. “Benar Tuan, aku hanya di suruh memperlihatkan ini oleh Masterku, aku juga di suruh untuk tidak memberitahu anda apa tujuannya dan tidak menjawab apapun pertanyaan Tuan. Jika Tuan ingin semua yang jawaban yang ada dalam benak Tuan, hanya dengan bertemu Master saya, semua jawaban yang anda inginkan akan terjawab.”
“Saya kesini hanya untuk memastikan anda saja, apakah anda masih hidup atau sudah mati, jika masih hidup maka saya akan melindungi anda untuk tetap selamat dari mereka yang ingin mencari pedang asura.” Ucap Heng Yu.