
Hal tersebut membuat Bai Han cemberut, walau begitu, ia tetap melaksanakan perintah Chen Long yang menyuruhnya berdiri.
***
Satu hari berlalu sangat lama bagi Bai Han saat ini, walau ia tidak merasakan lelah, namun bosan dan kesabarannya kini terlihat sudah memuncak.
Pandangan Bai Han mengarah ke Chen Long yang masih tertidur pulas.
“Woe paman, ayolah bangun, apa hanya berdiri saja yang perintahkan, ini sangat membosankan,” teriak Bai Han.
Ini sudah kelima kalinya ia berteriak ke arah Chen Long, awalnya ia berkata dengan nada sopan. Namun setelah keempat dan kelima kalinya mencoba membangunkan Chen Long, kesabarannya telah habis.
Sementara Chen Long, saat ini pikirannya tengah menghayal bersama para wanita dari klannya. Terlihat saat ini jika air liur Chen Long terus menerus menetes.
“Chen Gege, buka mulutmu, aaa.”
“Chen Gege, tubuhmu sangat kuat.”
“Chen Gege, kau sangat tampan.”
Terlihat di dalam mimpi Chen Long kini banyak wanita mengelilingi dirinya.
Saat Chen Long akan menjawab semua wanitanya, wajahnya seketika basah kuyup, hal tersebut membuat mimpi Chen Long buyar.
“Sial, dasar bocah nakal, berani-beraninya kau menyiram air ke kepalaku,” teriak Chen Long melotot ke arah Bai Han yang saat ini telah berdiri di depannya.
“Heng,, otakmu sangat mesum paman, aku tak menduga jika kau lebih idiot dari paman-pamanku,” bukannya takut di marahi oleh Chen Long, Bai Han malah mengejek Chen Long.
Merasa tertangkap basar akan masalah pribadinya. Wajah Chen Long sedikit gelagapan.
“Heng,, ini usuran masalah dewasa, anak kecil sepertimu tahu apa,” kilah Chen Long.
“Heeh,, apa aku anak berumur 20 tahunan di matamu ya, aku yakin kau masih bermimpi saat ini, rupanya aku harus menyadarkanmu paman,” ucap Bai Han langsung mengeluarkan air dalam jumlah banyak.
“Bocah sialan, oke-oke aku tahu umurmu sudah dewasa, lupakan saja perdebatan ini,” ucap Chen Long langsung bangkit.
“Sial, bisa-bisanya aku kalah dari anak kecil ini,” gumam Chen Long kesal dalam hatinya.
Sementara Bai Han yang melihat Chen Long telah benar-benar tersadar kini tersenyum lebar. Tapi tak lama, wajah kembali cemberut, bahkan jauh lebih cemberut saat di suruh berdiri kemarin.
“Baiklah, tadi aku belum mengatakan cukup, jadi kau harus kembali berdiri di tempatmu, terlebih kau mengacaukan mimpiku, dan telah melanggar latihanmu, maka kau akan ku hukum berdiri dengan satu kaki, jadi kembali ke tempatmu,” ucap Chen Long tersenyum menyeringai.
“Haha,, apa-apaan ekspresimu itu, cepat kembali sana, atau kau mengingkari janjimu yang tadi sebelum aku melatihmu,” ejek Chen Long saat melihat wajah Bai Han cemberut.
__ADS_1
Bai Han hanya melotot saja selama beberapa detik saat di ejek, tapi ia langsung kembali ke tempatnya karena ia telah di ajarkan oleh ayahnya jika ia harus menepati janji saat telah membuat janji.
Tap tap..!!
Setelah kembali ke tempat awal ia berdiri, Bai Han langsung mengangkat kaki kirinya.
Chen Long yang melihat itu langsung membuat lingkaran yang membentuk kaki kanan di tempat Bai Han berpijak. Tidak sampai di sana, ia juga membuat formasi serangan di seluruh ruangan latihan tersebut.
“Bocah, jika kau bergerak sedikit saja, maka kau akan langsung di serang oleh pedang energi, dan pedang energi yang akan menyerangmu ini sangat berbeda dari yang di buat oleh para leluhurmu. Kau akan langsung mati jika terkena serangannya,” kekeh Chen Long sambil melangkah pergi.
Bai Han yang mendengar itu hanya menggerutu kesal.
Tentu saja ia sedikit tidak percaya apa yang Chen Long katakan.
Dret..!!
Wuss..!!
Glek..!!
Mata Bai Han seketika melotot sambil menelan ludah, beruntung ia dengan cepat kembali ke posisinya berdiri, jika tidak, ia yakin akan langsung mati tadi.
“Apa-apaan itu, itu bukan serangan pedang energi, aku yakin itu.” Gumam Bai Han dalam hati.
“Tapi apa tadi itu, dengan kekuatanku saat ini, aku bahkan tidak bisa melihat pergerakan serangan tadi. Aku hanya bisa merasakan bahaya saja.” Sambung Bai Han.
...
“Jika kau sadar ini akan melatih kesabaran dan fokus dan ketenanganmu, aku yakin kau akan langsung bersemangat, tapi aku tidak akan memberitahumu bocah, biarkan waktu yang akan membuatmu sadar sendiri, dan saat kau sadar, mungkin di sanalah pelatihanmu telah selesai.” Gumam Chen Long langsung membuat kursi panjang di depan pintu lalu melanjutkan tidurnya dengan mimpi indahnya.
...
Dret..!!
Huh huh..!!
“Aku rasa ini juga bisa di manfaatkan sebagai bahan latihan,” gumam Bai Han mencoba menggerakkan tangan kirinya.
Wuss..!!
Dret..!!
Dengan cepat Bai Han mengangkat tangan kirinya kembali ke posisi semula lagi.
__ADS_1
“Luar biasa,” gumam Bai Han bersemangat.
***
Wuss wuss..!!
“Menyebar, ini adalah kompetisi, bagi kalian yang bisa membawa lebih banyak budak tanpa melukai mereka atau memaksa, maka itu akan masuk hitungan poin, namun jika ada paksaan atau melukai, maka itu tidak masuk hitungan poin.” Teriak salah satu topeng putih.
“Dan satu lagi, siapapun yang mendapat paling banyak poin, maka dua orang yang akan posisinya naik ke topeng putih.” Sambung topeng putih dengan nada menyeringai.
Ratusan topeng hitam yang berlutut seketika menyeringai lebar saat mendengar itu.
“Dan satu lagi, tidak ada batasan, aku yakin kalian pasti akan mengerti,” ucap topeng putih, tanpa menunggu reaksi mereka, topeng putih pun langsung menghilang.
Jlep..!!
Semua topeng hitam seketika saling memancarkan aura membunuh ke sesama mereka. Tentu mereka paham maksud ucapan topeng putih yang artinya mereka di perbolehkan mencuri poin sesama mereka.
Pertarungan otak dan kekuatan kini akan terjadi di anggota topeng hitam.
Tak lama, beberapa dari mereka pun sengaja membuat kelompok dan beberapa lagi sengaja tidak membuat kelompok.
Wuss wuss..!!
Dalam sekejap tempat orang-orang topeng hitam berkumpul kini lenyap setelah menyebar ke segala arah.
“Hemm..!! Ini jauh lebih berbahaya dari perang masa lalu, jika tidak memberitahu yang lainnya untuk menyebarkan berita ini kepada setiap sekte, maka akan ada kejadian berdarah yang mengerikan sebentar lagi terjadi.” Gumam salah satu penetua sekte kekacauan. Ia tak lain Yang Tan salah satu penetua ke 7.
Saat ia akan bergerak, tubuhnya seketika tidak bisa ia gerakkan.
Urgh..!!
“Hoho,, ada tikus kecil ternyata mengintai di tempat ini, kau mengira jika aku benar-benar pergi,” kekeh topeng putih kini memegang pundak Yang Tan.
Terlihat Yang Tan sedikit merintih dengan tubuh berkeringat dingin.
“Oh,, ayolah, apa sebegitu takutnya kau denganku, aku tidak mengigit seperti yang kau bayangkan sayang,” ucap topeng putih merubah nada suaranya ke suara aslinya.
Betapa terkejutnya Yang Tan saat mendengar suara wanita yang familiar baginya.
“Qi..Qin Ji, dasar pengkhianat, aku tak mengira kau sengaja mati dulu lantaran ingin mengkhianati Master,” teriak Yang Tan berusaha membalik badannya.
Namun apapun usahanya, ia tetap tidak mampu membalik badannya.
__ADS_1
“Hoho,, tentu saja aku lebih memilih Menara, karena ia bisa memberikan apa yang aku inginkan, yaitu menjadi kuat.” Kekeh Qin Ji.
“Dan, aku akan melepaskanmu saat ini, karena aku sangat ingin melihat bagaimana caramu beejuang melawan mereka yang akan mengkhianatimu sebentar lagi,” ejek Qin Ji.