Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Mengganggu Gisel dan Siapa Jin Yuanhu Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Tanpa bertanya lebih jauh, ketiganya pun langsung mengangguk lalu melesat.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


“Maafkan aku paman, bukannya aku sengaja membohongi kalian, tapi karena aku yakin ayah dan yang lainnya memang masih hidup dan ada di suatu tempat,” gumam Bai Han.


Tentu saja Bai Han sedikit merasakan sakit saat ia membohongi ketiga pamannya tadi dan hal itulah yang membuat Bai Han sedikit merasa bersalah kepada mereka bertiga.


Wuss..!!


Setelah merasa tenang, Bai Han pun langsung melesat ke arah barat.


Tap tap...!!


“Hemm..!! Tidak ada apapun di sini,” gumam Bai Han kembali melesat.


Terlihat kini Bai Han terus melesat dan behenti di tempat dulu ayahnya pernah datangi.


Setelah menelusi semuanya, termasuk di tempat pamannya menemukan membangkitkan kekuatannya. Bai Han pun langsung melesat ke tempat dimana semua keluarganya berkumpul.


...


“Apa kau yakin jika itu adalah Tuan muda Bai Han?” Tanya Mei Yin, Anariel dan Ariel serempak.


Terlihat jika mereka sangat bahagia saat mendengar kedatangan Bai Han.


“Tentu saja, buat apa kami berbohong, dan juga Tuan muda Bai Han pasti sebentar lagi akan datang,” ucap Ling Feng.


Wajah mereka seketika semakin bersinar saat mendengar itu. “Akhirnya setelah sekian lama, mereka datang menjemput kita,” ucap Mei Yin dengan nada bahagia.


Sementara Gisel yang mendengar kedatangan Bai Han, hanya diam saja, terlihat ia sedikit malu bercampur marah.


Malu karena akan bertemu lagi dengan Bai Han dan marah karena Bai Han datang setelah sekian lama.


Melihat reaksi Gisel, semua anggota keluarga Bai Han langsung tersenyum tipis di sertai menyembunyikan suatu niat.


“A..Apa? Apa yang kalian ingin rencanakan?” Tanya Gisel saat tersadar setelah melihat senyum mereka semua.

__ADS_1


“Jangan berpikir yang aneh-aneh kalian, apalagi sampai merencanakan sesuatu yang memalukan,” sambung Gisel dengan nada peringatan.


“Hehe,, kenapa dengan wajah mu yang memerah itu Gisel? Apa kau sudah tidak sabar menunggu kedatangan Tuan muda?” Ejek Mei Yin.


“Heng,, apa-apaan itu, enak saja, aku tidak menunggu kedatangannya,” dengus Gisel langsung mengalihkan pandangan dan wajahnya terlihat semakin memerah, bahkan sampai keluar asap tipis-tipis.


“Cie,, setelah sekian lama, akhirnya kau bisa bertemu dengan cinta pertamamu juga Gisel,” ejek Ariel sambil berdeham-deham tidak jelas.


Bukan cuman Mei Yin dan Ariel saja yang mencoba menganggu dan merayu Gisel yang kini sedang jatuh cinta, tapi semua yang ada di ruangan tersebut.


***


Jauh dari Dimensi Tanpa Nama dan Dimensi Alam Dewa.


Di Ruang hampa, terlihat seorang pria terus melesat sambil memasang wajah jelek.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Sialan, aku tak menduga jika mereka bisa mengalahkan Pemimpin Menara,” gumam pria yang tak lain Jin Yuanhu.


Terlihat jelas Jin Yuanhu memasang wajah jelek setiap saat.


Sesekali Jin Yuanhu melihat ke belakang, ia tentu sangat berhenti-hati, karena mungkin saja salah satu dari kelompok Bai Han mengejar dirinya atau sengaja mengikutinya.


Tap tap..!!


Tak lama, langkah Jin Yuanhu terhenti di tengah-tengah ruang hampa.


Setelah melihat area sekitar, ia pun langsung mengayunkan tangannya.


Blush..!!


Terlihat jelas muncul sebuah kapal terbang yang khusus di gunakan saat berpergian di Ruang Hampa muncul.


Jin Yuanhu tidak mengeluarkan kapal dari cincin penyimpanannya, melainkan kapal tersebut memang ada di ruang hampa dalam waktu yang lama dan ia menyembunyikannya dengan memasang formasi ilusi.


“Beruntung aku sudah merencanakan dan memikirkan ini dalam waktu yang cukup lama, karena aku juga cukup yakin jika rencana kami lambat laun akan di hancurkan oleh Chen Long yang selalu mengejar kami, atau tujuannya tak lain adalah putranya dan Fu Long,” gumam Jin Yuanhu.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Salam Pemimpin Menara,” sapa semua orang topeng putih dan Topeng ungu langsung berlutut dengan satu kaki, menyapa Jin Yuanhu.


“Hemm..!! Salam kalian aku terima,” ucap Jin Yuanhu mengangkat tangan kanannya.


“Ayo kita kembali, karena Menara yang di pimpin oleh Hou Chu sudah musnah, walau begitu, tentu saja rencana kita tidak lah gagal 100% karena eksperimen yang di lakukan oleh Fu Long kini sudah ada di tanganku,” sambung Jin Yuanhu tersenyum menyeringai.


Mendengar itu, semua anggota Menara langsung mengangguk patuh lalu dengan cepat melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


Wuss..!!


Dalam sekejap kapal antar dimensi langsung melesat menuju Alam yang lebih besar.


Tidak ada yang mengetahui jika Jin Yuanhu sebenarnya adalah Pemimpin Menara yang sesungguhnya, dan Hou Chu atau putra dari Chen Long, Fu Long dan anggota menara yang di lawan Bai Han hanyalah sebuah boneka bagi Jin Yuanhu untuk menutupi anggota orang-orang Menara yang sesungguhnya.


Dan anggota Menara yang sesungguhnya adalah orang-orang yang kini ada di dalam Kapal Dimensi.


Jumlah mereka memang sedikit, tapi kekuatan mereka sangatlah luar biasa. Dan setiap satu anggotanya, mereka semua mempunyai banyak boneka yang akan di manfaatkan untuk menutupi identitas diri mereka yang sesungguhnya, agar tidak ada yang mengetahui anggota kelompok Menara yang sesungguhnya.


Namun Jin Yuanhu tidak menyadari jika Qing Hu dan Qing Ha masih hidup, serta Qing bersaudara telah mengatahui 10% tentang Menara. Yaitu organisasi mereka di bagi menjadi 3 Menara, dan 3 Pemimpin, namun 2 sengaja tidak menggunakan nama Menara, agar tidak ada yang menyadari mereka adalah Organisasi Menara.


Terlebih dua organisasi Menara cendrung lebih aktip di kalangan masyarakat atau publik di tempat mereka masing-masing membangun Markas.


Jika Jin Yuanhu tahu keduanya masih hidup, mungkin ia akan kembali bersama bawahannya untuk membunuh Qing bersaudara. Namun sayangnya ia tidak mengetahui itu.


...


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tepat setelah Kapal Dimensi Menghilang, muncul sosok yang tak lain Bai Han. Atau lebih tepatnya adalah klon Bai Han.


“Sudah ku duga, beruntung saja dulu aku sempat memisahkan satu klon ku saat bertarung dengan Spirit Phoenix Api Kegelapan,” gumam Klon Bai Han.


“Karena menyadari Jin Yuanhu tidak ada di tempat pertarungan, aku curiga ia membuat jebakan dulu, tapi aku tak menduga jika ia melarikan diri sampai ke tempat sejauh ini.”


“Dan pada saat mengikutinya, aku menemukan sesuatu yang menarik,” sambung Klon Bai Han tersenyum tipis.


Tentu saja Bai Han dapat menyadari jika Jin Yuanhu tidak lah sesederhana yang terlihat dan pada saat Jin Yuanhu bertarung dulu dengan kedua saudaranya, ia sempat melihat bekas pertarungan mereka dan langsung mengetahui jika Jin Yuanhu sengaja mengalah dan melukai dirinya agar tidak di curigai.


“Aku harus mengabari Tuan tentang apa yang aku lihat dan amati selama ini, terlebih lagi orang-orang yang ada di dalam kapal itu sangat kuat, yang terlemah dari mereka setara dengan Fu Long atau Qing bersaudara. Akan berbahaya jika mereka tiba-tiba kembali lalu menyerang,” gumam Klon Bai Han dalam hati.

__ADS_1


Wuss..!!


Dengan cepat Klon Bai Han melesat kembali atau menuju Dimensi Tanpa Nam, tempat di mana Tuannya kini berada.


__ADS_2