Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Memahami Makna Tulisan Kuno


__ADS_3

Tak lama Duan Du dan Tu Long langsung menerima penjelasan yang langsung membuat Duan Du dan Tu Long paham.


“Jadi begitu, saat kita kesana kita akan langsung meningkatkan kekuatan kita di tempat yang Paman Gu ketahui, jika begitu ayo kita berangkat sekarang.” Ucap Tu Long dengan nada bersemangat.


“Heng,, masalah kekuatan, kau langsung yang pertama bersemangat paman,” dengus Bai Han. “Tunggu Ye'er selesai meningkatkan kekuatannya lebih dulu baru kita berangkat bersama. Terlebih ayah belum mengabari Paman Tian dan yang lainnya jika mereka harus tinggal di sini sampai kita kembali menjemput mereka lagi.” Sambung Bai Han dengan nada kesal.


“Dasar otak dongol, bicara tanpa berpikir terlebih dahulu” balas Duan Du ikut-ikutan mengejek Tu Long.


Sementara Tu Long yang awalnya cengengesan langsung memasang wajah garang saat mendengar Duan Du mengejeknya.


“Dasar bocah sialan, apa kau ingin aku hajar hingga babak belur hah.” Teriak Tu Long di sertai auranya meledak keluar.


“Apa hah mau bertarung, ayo maju. Biar keponakanmu yang baik ini mengajarimu agar bisa berpikir jernih.” Ucap Duan Du tak mau kalah, tersirat juga ejekan dari ucapan Duan Du.


Tu Long langsung menerjang ke arah Duan Du. Tak mau kalah, Duan Du ikut menerjang.


Bam bam bam..!!


Ledakan kecil terdengar saat keduanya bentrok.


Bai An, Bai Han dan Gu Sheng hanya diam saja melihat keduanya yang kini mulai ribut lagi.


“Huuf,, ayo kita pergi, biarkan saja keduanya tinggal di sini.” Ajak Bai An.


Duan Du dan Tu Long langsung menghentikan aktifitas biasa mereka yang sering ribut. Mereka berdua langsung mengejar Bai An, Bai Han dan Gu Sheng dengan teriakan kecil takut di tinggalkan.


Dret dret..!!


Tak lama Bai An dan yang lainnya muncul di tempat Tu Long dahulu pertama kali menembus batasan mencapai Dewa Surgawi.


Pandangan Bai An langsung mengarah ke sebuah monumen bentuk piramida yang mempunyai tulisan tidak bisa ia mengerti.

__ADS_1


“Gu Sheng, apakah kau yakin jika benda ini adalah sebuah Artefak?” Tanya Bai An tetap melirik monumen tersebut.


“Hemm..!! Di jaman lampau atau saat aku kecil, aku pernah melihat di sebuah buku kuno jika benda ini dalam daptar Artefak langka dan paling di cari-cari oleh para Master Sekte Besar kala itu. Namun dalam kurun waktu 2000 tahun, semua orang berhenti mencarinya lantaran orang-orang menyebut benda ini hanyalah mitos karena tidak bisa menemukan jejak tentang benda ini.” Ucap Gu Sheng menjelaskan.


“Dan tidak aku sangka-sangka jika Artefak yang dulu di cari berada di tempat seperti ini. Terlebih lagi selama aku berada di sini sebelum kita bertemu, aku tidak pernah bisa menemukannya walau aku sering kesini.” Sambung Gu Sheng dengan nada kagum ke arah Tu Long yang mampu menemukan Artefak berbentuk Piramida ini.


Tu Long yang di kagumi langsung mengangkat kepalanya tinggi-tinggi sambil memamerkan giginya.


“Tentu saja aku bisa menemukannya, karena aku merasakan familiar dan memiliki ikatan satu sama lain dengan Artefak ini. Makanya saat aku kesini, Artefak ini langsung tiba-tiba muncul di depanku.” Ucap Tu Long dengan bangga dan terdengar serius.


Hal inilah yang ingin Bai An pastikan sehingga ia mengajak semuanya menuju tempat ini. Jika Tu Long terikat, pasti ia bisa membawa artefak yang sangat besar ini.


Saat ini Bai An dan yang lainnya memasang wajah serius.


“Aku merasa Piramid ini memiliki ruangan di dalamnya,” ucap Bai An melihat ke arah Piramid dengan dengan teliti.


Duan Du pun ikut mendekati Piramid yang tidak memiliki aura sama sekali. “Hemm..!! Apakah tidak ada catatan yang lebih lengkap tentang Piramid ini saat kau membacanya dulu paman?” Tanya Duan Du kini melirik Gu Sheng.


Duan Du langsung merenung sesaat. “Jika paman Tu Long merasa familiar, artinya pasti paman merasakan sesuatu yang berbeda selain merasa terikat atau familiar. Apakah paman tidak merasakan hal lain selain yang aku ucapkan tadi?” Tanya Duan Du kini mengarah ke Tu Long.


Tu Long menggelengkan kepalanya. “Aku sama sekali tidak merasakan apa-apa selain tahu arti tulisan ini, dan kalian pasti sudah tahu bukan jika aku bisa membaca tulisan kuno ini.” Ucap Tu Long menghela nafas.


“Aha,, itu dia, apakah paman sudah membaca semuanya?” Tanya Duan Du kini memasang wajah bersinar cerah.


Tu Long mengangguk kepalanya. “Aku bisa membaca semuanya, tapi untuk memahami semuanya belum, tulisan ini adalah sebuah teknik menurutku, karena saat aku pingsan melawan orang dari Dimensi Alam Dewa, tiba-tiba kesadaranku masuk ke sebuah tempat dan melihat tubuhku bergerak sendiri melawan orang tersebut.”


“Pada saat itu, tulisan yang aku pahami tiba-tiba kembali menggema di tempat itu yang langsung membuat tubuhku secara agresif bergerak kesana kemari.”


Bai An, Duan Du, Gu Sheng dan Bai Han terpana sesaat.


Tak lama Bai An, Gu Sheng dan Bai Han melirik Duan Du. Karena Duan Du juga mengalami hal yang sama. Duan Du juga pingsan tapi tubuhnya juga bergerak melawan musuhnya saat ia tidak sadar.

__ADS_1


Sementara Duan Du langsung tersenyum lebar saat ini.


“Bacakan semua yang paman belum pahami, biar aku dan kakak mencoba memahaminya terlebih dahulu.” Ucap Duan Du kini memasang wajah serius.


Tu Long langsung memberitahu semua tulisan yang ada di dinding Piramid.


Bai An, Duan Du, bahkan Gu Sheng dan Bai Han ikut membantu mengartikan makna dari tulisan yang Tu Long bacakan.


Waktu terus berlalu, tanpa terasa hampir 1 tahun Bai An dan yang lainnya mencoba memahami makna dari tulisan yang ada di dinding Piramid.


“Ini.” Mata Bai An dan Duan Du melotot setelah tahu makna dari semua tulisan yang ada di dinding Piramid.


“Aku tak menyangka jika tulisan yang ada di dinding piramid ini adalah sebuah teknik yang sangat mengerikan.” Ucap Duan Du kagum.


“Teknik ini khusus untuk Ras Naga, tidak bisa di pelajari maupun di gunakan oleh manusia atau Ras lain. Terlebih teknik ini ada dua dan nama teknik ini adalah Jiwa Naga dan Tubuh Naga Sejati.” Ucap Bai An dengan nada kagum.


“Benar, teknik yang paman gunakan tanpa paman ketahui waktu itu adalah Teknik Jiwa Naga, namun itu belum mencapai tahap pertama karena kau belum memahami secara sempurna maknanya.” Balas Duan Du menjelaskan Tu Long.


Tu Long kini terlihat berbinar-binar, sudah hampir setahun ia menunggu dan akhirnya Tuan muda dan keponakannya kini telah memahami makna tulisan yang ada di dinding Piramid.


“Ayo ayo,, beritahu aku Tuan muda,” ucap Tu Long kini mendekati Bai An.


Bai An langsung mengangguk santai. “Cerna dia sebaik mungkin. Jangan terlalu gegabah atau ceroboh.” Ucap Bai An menembakkan energi yang berisi ingatan tentang tulisan yang ada di dinding Piramid.


Jlep..!!


Tu Long langsung duduk bersila sambil memejamkan matanya.


Bai An dan yang lainnya langsung muncul saat secara tiba-tiba aura yang sangat liar dan kuat muncul dari Piramid lalu melesat ke tubuh Tu Long.


Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2