Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Terungkapnya Siapa Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Mei Yin, Ling Sui dan Xie'er menatap Bai An dengan wajah bingung.


“Ada apa ayah? Apa kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan?” Tanya Xie'er penasaran saat melihat ayahnya kini tertawa kecil layaknya seperti orang yang di bodohi selama ini.


Bai An terdiam, ia sama sekali tidak menjawab.


“Hmm..!! Kau sangat pandai menyembunyikan diri Wing Zhen, aku telah mengetahui dimana kau menyembunyikan wajahmu, apa kau tidak ingin keluar dengan sendirinya atau aku memaksamu untuk keluar,” ucap Bai An dengan wajah gelap.


Tapi ucapan Bai An tidak di respon. Malah ketiga wanita yang Bai An anggap putri kini menjadi sedikit tegang serta mengambil sikap waspada.


“Ooh,, rupanya aku perlu memaksamu untuk keluar Bai Tan,” ucap Bai An langsung memejamkan matanya mencoba untuk menarik Bai Tan, atau Wing Zhen.


Tapi sebelum Bai An menarik paksa Bai Tan, ia telah keluar dengan sendirinya.


Wajah Bai Tan kini tersenyum tipis saat identitasnya telah di ketahui.


“Aku tak menduga kau sangat mengerikan adik, bahkan aku tak pernah menduga jika Inti Energimu sendiri kau awasi sedemikian rupa,” ucap Bai Tan.


Tak lama wajah asli Bai Tan berubah menjadi bentuk aslinya. “Aku beri 100 poin karena dapat menemukan cloningku adik, sampai di sini kita berpisah dulu, semoga kau lebih kuat saat kita bertemu kembali.” Sambung Wing Zhen mulai menjadi transparan.


“Tak akan aku biarkan,” teriak ketiga putri Bai An melancarkan serangan jiwa mereka masing-masing.


Bom bom bom..!!


Tapi gerakan mereka untuk menyerang terlambat, Wing Zhen lebih dulu menghilang.


Sementara Bai An hanya diam, karena saat ini jiwanya telah masuk ke Dunia Inti milik Bai So.


Melihat Bai So yang sedikit demi sedikit menjadi buyar akibat Wing Zhen menggerogotinya secara perlahan dari dulu. Bai An memejamkan matanya untuj mencoba mengendalikan emosinya.


“Orang ini sungguh mengerikan, ia bahkan ikut muncul di saat aku ada di dunia Fana, artinya ia telah mengetahui dimana Reinkarnasiku muncul.” Gumam Bai An.


Bai An menyadari jika Bai Tan adalah Wing Zhen itu karena sedikit demi sedikit ia merasakan jika Inti Energi dan lautan Dantinnya mulai mengecil. Walau samar-samar Bai An tentu sangat teliti.


Terlebih ia dapat merasakan jika Bai So mulai hilang kontak dengannya.


“Apa kau tidak bisa di pulihkan?” Tanya Bai An kepada Bai So.


Bai So hanya tersenyum tipis sambil menggeleng kepala. “Orang ini sangat mengerikan, bahkan hanya cloningnya saja ia bisa mengendalikan aku selama ini. Hati-hatilah Tuan muda,” ucap Bai So langsung memejamkan matanya.


“Tidak, kau tidak boleh menyerah akan takdir, lawan takdir itu walau kau hanya sebuah Energi,” ucap Bai An tiba-tiba muncul di depan Bai So.

__ADS_1


Bai An mencoba mengalirkan Energi Jiwanya. Tapi itu percuma saja, karena energi jiwanya mulai melemah dari waktu ke waktu.


“Sial, aku tak menduga jiwa lautan energi jiwaku juga telah di serap habis,” ucap Bai An memasang wajah gelap.


Tapi karena dari dulu Bai An pantang menyerah, ia kini mulai berpikir tenang.


“Mo Liang Yun dan Ancient Blood Demon, yah di antara kedua orang ini aku merasa kau bisa menyatukan diri, salah satu dari mereka juga akan menjadi kuat jika salah satu dari kalian bisa bergabung,” ucap Bai An tersenyum bahagia.


Bai So yang mendengar itu mau tak mau bergidik ngeri melihat otak Bai An berpikir cepat serta di luar akal sehat ingin menggabungkan dirinya.


Wuss..!!


Bai An keluar dari Dunia Inti Energi milik Bai So.


Pandangan mata Bai An melirik ketiga putrinya. “Mei Yin, Ling Sui, bawa kakak ku Cen Tian kesini bersama-” Bai An langsung menyebut orang-orang yang benar masih setia kepada dirinya.


Bai An tahu jika kakaknya ini mengikuti sifat liciknya dan menggunakan segala cara agar bisa lepas dari musuh. Termasuk berpura-pura memihak musuh.


Mei Yin dan Ling Sui saling memandang. Saat mereka akan pergi, mereka mendengar suara Bai An kembali.


“Jangan biarkan yang lain hidup selain orang-orang yang aku suruh bawa.”


Kini pandangan Bai An mengarah ke Xie'er. “Xie'er apakah Energi Kehidupanmu bisa membuat Inti Energi Jiwa bertahan hidup lebih lama?” Tanya Bai An dengan nada serius.


Xie'er terdiam sesaat. “Aku akan mencobanya ayah, tapi aku perlu membawanya ke dunia Peri agar memudahkanku untuk membuat ia bertahan hidup.” Jawab Xie'er dengan jujur. Walau Xie'er bingung, ia saat ini tidak ingin bertanya karena situasinya sedikit tegang.


Bai An mengeluarkan Bai So. “Bawalah ia ke Dunia Peri atau inti dimensi klan Bai.” Ucap Bai An.


Setelah Xie'er masuk ke Dunia Peri. Bai An kembali bersuara.


“Ye'er bantu ayah sebentar,” ucap Bai An tanpa basa basi.


Wuss..!!


Ye'er langsung keluar, ia kini menghadap Bai An dengan wajah bingung.


“Cari Ancient Blood Demon itu di sekitaran perbatasan, aku yakin ia ada di sana saat ini, bawa ia menemuiku secepat mungkin.”


Bai Chu Ye mengangguk serius. “Ayah tenang saja, jika ia tidak mau menuruti perintahku, aku akan menyeretkan kesini.” Ucap Bai Chu Ye.


Mendengar itu Bai An tersenyum tipis. “Hati-hatilah dengan musuh yang bisa berada di sekelilingmu.”

__ADS_1


Bai Chu Ye mengangguk lalu pergi setelah berpamitan dengan Bai An.


Kini Bai An berdiri seorang diri. “Semoga saja Mo Liang Yun bisa mendengar panggilanku,” gumam Bai An dalam hati.


***


“Ayo jangan kecewakan Yang Mulia Asura jika kau ingin menjadi penggantiku,” teriak sosok jiwa terlihat perkasa.


Sementara dua iblis muda kini di penuhi oleh luka yang sangat parah. Tapi itu tak menghilangkan semangat mereka untuk menjadi kuat.


Brakk..!!


Tanah tempat kedua iblis muda langsung retak karena pijakan kedua iblis tersebut.


“Haha kalian memang luar biasa,” ucap Mo Liang Yun memuji Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


Mendengar pujian dari sosok yang mereka anggap guru, kedua iblis muda ini tidak bangga. Malah mereka bertekad ingin semakin kuat.


Tapi wajah Raja Mo Liang Yun tiba-tiba serius saat merasakan gesekan di pikirannya.


Gesekan inu mencoba untuk menghubunginya dan mencoba menerobos ke pikirannya.


“Siapa? Siapa yang mencoba menghubungiku secara paksa?” Gumam Raja Mo Liang Yun terdiam.


Awalnya Mo Liang Yun ingin mengabaikannya. Tapi karena gesekan ini terus menerus mencoba menghancurkan penghalang di pikirannya. Mo Liang Yun langsung membuka penghalang di pikirannya.


“Cepat kesini, aku butuh bantuanmu. Jangan terlambat.” Mendengar suara dari sosok yang ia kagumi. Mo Liang Yun seketika tegang.


Beruntung ia membuka penghalang yang mencoba menghunginya, jika tidak ia pasti akan mendapat murka dari yang ia selama ini kagumi.


Wuss..!!


Tubuh Mo Liang Liu dan Mo Denshan langsung di selumi oleh energi jiwa. “Ayo kita kembali.”


Tanpa menunggu keduanya bereaksi, Mo Liang Yun menghilang bersama kedua iblis muda tersebut.


***


Bai An membuka matanya, kini pandangannya langsung mengarah ke pertarungan yang terdengar olehnya.


“Rupanya aku harus lebih kejam kepada semua musuhku saat ini, terutama mereka pengikut Wing Zhen.”

__ADS_1


__ADS_2