Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Cahaya Peri Ilahi


__ADS_3

Sontak semua wanita melirik ke asal suara. Dan yang pertama kali bereaksi tentu saja Xie'er.


”Ayah..!”


Xie'er langsung menerjang ke arah ayahnya, terlihat jika matanya kini berkaca-kaca.


“Ayah, paman Tu jahat, ia tidak mengizinkan Xie'er masuk menemui ayah,” seketika Xie'er langsung mengadu kepada ayahnya tentang masalahnya tadi.


Tu Long terdiam, ia terlihat tenang, karena sedari awal ia sudah di pesan oleh Bai An jika melarang siapapun masuk termasuk keluargnya. Bai An takut saat salah satu dari mereka masuk, terutama Xie'er dan takutnya bertepatan dengan masuknya Xie'er.


Bai An atau yang lainnya melakukan trobosan. Aura mereka pasti keluar, sama halnya seperti Bai An tadi. Jika itu terjadi, maka Xie'er pasti akan terluka.


Bisa saja Xie'er juga mengganggu trobosan kakak atau pamannya jika Xie'er memaksa masuk.


...


“Uh,, Xie'er ayah sangat imut jika cemberut,” ucap Bai An langsung mengalihkan.


Hehe..!!


Seketika wajah Xie'er langsung tersenyum lebar saat ayahnya mencubit pipinya.


“Ayah,, Xie'er juga ingin masuk, jika Xie'er kuat. Maka Xie'er akan melindungi ayah dari semua penjahat,” ucap Xie'er dengan nada bersemangat.


Bai An yang mendengar itu kini pura-pura berpikir.


Melihat ayahnya diam saja sambil merenung. Xie'er langsung merengek tanpa henti.


Kedua istri Bai An hanya diam saja sambil menggelengkan kepala. “Sifat ayah dan anak sama saja, kadang seperti ini, kadang seperti itu, bahkan aku yang sebagai istri kadang bingung bagaimana sifat asli mereka,” gumam Mu Xia'er dan Chu Jia menghela nafas pelan.


Tidak jauh dari kedua istri Bai An. Tu Long merasa semakin gemas saat melihat tingkah Xie'er. Ia sama sekali tidak marah maupun kesal. Ia tahu jika umur Xie'er masih belum genap 7 tahun. Jadi wajar sifatnya masih anak-anak walau tubuhnya sudah seperti gadis remaja.


Tap tap..!!


“Cepatlah An'er jangan terlalu menunda waktu. Paman merasa di luar sana sedang tejadi kekacauan dimana-mana.”


Mendengar sebuah suara sedang memperingatinya. Bai An mengangguk ringan sambil melirik ke arah Ling Dong.


“Baik paman, saat ini hanya Xie.” Bai An terhenti saat merasakan kedua Jendral Muda Iblis Merah berada di kaki gunung menjaga tempat ini.


Tak lama sebuah senyum tipis muncul dari wajahnya.


“Kalian berdua cepat kemari.” Ucap Bai An mengirimi suara telepati kepada Mo Liang Liu dan Mo Denshan.

__ADS_1


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Saya di sini Tuan Bai,” jawab keduanya serempak.


“Hmm,, dengan tingkat kekuatan kalian. Maka kalian saat ini masih sangat lemah jika ingin melindungi Xei'er dari bayang-bayang tanpa sepengetahuannya, jadi aku akan membiarkan kalian ikut masuk untuk meningkatkan kekuatan kalian. Tapi kalian harus bersumpah melindungi Xie'er dan yang lainnya saat aku, Duan Du, Tu Long atau Bai Han tidak ada.”


Tanpa basa basi Bai An langsung memberikannya pilihan.


Mo Liang Liu dan Mo Denshan terdiam, saat ini mereka saling memandang. Tugas mereka memang di suruh untuk melindungi Xie'er. Walau begitu mereka masih ngeri terhadap sifat Xie'er.


Setelah berpikir dalam waktu 5 menit. Mo Liang Liu dan Mo Denshan kini mengangguk serempak.


“Baiklah kami mau, tapi bagaimana cara kami untuk bersembunyi dalam bayangan?” Tanya Mo Liang Liu bingung.


“Dasar bodoh?” Gumam Bai An dalam hati, beruntung saat ini mereka bicara melalui telepati, jika pertanyaan Mo Liang Liu di dengar oleh Tu Long, ia yakin akan langsung mengejek Mo Liang Liu.


“Kalian hanya perlu bersamanya saja, tidak perlu bersembunyi. Biarkan apapun yang Xie'er lalukan selagi itu baik dan melawan kejahatan. Dan pada saat nyawanya terancam saja kalian baru mengekpor kekuatan kalian yang sesungguhnya. Kalian pasti paham maksudku bukan?” Tanya Bai An melirik keduanya secara sekilas.


Mo Liang Liu dan Mo Denshan terlihat berpikir keras hingga sadar maksud Bai An adalah mereka menyamar jadi orang lemah dan menekan kekuatan mereka serendah mungkin.


...


“Ayo ikuti aku,” ajak Bai An kepada Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


“Eeh,, kenapa mereka berdua juga ikut ayah?” Tanya Xie'er bingung.


“Ooh,, itu agar mereka bisa berguna saat terjadinya pertarungan yang tidak bisa kita atasi sendiri nanti,” jawab Bai An asal.


Xie'er langsung mengangguk paham.


Tap tap..!!


Bai An, Xie'er, Mo Liang Liu, Mo Denshan, saat ini sudah berada di Ruang Formasi.


“Baiklah, kalian berdua pergilah ke arah sana dan sana,” tunjuk Bai An mengarah ke timur dan selatan.


Mo Liang Liu dan Mo Denshan langsung bergerak sambil memasang wajah bahagia, energi di sini cukup kuat menurut mereka dan mereka yakin kekuatan mereka akan meningkat saat menyerap inti energi ini.


...


“Lalu Xie'er akan kemana ayah?” Tanya Xie'er setelah melihat kepergian kedua iblis tersebut.

__ADS_1


“Tentu saja ke inti formasi ini,” jawab Bai An dengan senyum hangat.


Wungg..!!


Bai An dan Xie'er langsung muncul di Inti Formasi.


Xie'er yang merasa di sini jauh lebih sejuk dan murni langsung melompat dari punggung ayahnya. Tak lama ia berlari kesana kemari sambil tersenyum bahagia.


“Woah di sini sangat indah ayah. Xie'er jadi menginginkan tempat ini,” teriak Xie'er sambil memegangi bunga mirip bunga mawar, Xie'er terlihat tidak berani memetiknya. Ia tahu jika tumbuhan juga ingin hidup.


Bai An yang mendengar itu langsung tersenyum tipis, dengan santai ia mengeluarkan Batu yang mirip dengan setengah tanda lahir milik putrinya.


“Tentu saja Xie'er bisa memiliki tempat ini, tempat ini adalah Inti Dimensi milik klan Chu, tapi di rebut oleh klan Bai buangan,” jawab Bai An dengan santai.


Bai An tentu sudah mengetahui semua yang ia inginkan, ia juga tahu siapa klan Bai ini dan asal usulnya dari mana.


Xie'er melirik ke arah ayahnya, dan bertepatan dengan itu, pandangannya mengarah ke batu yang melayang.


“Eeh,, ayah kenapa Xie'er sangat familiar dengan batu ini?” Tanya Xie'er langsung maju. Xie'er langsung menyentuhnya.


Tak lama sebuah sinar bewarna pink menyinari tubuh Xie'er.


Bai An yang melihat itu mundur beberapa langkah.


Arghh..!!


Mendengar teriakan dari putrinya. Bai An langsung melesat ke arah putrinya.


Bom..!!


Namun sinar pink tersebut langsung melempar Bai An.


Tentu saja ia saat ini mengerutkan keningnya. Dengan tingkat kekuatannya saat ini yang terbilang cukup tinggi, ia masih bisa terlempar oleh sebuah cahaya.


“Sialan jika tahu seperti ini, aku tak akan membiarkan Xie'er bergabung dengan batu ini,” gumam Bai An mengutuk dirinya sendiri yang bodoh.


Bai An hanya bisa kesal pada dirinya saat mendengar suara putrinya terus menerus berteriak kesakitan.


Berbagai cara juga telah ia lakukan untuk menerobos masuk ke dalam cahaya tapi tidak bisa.


Tap tap..!!


Bai Tan dan Bai So muncul sambil membelalakkan mata mereka.

__ADS_1


“Cahaya Peri Ilahi.”


__ADS_2