Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Ledakan Beruntun


__ADS_3

“Ayah,, apa ini Energi Semesta yang ayah maksud?” Tanya Bai Han yang wajah berseri-seri.


Bai Han bertanya karena pergerakan mereka tidak dapat di rasakan oleh Jendral Hu Yan Di dan lima penetua dari Sekte Es Abadi.


Terlihat jika Jendral Hu Yan Di dan lima penetua dari Sekte Es Abadi saat ini sedang mencari keberadaan Bai Ab dan kelompok Bai An yang lainnya.


Namun mereka sama sekali tidak dapat menemukan Bai An dan kelompoknya karena Bai Tan telah menyelimutinya dengan energi bewarna biru transparan.


Bai Tan yang selama ini malas keluar kini terlihat ikut keluar dalam wujud manusianya.


Bai Tan saat ini sedang menyamar dalam kelompok prajurit pembantai, tidak ada yang menyadari keberadaannya disana.


Tugas Bai Tan juga ingin melindungi prajurit pembantai jika dalam keadaan hidup dan mati, itu adalah permintaan Bai An termasuk untuk menghilangkan keberadaan mereka dari musuh.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah sampai pertengahan menuju puncak gunung Bai An berherti di sertai senyum tipis dan mengangguk ke arah Bai Han.


“Benar,, suatu hari nanti ayah akan perlihatkan sosok sesungguhnya dari Energi Semesta itu,” ucap Bai An penuh kehangatan sambil mengusap kepala Bai Han.


Bai Han langsung mengangguk-angguk penuh semangat.


Sebenarnya Bai Han juga punya, namun seperti kata Bai Tan beberapa waktu lalu, energi Bai Han sedikit berbeda dan ia juga belum bangkit, karena memang belum waktunya bangkit.


Bai Tan juga bercerita sedikit jika sebenarnya Energi terkuat ada 5, salah satunya dirinya, dan ada juga di dalam tubuh istri Bai An yaitu Hu Qia dan satu lagi milik putranya Bai Han, sementara dua lagi mungkin di miliki oleh orang-orang tertentu.


Orang-orang yang memiliki Energi 5 terkuat ini di takdirkan untuk menjadi seorang penguasa, namun ada juga yang tidak ingin menjadi penguasa seperti pendahulu Bai Tan.


Bai Tan tidak menceritakan siapa pendahulunya dan apa saja nama 3 Energi yang lainnya karena suatu hari Bai An akan mengetahuinya sendiri.


**


Sementara Ling Yenrou yang menjadi pendengar dari awal cukup terkejut, karena ia tentu mengetahui sedikit informasi tentang Energi Semesta, namun ia tidak mengathui jika Energi Semesta bisa membentuk wujud, yang Ling Yenrou ketahui hanyalah Energi Semesta sangat kuat dan di miliki oleh Penguasa ke 9 yaitu ibu Mu Xia'er.

__ADS_1


Tapi ia tidak tahu jika energi semesta yang di miliki ibu Mu Xia'er hanyalah dalam bentuk energi saja, tidak seperti punya Bai An yang telah membentuk inti sehingga bisa membentuk dalam wujud apa saja.


“Pe..Penguasa Ke 4, kau memang calon penguasa sejati, aku tidak menduga jika kau punya Energi Semesta sama seperti Penguasa ke 9,” ucap Ling Yenrou sedikit terbata-bata karena saking terkejut bercampur kagum.


Bai An yang mendengar itu hanya mengangguk santai di sertai senyum tipis.


Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke Jendral Hu Yan Di dan lima Penetua Sekte Es Abadi.


“Hmm,, aku yakin ia kesal karena tidak bisa merasakan keberadaan kita,” kata Bai An di sertai senyum licik.


“Hehe,, kau memang luar biasa Penguasa ke 4, seandainya Penguasa pertama klan Ling memiliki kecerdasan seperti dirimu, aku yakin dulu kita akan mampu bertahan, setidaknya klan Ling tidak musnah sampai 95%,” ucap Ling Yenrou tertawa, lalu wajahnya berubah sedih mengingat masa lalu.


“Sudah, jangan di bahas, yang lalu biarkan berlalu, yang sekarang cukup kau jalani saja takdir hidup menuju masa depan,” balas Bai An dengan nada layaknya seorang penguasa.


Ling Yenrou langsung sadar dan kembali bersemangat, karena apa yang di ucapkan oleh Bai An ada benarnya.


***


Sementara di tempat Jendral Hu Yan Di, ia memasang wajah jelek karena tidak mampu merasakan Bai An dan kelompoknya.


“Heng,, aku tak menduga jika bocah-bocah itu memakai artefak Dewa Kuno,” dengus Jendral Hu Yan Di beralasan agar tidak malu di depan lima penetua.


“Aku mendengar dari Patriak jika Artefak Dewa milik klan Ling era pertama ini menjadi incaran, karena sangat cocok untuk menyusup dan jika kita bisa merebutnya, maka Patriak pasti akan memberikan kita hadiah yang tak terbayangkan,” senyum menyeringai Penetua Ba tunjukan.


Penetua Ba adalah orang yang jarang bicara, ia di juluki Penetua Darah, karena ia haus akan pembunuhan hingga darah musuhnya yang mati ia minum setiap selesai membunuh.


Sementara 4 Penetua cukup terkejut mendengar penjelasan Penetua Ba, mereka kini tersenyum jahat karena apa yang di ucapkan oleh Penetua Ba benar.


Untuk Jendral Hu Yan Di, ia terdiam dengan mulut sedikit terbuka, ia hanya bicara asal tadi, tapi keberuntungan memihaknya.


“Hehe,, jika bocah itu benar-benar memiliki Artefak Dewa penghilang aura kebedaraan, maka aku harus memilikinya sendiri.” Jendral Hu Yan Di langsung terkekeh dalam hati di sertai beberapa rencana tersembunyi.


Penetua Hong yang melihat tingkah Jendral Hu Yan Di hanya diam saja, setelah itu ia berkata untuk menyadarkan semua orang.


“Jika begitu, maka ini akan sulit untuk melawan anak tersebut.”

__ADS_1


“Jendral, kau hubungi 2 Komandan, kita ganti rencana, suruh dua komandan menjaga ketiga bocah ini, dan kita sendiri yang akan bergerak sebelum para pasukan-”


Bom..!!


Bom..!!


Duar..!!


Sebelum Penetua Hong menyelesaikan ucapannya, terdengar ledakan di seluruh penjuru gunung.


Jebakan yang Bai An dan Kelompoknya pasang kini sudah di lewati oleh para pasukan Jendral Hu Yan Di.


Terlihat kini para prajurit elit milik Jendral Hu Yan Di, ada yang langsung mati, ada yang tangan maupun kakinya hancur akibat jebakan yang kelompok Bai An pasang.


Komandan Hu yang ikut terkena dampaknya juga kini terlihat di penuhi darah para pasukan elit milik Jendral Hu Yan Di, jubah yang ia kenakan kini terbakar setngah.


“Sungguh mengerikan, jika aku terlambat maka aku bisa terluka parah,” gumam komandan Hu Leng.


Hu Tun kini berada di sisi utara tempat Duan Du, Tu Long dan Fu Jian berada.


Hu Leng melirik ke arah sisa pasukan elit yang ia pimpin, dari 30 pasukan elit kini tersisa 10, itupun 8 dari mereka terluka parah dan 2 lainnya masih baik-baik saja sama seperti dirinya.


“Jika begini kita harus mundur dulu,” gumam Hu Leng. “Walau Jendral marah, aku akan menanggung resiko dari pada kita semua ma-”


Bom..!!


Tubuh salah satu pasukan elit langsung hancur oleh pedang energi berbentuk cakar.


Dengan cepat Komandan Hu Leng bersiaga, karena ia tidak bisa merasakan dari mana arah serangan, ia juga tidak merasakan dimana keberadaan musuh.


Wuss Wuss..!!


Crash crash..!!


Bom..!!

__ADS_1


Lagi-lagi pasukan elit yang terluka langsung mati tanpa bisa menghindar.


“Kalian berdua cepat mendekat,” teriak Komandan Hu Leng kini terdengar dengan suara bergetar ketakutan.


__ADS_2