Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Perpisahan Dengan Cara Yang Berbeda


__ADS_3

“Hahaha,, apakah ini pukulan terkuatmu Gu Sheng, ini terasa seperti wajahku tertiup angin,” ejek Tu Long sambil tertawa terbahak-bahak.


Gu Sheng yang mendengar itu menyeringai tipis. Saat ini Gu Sheng menyamakan tingkat kultivasinya dengan Tu Long, ia ingin apakah mampu melawan Tu Long jika tingkat kultivasi mereka berdua setara.


Dret..!!


Duar..!!


Tubuh Gu Sheng seketika terlempar saat merasakan sebuah benda berat menyentuh tubuhnya.


“Urgh,, sial, tinjunya sangat mengerikan, walau tingkat kultivasinya baru Dewa Surgawi ⭐ 2 Awal, tapi serangannya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal,” gumam Gu Sheng kini menepuk-nepuk jubahnya yang kotor akibat terkena tinju Tu Long.


“Hahaha,, hanya dengan serangan anak-anak kau sudah terlempar, sungguh memalukan bagi seseorang yang terkuat di antara kita semua,” ejek Tu Long.


Wajah Gu Sheng seketika cemberut. Karena hal inilah ia ingin menghajar Tu Long, ia selalu tidak bisa mengontrol mulutnya.


Jika nanti di Dimensi Alam Dewa ia begini, maka ia yakin kelompoknya akan selalu di buru.


“Heng,, dasar bocah idiot,” dengus Gu Sheng terdengar kesal, saking kesalnya ia tidak memanggil Tu Long sebutan Tuan muda lagi.


Tapi Tu Long terlihat semakin tertawa saat di panggil idiot. “Hahaha..!! Jika aku idiot lalu kau apa? Melebihi idiot, sampah.” Ejek Tu Long.


Tawa di sertai ejekan Tu Long langsung menggema, hal tersebut membuat beberapa dari mereka kini menghentikan pertarung dan ikut tertawa, mereka semua yang tertawa adalah akibat ajaran dari Duan Du.


Walau Duan Du tak pernah mengajari mereka, tapi menurut mereka, cara Duan Du adalah langkah menuju untuk kuat. Itulah yang ada di benak mereka masing-masing.


“Hahaha,, kau benar Tu Long, lihatlah wajahnya melebihi seorang idiot,” ejek Cen Tian kini terguling-guling di tanah saking kerasnya ia tertawa.


“Itu benar, aku tak menyangka jika yang terkuat di sini sama dengan Paman Tu, sama-sama idiot, sama-sama bodoh.” Ejek Jiu Long mengejek keduanya.


Blush..!!


Blush..!!


Kegaduhan seketika kembali pecah, wajah semua orang terlihat mengeluarkan senyum saat bertarung, begitupun Gu Sheng, walau di sela-sela ia kesal, di satu sisi ia sangatlah bahagia.


Tapi di balik itu, mereka semua menyembunyikan kesedihan yang mendalam, di setiap lubuk hati masing-masing keluarga Bai An, semua menangis karena sadar ini akan menjadi kebersamaan terahir mereka.


Entah kapan Bai An dan beberapa yang ikut nanti akan kembali menjemput mereka. Kini terlihat pertarungan seketika mulai melemah, mereka semua terlihat tidak terlalu bersemangat dalam bertarung.


Bai An yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat, ia juga merasa enggan dan sedih untuk berpisah. Tapi jika ia membawa mereka semua. Apakah ia bisa menjaga mereka semua, apakah ia akan selalu ada di saat mereka dalam bahaya jika berpisah. Tentunya Bai An sadar dan ia tak ingin menjadi egois dan naif.

__ADS_1


Jadi satu-satunya cara hanyalah membawa beberapa dari mereka.


“Du'er, hiburlah mereka semua,” ucap Bai An melirik Duan Du yang terlihat baru sembuh dan tidak sabar ikut dalam kemeriahan yang ada di depannya.


“Hehe,, ini yang aku tunggu-tunggu kak, jika begitu, ayo lepaskan perisai ini,” ucap Duan Du tersenyum kecil.


Bai An langsung melambaikan tangannya.


Dret..!!


Melihat perisai telah menghilang, Duan Du langsung melesat dengan wajah jahat.


Bai Han dan Bo Wuhan yang baru sembuh ingin pergi mengikuti Duan Du. Tapi di hentikan oleh Bai An.


“Apa yang kalian lakukan, luka kalian masih butuh beberapa hari untuk sembuh total, jadi diam di sini, terutama kau Han'er,” ucap Bai An.


Wajah Bai Han langsung cemberut. Tapi dengan patuh ia kembali duduk ke tempat dimana ia tadi duduk.


Sementara Bo Wuhan yang telah memiliki kecerdasan 30% kini mengangguk patuh.


Bai An sengaja menambahkan kecerdasan Bo Wuhan agar ia tidak terlalu takut terhadap dirinya seperti sebelumnya. Karena menurut Gu Sheng, ketakutan akan dirinya yang membuat jiwa Bo Wuhan ikut terluka.


Dret..!!


Wuss..!!


Saat semuanya sudah tidak ingin melakukan pertarungan lagi. Seketika ribuan pedang bayangan dan ribuan berbagai senjata dari bayangan muncul di atas langit.


“Haha kenapa kalian diam tikus-tikus kecil, ayo terimalah serangan kakekmu ini,” teriak Duan Du sambil tertawa jahat.


Wuss wuss..!!


Bom bom bom bom..!!


Jutaan berbagai senjata bayangan langsung menerjang ke tempat semua keluarga Bai An.


“Sialan kau bocah nakal, rupanya sopan santun yang aku ajarkan belum membuatmu jera,” teriak Tu Long yang kini menghilangkan perisai yang ia buat untuk melindungi anggota keluarganya.


“Hahaha bertambah lagi satu orang yang paling membuat pusing,” teriak Gu Sheng langsung melesat ke arah Duan Du.


Bom bom..!!

__ADS_1


Duar..!!


Kekacauan kembali pecah dan kini jauh lebih parah dari sebelumnya.


***


Satu bulan telah berlalu.


Saat ini Cen Tian hanya bisa memasang wajah menyedihkan di depan Bai An.


“Ayolah An'er, inikan ulahmu jadi kau harus membantu kakakmu ini untuk biaya ulang perombakan Daratan ini,” ucap Cen Tian merajuk di depan adiknya.


“Dasar licik, hartamu masihlah banyak, kini kau dengan tak tahu malunya ingin merampok Tuan muda,” dengus Tu Long.


“Heng,, diam kau otak batu, ini masalahku dengan adik ku,” dengus Cen Tian melirik Tu Long. Pandangan Cen Tian juga mengarah ke Bai Han, Bai Chu Ye, Duan Du, Gu Sheng, Long Yuan, Pixiu, Jiu Long, Antoni, Defan, Lo Ei, Ling Feng dan beberapa anggota keluarga mereka yang laki-laki.


“Kalian juga diam, jangan ikut campur,” sambung Cen Tian dengan nada sedikit ancaman.


Semuanya seketika memasang wajah gelap, namun mereka tetap diam karena ini masalah Cen Tian dan Tuan muda mereka.


Bai An yang melihat kakaknya terobsesi dengan harta kini memijit kepalanya.


“Hem..!! Rupanya kakak harus di sembuhkan penyakitnya oleh ibu, karena hanya ibu dan para wanita yang bisa membuatmu sembuh,” ucap Bai An kini tersenyum tipis ke arah Cen Tian.


Tubuh Cen Tian seketika menegang, keningnya seketika mengeluarkan keringat dingin.


Bukan hanya Cen Tian, semua laki-laki yang ada di sana melakukan hal yang sama, hanya Gu Sheng dan Bo Wuhan saja yang tidak.


“Hei hei,, ini masalah kita, jangan libatkan ibu dan para wanita,” ucap Cen Tian dengan nada tidak puas.


Hem hem..!!


Beberapa dari mereka tanpa sadar ikut mengangguk setuju, selama ini mereka sudah merasa nyaman hidup tanpa sosok yang jenis kelaminnya perempuan. Mereka sadar jika wanita sangatlah merepotkan dan sedikit sulit di tebak.


“Huuf,, pada akhirnya setelah kepergianku, aku akan langsung membuka segel yang ada di Bumi, aku juga berencana membuatnya terhubung langsung ke Daratan Besar ini.” Ucap Bai An.


Mendengar itu, beberapa dari mereka menolak keras, tapi pada akhirnya mereka setuju. Karena tanpa adanya wanita, mereka juga tidak akan bisa terlahir, mereka juga sadar akan butuh yang namanya pasangan hidup.


Satu bulan lagi telah terlewati.


Setelah membuka segel di Bumi dan mereka pun pergi ke Dimensi Alam Sihir, tempat Portal yang menghubungkan Dimensi Alam Dewa.

__ADS_1


__ADS_2