
“Ayo, Bian-Bian sudah menunggu kita dari tadi,” ajak Bai Chu Ye langsung bergerak semakin menjauhi kota Pelelangan.
Wuss Wuss..!!
Saat bergerak dengan kecepatan penuh, terlihat satu sosok mengikuti Bai Chu Ye dan Master Wuan De dari jarak yang cukup jauh.
“Tuan muda Ye ada yang mengikuti kita, apakah aku perlu membereskannya?” Tanya Master Wuan De bergerak mengikuti kecepatan Bai Chu Ye.
“Hemm..!! Itu tidak perlu, orang ini hanya penasaran saja denganku karna kejadian tadi, jika kita bergerak lebih cepat lagi, dia tidak akan bisa mengikuti kita,” ucap Bai Chu Ye dengan nada seperti biasa.
Master Wuan De langsung mengangguk, mereka berdua pun langsung menambah kecepatan terbang mereka sambil bergerak acak.
Wuss..!!
Wuss..!!
...
“Ah sial, apa mereka menyadari aku mengikuti mereka?” Gumam Mu Yuhen.
Padahal dirinya telah menekan energinya serendah mungkin agar tidak bisa di rasakan oleh seseorang setingkat Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir. Terlebih ia merasa jaraknya juga cukup jauh, jadi mustahil kedua orang itu menyadari keberadaannya.
“Hem..!! Walau mereka dapat menyadariku, itu bukanlah masalah, tapi apa-apaan dengan kecepatan mereka? Itu melebihi kecepatan Penetua Agung,” gumam Mu Yuheng dengan ekspresi tidak percaya.
Dengan wajah pasrah, ia pun langsung kembali ke kelompoknya.
Wuss wuss..!!
...
Dret..!!
Tap tap..!!
“Eeh,, bukankah ini sebuah desa? Apakah Rubah kematian ada di sini?” Tanya Master Wuan De terlihat sedikit terkejut.
“Hemm.. Ayo kita masuk,” ajak Bai Chu Ye.
Keduanya pun langsung memasuki desa yang terlihat tentram.
Setelah melewati rumah penduduk, kini Bai Chu Ye berhenti di sebuah rumah paling mewah yang ia yakini milik kepala desa.
Cklek..!!
Saat Bai Chu Ye dan Master Wuan De akan melangkah, pintu utama kediaman kepala desa terbuka lebih dulu.
__ADS_1
“Ah,, kenapa kalian lama sekali, aku sangat lapar tahu,” teriak anak kecil memasang wajah cemberut.
Wajah Master Wuan De sedikit berkedut lantaran sifat Rubah terbilang sangat kurang ajar. Tapi saat melihat ekspresi datar Bai Chu Ye, ia pun hanya diam.
Tap tap..!!
“Apakah yang aku minta sudah selesai kau lakukan?” Tanya Bai Chu Ye menatap tajam Rubah Kematian.
“Hehe,, tentu saja sudah, dan juga mengumpulkan mereka semua membutuhkan banyak usaha, jadi energiku kini hampir-” sebelum Rubah Kematian menyelesaikan ucapannya, aroma daging bakar langsung masuk ke hidungnya, hal tersebut membuatnya meneteskan air liurnya sambil menatap ke arah daging bakar yang Bai Chu Ye keluarkan.
“Bagus, jadi dimana mereka semua, jika mereka semua benar seperti yang aku inginkan, maka aku akan memberikan daging 10 kali lipat dari yang aku pegang ini, tapi jika tidak, maka hanya ini saja yang aku berikan,” ucap Bai Chu Ye.
Wuss..!!
Rubah Kematian langsung menyambar daging yang Bai Chu Ye pegang, dengan lahap ia memakan daging tersebut hingga habis.
“Aah rasanya masih kurang,” ucap Rubah Kematian. Tapi tak lama ia teringat akan ucapan Bai Chu Ye. “Ah ya, ayo ikuti aku,” ajak Rubah Kematian langsung masuk ke dalam kediaman kepala desa.
Tap tap..!!
Setelah memasuki kediaman kepala desa, pandangan Master Wuan De mau tak mau melotot saat melihat banyak sekali darah yang berbeda-beda dari berbagai jenis binatang hingga Ras tertentu.
“I..Ini apa-apaan ini? Bagaimana bisa ada darah sebanyak ini?” Teriak Master Wuan Du tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Master Wuan De langsung terdiam sambil menatap Bai Chu Ye yang kini menyunggingkan senyum tipis. Walau begitu, entah kenapa Master Wuan De dan Rubah Kematian langsung berkeringat dingin melihat senyum Bai Chu Ye.
“Kerja bagus Bian-Bian, walau ini bukan inti darah atau esensi darah, tapi ini jauh lebih baik dari yang aku harapkan, ini bagianmu, aku menambah 10 kali lipat lagi menjadi 20 kali lipat,” ucap Bai Chu Ye melangkah ke jutaan botol berisi darah.
Tap tap..!!
“Kalian berjagalah di luar, jangan biarkan ada yang menggangguku sampai hari dimana acara lelang akan di mulai, jika tidak.”
Wuss wuss..!!
Master Wuan De dan Rubah Kematian langsung keluar sebelum mendengar ancaman lebih dari Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye langsung tersenyum tipis.
“Baiklah mari kita coba metode yang ayah pernah berikan dulu di masa lalu,” gumam Baia Chu Ye kini mengeluarkan buku berisi metode cara membuat mayat hidup dari darah.
“Dulu ayah pernah bilang saat aku lahir, aku membutuhkan banyak darah agar aku bisa terlahir dengan selamat, bahkan aku hampir membunuh ibu lantaran darahnya aku serap terus menerus di saat akan melahirkanku sehingga ayah memberikan banyak inti darahnya. Di saat itu juga ayah yang sudah berlebihan memberikanku darah mengetahui jika aku memiliki kekuatan spesial.” Gumam Bai Chu Ye.
“Yah kekuatan spesial itu tak lain adalah kini aku memiliki Darah Suci Kuno yang sudah punah, darahku ini ayah mengatakannya bisa menjadi darah abadi jika aku menggunakannya dengan baik. Jadi mari kita buktikan dengan cara membuat manusia darah terlebih dahulu dengan memberikan setetes inti darahku,” gumam Bai Chu Ye dengan ekspresi dingin.
Dret..!!
__ADS_1
Satu hari telah berlalu, setelah Bai Chu Ye mempelajari teknik pembuatan manusia darah, kini Bai Chu Ye mulai bangkit setelah merasa dapat pencerahan.
Tangan Bai Chu Ye langsung melambai, bersamaan dengan itu jutaan botol berisi darah langsung melayang dan mulai menyatu.
Crash..!!
Bai Chu Ye langsung melukai jarinya lalu mengeluarkan inti darahnya. Setelah itu tangan Bai Chu Ye menggerakkan darah yang ada di hadapannya.
Wung..!!
“Teknik Penggabungan Darah.”
“Gerakan Pertama, kekosongan,” gumam Bai Chu Ye.
Dret..!!
Inti Darah Bai Chu Ye dan sebagian dari darah yang melayang langsung melesat lalu mencoba bergabung.
Bom..!!
Saat keduanya bergabung, darah tersebut langsung meledak hingga menjadi air.
“Hemm.!! Gagal,” gumam Bai Chu Ye mengerutkan keningnya lantaran merasa tidak ada yang salah dari apa yang ia pelajari.
Bai Chu Ye pun mencoba ulang.
Bom..!!
Gagal..!!
Bom..!!
Gagal..!!
Dua hari berlalu, saat ini Bai Chu Ye duduk sambil merenung apa yang salah, sudah hampir seribu kali ia mencoba, tapi selalu gagal.
“Kekosongan ya, kekosongan itu adalah ibarat manusia tanpa isi, atau rumah tanpa perabotan,” gumam Bai Chu Ye.
“Hemm..!! Jadi begitu,” gumam Bai Chu Ye langsung bangkit. “Jika dugaanku benar, maka aku harus ekstra hati-hati saat penggabungan pertama, karena itu adalah masalah yang paling sulit di atasi.” Gumam Bai Chu Ye.
“Saat kedua darah bergabung otomatis dengan Inti darahku, maka itu layaknya seorang ibu yang baru mulai mengandung bayi, berawal dari darah, daging, tulang, hingga membentuk tubuh bayi. Tapi yang berbeda di sini adalah kedua darah yang bergabung akan langsung membentuk tubuh manusia beserta isinya. Jadi sebelum membentuk isi, aku harus mengosongkannya.”
Mata Bai Chu Ye seketika bersinar cerah, setelah 3 hari berada di ruangan ini, akhirnya ia merasa usahanya kini tidak akan sia-sia untuk membuat manusia darah.
Karena nantinya manusia darah ini akan berguna untuk membantu keluarganya saat terjadi pertarungan di dalam Kota Pelelangan.
__ADS_1