
Mendengar itu, Xiu Hou pun merasakan ketenangan. Ia pun langsung mengingat pesan dari kakaknya dengan memejamkan matanya.
“Hemm,, apa yang kau katakan memang benar anak muda, suara tersebut tidak ada mengandung kekhawatiran, kemarahan, emosi maupun yang berada di sisi Negatif, melainkan suara tersebut terdengar sangat bahagia, bahkan saking bahagianya, nada suaranya jadi terburu-buru,” ucap Xiu Hou kini sedikit mengerutkan keningnya.
Ia mengerutkan keningnya karena penasaran dengan siapa sosok yang menjadi Pemimpin kedua.
Tentu saja Xiu Hou tahu sedikit tentang sejarah klan'nya yang bisa menjadi dua pemimpin dalam satu waktu, bukan secara bergantian atau turun menurun.
“Apakah Pedang Pendiri telah di temukan?” Gumam Xiu Hou.
“Jika ia, bagaimana bisa ia memegang pedang tersebut. Karena setahuku, tidak pernah ada yang mampu memegangnya, jika ada yang memaksa memegangnya tanpa izin pemilik, maka pedang tersebut akan tembus dan tidak bisa di pegang, layaknya seseorang sedang berkhayal menggenggam udara,” sambung Xiu Hou.
Bai Han yang kini melihat Xiu Hou merenung pun hanya terdiam, ia juga kini mulai merenung memikirkan tentang perasaan nyaman saat menyentuh kulit Xiu Hou.
...
Tap tap..!!
“Kenapa lama sekali? Apa sih yang mereka berdua bicarakan, dan juga kenapa aku berpikir mereka seperti ayah dan anak yang sudah lama berpisah,” gumam Du Ling kini mondar mandir.
Meng Yusan yang melihat kelakuan kakaknya juga berpikir hal yang sama. Tentu saja ia juga sempat merinding saat melihat tatapan Xiu Hou tadi, karena baru kali itu dia menatapnya dengan tatapan penuh penindasan seperti tadi.
Bukan hanya Xiu Hou, bahkan Bai Han pun sama, ia merasa seolah melihat tatapan pemimpin klan pusat pada saat itu.
“Urgh,, sial, memikirkannya saja membuat tubuhku merinding,” gumam Meng Yusan.
Berbeda dengan Du Ling dan Meng Yusan. Mu Feng Lu saat ini terlihat santai, itu karena ia tidak terlalu tahu tentang klan pusat, yang ia tahu hanya klan cabang ini saja, itupun dari kecil ia selalu di bawa oleh ayah dan kakeknya ke sini. Dan dari kecil, wajah manusia Xiu Hou selalu sama, bahkan hingga ia sudah mempunyai dua anak, wajah seniornya itu tetap sama.
Bisa jadi mereka juga sudah termasuk dalam satu keluarga.
...
Tap tap..!!
Saat ketiganya asik dengan bayangan mereka masing-masing, Bai Han dan Xiu Hou pun muncul dari balik pintu.
Terlihat saat ini Xiu Hou memasang wajah serius, yang artinya ada berita mengjutkan yang akan ia katakan.
Du Ling, Meng Yusan dan Mu Feng Lu yang melihat wajah Xiu Hou saat ini pun langsung ikut memasang wajah serius.
__ADS_1
“Ada apa kak? Apakah kau mengenal siapa manusia ini?” Tanya Meng Yusan.
“Jangan-jangan dia putra tersembunyimu ya?” Celetuk Du Ling tanpa saringan.
Wung..!!
Brak..!!
“Jaga ucapanmu tolol,” dengus Xiu Hou langsung memarahi adik keduanya.
Du Ling yang merasakan nyeri di keningnya hanya bisa terdiam sambil menggosok-gosok keningnya yang saat ini memerah.
“Lebih baik kita masuk, akan ku jelaskan di dalam, karena ini adalah masalah serius.” Ajak Xiu Hou langsung membalik badannya.
Bai Han yang mendengar itu, awalnya ingin pergi, karena merasa kurang sopan mendengar pembicaraan orang, terlebih lagi ia sama sekali tidak mengenal mereka.
“Mau kemana kau nak, ayo ikut masuk,” ajak Xiu Hou langsung menghentikan langkah Bai Han.
Du Ling yang melihat cara bicara Xiu Hou dan ingin mengajak ikut masuk pun semakin menguatkan kecurigaannya.
Bahkan Meng Yusan yang selalu berpikir luas pun ikut terbawa ucapan Du Ling, kini berpikir hal yang sama dengan Du Ling.
Sementara Mu Feng Lu terlihat tersenyum lebar, ia kini semakin bertekad menikahkan putrinya dengan Bai Han. Terlebih lagi Xiu Hou memperlakukan Bai Han dengan sangat hormat.
Tap tap..!!
...
5 Menit berlalu.
Kini Xiu Hou menatap semua orang satu persatu.
“Baiklah, akan langsung ku jelaskan. Klan pusat memberi perintah untuk ku kembali-”
“Woah,, ini nih yang aku nanti-nantikan, aku sangat merindukan putraku,” teriak Du Ling dengan nada semangat hingga tanpa sadar memotong ucapan Xiu Hou.
Glek..!!
Sadar jika dirinya salah, Du Ling pun seketika terdiam.
__ADS_1
“Hais,, kenapa diam, bicaralah dan gantikan saja aku bicara, aku akan dengar semua ucapanmu,” ucap Xiu Hou menaikkan alisnya secara bergantian.
Du Ling pun langsung senyam senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hehe,, kau lanjutkan saja, aku janji akan jadi pendengar yang baik mulai saat ini,” ucap Du Ling sambil terkekeh kecil.
“Hemm..!! Baiklah, Klan pusat memerintahkan ku kembali, bukan semua, hanya aku dan beberapa orang saja.” Ucap Xiu Hou menekankan.
Glek..!!
Saat melihat tatapan Xiu Hou mengarah ke dirinya, Du Ling dan Meng Yusan pun langsung berkeringat dingin, karena takut jika mereka tidak di bawa.
“Mungkin bukan cabang kita saja yang di kumpulkan, melainkan seluruh cabang, di karenakan adanya Pemimpin kedua.” Sambung Xiu Hou menjelaskan.
“Apaaaa..!!”
Du Ling dan Meng Yusan langsung berteriak lantang saat mendengar kata Pemimpin kedua.
“Diam, kalian akan tahu nanti setelah sampai ke pusat. Lalu,” ucap Xiu Hou langsung membuat keduanya terdiam, dan tatapan Xiu Hou pun mengarah ke Mu Feng Lu.
“Kau satu-satunya orang luar yang aku percaya Lu'er, jadi apakah kau bisa membantuku dengan menjaga klan cabang ini serta menyembunyikan kepergianku?” Tanya Xiu Hou mengarah ke Mu Feng Lu.
Mu Feng Lu yang sebenarnya ingin ikut, kini hanya bisa mengangguk pasrah, ia sadar saat ini hanya pemeran angin lewat saja.
“Berapa lama kau akan pergi senior?” Tanya Mu Feng Lu memastikan.
“Aku usahakan secepatnya aku kembali, hanya itu saja yang bisa aku janjikan.” Jawab Xiu Hou.
Mu Feng Lu pun langsung mengangguk.
Xiu Hou pun langsung menghela nafas karena Mu Feng Lu setuju, kini ia menatap ke arah Bai Han yang hanya diam saja sedari awal.
“Sesuai janjiku, aku akan membawamu ikut bersamaku ke klan pusat untuk mendapatkan jawaban yang kita berdua sendiri tidak tahu.” Ucap Xiu Hou.
Bai Han pun langsung merasakan kelegaan dan kebahagiaan di dalam hatinya. Entah mengapa ia saat ini berharap bertemu dengan ayahnya, ibunya, neneknya, pamannya dan yang lainnya di dalam perjalanan.
“Tapi Tuan, apakah aku bisa membawa semua keluargaku untuk ikut bersamaku?” Tanya Bai Han dengan nada penuh harap.
Melihat Xiu Hou terdiam. Bai Han pun melanjutkan. “Aku akan yakinkan jika mereka tidak akan menjadi beban, terlebih aku juga akan memasukkan sebagian dari mereka ke dalam dunia jiwaku, dan hanya beberapa saja yang berdampingan denganku.” Ucap Bai Han menjelaskan.
__ADS_1
Bai Han tentu saja tidak akan meninggalkan keluarganya yang saat ini terluka, ia lebih baik tidak ikut dari pada meninggalkan mereka.
Karena ia berpikir, akan ada waktu baginya untuk bisa bertemu anggota keluarganya yang hilang.