
“Inilah yang aku nanti-nantikan.” Ucap Lo Kai menyeringai lebar.
Lo Kai langsung melesat ke tempat yang jauh lebih sepi, tujuannya tentu agar ia puas bertarung tanpa adanya gangguan.
Ling Gan yang paham langsung mengikuti dari belakang.
Tatapan keduanya langsung intens, tak lama keduanya langsung menghilang.
Ling Gan yang muncul dalam bentuk asap langsung membuat kabut asap untuk menjerat Lo Kai.
Lo Kai langsung melukai dirinya agar kewarasannya tetap terjaga, ia tahu jika ini adalah ilusi.
Setelah itu Lo Kai mengayunkan tombaknya yang telah ia lapisi hukum Darah dan Hukum Kehidupan yang telah ia pelajari dari Bai Xia Xie.
Blush..!!
Bilah tombak energi bewarna putih dan merah langsung melesat ke arah utara.
Bam..!!
Benar saja dugaan Lo Kai jika Ling Gan disana bersembunyi.
Tanpa menunggu waktu lama, Lo Kai menjauh. Hal itu membuat Ling Gan cukup heran karena mengira akan langsung menyerang dirinya.
Sret sret..!!
Tak lama sebuah pusaran muncul di bawah Ling Gan, hal itu langsung membuatnya memasang wajah gelap saat tubuhnya di tarik secara paksa.
“Aku tak tahu kapan dia membuat sebuah formasi, tapi aku akui ia saat ini sangat cerdik. Dengan kemampuannya, ia tahu tidak bisa membunuhku secara langsung. Tapi karena pengalaman bertarungnya yang banyak, ia tahu cara untuk membunuhku. Yaitu dengan melemahkanku secara perlahan,” gumam Ling Gang.
Blush..!!
Saat lubang hitam ingin menyedot Ling Gan, Ling Gan langsung berubah menjadi asap.
Sret..!!
Tak lama setelah lubang hitam menghilang, Lo Kai muncul dengan senyum tipis. “Aku sudah menduga jika kau memakai sebuah boneka untuk menggantikan dirimu masuk ke dalam lubang formasi yang ku buat.”
Wuss..!!
Tak lama Ling Gan muncul dengan tatapan mata tajam. “Aku akan membunuhmu lebih cepat, jika tidak, itu akan jauh merugikanku,” ucap Ling Gan.
Ling Gan muncul dalam jumlah kurang lebih 20 orang yang mirip dirinya.
Lo Kai yang melihat dirinya di kelilingi langsung menggerakkan tangannya membuat pola rumit.
Blush..!!
“Segel Darah Iblis. Aktif..!!”
Lo Kai langsung berteriak keras hingga sebuah pusaran tiba-tiba tercipta hanya di area Lo Kai dan Ling Gan saja, pusaran tersebut mirip seperti domain.
Kini pusaran tersebut langsung menyerap Ling Gan dan Lo Kai.
Lo Kai tersenyum kecil saat melihat wajah Ling Gan yang kini memasang wajah penuh dendam.
Ling Gan tentu tak menginginkan pertarungan seperti ini, terlebih ia yakin jika Lo Kai telah merencanakan ini jauh sebelum mereka bertarung.
__ADS_1
Lo Kai yang kini tersenyum tak tahu jika pusaran ini membawanya ke arah mana. Tapi satu yang pasti, pusaran ini pasti membawanya ke tempat yang jauh.
Sret sret...!!
Melihat Ling Gang berusaha melawan hisapan yang kini menelan separuh tubuhnya. Lo Kai langsung memejamkan matanya.
Blush..!!
Lo Kai langsung terhisap entah ke Alam mana, Ling Gan yang melihat itu langsung berteriak. “Jika aku masih hidup, aku akan memburumu Lo Kai.”
Jlep..!!
Pusaran dalam bentuk cahaya bercampur darah langsung lenyap setelah Ling Gan menghilang.
Area tempat mereka bertarung kini hening.
...
Wuss..!!
Sosok pemuda dengan rambut bewarna biru muncul.
“Huuf,, aku tak menduga jika kau langsung menggunakan segel darah yang bahkan aku belum pernah mencobanya seumur hidupku di masa lalu,” gumam Bai An menghela nafas.
Bai An menemukan segel darah tersebut di sebuah situs kuno dan Bai An meyakini jika itu adalah segel darah yang mirip seperti altar teleportasi yang bisa memindahkan seseorang ke tempat yang jauh.
Bai An telah berpesan kepada semua Jendral Asura dan para saudaranya jika mereka tidak mampu melawan atau di ambang kematian, maka lakukanlah segel darah tersebut.
“Semoga kau baik-baik saja dan kita bisa bertemu kembali Lo Kai,” gumam Bai An yang kini sedang memegangi jantung Ling Ling atau Hu Qia.
Tak lupa Bai An membakarnya hingga ia tak akan bisa hidup atau Bereinkarnasi lagi.
Tatapan Bai An mengarah ke Tu Long, Ling Feng dan Mo Liang Yun.
Saat ini mereka bertiga mengamuk sejadi-jadinya setelah mengetahui Lo Kai mengaktifkan segel darah.
Setelah itu tatapan Bai An mengarah ke pulau. “Mari kita selesaikan masalah lama Wing Zhen, aku akan membuatmu menyesal karena telah membuatku menjadi boneka kalian, terutama kau Gu Wen Hung,” gumam Bai An langsung mengayunkan tangannya.
Srek..!!
...
Wuss..!!
Sebuah pedang berbentuk cakar langsung menebas lengan Demi Humans hingga hancur.
Crash..!!
Arghh..!!
Tu Long yang terbawa emosi dan menggunakan seluruh kemampuan serta membakar esensi darahnya kini berkelebat menjadi bayangan.
Crash..!!
Kaki Demi Humans langsung terputus tanpa bisa beregenerasi lagi.
Argh..!!
__ADS_1
“Kau membuatku muak dengan teriakanmu, terlebih kau telah membuat kesalahan karena telah menghalangiku untuk membantu saudaraku,” ucap Tu Long dengan nada dingin.
Crash...!!
Crash..!!
Crash..!!
Tidak puas menyiksa Demi Humans hingga terlihat menyedihkan. Tu Long terus menerus memotong tubuh Demi Humans hingga sisa energinya.
Tapi Tu Long tidak puas karena Demi Humans tersebut kini tertawa saat akan mati.
“Hahaha,, kau tahu, Dimensi kalian ini akan hancur karena telah mengundang bencana, dan kalian tahu siapa yang membuat bencana tersebut. Itu adalah Tua-”
Crash..!!
Bom..!!
“Aku tak peduli siapapun yang datang menghancurkan tempat ini, tapi jika mereka datang menyakiti keluargaku, maka aku akan membantai mereka. Camkan itu,” ucap Tu Long dengan dingin.
Ia tentu sadar siapa yang di maksud, karena yang di maksud adalah Tuan mudanya karena telah membangkitkan Pedang Asura. Tapi Bai An memberitahunya jika kebangkitan Pedang Asura belum sepenuhnya berhasil 100℅ Sebelum ia pergi menuju tempat yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari Dimensi Pusat ini.
Karena di sanalah Pedang Asura di ciptakan dan ada sesuatu yang kurang dan Bai An harus menemukannya di sana untuk kebangkitan sepenuhnya Pedang Asura.
...
Wuss...!!
Tap tap..!!
“Heh,, kenapa Raja kita bicara dengan mayat, apa dia sudah gila?” Tanya Gou Han menggaruk kepalanya sambil melirik Gou Long.
Gou Long hanya mengangkat pundaknya santai.
Tu Long yang mendengar suara kelyarga dan menganggap dirinya gila hanya bisa mendengus ringan.
“Kalian berdua kenapa kesini, bantu yang lain membunuh musuh,” dengus Tu Long melirik keduanya.
“Heng,, kami kesini untuk membantumu, apa kau tidak sadar jika sekali kau melangkah maka kau akan jatuh,” dengus Gou Han sedikit kesal.
Saat Tu Long bingung, ia tiba-tiba ambruk karena kehabisan semua energi dan esensi darahnya juga terlihat tinggal beberapa persen.
Dengan cepat Gou Long menangkap tubuh Tu Long lalu di bawa ke suatu tempat.
***
Di tempat yang mencapai bibir pulau. Saat ini Mo Liang Yun terus menerus mencoba menekan Jendral Ling Ji.
“Sial matilah kau,” teriak Mo Liang Yun mengayunkan kedua kapaknya.
Blush..!!
Dua bilah kapak melesat ke arah Ling Ji. Ling Ji hanya tersenyum kecil.
Dengan gerakan cepat ia menghindari kedua bilah kapak tersebut sambil terus menerus mundur.
Mo Liang Yun tidak sadar jika Ling Ji sengaja membawanya ke arah pulau, entah apa rencana Ling Ji.
__ADS_1