Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Bai Han Melawan Leluhur Kedua Ras


__ADS_3

“Aah.. Aku ketahuan ternyata, tak ku sangka matamu yang sudah tua masih terang juga dalam melihat,” ejek Bai Han kini tersenyum kecil sambil melayang ke udara.


Wajah Leluhur Elf Terkuat seketika menjadi merah padam.


“Kau, siapa kau bocah?” Tanya Leluhur Elf terkuat atau Kaisar Panah kini berusaha menahan amarahnya. Ia merasa pemuda di depannya ini tidak mempunyai hubungan dengan Leluhur Ras Manusia.


Ia bisa mengetahui itu karena melihat ekspresi Leluhur Pedang Api yang terlihat sedikit terkejut serta melihat tubuh mereka sedikit bergetar.


“Hehe tidak kah kau lihat aku ini manusia, apa kau sudah terlalu tua hingga mata mu sudah rabun,” ejek Bai Han.


Blush..!!


“Sialan kau bocah, aku kasih hati kau malah meminta jantung,” teriak Leluhur Kaisar Panah langsung melesat ke arah Bai Han.


Bai Han langsung menyeringai tipis, tidak ada jejak ketakutan di wajahnya.


Sementara Leluhur Pedang Api yang telah di beritahu dan di peringati untuk menjauhi kelompok tertentu hanya diam saja. Karena salah satu kelompok itu saat ini ada di depannya.


“Sialan, apa yang harus kita lakukan?” Tanya salah satu leluhur ras manusia kini menatap ke arah Leluhur Pedang Api.


“Menurut Leluhur Hendric kelompok ini memiliki banyak senjata rahasia yang bisa membunuh kita kapan saja walau mereka lemah. Jadi untuk saat ini kita diam lebih dulu.” Jawab Leluhur Pedang Api mencoba untuk tetap tenang sambil melihat Leluhur Kaisar Panah bersama para leluhur melesat ke arah Bai Han.


Wuss wuss..!!


Bai Han mundur beberapa langkah, dengan cepat ia mengeluarkan senjata yang bernama Shotgun.


Crek..!!


Dor dor dor..!!


Wuss..!!


Bom..!!


Salah satu Jendral yang ikut menyerang Bai Han langsung terlempar. Sementara Leluhur Kaisar Panah bersama yang lainnya berhasil menahan serangan dari senjata aneh yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


“Hoho,, senjata ini sangat lemah, kalau begitu kita coba yang ini,” ucap Bai Han.


Wuss..!!


Dengan santai Bai Han mengeluarkan senjatanya lainnya.



“Hehe mari kita coba senapan serbu ini,” kekeh Bai Han.


Ckrek..!!


Setelah menarik atomatis dari senapan, dengan santai Bai Han menarik pelatuk senapan tersebut.


Dret dret dret..!!


Wuss wuss wuss wuss..!!

__ADS_1


Seketika dalam sekali tembak, puluhan peluru langsung melesat.


Leluhur Kaisar Panah bersama leluhur dan para Jendral langsung menutupi seluruh tubuh mereka menggunakan Mana.


Namun peluru yang Bai Han tembakkan bukan mengarah ke mereka, melainkan para pasukan Elf yang sedang menyaksikan dari jauh.


Bom bom bom..!!


Argh..!!


Teriakan seketika terdengar menggema, dampaknya bahkan mengenai para pasukan manusia. Terlihat asap mengepul di hamparan yang luas.


“Kurang ajar, berani sekali bocah menjijikan sepertimu menipu diriku,” teriak Leluhur Kaisar Panah merasa di permalukan.


Baru saja Leluhur Kaisar Panah selesai berteriak, sebuah bola lonjong melesat ke arah.


Dengan cepat Leluhur Kaisar Panah mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Namun lagi-lagi bola lonjong tersebut berbelok dan mengarah ke para pasukan kedua Ras yang terlihat saling membantu akibat tembakan Bai Ham.


Bom..!!


Seketika ledakan cukup besar langsung menghanguskan setengah area hamparan tempat mereka bertempur.


Kini banyak mayat pasukan kedua Ras berceceran, bahkan beberapa daging bakar terlihat hangus.


Fuuhh..!!



Kini Leluhur Kaisar Panah terlihat sudah tidak tahan, bukan hanya ia saja, semua leluhur dan anggota kedua Ras yang masih hidup kini menatap ke arah Bai Han dengan tatapan membunuh.


Sementara Leluhur Pedang Api yang telah melihat secara kasar semua serangan Bai Han langsung tersenyum tipis, dengan cepat ia melesat ke arah Leluhur Kaisar Panah.


Wuss..!!


“Kita harus bekerjasama, walau banyak yang akan mati. Tapi setidaknya ia pasti akan mati juga,” ucap Leluhur Pedang Api kini muncul di samping Leluhur Kaisar Panah.


Wajah Leluhur Kaisar Panah terlihat jijik, tapi tak lama ia hanya bisa diam karena apa yang di ucapkan olehnya ada benarnya.


Bai Han yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. “Hehe rencanaku berhasil,” gumam Bai Han kini sedikit hati-hati.


Bai Han bukan hati-hati terhadap mereka yang ada di depannya, tapi yang ia takutkan adalah Leluhur Hendric.


Dengan cepat Bai Han melesat ke arah samping.


Wuss..!!


Wuss..!!


Bai Han langsung menembakkan Bazzoka sebanyak dua kali.

__ADS_1


Leluhur Kaisar Panah dan Pedang Api langsung melesat.


Crash..!!


Crash..!!


Mata Bai An sedikit mengerut saat tidak adanya ledakan saat serangannya di potong.


“Hehe,, kau pasti heran bukan bagaimana cara kami menghancurkan seranganmu tanpa ledakan,” kekeh Leluhur Pedang Api menyeringai tipis.


“Aku diam bukan berarti aku takut atau tidak ingin ikut campur, namun aku ingin melihat kelemahan dari senjatamu anehmu itu,” sambung Pedang Api terkekeh menyeramkan.


“Kalian semua, jika ia menyerang menggunakan senjata aneh lagi, alirkan Mana kalian lalu saat menyerang senjata aneh tersebut gunakan elemen angin untuk memisahkannya, maka senjata aneh tersebut tidak akan meledak.” Teriak Pedang Api kini melirik Leluhur Kaisar Panah yang hanya mendengus kesal.


“Tutup semua jalan, jangan biarkan bocah ini melarikan diri dari sini, karena ia sangat berbahaya.” Teriak Leluhur Kaisar Panah mengangkat tangannya tanda memberi perintah kepada Ras nya.


Seketika semua Leluhur dari kedua Ras langsung mengepung Bai Han.


Bai Han seketika tersenyum tipis. “Aku kira kalian semua pintar, tapi sangat bodoh, jauh lebih bodoh dari hewan yang tidak mempunyai pikiran,” ejek Bai Han.


Wajah semua Elf dan manusia seketika memerah padam.


“Jangan terpancing provokasinya, tetap pada tempat kalian,” teriak Leluhur Kaisar Panah dan Leluhur Pedang Api secara serempak.


Namun teriakan mereka berdua sama sekali tidak di dengar oleh beberapa Jendral kedua Ras.


Dengan cepat tiga Jendral maju ke arah Bai Han.


“Sialan kau bocah, aku akan mencincang tubuhmu dengan pedangku ini,” teriak salah satu Jendral dari Ras Manusia.


Wuss..!!


Jendral tersebut muncul di depan Bai Han. Saat Jendral tersebut akan mengayunkan pedangnya, sebuah benda aneh berbentuk bola sedikit lonjong muncul tepat di depan matanya.


Bom..!!


Seketika kepala Jendral tersebut langsung meledak. Bola lonjong tersebut tak lain bom lempar.


Tersisa dua Jendral dari Ras Elf yang akan mengayunkan senjata mereka juga, tapi saat melihat salah satu mati tanpa bisa menghindar, mereka langsung mencoba mundur.


Tapi sebuah benda asing dalam bentuk yang sama muncul di belakang mereka.


Bom bom..!!


Tubuh kedua Jendral tersebut langsung meledak menjadi kabut darah.


Kini keheningan terjadi. Tidak ada dari kedua Ras yang berani maju, amarah mereka tentu semakin membara, tapi mereka semua sadar jika salah bergerak maka mereka akan langsung mati.


Bai Han yang melihat jejak keraguan kini terkekeh kecil. Senyum dari Bai Han terlihat menjadi sebuah teror bagi para Jendral dan Panglima.


Untuk para Leluhur, mereka menjadi waspada. “Sial, apa yang anak muda ini rencanakan?” Gumam para Leluhur dalam hati.


Dret dret..!!

__ADS_1


Bai Han yang langsung memasang wajah serius kini mengeluarkan benda-benda dan asing dalam bentuk banyak.


“Mari kita mulai pertunjukkan yang sesungguhnya,” ucap Bai Han yang terlihat di kelilingi oleh banyak senjata.


__ADS_2