Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Peningkatan Bai Chu Ye


__ADS_3

Petir entah datang dari mana tiba-tiba muncul menyambar area sekitar tubuh Bai Chu Ye.


Bom..!!


Tak lama ledakan energi langsung meledak dari tubuh Bai Chu Ye yang membuat seluruh tempat tersebut hancur.


Bahkan Cen Tian yang baru saja merenovasi beberapa daratan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan, kini kembali hancur. Hal tersebut membuat wajah Cen Tian sangat jelek.


Duar..!!


Cen Tian langsung muncul di langit. “Sialan, siapa yang telah menghancurkan daratan yang susah payah aku bangun kembali,” teriak Cen Tian kini memasang wajah ganas.


Terlihat semua bangunan yang berada di Daratan Besar kini hampir seluruhnya hancur, beruntung anggota keluarga Bai An dan penduduk yang mendiami Dimensi ini belum menempatinya sehingga tidak ada korban jiwa.


Dret dret..!!


Tak lama Long Yuan muncul, ia juga ikut memasang wajah jelek saat melihat hasil kerja kerasnya hancur dalam hitungan detik.


Dret dret..!!


Pixiu, Ling Feng dan beberapa anggota keluarga Bai An juga ikut muncul.


“I..Ini, ini jauh lebih mengerikan dari tertebas senjata musuh.” Ucap Long Yuan langsung mengedarkan energinya untuk mencari dimana pusat dari energi yang menghancurkan Daratan Besar.


Bukan hanya Long Yuan, Cen Tian dan yang lainnya pun melakukan hal yang sama.


Tak lama wajah Cen Tian seketika berubah mengerikan. “Aku tidak tahu siapa itu, tapi kita cari dia, jangan ampuni orang yang telah membuat hartaku terbuang sia-sia.” Ucap Cen Tian dengan nada dingin.


“Huhuhuhu,, Hartaku, oh hartaku yang telah aku kumpulkan selama sisa hidupku kini hilang,” terdengar suara Cen Tian yang menangis sedih.


Cen Tian tidak terlalu peduli dengan Daratan ini yang hancur, tapi yang ia pedulikan adalah ia menggunakan sebagian hartanya untuk membangun ini semua dan rencananya ia akan membuat bisnis agar hartanya bisa kembali lagi.


Tapi...!!


Semua harapan Cen Tian kini telah hancur lebur.


Sementara para keluarga Bai An yang melihat penguasa baru mereka hanya memikirkan harta kini tersenyum diam-diam.


Mereka tentu sangat bahagia melihat raut wajah Cen Tian saat ini. Karena saat membangun ulang Daratan Besar, Cen Tian sangatlah perhitungan dari setiap aspek bangunan yang di bangun.


Glek..!!


Tapi tak lama mereka semua menelan ludah saat melihat raut wajah Cen Tian tersenyum ke arah mereka.


Mereka semua kini merasakan ada yang tidak beres dengan senyum Cen Tian.


“Kalian semua, kita keluarga bukan?” Tanya Cen Tian dengan senyum tulus.

__ADS_1


“Tidak, kita sama sekali bukan keluarga,” dengus Pixiu langsung melesat ke arah yang ia rasakan awal mula dari ledakan energi.


Long Yuan juga ikut mendengus lalu mengikuti Pixiu.


Sementara yang lain mencoba mengikuti kgduanya kini di hadang oleh Cen Tian.


“Hei hei,, kalian semua mau kemana hah? Aku ini Penguasa loh, Penguasa,” ucap Cen Tian menekan kata penguasa.


“Apa kalian ingin memberontak hah, pergi tanpa perintah dari Penguasa,” sambung Cen Tian menaikkan alisnya dengan senyum jahat.


“Heng,, apa-apa ini, tadi Penguasa memerintahkan mencari, kini Penguasa malah menhadang kami dalam melakukan tugas,” kilah Lo Ei.


“Benar.”


“Benar.”


Terdengar beberapa suara ikut menyahut.


Tapi Cen Tian sama sekali tidak menyerah. “Eeh, apakah ada bukti?” Tanya Cen Tian kini memasang wajah menjijikkan.


“Kalian tahu jika Daratan yang baru saja kita bentuk kini hancur, jadi satu-satunya cara untuk menanggulangi kerugian dan bisa membangun lagi, maka kalian semua masing-masing harus menyumbang 70% harta kalian.” Ucap Cen Tian terdengar tak tahu malu.


Perdebatan seketika terjadi, awalnya Cen Tian di tekan oleh anggota keluarganya. Tapi kini ia menekan balik dengan mengandalkan kata Penguasa terus menerus dan mengancam jika mereka tidak memberikan keinginan baiknya, maka Cen Tian akan memberitahu Bai An beserta Duan Du.


Tentu mereka semua langsung ciut, terlebih mereka lebih takut kepada Duan Du yang terkenal pembuat onar, jika Cen Tian mengarang cerita kepada Duan Du. Mereka sadar akan mengalami kerugian jauh lebih besar.


“Hahaha,, anak baik anak baik, lain kali seperti ini lagi, aku dengan senang hati menerima pemberian kalian,” ucap Cen Tian tertawa bahagia saat melihat harta yang terkumpul kini melebihi pengeluarannya saat membangun Daratan yang ia namain Daratan Besar.


Mereka semua tidak sadar jika orang yang menghancurkan daratan besar adalah Bai Chu Ye.


Kenapa mereka tidak tahu, padahal mereka semua sangat mengenal Bai Chu Ye, energinya pun pasti mereka dapat merasakannya.


Tapi saat ini energi yang ada di dalam tubuh Bai Chu Ye telah sepenuhnya berubah menjadi Energi yang belum di ketahui.


***


Sret..!!


Sementara di tempat Bai Chu Ye.


Ledakan energi yang tadinya keluar kini masuk kembali ke dalam tubuh Bai Chu Ye.


Bam bam bam bam..!!


Bam bam bam..!!


Tak lama terdengar beberapa kali ledakan dari dalam tubuh Bai Chu Ye.

__ADS_1


Blush..!!


Sebuah hembusan angin menyebar ke segala arah saat Bai Chu Ye membuka matanya.


“Dewa Surgawi ⭐ 2 Puncak,” gumam Bai Chu Ye memasang wajah datar.


Bai Chu Ye langsung memejamkan matanya lagi saat ia merasakan masih banyak sisa energi yang belum ia cerna.


Dengan segera ia mencernanya dan memasukkannya ke dalam Dantiannya.


Terlihat energi ilahi yang masuk ke dalam Dantian Cen Tian dengan sendirinya berubah menjadi energi bewarna merah darah.


Dret dret..!!


Energi bewarna merah darah yang seperti lautan tiba-tiba membentuk sebuah ombak besar, itu terus menerus terjadi hingga membuat Tsunami.


Bam..!!


Tak lama energi yang ada di dalam dantian Bai Chu Ye langsung meledak.


Bersamaan dengan itu ledakan energi kembali keluar dari tubuh Bai Chu Ye hingga ke atas Daratan Besar.


Blush..!!


Energi tersebut kembali masuk ke dalam tubuh Bai Chu Ye. Bersamaan dengan itu ia langsung membuka mata di sertai senyum tipis.


“Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal,” gumam Bai Chu Ye mengepalkan erat tangannya saat mengingat wajah Feng Ruan.


“Aku akan mencarimu saat aku sampai ke Dimensi Alam Dewa. Aku tak akan melepaskanmu akibat apa yang telah kau lakukan kepada anggota keluargaku.”


“Nyawa di balas Nyawa.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada dingin.


Dret..!!


Dret..!!


Tap tap..!!


Saat Bai Chu Ye mengingat wajah Feng Ruan, ia langsung merasakan beberapa aura yang akrap.


Dengan santai ia bangkit.


Pandangannya kini mengarah ke Long Yuan dan Pixiu yang kini melongo saat melihat dirinya.


“Ye..Ye'er, apakah ini benar-benar kau?” Tanya Pixiu tak percaya saat melihat wajah Cen Tian terlihat sangat tua lantaran rambutnya yang telah memanjang serta janggot dan kumisnya memanjang di sertai warna merah darah.


“Hem..!! Ini Ye'er paman, ada apa?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada hangat.

__ADS_1


“Eeh kau tidak sadar, cobahlah bercermin,” ucap Long Yuan langsung melemparkan cermin ke arah Bai Chu Ye.


Bai Chu Ye dengan santai menangkapnya lalu bercermin. “Eeh,, memang berapa lama aku berkultivasi paman? Aku merasa telah berkultivasi selama beberapa bulan saja.”


__ADS_2