
“Hehe, aku akan kaya kali ini.” Kekeh Cen Tian dalam hati.
Dengan cepat Cen Tian melesat, dengan wajah bahagia ia menarik semua harta yang beharga baginya.
Ruangan yang tadinya penuh harta kini kurang dari setengah tersisa.
Jika para Bangsawan melihat ini, maka mereka akan muntah darah, karena yang di sisakan hanya senjata bahan latihan berupa pedang yang telah berkarat dan alat latihan lainnya.
Terlebih mereka pasti akan mwngutuk orang yang mencuri milik mereka saking rakusnya.
...
Cen Tian langsung melangkah dengan santai, tak henti-hentinya Cen Tian kini mengembangkan senyum di wajahnya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Ayo saudara Tu, kini tinggal para sekutu yang melakukan tugasnya,” ajak Cen Tian.
Tu Long mengangguk santai sambil menyelimuti tubuh Cen Tian.
Wuss..!!
***
Satu hari telah berlalu.
Kini berbagai kota, tengah gempar lagi. Kemarin mereka meributkan masalah kematian Leluhur Hendric dan Tu Long yang tidak di ketahui keberadaannya.
Kini mereka meributkan masalah harta yang hilang di setiap rumah.
“Sial, aku tak menduga dalam 10 tahun ini kejadian demi kejadian besar terus berdatangan. Mungkin tak lama lagi dunia pasti akan hancur setelah masalah terus berdatangan,” ucap salah satu ahli yang sedang duduk sambil makan.
Di depan ahli tersebut, terlihat 4 temannya ikut mengangguk setuju.
“Tapi kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, ini semua harta penduduk, terlebih di semua kota ikut kehilangan.” Sambung temannya.
“Hem hem..!! Apa ini ada campur tangan Kekaisaran ya, mungkin karena mereka mengalami kerugian, jadi mereka mencuri untuk menutupi kekurangan.” Sambung Elf bertubuh kurus.
__ADS_1
Kelima Ahli tersebut terus bercerita dengan suara kecil. Namun semua orang yang ada di sebelah mereka ikut mendengar.
Orang-orang yang menguping kini ada yang marah, ada yang kesal, ada yang diam. Berbagai ekpresi mereka luapkan.
Kelima ahli yang tak lain berasal dari Guild Petualang White Blood kini tersenyum tipis. Mereka saling melirik selama beberapa saat, lalu melangkah pergi melanjutkan tugas mereka.
Bukan hanya mereka saja yang di tugaskan di setiap kota, masih banyak lagi seperti mereka.
Bahkan di Kekaisaran Manusia yang jauh lebih parah akibat berita kematian para Leluhur lalu Leluhur Terkuat mereka. Setelah itu kini semua harta para penduduk ikut menghilang tanpa jejak.
Saat ini para Leluhur manusia sedang berdebat hebat.
Di dalam ruangan putih bersih ada sebuah meja yang terbuat dari beberapa material langka. Panjang meja tersebut sekitar 20 meter dan lebarnya 4 meter. Ruang putih ini sangat besar dan tinggi.
Terlihat juga kursi yang terbuat dari bahan tertentu terlihat berjejer rapi. Terlihat cukup banyak kursi yang belum di duduki, termasuk kursi paling besar di ujung timur.
“Hem..!! Lebih baik kita menyuruh pihak kekaisaran mengganti kerugian Rakyat. Aku takut ini akan berdampak kepada kekaisaran.” Ucap Leluhur Berjubah Hitam dengan motip Naga.
“Heng..!! Mengapa kau terlalu peduli, biarkan saja mereka yang lemah, mau mati pun aku tak peduli. Lebih baik kita memikirkan masa depan kita saat ini, aku takut Ras Elf menyerang kita dengan kekuatan penuh akibat kematian Leluhur Hendric.” Dengus salah satu Leluhur Tertua.
Leluhur Berjubah Hitam motip Naga hanya diam sambil menghela nafas panjang. Ia sadar jika bicara lagi, maka ia akan mati, terlebih kekuatannya saat ini jauh lebih lemah dari semua Leluhur Tertua yang ada di depannya.
“Hem..!! Apa yang di ucapkan oleh Leluhur Dong benar, jangan pedulikan mereka semua, mereka semua sudah kita anggap budak. Lebih baik kita merencanakan bagaimana menghadapi ancaman yang akan datang.” Sambung Leluhur Tertua ikut menanggapi.
Bahkan para Bangsawan yang tidak terlalu searah dengan mereka pun akan di jadikan budak serta kambing hitam.
Dret..!!
Dret..!!
“Apa kalian menganggap ku mati semudah itu.” Sebuah suara dingin di sertai sebuah celah muncul di depan mereka duduk.
Dengan santai Leluhur Hendric duduk di kursi kebesarannya.
Beruntung para leluhur tidak menduduki tempatnya, jika ada yang berani menggantikan posisinya, maka ia akan langsung membunuhnya.
Kini pandangan Leluhur Hendric mengarah ke semua leluhur. Melihat jejak raut ketakutan, leluhur Hendric tersenyum tipis.
“Aku tahu kalian pasti bertanya-tanya dalam hati, biar ku beritahu, sebenarnya aku bisa menang melawannya. Tapi saat aku ingin membunuhnya, aku merasakan aura Ratu Elf Diane, dan kalian pasti tahu ia pasti akan mencari kesempatan membunuhku. Jadi aku sengaja menerima serangan bunuh diri agar ia dan musuh menganggapku mati.” Ucap Leluhur Hendric dengan santai.
__ADS_1
Semua leluhur mengangguk, mereka pun tahu betapa cerdiknya leluhur terkuat mereka.
“Hahaha.. Mungkin juga kalian tidak sadar, bukan kah ini kesempatan kita untuk langsung menyerang Ras Elf,” kekeh Leluhur Hendric. “Mereka pasti tidak akan menduga jika kita yang akan langsung menyerang lebih dulu dan saat ketahuan menyerang atau telah membunuh beberapa dari ras mereka. Mereka pasti menertawakan kalian karena menganggap kalian bodoh dengan berani menyerang tanpa aku. Mereka pasti akan angkuh dan meremehkan kalian, di saat itulah kemenangan akan kita raih.” Sambung Leluhur Hendric menyeringai kejam.
Semua leluhur pun ikut tertawa dan menyeringai kejam saat mendengar rencana Leluhur terkuat.
“Jika begitu aku akan memberitahu bocah itu untuk langsung memimpin pasukannya menuju perbatasan.” Ucap salah satu leluhur tertua atau ayah dari Kaisar Gama.
Wuss..!!
Setelah kepergian Leluhur Tertua, kini para leluhur dengan hati-hati meminta beberapa strategi agar mereka dengan mudah menang.
Dengan seringai licik Leluhur Hendric memberikan banyak strategi untuk kematian mereka sendiri.
***
Jauh dari Kekaisaran Gama.
Di wilayah Kekaisaran Darium, kini para Leluhur Elf tengah berdiskusi.
“Bagaimana pendapat anda pemimpin, apa kita langsung menggempur mereka, aku yakin dalam sekali serang kita bisa menang dengan mudah?” Tanya Leluhur Elf Tertua.
“Hemm..!! Kita memang bisa menang dengan mudah,” ucap Leluhur Elf Terkuat dengan nada angkuh dan sombong. “Tapi yang aku takutkan bukan Ras Manusia ini, yang aku takutkan adalah Naga itu dan Ratu terdahulu, jika mereka bergerak saat kita melemah akibat bertarung melawan Ras Manusia, apa kita mampu melawan salah satu dari mereka.” Ucap Leluhur Elf Terkuat kini sedikit ragu.
Mendengar itu, seketika banyak dari leluhur Elf Terkuat langsung meyakinkan leluhur terkuat.
Sementara Panah Suci merasa ada yang tidak beres dengan kematian Leluhur Hendric, ia ingin mengutarakan ini, tapi ucapannya pasti akan di bantah.
Untuk Tongkat Cahaya, ia hanya diam saja sambil menahan amarah yang meledak-ledak melihat kesombongan Ras nya sendiri.
“Aku menyesal telah di lahirkan dari Ras ini, seandainya aku di lahirkan menjadi Ras Ancient yang kita anggap menjijikkan, itu jauh lebih baik karena mereka hidup dengan tentram.” Gumam Leluhur Tongkat cahaya.
Tap tap..!!
Seketika suara langkah kaki terdengar.
Hal itu membuat para leluhur marah, karena saat ini mereka berdiskusi. Berani-beraninya ada yang datang menganggu.
“Bukankah sudah ku beritahu kalau kami sedang rapat.” Teriak salah satu Leluhur Elf tertua.
__ADS_1
Bruk..!!
Kaisar Elf yang datang langsung tertekan akibat aura yang keluar dari tubuh Leluhur Tertua.