Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membantai Kelompok Luar dan Rencana Bai An Agar Musuh Berdatangan


__ADS_3

Pria sepuh itu tertegun di tempatnya karena melihat wajah yang selama ini mereka cari.


Bai An melihat mereka semua diam kembali bergerak secepat kilat.


Wuss..!!


Crash..!!


Akhh..!!


Teriakan jeritan langsung terdengar, hal tersebut membuat pria sepuh itu langsung waspada, karena tidak bisa melihat gerakan Bai An.


Tubuh pria sepuh itu tak henti-hentinya bergetar dan mengutuk nasibnya, ia juga menyesal telah menerima permintaan patriak klan.


Awalnya ia mengira pemuda yang di cari sangat lemah, tapi bayangan di pikirannya langsung hancur saat melihat pemuda tersebut tidak lebih dari Monster dan iblis yang sangat dingin.


Wuss..!!


Bai An langsung berhenti tepat di depan pria sepuh tersebut.


Terlihat wajah dan jubah Bai An di penuhi oleh bercak darah.


Hal tersebut membuat pria sepuh itu mundur dan tak sengaja melepaskan pedang yang ia pegang erat dari tadi.


“A.. Apa mau mu?” Tanya pria sepuh itu dengan nada terbata-bata.


Bai An langsung memiringkan kepalanya, sebuah senyum menyeringai langsung Bai An perlihatkan.


“Apa mau ku? Bukan kah kalian datang mencariku,” kekeh Bai An sambil melambaikan tangannya menunjukkan selembaran poster poto dirinya.


Bruk..!!


“I.. Itu, itu tidak ada kaitannya denganku, tolong ampuni budak tua ini Tuan muda.”


Pria sepuh itu langsung berlutut lalu bersujud di depan kaki Bai An memohon agar tidak di bunuh.


“Aku bisa saja melepaskan mu, asal kau bisa lari darinya,” kata Bai An menyeringai kejam.


Pria sepuh itu langsung lega, lalu melirik ke arah dimana tangan Bai An menunjuk.


Saat ia melihat Tu Long, ia tersenyum kecil, karena kabur dari Tu Long sangatlah gampang menurutnya.


Tapi ia tidak tahu jika Tu Long menyembunyikan tingkat kultivasinya.


“Kenapa kau diam saja, ayo larilah,” kata Duan Du tiba-tiba muncul lalu bertepuk tangan seperti anak kecil.


Pria sepuh itu langsung membalikkan badannya.


Wuss..!!


Pria sepuh itu melesat dengan santai, 10 menit telah berlalu.


Ia melirik ke belakang tidak melihat siapa-siapa.


Seandainya ia mengedarkan kesadarannya, maka ia bisa meraskan kecepatan Tu Long yang saat ini sedang melesat ke arahnya.


Wuss..!!


Dalam sekejap Tu Long muncul di samping pria sepuh tersebut, Tu Long langsung menyeringai kejam.


Tangan kiri Tu Long terayun dengan cepat ke bahu kanan pria sepuh tersebut.

__ADS_1


Sementara pria sepuh itu membelalakkan matanya saking terkejutnya.


“Sialan kau menyembunyikan tingkat kultivasimu,” teriak pria sepuh itu langsung membakar energi jiwanya.


Blush..!!


Wuss..!!


Saat tangan kiri Tu Long hampir mengenai bahu kanan pria sepuh itu, pria sepuh itu melesat dengan kecepatan penuh di campur energi jiwa yang ia bakar untuk menambah kecepatanya.


Alhasil Tu Long hanya menebas udara saja.


Tu Long tidak marah atau kecewa, ia tersenyum kecil.


Dengan cepat Tu Long kembali mengejar pria sepuh itu menggunakan kekuatan penuhnya.


Tu Long kembali muncul tidak jauh dari pria sepuh tersebut.


Melihat itu, pria sepuh itu hanya menggerutu semakin menyesali dirinya yang begitu bodoh, kenapa tidak menggunakan kekuatan penuhnya saja ia melarikan diri tadi.


Tapi penyesalan hanyalah sebuah penyesalan.


“Mati,” teriak Tu Long mengayunkan tangan kirinya.


Sebuah siluet pedang berbentuk cakar melesat ke arah pria sepuh tersebut.


Pria sepuh itu langsung membanting dirinya ke arah kanan.


Crash..!!


Akhh..!!


Tangan kiri pria pria sepuh itu langsung putus karena tidak melihat serangan susulan Tu Long.


Walau umurnya akan berkurang drastis, itu tidak sebanding dengan nyawanya yang kini dalam keadaan kritis.


Wuss..!!


Pria sepuh itu kembali melesat ke arah sebuah Kapal Langit.


Tu Long yang melihat itu tersenyum kecil, ia tidak mengejar pria sepuh itu lagi.


“Sesuai rencana Tuan muda, aku yakin saat dia sampai, ia akan mati setelah beberapa tahun disana,” gumam Tu Long.


Itu karena pria sepuh itu telah membakar energi jiwanya, dan energi jiwa sangat sulit untuk pulih.


Hanya Buah Jiwa saja yang bisa memulihkannya, itupun tidak sedikit Buah Jiwa yang di butuhkan.


Buah Jiwa adalah sumberdaya langka di seluruh Alam Semesta ini, Bai An tentu mendapatkan info ini dari Ling Dong.


Dan Bai An menyuruh Tu Long untuk memaksa pria sepuh ini membakar jiwanya.


Sementara Kapal Langit adalah kapal yang bisa melintasi Alam Semesta, hanya sedikit klan besar mempunyai Kapal Langit, karena tidak sedikit Batu Kristal Energi yang butuhkan untuk menjalankan Kapal Langit.


Hal itu membuat klan-klan besar jarang menggunakannya jika pergi ke dunia berbeda selama di alam Alam Semesta yang sama, mereka lebih baik menggunakan Altar Gerbang Dimensi.


Untuk ke Alam Semesta yang berbeda, maka mereka akan menggunakan Kapal Langit, karena menurut mereka akan lebih cepat menggunakan Kapal Langit.


***


Tu Long yang melihat Kapal Langit kini mulai berjalan langsung kembali.

__ADS_1


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Sudah beres Tuan muda,” kata Tu Long.


Bai An langsung mengangguk.


“Kita tinggal menunggu berita tersebut menyebar.”


“Hm,, hm,, aku sudah tidak sabar membunuh mereka semua,” sambung Duan Du menggosok tangannya.


Namun Bai An dan Tu Long mengerti arti ucapan Duan Du.


“Baiklah jika begitu ayo kita kembali ke dunia jiwa dulu, aku yakin dengan sumberdaya yang terkumpul saat ini, kita bisa meningkatkan kekuatan prajurit pembantai,” kata Bai An melambaikan tangannya.


Sebuah lubang hitam langsung tercipta. Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung masuk.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Saat Bai An, Duan Du dan Tu Long masuk, mereka sudah di sambut oleh Tu We.


“Salam Tuan muda,” sapa Tu We.


Bai An mengangguk santai lalu melirik ke arah Duan Du.


Duan Du lalu melambaikan tangannya, seketika jutaan cincin penyimpanan menumpuk di depan mereka berempat.


“Aku malas memilahnya, jadi untuk sumberdaya tingkat tinggi atau yang berharga, pilahlah lalu berikan padaku, dan untuk sumberdaya tingkat rendah atau yang bisa di konsumsi oleh prajurit pembantai, maka bagikanlah,” kata Duan Du.


Tu We langsung mengangguk dengan semangat, ia dengan cepat melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Semua tumpukan cincin penyimpanan seketika lenyap.


***


Jauh di luar angkasa.


Saat ini Kapal Langit tengah melesat dengan cepat.


Di dalam Kapal Langit terlihat pria sepuh duduk sambil mencoba memulihkan lengannya.


Namun sampai saat ini lengannya tidak bisa tumbuh.


Hal itu membuat pria sepuh tersebut mengutuk nasibnya, mengutuk Tu Long dan mengutuk patriak klan.


“Heng,, saat sampai nanti aku harus membalas dendam kepada patriak, aku akan bilang juga kepala semua orang jika pemuda yang di selembaran itu ada di Alam Semesta Inti ke 9 dan tingkat kekuatannya hanya Kaisar Sejati ⭐ 5 Puncak.” Kekeh pria sepuh.


Pria sepuh itu melakukan ini agar mereka semua bernasib sama seperti dirinya, sedangkan saat ia memikirkan Bai An dan Tu Long.


Tubuhnya kembali berdigik ngeri, ia merasa tidak berani membalas dendam kepada dua orang yang ia lihat seperti iblis dan monster itu.


Jika ia berencana balas dendam, ia yakin akan di cari lalu di siksa.


“Aku bersumpah tidak akan datang dan tidak akan mencari masalah lagi dengan orang yang berhubungan dengan mereka,” gumam pria sepuh tersebut.


Lalu pandangannya melihat sebuah bintang besar.

__ADS_1


“Sedikit lagi akan sampai Alam Semesta Inti ke 8.”


__ADS_2