
Bai An yang menyadari itu tersenyum tipis.
“Ooh,, rupanya ada juga Ras Iblis yang memiliki dendam kepada sesama Rasnya sendiri.”
Yi Bu Hu Song atau biasa di panggil Hu Song kini mengangkat kepalanya dengan tatapan tidak percaya.
“Ba..Bagaimana-” Hu Song langsung menggelengkan kepalanya, saat ini ia sadar jika ia tidak berhak bertanya.
Hu Song kembali menundukkan kepalanya dengan pasrah, walau dalam hatinya ia bertanya-tanya bagaimana Bai An tahu jika ia memiliki dendam yang belum bisa ia balas, karena musuhnya adalah sosok yang setara atau lebih kuat dari Bai An.
“Hem kenapa kau diam, apa kau tidak ingin membalasakan dendam yang selama ini kau simpan seorang diri,” ucap Bai An dengan senyum tipis.
Hu Song kembali mengangkat kepalanya. “A..Apakah saya boleh bertanya Tu..Tuan?” Tanya Hu Song.
Bai An langsung melepaskan Hu Song dan Raja Raksasa.
Keduanya terlihat saling memandang, tak lama mereka berdua langsung berlutut di depan Bai An.
“Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan, saat ini aku memiliki cukup banyak waktu,” ucap Bai An dengan nada santai.
Wuss..!!
Bai An langsung mengeluarkan beberapa kendi arak lalu membuat tiga kursi di sertai meja menggunakan energinya.
“Duduklah, temani aku minum sambil mendengarkan cerita kalian berdua yang sama-sama memiliki dendam, namun tidak berdaya lantaran musuh kalian mungkin kuat,” ucap Bai An.
Keduanya kembali menatap Bai An dengan tatapan tidak percaya, entah bagaimana Bai An mengetahuinya. Terlebih lagi Raja Raksasa yang dari tadi diam kini memperlihatkan ekpresi mulut terbuka lebar.
Dret..!!
Tak lama Raja Raksasa langsung membentuk tubuh manusia.
Keduanya langsung duduk setelah di perintah, mereka sadar jika melawan, maka akan langsung di bunuh.
Srupp..!!
__ADS_1
“I..Ini,” mata Hu Song dan Lord Luo Sha seketika bersinar saat menyeruput Arak layaknya teh.
Dua Jam berlalu, setelah Hu Song menceritakan tentang keluarganya di bunuh oleh anggota klannya karena di perintah oleh Patriark Klan Yi.
Sementara Lord Luo Sha yang istrinya di perkosa lalu di bunuh oleh salah satu Penetua Sekte Besar.
“Hemm..!! Jadi begitu, dan alasan kau mendirikan Arena ini karena ingin mencari pasukan yang kuat untuk melawan sekte tersebut?” Tanya Bai An melirik Lord Luo Sha.
Lord Luo Sha mengangguk patuh di sertai tangannya terkepal erat hingga menyebabkan bunyi.
“Lalu kau, lantaran kedua orang tuamu tidak ingin melakukan tugas yang di inginkan oleh Patriak klan mu, kedua orang tua, kakak dan adikmu di bunuh, dan kau beruntung saat itu karena sedang berada di luar?” Tanya Bai An melirik Hu Song.
Hu Song mengangguk sambil mengepalkan erat tangannya.
“Hemm..!! Lalu apa rencanamu Asura Blood? Kau menyuruhku untuk tidak membunuh mereka?” Tanya Bai An melalui pikirannya.
Sebenarnya Bai An tidak ingin terlalu naif dengan membiarkan keduanya hidup, tapi karena permintaan Asura Blood, Bai An tentu akan mendengarkannya.
“Hemm..!! Pertama-tama, kau butuh seseorang yang mengenal tempat ini, karena itulah aku melarangmu membunuh Raksasa itu, dan yang paling penting, ia memiliki potensi yang bisa mencapai tingkatan para Master Sekte besar. Kau pasti paham maksudki bukan.” Ucap Asura Blood menyeringai tipis.
Bai An sedikit membuka matanya, dan tak lama ia tersenyum tipis. “Jika begitu akan ada tambahan kekuatan untuk melawan orang-orang yang kau maksud bersembunyi di balik bayang-bayang bukan?”
Mendengar itu, Bai An langsung melirik keduanya.
“Hemm..!! Apa kalian sangat ingin membalaskan dendam kalian yang selama ini tidak bisa terwujud?” Tanya Bai An dengan mata dan nada serius.
“I..Ini-”
Hu Song dan Lord Luo Sha saling memandang, walau mereka berdua tidak saling mengenal, tapi karena memiliki nasib yang sama. Mereka berdua pun merasakan keakraban satu sama lain.
“Tu..Tuan..!! A..Apa yang anda inginkan jika membantu kami membalaskan dendam kami? Ti..Tidak mungkin bukan anda melakukannya secara cuma-cuma.” Hu Song memberanikan diri untuk bertanya.
“Hemm..!! Kalian salah menduga, bukan aku yang membunuh orang yang ingin kalian bunuh, tapi kalian sendirilah yang akan membunuhnya dengan tangan dan kekuatan kalian sendiri. Menarik bukan,” ucap Bai An menyeringai tipis.
“Eeh,, bagaimana bisa? Saat ini kekuatan kami memang kuat, tapi di banding dengan orang itu, kami masihlah semut di matanya,” ucap keduanya serempak.
__ADS_1
“Tentu saja dengan membantu kalian meningkatkan kekuatan kalian, ketahuilah potensi kalian ini tidak terbatas, bahkan bisa setara dengan para Master Sekte terkuat.” Ucap Bai An.
Bai An langsung mengangkat tangannya untuk menyuruh keduanya diam lebih dulu. “Kau Hu Song, jangan melawan saat aku memberikan ingatan tentang anggota keluargaku, dan menanamkan segel budak agar kalian tidak berkhianat.” Ucap Bai An.
Wuss..!!
Jlep..!!
Hu Song langsung merasakan Dantiannya terikat oleh sesuatu, ia juga mendapat gambaran wajah Bai Han, Bai Chu Ye, Duan Du, Tu Long, Bo Wuhan dan Gu Sheng.
Mata Hu Song melebar saat melihat ada gambaran Bo Wuhan yang saat ini di cari-cari oleh semua sekte besar.
“I..Ini apakah Tuan mengenal Jenius Monster Bo Wuhan?” Tanya Hu Song.
“Benar, ia kini menjadi anggota keluargaku dan aku memberikan mu gambaran mereka agar kau bisa mencari lalu mengumpulkan mereka.”
“Dua di antaranya mungkin sulit kau ajak bekerjasama karena mereka sangatlah nakal dan selalu membuat kekacauan. Tapi mereka berdualah yang paling gampang kau cari. Dimana ada kekacauan, di sanalah mereka berada.” Ucap Bai An tersenyum tipis.
Bai An juga langsung memberitahu nama-nama anggota keluarganya dan apa hubungan Bai An.
Hu Song yang kini mendapat tugas langsung bangkit. “Baiklah Tuan, aku yakin bisa mengumpulkan mereka dalam waktu 1 bulan seperti yang Tuan inginkan,” ucap Hu Song.
“Hemm..!! Pergilah, walau kita baru saja saling mengenal, aku percaya terhadapmu.” Ucap Bai An tersenyum tipis.
Hu Song sedikit tersentuh karena ada orang yang mempercayainya. Dengan cepat Hu Song membungkuk lalu menghilang tanpa mengucapkan apapun.
...
“Hemm..!! Lalu untuk mu?”
“Luo Sha, panggil Luo Sha saja Tuan.” Ucap Lord Luo Sha yang sadar jika Bai An melupakan namanya.
“Ya Luo Sha untukmu, aku sendiri yang akan melatihmu, kau memiliki fisik yang lemah saat ini. Jadi mari kita pergi mencari musuh untuk kau jadikan bahan latihan.”
Glek..!!
__ADS_1
Entah mengapa Luo Sha merasakan ada yang tidak beres dengan senyum Bai An. Tapi mau tak mau ia mengangguk pasrah.
Wuuss wuss..!!