
“Benar,, sayang sekali mereka tampan tapi sudah gila.” Seorang pria tua merasa prihatin terhadap kelompok Bai An.
“Lihat juga pakaian mereka, pakaian mereka sangat kuno, sepertinya mereka benar-benar orang gila,” sambung pemuda kurus dengan nada menghina.
Pemuda tersebut cukup maskulin, walau begitu ia terlihat sangat sombong, kesombongannya itu karena orang tuanya sangat kaya terlebih lagi ayahnya mempunyai dua bawahan mafia yang di segani.
Dengan angkuh pemuda kurus dengan tinggi badan 170 cm itu berjalan ke arah kelompok Bai An.
Di belakang pemuda tersebut, ada 3 pria berotot mengikuti dengan wajah sangar.
Mereka tidak tahu jika sedang menggali kuburan mereka sendiri jika menganggu Bai An dan keluarganya.
Tap tap..!!
“Hei kau,” tunjuk pemuda yang bernama Daniel Fan Glen.
Bai Han yang di tunjuk langsung memiringkan kepalanya, seutas senyum Bai Han perlihatkan.
Melihat senyum mengejek di arahkan ke dirinya, seketika wajah Daniel memerah, baru kali ini ia di permainkan dan di permalukan di depan umum.
“Kurang ajar, berani sekali kau mengejek ku,” teriak Daniel kini melirik ketiga bawahan ayahnya.
“Kalian, patahkan kaki dan tangannya, jangan sampai membunuhnya, aku ingin melihatnya menderita lebih dulu,” ucap Daniel memarintah bawahan ayahnya.
Ketiganya langsung berjalan sambil memasang wajah sangar, tangan mereka kini bergerak sambil membunyikan jari-jarinya.
Crak crak..!!
Bai Han terlihat tenang, ia kini menatap ke arah ayahnya, saat melihat ayahnya mengangguk santai.
Bai Han seketika terkekeh menyeramkan, hal tersebut membuat ketiga bawahan ayah Daniel, Daniel dan semua orang bergidik sedikit ngeri.
Ketiganya terhenti sesaat, sebelum mereka melanjutkan langkah mereka ke arah Bai Han.
Salah satu yang paling tinggi ingin menangkap Bai Han, Bai Han terdiam saja saat di bekap dari belakang. Sementara dua di antara mereka mengayunkan tinju mereka ke arah perut dan wajah Bai Han.
Buk..!!
Buk..!!
Crak..!!
Urghh..!!
Bukannya Bai Han merasa kesakitan, malah orang yang memukul Bai Han kini terdengar jika tangan mereka retak.
“Hei hei,, apa yang kalian lakukan, kalian ini tidak becus dalam memukul orang, sangat sia-sia ayahku menyewa kalian,” teriak Daniel melihat keduanya kini mundur dengan wajah kesakitan.
__ADS_1
“Biar aku saja yang memukulnya, akan aku perlihatkan kepada kalian bela diri yang telah aku pelajari,” dengus Daniel dengan wajah sombong.
Daniel seketika berlari ke arah Bai Han yang masih di bekap dari belakang.
“Mati kau keparat,” teriak Daniel mengarahkan tinjunya ke arah wajah Bai Han.
Buk..!!
Crak..!!
“Argh,, tangan ku sakit,” Daniel langsung berguling-guling saat melihat tulangnya di jari-jarinya patah semua.
Dengan cepat pengawal yang paling besar berlari ke arah Daniel.
“Tuan muda, kau tidak apa-apa?” Mendengar suara khawatir dari pengawal ayahnya, bukannya merasa senang, ia malah semakin marah.
“Dasar bodoh, apa kau melihat aku baik-baik saja, cepat bantu aku pergi ke rumah sakit untuk mengobati tanganku yang patah,” dengus Daniel.
Pengawalnya langsung mengangguk patuh.
Saat terbangun, Daniel menatap Bai Han dengan tatapan tajam.
“Tunggu saja aku kembali, aku akan membunuhmu.” Ucap Daniel.
Bai Han hanya terkekeh kecil saat mendengar ancaman dari pemuda kurus tersebut.
“Ayo,, jangan dekati dia, dia mungkin titisan iblis,” bisik ibu-ibu kepada putranya yang masih kecil.
Semua orang mulai pergi dari tempat tersebut, ada yang takut, ada yang iba ada juga yang jijik menatap Bai Han, Bai An beserta keluarganya.
“Hmm,, jika saja mereka bukan manusia fana, mungkin aku sudah memakan mereka hidup-hidup,” dengus Tu Long.
“Sangat beruntubng sekali mereka menjadi manusia fana, karena tidak ada manfaatnya memakan mereka selain kenyang,” sambung Tu Long masih terlihat kesal.
“Sudah-sudah,, lupakan saja, mereka adalah orang-orang lemah yang tidak mengerti apa-apa, zaman mereka mungkin sedikit berbeda dengan zaman kita, tapi tetap saja-”
Duan Du tidak melanjutkan ucapannya saat merasakan jika ada dua orang memiliki energi yang unik di dalam tubuh mereka.
Bai Han yang sudah merasakan sedari awal menatap kejauhan.
“Hmm apakah ini yang di sebut tenaga dalam? Sungguh energi yang unik,” gumam Bai An.
“Eeh,, apa itu tenaga dalam ayah?” Tanya Bai Han yang mendengar gumaman ayahnya.
“Tenaga dalam adalah sejenis energi juga, tapi ia di serap melalui mulut lalu di alirkan ke pori-pori, setelah itu di pusatkan ke perut, jadi terciptalah tenaga dalam.” Jawab Duan Du.
“Hmm,, tapi energi yang mereka serap hanya energi kotor, mereka tidak mampu menyerap energi murni.” Sambung Bai An.
__ADS_1
Bai Han mengangguk-angguk mengerti. “Sepertinya aku harus mencoba mempelajari cara menyerap tenaga dalam, tapi aku ingin menggunakan energi murni,” ucap Bai Han tersenyum tipis.
***
Sementara dua orang yang Bai An lihat kini mengintai Bai An beserta keluarganya, mereka mencurigai Bai An bukan dari negara ini.
Mereka takut jika Bai An dari Negara Gun, Negara Gun adalah musuh Negara mereka.
“Bagaimana? Apakah kita akan terus mengikuti mereka?” Tanya salah satu pria terlihat berumur 30 tahun.
“Kita ikuti saja dulu, di lihat dari baju yang mereka kenakan, mereka bukan dari Negara Gun, melainkan Negara itu,” jawab kawannya sambil melirik.
Mata pria berumur 30 tahun mengenakan pakaian tradisional bewarna kuning terbelalak.
“Benar, biasa mereka mengenakan jubah kuno yang mirip dengan yang di kenakan Negara terkuat itu,” sambungnya.
“Tapi setidaknya mereka kesini tidak mengancam Negara kita, jadi pantau selama beberapa hari terlebih dulu, sampai saat itu, kalau tidak ada hal yang mencurigakan, kita melapor ke ketua.”
Keduanya terlihat kembali bergerak dengan hati-hati.
***
“Ayah, apa sebaiknya kita tanyakan saja pada mereka, mungkin mereka tahu tempat-tempat terlarang maupun berbahaya yang jarang terjamah manusia,” tanya Bai Han.
Saat ini mereka sedang duduk sambil menikmati makanan pinggir jalan, mereka juga telah mengganti pakaian mereka menggunakan apa yang di gunakan oleh Bumi.
“Hmm,, aku rasa itu saran yang bagus, biar aku saja yang menghampiri mereka,” ucap Tu Long tersenyum tipis sambil menaikkan sebelah alisnya.
Melihat Tu Long telah bangun dari tempat duduknya, Bai An menggelengkan kepalanya.
“Tunggu di tempat yang lebih sepi, jangan di sini karena masih banyak orang yang tidak mengerti apa-apa.”
Tu Long kembali duduk dengan wajah lesu, padahal ia ingin menakut-nakuti keduanya lebih dulu sebelum di bawa kesini.
Beberapa menit berlalu, Bai An dan keluarganya mulai beranjak dari tempat mereka.
Setelah tahu mata uang di sini menggunakan kertas aneh, Bai An telah membuat banyak sekali kertas yang di jadikan mata uang menggunakan formasi.
Mudah bagi Bai An membuat hal seperti itu, jadi apa yang di inginkan hanya tinggal membuat lalu memberi.
Tap tap..!!
“Eeh,, kemana mereka pergi?”
Mendengar suara dari pria berjubah kuning, temannya yang menggunakan jubah hitam tentu menggeleng.
“Jangan tanya aku, aku juga tidak tahu. Lebih baik kita berpencar lalu cari mereka,” ajak pria berjubah hitam.
__ADS_1
“Tidak perlu mencari, aku ada di sini.” Sebuah suara menyeramkan muncul dari belakang kedua pria yang selalu mengikuti Bai An.-