Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Bekerjasama Dengan Jendral Gou Ma ( Keluar Dari Ruang Formasi )


__ADS_3

“Benar, tujuanku kesini karena hal tersebut,” ucap Jendral Mo Hung memotong ucapan Jendral Gou Ma.


Sebuah senyum juga muncul dari wajah Jendral Mo Hung.


Sebelum Jiwa Jendral Mo Hung pergi dari Bumi, Bai An sempat menyuruh Tu Long meninggalkan jejak auranya di jubah milik Jendral Mo Hung.


Tak lupa pula Bai An menyuruh Tu Long menulis pesan untuk di berikan kepada Ras Half Giant Dragon yang pertama kali datang.


Jendral Mo Hung tidak tahu apa isi tulisan tersebut, karena ia di larang membukanya.


Sementara Tu Long yang sadar tujuan Bai An akhirnya mengerti lalu bertanya “Apakah Rasnya akan datang secepat itu?”


Bai An tentu mengangguk riangan karena ia telah menutup jejak jiwa milik Tu Long dengan bantuan Bai So. Bai An yakin jika Ras Half Giant Dragon yang mengirimnya kesini pasti akan datang lebih cepat.


Bai An tentu tidak sadar jika Tu Long adalah setengah Jiwa milik Raja Half Giant Dragon yang akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


...


“Hmmm..!! Baca ini, kau pasti akan mengetahuinya,” ucap Jendral Mo Hung melempar sebuah surat yang di khususkan bagi Ras Half Giant Dragon.


Hap..!!


Dengan santai Jendral Gou Ma menangkap surat tersebut. Isi surat itu tidak banyak, itu hanya bertulis dua kata.


“Dia Bawahanku.”


Walau begitu, Jendral Gou Ma tak bisa untuk tidak membelalakkan matanya dalam seperkian detik, setelah itu kembali sadar.


Jendral Gou Ma tidak menyangka, orang sekuat Jendral Mo Hung bisa tunduk kepada Tuan keduanya.


Terlebih Jendral Mo Hung adalah Bangsa Iblis Merah, yang terkenal memiliki sifat hampir mirip dengan klan Bai buangan.


“Hmm..!! Bagaimana kau bisa mengenalnya? Karena setahuku ini baru pertama kali kau masuk ke Dimensi ini?” Tanya Jendral Gou Ma penasaran.


Jendral Mo Hung langsung tersenyum tipis. “Apa yang di tebak oleh Tuan Bai ternyata benar jika ia pasti akan bertanya seperti ini.” Gumam Jendral Mo Hung dalam hati.

__ADS_1


“Hoho,, kau akan mengetahuinya pada saatnya tiba, itulah yang Tuan ucapkan,” jawab Jendral Mo Hung santai.


Jendral Gou Ma mengangguk santai. Tapi tak lama wajahnya berubah serius.


“Jadi apa langkah selanjutnya? Aku tahu kau ahli dalam strategi, mungkin karena inilah Tuan membuatmu sebagai bawahnnya dan kau harus bangga menjadi bawahannya karena ia bukan seseorang yang bisa kau anggap remeh.” Ucap Jendral Gou Ma.


Saat ini Jendral Gou Ma salah dalam menebak, ia mengira Tuan Jendral Mo Hung adalah Tu Long, sehingga berkata seperti ini. Sama halnya dengan Jendral Mo Hung, ia juga saat ini salah dalam mengartikan, ia mengira jika Tuannya Bai An yang di maksud sehingga ia dengan bangga mengatakan jika kesetiaannya hanya pada Tuannya.


Setelah membicarakan terkait pengkhianatan Jendral Mo Hung dan alasannya. Jendral Mo Hung juga memberikan beberapa langkah yang akan di ambil, termasuk syarat untuk agar mereka mau bersekutu.


Jendral Mo Hung sangat mengerikan dalam mengatur rencananya ini. Hal tersebut yang membuat Jendral Gou Ma mengakui Jendral Mo Hung adalah ahli strategi terkuat yang ia temui selama ini.


Tentu Jendral Mo Hung mendapat ilmu ini dari ibu angkatnya dan ibu angkatnya mendapatkan ilmu ini dari ayahnya yang sering bersama dengannya sedari kecil.


“Baiklah, jika begitu aku akan menyuruh pasukan untuk bersiap sambil menunggu Jendral Gou Ja datang kesini, saat ini Jendral Gou Ja dalam perjalanan kesini,” uca Jendral Gou Ma.


Jendral Mo Hung mengangguk santai. “Jika begitu aku akan kembali untuk memberi kabar kepada Jendral Agung,” sambung Jendral Mo Hung, ia langsung menghilang setelah berpamitan.


Jendral Gou Ma juga terlihat tidak mau ketinggalan dengan rencana Jendral Mo Hung, ia langsung memanggil semua komandan, pasukan elit maupun pasukan biasa mereka.


Bumi. Ruang Formasi di dalam Gunung Rinjani.


Bom Bom Bom..!!


Seketika terdengar ledakan dari dalam tubuh Bai An, bersamaan dengan naiknya Bai An ke tingkat yang lebih tinggi, tingkat kultivasinya yang selama ini ia tahan menyebar ke segala arah hanya karena aura saja.


Semua keluarga Bai An yang sedang meningkatkan kekuatan langsung membuka mata, terlihat mereka sangat tertekan akan aura dari Bai An.


“Urgh,, tingkat yang mengerikan, bahkan aku tidak tahu kakak ada di tingkat apa, tapi yang pasti, saat ini ia setara atau bahkan lebih kuat dari Jendral Iblis Tertinggi,” gumam Duan Du menyunggingkan senyum kejam.


Tapi tak lama ia memasang wajah serius. “Huuff,, aku juga harus menjadi kuat, aku tak ingin menjadi beban dari kakak,” gumam Duan Du kembali memejamkan matanya.


...


“Urgh,, ayah ini tidak melihat-lihat kah lebih dulu jika saat ini putra dan keluarganya yang lain sedang fokus berkultivasi,” ucap Bai Han memasang wajah cemberut, darah terus menerus keluar dari mulutnya saat ini akibat tidak mampu menahan tekanan dari aura milik ayahnya.

__ADS_1


“Heng,, aku juga tak ingin kalah, aku harus meningkatkan kekuatanku agar bisa tetap di sisi ayah,” sambung Bai Han, ia langsung memejamkan matanya.


...


Di tempat yang di genangi oleh darah. Saat ini Bai Chu Ye membuka matanya, mungkin hanya ia saja yang tidak merasakan efek dari aura milik ayahnya.


Saat ini potensi tersembunyi yang ada di dalam tubuh Bai Chu Ye telah bangkit, walau tidak sepenuhnya, itu sudah cukup mengerikan.


Salah satu dari potensinya adalah ia tidak merasakan tekanan efek dari tingkat kekuatan musuh, ia juga tidak akan tertindas jika seseorang yang jauh lebih kuat ingin menindasnya.


Darah yang ada di dalam tubuh Bai Chu Ye juga sedikit berubah, ini adalah darah murni milik dari klan Chu yang selama ini telah menghilang. Walau belum sepenuhnya mirip dengan darah murni klan Chu. Bai Chu Ye memiliki kelebihan unik akibat perubahan dari darahnya ini.


...


“Huuff,, maafkan ayah Han'er, Ye'er, dan maafkan aku bocah nakal karena terlambat menekan auraku yang keluar,” gumam Bai An sedikit menghela nafas.


Bai An saat ini sedikit khawatir dengan kondisi putra dan adiknya. Tapi ia juga tidak ingin menemui mereka, ia yakin terobosan mereka akan gagal jika ia kembali menganggu.


Setelah butuh waktu yang cukup lama untuk menyetabilkan peningkatannya yang berlebihan.


Saat ini Bai An bangun dari posisinya yang duduk di udara.


“Hmm..!! Hanya tinggal Xie'er dan paman Ling Dong yang belum meningkatkan kekuatan mereka, sebaiknya aku menemui mereka saja,” gumam Bai An langsung menghilang.


Bai An merasa peningkatannya ini sudah lebih dari cukup untuk saat ini, ia juga tidak ingin rakus yang mengambil semuanya seorang diri.


Wungg..!!


Bai An muncul tepat di depan Tu Long yang kini sedang di cerca oleh Xie'er karena Xie'er selalu di larang masuk.


Tu Long hanya bisa terdiam sambil memasang wajah manis, ia tidak berani memasang wajah jelek lantaran Mu Xia'er selalu melototinya.


“Ehem,, kenapa kalian semua menindas Tu Long? Apakah ada yang salah darinya?” Tanya Bai An dengan santai.


Sontak semua wanita melirik ke asal suara. Dan yang pertama kali bereaksi tentu saja Xie'er.

__ADS_1


__ADS_2