Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Sosok Yang Mirip Dan Sifat Yang Mirip


__ADS_3

Tak lama tubuh Boneka Kelinci langsung lenyap setelah ia bergumam.


***


Srek srek..!!


Sebuah celah tiba-tiba muncul di ruang hampa.


Wuss..!!


Sosok Tu Long dalam wujud aslinya seketika keluar dari celah tersebut.


“Eeh,, aku tak tahu kita ada dimana,” ucap Tu Long langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Raja Gou Long yang mendengar itu langsung maju. “Aku tahu, ini Wilayah Timur, wilayah kekuasaanku, ayo ikuti aku,” ajak Raja Gou Long langsung melesat ke arah tertentu.


Tu Long mengangguk ringan, pandangannya mengarah ke Bai An dan Bai Chu Ye.


Melihat mereka diam saja membuat Tu Long langsung membawa semuanya mengikuti Raja Gou Long.


Dua hari kemudian, mereka telah tiba di sebuah dimensi kecil bauatan Raja Gou Long.


Dunia ini hanya ada kegelapan tanpa adanya cahaya. Tapi dengan tingkatan mereka semua, mereka tidak mempermasalahkannya dan dapat melihat seperti adanya cahaya.


...


Satu hari telah berlalu.


“Tuan muda, pulihkan saja dirimu terlebih dahulu bersama bocah nakal ini dan terimakasih telah membangkitkan aku lebih cepat dari hibernasiku dengan pengorbanan yang-” tubuh Tu Long seketika berkeringat dingin saat sadar jika ia salah bicara.


“Sial seharusnya aku tidak mengucapkan kata terimakasih,” gumam Tu Long kini menunduk saat merasakan tatapan Bai An berubah dingin.


Tapi tak lama Bai An terdengar menghela nafas. “Lain kali jangan menganggap ku dan mereka orang lain, karena hanya orang lain saja yang pantas mengucapkan terimakasih.” Ucap Bai An memberikan nasihat.


“Jika kau menganggap kami keluarga maka jangan mengucapkan hal itu lagi, karena kita sekeluarga satu dan tentu saling membutuhkan satu sama lain dan saling menutupi kekurangan.” Sambung Bai An lalu berjalan ke arah yang telah di tunjukkan oleh Raja Gou Long tadi.


***


Inti Dimensi Demon Monster.


“Apakah firasatmu sama denganku paman?” Tanya sosok gadis remaja yang tak lain Bai Xia Xie.


Saat inu Bai Xia Xie tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik luar biasa, tapi di balik kecantikan dan wajah cerianya, tersembunyi sosok mengerikan yang membuat semua orang, bahkan Pixiu ketakutan jika Bai Xia Xie marah.

__ADS_1


“Benar Xie'er, paman juga merasakan udaranya berubah menjadi lebih dingin, kira-kira apa itu?” Tanya Pixiu penasaran sambil melirik keponakannya yang duduk sambil membaca sebuah buku yang berasal dari bumi.


“Sebuah kehancuran, dulu aku pernah merasakan hawa seperti ini dan tak lama sebuah kehancuran terjadi.” Ucap Bai Xia Xie memandang ke atas dengan wajah sedih.


“Dan saat ini aku merasakan hawa ini jauh lebih dingin dari yang dulu, artinya kehancuran yang sekarang jauh lebih besar,” sambung Bai Xia Xie.


Pixiu yang mendengar itu hanya membelalakkan matanya. Tanpa terasa tubuhnya kini sedikit bergetar.


“Uurrgghh,, kenapa aku harus merasakan takut seperti ini?” Gumam Pixiu bingung, ia tak pernah merasakan setakut ini sebelumnya.


Tap tap..!!


“Xie'er, Pixiu, kembalilah, waktunya makan,” teriak Cen Tian dan Bai Yun muncul tidak jauh dari tempat mereka berlatih sebelumnya.


Xia'er langsung melirik kedua pamannya dengan senyum tulus seolah tidak pernah membicarakan apa-apa dengan pamannya.


“Ayo paman, latihan kita sudahi sampai hari ini dulu, ibu dan nenek pasti akan marah jika kita berlama-lama,” ajak Xie'er.


Pixiu langsung bangkit lalu mengikuti Xie'er yang telah berjalan beriringan dengan kedua pamannya.


“Paman-paman, kenapa kekuatan kalian masih saja belum meningkat,” seketika suara Xie'er yang tadinya sedikit hening kini terasa hidup setelah Cen Tian menjawab dengan nada kesal.


Tap tap..!!


“Nenek, kau semakin cantik saja,” ucap Xie'er langsung memeluk neneknya yang sedang repot membagikan makanan kepada keluarganya atau pasukan pembantai yang Bai An bentuk dulu.


Ling Mei seketika tersenyum sambil mencubit pipi cucunya. “Dasar cucu nenek yang nakal, sama nakalnya dengan kakakmu itu,” tunjuk Ling Mei menunjuk Bai Han.


Bai Han hanya bisa tersenyum kecut. “Nenek, apa salah Han'er? Han'er kan hanya ingin menyusul ayah, Ye'er, paman Tu serta paman Tu,” ucap Bai Han dengan nada cemberut.


Seketika semua orang tertawa mendengar keluh kesah Bai Han yang di tinggal di sini seorang diri. Bai Han merasa hampa jika tanpa ayah dan pamannya.


“Sudah-sudah, ayahmu nanti akan kesini, kau jangan sampai keluar dari sini seorang diri lagi, jika kau melakukan itu,” Mu Xia'er langsung mengisyaratkan siksaan untuk mengancam putranya.


Bai Han tentu berkeringat dingin sambil menelan ludahnya sendiri. Dengan patuh ia mengangguk-angguk berkali-kali.


Tak terasa kehidupan di Inti Dimensi Demon Monster semakin hidup dan kekuatan semua keluarga Bai An terus meningkat seiring berjalannya waktu.


Srek srek..!!


Sebuah sobekan seketika muncul di atas tempat keluarga Bai An berada. Hal itu membuat Pixiu, Macan, Gagak Merah, Bai Han, Bai Chen, Bai Xia Xie, Long Yuan serta keluarga Bai An yang terkuat muncul di udara sambil bersiaga menunggu siapa yang mampu merobek paksa Inti Dimensi Demon Monster.


Blush..!!

__ADS_1


“Woah,, akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga, aku bisa merobeknya,” ucap sosok yang mirip Tu Long, ia kini bertepuk tangan berkali-kali dengan wajah bahagia.


“Gou Han, cepatlah jangan buat kakak menunggu di sana,” ucap Duan Du dengan nada malas.


Gou Han pun hanya cengengesan.


Wuss wuss..!!


Xie'er, Bai Han dan Pixiu langsung muncul di depan sosok raksasa Ras Half Giant Dragon.


“Eeh,, paman Du,” teriak Bai Han seketika tersenyum bahagia saat ia tadinya ingin menyerang.


Wuss..!!


Bai Han seketika menerjang ke arah pamannya. Awalnya Duan Du mengira jika Bai Han ingin memeluknya sehingga ia membuka tangannya lebar-lebar.


Tapi kaki Bai Han langsung menendang perut Duan Du sekuat tenaga.


Bom..!!


“Sialan kau paman, kenapa kau malah meninggalkan ku saat aku sedang berkultivasi hah,” ucap Bai Han dengan nada kesal.


Duan Du langsung muncul setelah terlempar, ia kini menatap keponakannya dengan wajah bahagia.


“Hoho,, kau semakin kuat saja Han'er,” ucap Duan Du terlihat tidak mempermasalahkan apa yang Bai Han lakukan tadi, karena menurutnya itu wajar karena saking sayangnya Bai Han terhadap dirinya.


Tap tap..!!


“Apa sudah waktunya pergi?” Tanya Bai Xia Xie kini dengan wajah berseri-seri.


Duan Du pun melirik ke arah keponakannya yang sangat cantik.


“Iya, kakak menyuruhku untuk menjemput kalian, dan kakak tidak bisa menjemput kalian karena ia saat ini di ambang terobosan,” ucap Duan Du.


Tap tap..!!


“Ayah..!! Apa kamu ayahku?” Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun seketika menyapa Duan Du dan anak tersebut sangat mirip dengan Duan Du.


Tubuh Duan Du seketika menegang saat melihat anak laki-laki yang saat ini di gendong oleh sosok yang ia kenal.


“Li..Li-”


“Aku rasa dia bukan ayahku bu, lihat wajahnya sangat jelek. Ibu serta paman dan bibi bilang jika ayahku sangat tampan, jadi aku rasa ini bukan ayah.”

__ADS_1


Wajah Duan Du seketika menjadi jelek saat mendengar suara putranya yang sedang mengejeknya.


__ADS_2