Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tingkah Bai Han


__ADS_3

Bai An tersenyum cerah saat mendengar itu.


***


Saat di perjalanan, Duan Du tiba-tiba menghentikan langkahnya.


“Hmm..!! Kakak mengirim info, jika kita akan bergerak cepat, kita juga di suruh untuk jangan menahan diri lagi,” ucap Duan Du kini menyeringai kecil.


Bai Han dan Tu Long langsung berhenti.


“Hmm,, jika begitu, waktunya untuk paman-paman mulai bermain, jangan lupa juga permainannya harus meriah ya,” ucap Bai Han kini berjingkrak-jingkrak di udara, seolah tidak sabar pergi bermain juga.


Bai Han juga melihat ke arah keempat ketua perampok yang kini mengangguk paham apa yang di maksud dengan bermain.


“Baik Tuan muda,” ucap Dong Han selaku orang terkuat.


Mereka berempat langsung pergi ke empat arah berbeda untuk mengacaukan beberapa kota dan klan. Karena yang di maksud bermain itu adalah mengacau.


“Eehh,, kenapa wajah paman? Apa ada yang salah?” Tanya Bai Han melototkan matanya, hal tersebut membuat Bai Han terlihat benar-benar polos.


Sementara Duan Du dan Tu Long langsung tersadar setelah mereka menganga dalam waktu beberapa detik tadi.


“Ah,, tidak ada, jadi ayo kita bermain seperti yang di ucapkan Han'er,” ucap Duan Du sedikit bergidik saat melihat keponakannya.


Jika ia tidak mengenal keponakannya ini, mungkin ia akan mengira Bai Han sama seperti anak sebayanya yang benar-benar suka bermain layaknya anak pada umumnya. Namun Bai Han ini menyukai hal yang jauh dari imajinasi orang-orang yang tak mengenalnya, dan jalan pikirannya tidak ada yang bisa menebak sama seperti ayahnya.


Bai Han yang menyadari tingkah pamannya hanya mengangguk-angguk.


“Ayo paman,, kita langsung saja ke Paviliun Awan, di sana pasti banyak permainan menarik,” ajak Bai Han langsung menarik keras baju Duan Du dan Tu Long.


Seketika Bai Han, Duan Du dan Tu Long melesat ke arah pusat dunia, yaitu Kota Awan.


***


“Hmm..!! Pergerakan mereka kini secara terang-terangan, tapi sampai saat ini orang itu belum muncul,” gumam Ho Ming Chun yang kini mendapatkan kabar pergerakan Duan Du dari beberapa mata-mata yang ia kirim.


Hu Liu Chen yang mendengar itu biasa-biasa saja. Tapi ia juga bingung mengapa Bai An tidak ikut turun tangan membebaskan dirinya.


Hu Liu Chen tahu jika Bai An sudah menganggap dirinya keluarga dan jika ada yang menyakiti keluarganya, maka Bai An tidak segan-segan akan membunuh semua orang yang terlibat.

__ADS_1


“Apakah Kakak ipar meremehkan kekuatan Ho Ming Chun dan klan Ho?” Gumam Hu Liu Chen dalam hatinya. “Semoga saja ia tidak meremehkan kekuatan mereka,” sambung Hu Liu Chen, ia takut jika Bai An meremehkan kekuatan musuh, maka ia bisa mengalami kerugian besar.


Ho Ming Chun yang melihat Hu Liu Chen hanya diam kini berpikir apakah ia pergi menyeret ketiganya lalu sengaja membunuhnya di depan Hu Liu Chen agar ia terkena mental atau biarkan ketiganya datang sendiri.


“Hmm..!! Lebih baik aku mengirim pion-pion yang tidak berguna ini terlebih dahulu, karena mereka bisa saja menjadi batu sandungan bagi klan Ho akibat keserakahan mereka,” ucap Ho Ming Chun secara terang-terangan.


Setelah itu Ho Ming Chun mengirim pesan telepati kepada Master Sekte Es Abadi Fang Mu perihal idenya ini.


***


Di tempat Master Sekte Es Abadi Fang Mu, ia saat ini masih bersama Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 dan beberapa Penguasa Dunia.


Tiba-tiba Fang Mu tersenyum cerah saat mendapat pesan dari Ho Ming Chun.


“Hehe,, ide yang bagus, karena setelah ini juga kita akan membunuh mereka yang tidak terlalu berguna.”


“Jadi, daripada mengotori tangan kita, lebih baik orang lain saja yang membunuh mereka agar bisa memanfaatkan mereka lebih banyak,” kekeh Fang Mu dalam hati.


Melihat Fang Mu tersenyum.


Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 mengerutkan keningnya karena instingnya mengatakan ada yang tidak beres dan bisa membahayakan nyawanya.


“Ada apa Master Fang?” Tanya Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 dengan tatapan biasa saja, seolah ia tidak tertarik agar tidak menyinggung perasan Fang Mu.


“Oohh,, akhirnya mereka keluar juga, jika begitu aku tidak perlu repot-repot menunggu lama lagi,” ucap Penguasa Dunia Awan saat melihat wajah Bai An, Duan Du dan Tu Long. Wajah Penguasa Dunia Awan kini menyeringai kejam.


“Hmm..!! Apa yang di rencanakan oleh orang licik ini?” Gumam Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 semakin curiga.


“Huuf,, persiapkan diri kalian, dan jangan remehkan mereka, walau terlihat muda dan lemah, aku merasa mereka tidak sesederhana yang terlihat,” ucap Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 melirik ke arah 5 Penguasa Dunia yang kini berjejer di hadapannya.


Empat dari mereka mengangguk patuh, sementara Penguasa Dunia Awan langsung meremehkan ucapan Penguasa.Alam Semesta.


“Heng,, mereka hanya semut di mataku, begitu aku muncul, aku akan memperlihatkan kekuatan seorang Penguasa di hadapan semut,” gumam Penguasa Dunia Awan dalam hatinya.


Penguasa Dunia Awan tentu tidak mau menuruti perintah Penguasa Alam Semestanya, karena menurutnya, itu akan merendahkan derajatnya jika waspada kepada yang tidak layak ia lawan, terlebih mereka ada 5 dan musuh cuman bertiga.


“Baiklah,, kalian bisa berangkat dan lihat saja keadaan lebih dulu baru tangkap mereka,” ucap Penguasa Alam Semesta Inti ke 6.


Setelah itu kelima Penguasa Dunia langsung menghilang dari tempatnya duduk.

__ADS_1


Fang Mu yang melihat itu langsung berkata. “Bagaimana jika kita melihat apa yang mereka lakukan, ini pasti akan menarik. Itu karena mereka pasti melakukan perlawanan.”


Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 juga sudah memikirkan hal itu, jadi tanpa di beritahu ia akan menonton.


Tangan Penguasa Alam Semesta langsung terayun.


Wuss..!!


Sebuah sinar terang langsung menyilaukan mata hingga cahaya tersebut meredup.


Kini muncul sebuah layar di hadapan keduanya.


Layar tersebut adalah Artefak Setengah Dewa yang bernama Cermin Semesta, karena itu bisa membuat orang melihat seluruh Alam Semesta.


Setiap Penguasa Alam Semesta Inti mempunyai Cermin Semesta, dan anehnya Cermin Semesta hanya memperlihatkan yang mereka kuasai saja, tidak bisa memperlihat Alam Semesta yang tidak ia kuasai.


Saat gambar wajah Duan Du, Tu Long dan Bai Han terlihat.


Wajah Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 dan Fang Mu seketika melotot dan mulut sedikit menganga.


Duar..!!


Fang Mu dan Penguasa Semesta Inti ke 6 langsung mundur beberapa meter.


“Ba..Bagaimana mungkin?”


***


Di luar Kota Awan.


Duan Du saat ini tersenyum sambil mengacungkan jarinya ke arah awan, tangan Duan Du juga bergerak lambat mengisaratkan ia akan menggorok leher mereka.


Setelah itu Duan Du melambaikan tangannya.


Bom..!!


“Paman-paman, apakah mereka akan kesini?” Tanya Bai Han dengan wajah polos.


“Hehe,, tentu saja Han'er, tapi kita tidak perlu menunggu mereka, melainkan kita yang akan mencari mereka,” kekeh Duan Du.

__ADS_1


“Hmm,, Hmm,, tapi sebelum itu, cepat habiskan dulu makan mu Han'er,” sambung Tu Long.


“Huhh,, merepotkan saja, saat akan sampai malah merengek minta makan, membuat pertarungan tertunda saja,” gumam Tu Long dalam hati.


__ADS_2