
Mata Pin Sang dan Pin Cang seketika bersinar terang, karena mereka berdua mengerti arti pertanyaan Duan Du.
“Hehe tentu saja Tuan muda, jadi kami akan menguasai Kota ini lebih dulu, lalu setelah kekuatan kami cukup, kami bergerak menguasai kota-kota lainnya dan menjarah semua harta mereka,” kata Pin Sang dengan nada terdengar santai.
Namun di balik itu, jika di dengar dengan teliti, maka orang yang mendengarnya akan jijik karena Pin Sang ini terlalu serakah.
“Hehe,, aku sudah tidak sabar menerapkan apa yang telah Tuan muda ajarkan kepada kami dulu,” kekeh Pin Cang.
Duan Du yang mendengar keduanya bicara dengan bahagia, kini ikut bahagia juga.
“Hehe,, tidak sia-sia aku menurunkan kemampuan bawaanku kepada kalian,” kekeh Duan Du terdiam sesaat.
“Perlu kalian tahu, kalian harus beruntung karena kemampuanku ini adalah bawaan dari Surga yang terlalu sayang kepadaku,” sambung Duan Du kini mulai menyesatkan Pin Sang dan Pin Cang seperti dulu lagi.
***
Bai An yang mengintai di balik awan kini menggelengkan kepalanya saat mengetahui apa yang terjadi.
“Bocah ini, kepada bawahannya saja sudah sepicik ini, apalagi kepada yang lain kelak,” gumam Bai An menghela nafas pelan.
Bai An tahu jika Duan Du memang serakah terhadap harta. Untungnya harta yang Duan Du dapatkan selalu di bagi-bagi kepada para saudaranya.
Terlebih jika bocah ini bosan, maka ia akan menganggu Tu Long, jika masih merasa bosan lagi, ia akan menghasut para bawahannya seperti ini lah contohnya. Duan Du mengajarkan yang tidak-tidak.
Bai An tentu tidak menghentikan tingkah adiknya ini. Karena ia juga di untungkan.
Duan Du selalu menyerahkan sebagian harta yang ia kumpulkan kepada kakaknya. Dan yang di berikan kepada kakaknya adalah harta yang paling berharga.
Melihat kepergian adiknya bersama Pin Cang, Pin Sang dan anggota klan Pin.
Bai An menghilang dari tempatnya.
Wuss..!!
__ADS_1
Tap tap..!!
Bai An muncul tidak jauh dari Ling Yenrou, Bai Yun, Cen Tian, Bing Lou, Tu Long dan yang lainnya.
Bai An kini melihat jika semuanya telah berkumpul termasuk Bing Xian dan anggota klan Bing lainnya menganggul santai.
Terlihat jika Bing Xian dan anggota klan Bing kini menatap Bai An dengan tatapan hormat dan bahagia.
“Hmm..!! Jadi kau telah memberitahukan identitasku kepada mereka,” ucap Bai An kini tersenyum hangat.
Bing Lou mengangguk di sertai tawa canggung.
“Hehe,, mereka penasaran Tuan muda, terlebih mereka juga bahagia kini telah mempunyai anggota keluarga tambahan,” ucap Bing Lou terdiam sesaat sambil melirik ke arah Bing Xian dan anggota klan Bing lainnya.
“Mereka juga kini sudah tidak perlu bersembunyi lagi, karena saat mendengar jika Tuan muda saja tidak bersembunyi saat di buru beberapa waktu lalu dan malah membantai semua orang yang memburu Tuan muda, kini pandangan mereka terbuka bahwa bersembunyi tidak selalu memberikan rasa aman. Melawan pun bisa memberikan rasa aman dan nyaman.”
Bai An yang mendengar itu kini mengangguk. “Benar, kenapa harus takut? Walau mereka ada banyak dan membunuh mereka mungkin semakin menambah musuh, aku sama sekali tidak khawatir.”
Selesai berkata. Bai An mulai menambahkan. “Tapi yang membuatku bingung adalah mengapa kau bisa kalah melawan pemimpin kota ini yang hanya memiliki Dewa Raja Semesta ⭐ 1 Awal?” Tanya Bai An kini mulai penasaran.
Bing Lou yang lupa menanyakan hal tersebut kini menatap ke arah Bing Xian.
Bing Lou tentu ikut penasaran karena kekuatan Bing Xian adalah Dewa Raja Semesta ⭐ 4 Ahir.
Mendengar pertanyaan Bai An dan melihat tatapan semua orang. Bing Xian kini merasa malu.
“I..Itu, kami semua terkena racun iblis mawar. Aku sama sekali tidak curiga, karena Ba Rong ini sangatlah baik kepada kami semua. Saat di undang tentu saja kami tidak curiga, karena saat itu putranya sedang merayakan ulang tahun putranya. Saat itu kami di sugguhkan beberapa makanan mewah dan anggur bintang. Saat meminumnya kami semua tidak merasakan apa-apa. Tapi setelah kembali dan tepat 3 hari setelahnya kami pingsan, saat sadar kami telah di penjara.” Jawab Bing Xian malu-malu.
Bing Xian dan anggota klan Bing kini menundukkan kepalanya merasa malu karena bisa terkena racun iblis mawar.
Bai An mengangguk-angguk, menurutnya itu adalah hal yang wajar. Karena Racun Iblis Mawar tidak berbau dan bisa menyesuaikan diri dengan makanan yang bercampur dengannya.
Tentu saja Bai An tahu kelebihan Racun Iblis Mawar, walau racun tersebut masih tergolong racun tingkat rendah.
__ADS_1
Tapi yang aneh, selama ia menyelidiki tempat ini. Racun Iblis Mawar sama sekali tidak bisa tumbuh di tempat seperti ini. Jika bisa maka kemungkinan akan gagal. Karena Tumbuhan Racun Iblis Mawar tidak menyukai air dan hanya tumbuh saat ada darah maupun aura iblis.
“Hmm..!! Ada orang di balik ini?” Ucap Bai An kini memegangi dagunya.
Mendengar itu, semua orang awalnya heran. Namun beberapa saat Bing Xian tersadar akan ucapan Bai An.
Pemikiran Bai An dan Bing Xian sama, yaitu Tumbuhan Racun Iblis Mawar sama sekali tidak bisa tumbuh di tempat seperti ini.
“I..Ini aku tahu siapa saja yang telah mendatangi tempat ini dan salah satunya adalah Penguasa Dunia Inti ke 4, beberapa waktu lalu ia datang ke dunia inti ke 6 ini. Aku memiliki banyak mata-mata yang handal dalam mencari informasi termasuk kedatangan Penguasa Dunia Inti ke 4.” Ucap Bing Xian dengan nada sedikit terbata-bata dan tubuh sedikit bergetar karena menahan amarah.
“Hmm..!! Lantas apa masalahnya dengan kedatangan Penguasa Dunia Inti ke 4 itu. Jika kita sudah tahu pelakunya maka kita datangi dan bantai saja dunianya.” Kata Tu Long kini dengan nada bersemangata.
Tapi ucapan Tu Long tidak di respon semua orang sehingga ia kini hanya diam sambil memasang wajah cemberut.
“Hmm..!! Jadi begitu ya,” ucap Bai An kini memikirkan satu prediksi. Pandangan Bai An mengarah ke Bing Lou. “Kau pasti tahu jika ini perbuatan Master Sekte Es Abadi, jika bukan mereka, siapa lagi yang tahu klan Bing yang tersisa bersembunyi di sini.”
Bing Lou mengangguk mendengar ucapan Bai An. Ia tentu memikirkan hal yang sama juga.
“Tapi kenapa ia hanya mengirim orang untuk membunuh menggunakan racun? Yang menjadi pertanyaanku kenapa ia tidak langsung saja menyuruh orang yang datang untuk membunuh anggota klan Bing yang tersisa?” Sambung Bai An dengan nada sedikit bingung.
Tiba-tiba saja Bing Xian, Bing Lou dan Hu Hong Meng membuka mata mereka lebar-lebar di sertai seringai lebar.
“Itu karena konflik Tuan muda.” Teriak ketiganya serempak.
“Hehe,, aku baru ingat hal ini, inilah kesempatan kita mengadu domba mereka,” kata Bing Xian di sertai tawa jahat yang di penuhi oleh dendam.
Bai An mengerutkan keningnya.
“Hmm..!! Bisakah kau kirim ingatanmu? Aku ingin tahu konflik apa itu?” Tanya Bai An sambil meminta ingatan Bing Xian dengan nada sopan tanpa paksaan.
Bing Xian melirik ke arah Bing Lou.
Bing Lou tentu saja mengangguk setuju. “Jangan menutupi apapun dari Tuan muda.”
__ADS_1