Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Bai Han Tersadar dan Kekuatan Energi Tak Terlihat


__ADS_3

“Jangan takut mati, serang mereka berdua sampai titik darah terahir kita, aku yakin mereka pastinya akan mati oleh rekan kita,” teriak salah satu Topeng Ungu kini terlihat bergerak ke arah Bai Da Xing dan Lan Yuheng.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


“Saking bodohnya, mereka tidak sadar jika hanya di jadikan boneka oleh Menara,” ejek Bai Da Xing sambil melirik kakaknya.


Lan Yuheng pun langsung menganggukkan kepalanya.


Dret..!!


Tanpa basa basi, Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun langsung melesat secara bersamaan.


Wuss..!!


Dengan ganas Bai Da Xing langsung mengayunkan kedua pedang kayu yang ada di genggaman tangannya.


Crash crash..!!


Dua bilah pedang seketika melesat ke arah sekumpulan musuh yang ada di depan mereka berdua.


Dan bersamaan dengan itu, Lan Yuheng pun langsung menyelimuti tangannya dengan petir yang cukup besar.


Dret..!!


Wuss...!!


Jder.. Bom bom bom..!!


Setelah petir Lan Yuheng menyelimuti kedua bilah pedang Bai Da Xing. Terlihat jelas serangan gabungan keduanya langsung menjalar ke segala arah hingga membuat setengah dari 3000 topeng ungu dan topeng putih mati dengan tubuh melepuh.


Tidak berhenti sampai di sana saja, Bai Da Xing dan Lan Yuheng terus menggabungan kedua serangan mereka dan menyerang setiap musuh yang terus berdatangan.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng terlihat tersenyum bahagia saat ini, sehingga rasa lelah mereka tidak terlihat oleh musuh.


Karena jika musuh menyadari mereka lelah, atau melihat kelemahan mereka, Bai Da Xing dan Lan Yuheng yakin jika musuh akan semakin gencar mendatangi dirinya.


Dret..!!


Jder..!!


Bom bom..!!


***


Di saat semua anggota keluarga Bai Han dan Xiu Hou bertarung, terlihat saat ini Xiu Hou membaringkan tubuh Bai Han yang pingsan akibat kelelahan menahan rasa sakit.


Dret..!!


Tatapan mata Xiu Hou langsung berubah menjadi dingin sesaat merasakan adanya pergerakan ke arah dirinya dan Bai Han berada.


Wung..!!


Duar..!!


Bersamaan dengan itu, ledakan langsung muncul dalam sekejap di tempat Xiu Hou dan Bai Han berada.


Tap tap..!!


Kini Xiu Hou muncul tidak jauh dari tempat ledakan terjadi.


“Huff,, sangat kuat, terlambat sedikit saja, aku dan Han'er pasti akan langsung terluka parah,” gumam Xiu Hou kini melirik ke arah jurang yang sangat dalam.


Jurang tersebut sebelumnya adalah tempat dirinya bersama Bai Han berada, tapi karena serangan yang muncul secara tiba-tiba, tempat itu kini menjadi jurang akibat serangan tersebut.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Aku tak menduga jika Insting Klan Iblis Asura memang tiada duanya,” ucap Jin Xianhu kini muncul sambil menyeringai lebar.


Tepat di belakang Jin Xianhu, terlihat dua sosok topeng emas, dan salah satunya adalah pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang.


Mendengar itu, pandangan Xiu Hou pun melirik ke arah asal suara.


“Jadi orang yang menyerangku adalah seorang pemimpin ke 2,” ucap Xiu Hou langsung tahu, walau ia tidak tahu nama dan tidak bisa melihat wajahnya. Tapi Xiu Hou tahu dari aura dan tingkat kultivasinya jika ia adalah pemimpin ke 2 dari salah satu Fraksi Menara.


Mendengar nada suara Xiu Hou yang terdengar sangat meremehkannya. Jin Xianhu pun langsung mengerutkan keningnya.


“Hemm..!! Untuk sekelas penatua rendahan saja kau sangat sombong,” dengus Jin Xianhu.


Dret..!!


Dalam sekejap Jin Xianhu muncul di depan Xiu Hou yang sedang menggendong Bai Han di atas punggungnya.


Wung..!!


Bom..!!


Dengan santai Xiu Hou memiringkan kepalanya untuk menghindari jentikan energi yang Jin Xianhu tembakkan menggunakan jari telunjukkan.


Xiu Hou tahu jika orang yang ada di depannya hanya berniat bermain-main. Jadi ia pun menanggapi dengan main-main juga, tanpa memasang wajah takut sama sekali.


“Hoo..!! Semakin arogan, aku ingin lihat, apakah kau masih arogan,” ucap Jin Xianhu langsung mengepalkan tinjunya dan dengan cepat di arahkan ke Xiu Hou dan Bai Han.


Wung..!!


Dret..!!


Bomm..!!


Mata Jin Xianhu seketika melebar, bukan hanya dirinya saja, bahkan kedua pemimpin ke 3 yang berasal dari Fraksi Menara Perang dan Fraksi Menara Strategi pun ikut melebarkan mata mereka.


Terlihat saat ini tangan kanan Bai Han menahan tinju Jin Xianhu dengan santai.


“Hoho,, tidak apa-apa Han'er, bahkan aku belum bertarung sama sekali, itu di karenakan mereka meremehkan kita,” ucap Xiu Hou sambil tersenyum menyeringai.


Mendengar itu, Bai Han pun menganggukkan kepalanya sambil memegangi kepalanya yang masih pusing menggunakan tangan kirinya.


“Rasa nyerinya masih terasa menyakitkan juga,” gumam Bai Han dalam hati.


Tanpa memperdulikan Jin Xianhu, Bai Han kini mengalihkan pandangannya ke area sekelilingnya.


“Hemm..!! Beruntung Inti Dunia Jiwaku sempat ku pindahkan, jadi jiwaku tidak terluka maupun merasakan dampak kerusakan yang ada di sini,” gumam Bai Han dalam hati.


Melihat dirinya di abaikan, wajah Jin Xianhu seketika memerah, karena ini pertama kalinya dalam seumur hidupnya ia merasa di acuhkan, di permainkan dan tidak di anggap, oleh seseorang, terlebih lagi oleh seorang bocah.


“Dasar sialan, akan ku hancurkan tangan dan kakimu bocah,” teriak Jin Xianhu langsung menyalurkan energinya dalam jumlah yang besar ke tangan kanannya yang masih menepel di tangan kanan Bai Han.


Wung..!!


Sreett..!!


Saat energi yang sangat besar muncul di tangan kanan Jin Xianhu, dalam sekejap mata energi tersebut hilang.


“Hemm..!! Terimakasih telah memberikanku asupan di saat aku membutuhkannya,” ucap Bai Han kini melirik ke arah Jin Xianhu sambil membungkukkan sedikit kepalanya.


Bersamaan dengan itu, Bai Han terlihat mengeluarkan senyum tipis.


“A..Apa-” sebelum Jin Xianhu menyelesaikan ucapannya, terdengar ia langsung berteriak kesakitan saat tangannya di remukkan dan langsung meledak.


Dret..!!

__ADS_1


Krak krak..!!


Bam..!!


Argh..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Dengan segera Jin Xianhu mundur untuk menjauhi Bai Han.


“Energi apa itu?” Gumam Jin Xianhu terlihat ketakutan.


Tap tap..!!


“Kenapa malah mundur?” Tanya Bai Han dengan senyum hangat. “Bukannya kalian kesini ingin membunuh dan menangkap beberapa dari kami, jadi jangan lari, karena aku di sini,” sambung Bai Han langsung mengubah ekspresinya dengan seringai lebar.


Glek..!!


Jin Xianhu dan kedua pemimpin ke 3 dari Fraksi Menara, seketika menelan ludah.


Wung..!!


Bom..!!


Arghh..!!


“Sialan, apa tadi itu?” Teriak Jin Xianhu kini terhempas cukup jauh saat secara tiba-tiba energi muncul dan langsung mengoyak tubuhnya.


Dret..!!


Tak ingin melepaskan Jin Xianhu begitu saja, Bai Han kembali muncul sambil melambaikan tangannya.


Blush..!!


Bom bom..!!


Argh..!!


Jerit teriakan seketika kembali terdengar.


Bukannya Jin Xianhu tidak mampu melawan atau menghindar. Pasalnya, ada sebuah energi tak terlihat seolah-olah udara menekan tubuhnya hingga ia tidak bisa menggerakkan tubuh maupun mengeluarkan energinya saat ini.


Duar..!!


Uhuk uhuk..!!


“Si..Sial, apa aku terkena segel?” Gumam Jin Xianhu kini mencoba untuk melihat tubuhnya. Namun lagi-lagi ada sebuah energi menghalanginya.


Duar..!!


Kembali ledakan terdengar, bersamaan dengan itu, Bai Han pun muncul dengan tangan terkepal.


Bam..!!


Krak..!!


Argh..!!


Jin Xianhu langsung mengerang kesakitan dan kepalanya pun di injak oleh Bai Han.


“Hemm..!! Dari aura yang ada di tubuhmu, kau pasti mengenal Jin Yuanhu dan berada di Fraksi yang sama bukan?” Tanya Bai Han ingin mendekatkan wajahnya.


Wung..!!

__ADS_1


Tepat saat Bai Han akan mendekatkan wajahnya, terdengar sebuah suara di sertai aura membunuh yang sangat pekat.


“Mati,” teriak sebuah suara dari dua arah yang berbeda.


__ADS_2