Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Nama Asli Bai Da Xing


__ADS_3

Yaitu memotong maupun memakan anggota tubuh Fu Long lalu menyembuhkannya, dan itu akan terus terulang sampai Bai Han mengatakan berhenti.


***


Tap tap..!!


“Kakak, kami berhasil mengalahkannya, tentu saja aku yang paling berkontribusi paling besar dalam membunuhnya,” teriak Bai Da Xing dengan senyum lebar di sertai melirik Bai Han dengan tujuan mendapatkan pujian.


“Heng,, enak saja, akulah yang paling berkontribusi, kau kan hanya pajangan saja tadi,” dengus Lan Yuheng dengan nada mencibir.


“Heh,, heh,, aku yang pertama melukainya, sementara kau hanya melawan besi saja, itupun tidak mampu mengalahkannya,” tak mau kalah, Bai Da Xing langsung membalas.


“Enak saja, kau dengan sengaja membuatku sebagai umpan agar kau dapat menyerang orang itu, jika aku tidak kau jadikan umpan, mendekatinya saja kau tidak mampu. Jadi akulah yang paling berkontribusi.”


Kini Bai Da Xing dan Lan Yuheng langsung adu mulut, tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.


Bai Han yang melihat itu hanya bisa menghela nafas karena mempunyai dua saudara yang tidak pernah diam selama beberapa saat saja.


“Lalu dimana mayatnya?”


Mendengar pertanyaan dari Bai Han, Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang sedang saling tarik menarik menghentikan kelakuan anak-anak mereka sambil melirik ke arah Bai Han.


“Ooh itu, mungkin tubuhnya hancur kak, setelah membunuhnya kami langsung kesini dan juga, aku mendapatkan senjata yang luar biasa,” jawab Bai Da Xing sambil menunjukkan Tongkat Emas.


Bukannya senang, malah wajah Bai Han seketika kesal.


Wung..!!


Bruk bruk..!!


Bai Han pun langsung memukul kedua saudaranya tanpa memberikan belas kasih.


“Bagaimana bisa kalian menjadi begitu bodoh hah,” dengus Bai Han sambil melototi kedua saudaranya.


“Setidaknya sebelum pergi, periksa dulu apakah musuhmu benar-benar sudah mati atau tidak, karena aku mendapat pesan dari paman Chen Long jika musuh yang kalian hadapi itu jauh lebih kuat dari yang aku hadapi, terlebih lagi dia adalah Penasehat sekaligus ahli strategi Menara,” sambung Bai Han.


“Hais,, ayo pergi kesana dan juga periksa senjata miliknya itu, apakah ada sesuatu yang ganjil atau tidak,” ucap Bai Han menghela nafas panjang.


Wuss..!!


Melihat Bai Han telah pergi, Bai Da Xing dan Lan Yuheng kini saling memandang, melihat wajah mereka satu sama lain bengkak. Keduanya seketika saling menertawai.

__ADS_1


“Haha lihatlah wajahmu itu kak, kau terlihat cocok dengan wajah seperti itu,” ucap Bai Da Xing tertawa kecil.


“Heh,, lihat wajahmu yang dari awal sudah jelek, kini malah bertambah jelek, setidaknya kau mengaca dulu sebelum mengejek seseorang,” balas Lan Yuheng kini menutup mulutnya sambil berusaha menahan tawa.


“Dasar kakak idiot bodoh, awas saja kau,” teriak Bai Da Xing ingin memukul badan kakaknya dengan Tongkat Emas yang kini ia genggam.


Lan Yuheng pun langsung melarikan diri ke arah Bai Han dan di ikuti Bai Da Xing yang mengejar.


...


Tap tap..!!


Melihat kepulan asap dan dampak dari pertarungan kedua saudaranya masih terasa, Bai Han pun mengedarkan kesadarannya untuk mencari jekak aura dari Jin Yuanhu.


“Ketemu,” gumam Bai Han melesat ke tempat dimana Bai Da Xing dan Lan Yuheng membunuh Jin Yuanhu.


Tap tap..!!


“Ini,” gumam Bai Han saat melihat sisa tubuh Jin Yuanhu.


Tatapan Bai Han pun mengarah ke setiap dimana tubuh Jin Yuanhu hancur dan satu demi satu ia kumpulkan.


“Dugaanku benar sebelum ia mati, ia berimitasi, ia mengganti semua kulit luarnya yang sudah tidak layak pakai lalu sengaja meninggalkannya agar di anggap telah mati,” gumam Bai Han.


Tap tap..!!


“Mati matamu, dia berimitasi dan kau tidak menyadari gejala ia mengganti kulitnya, rupanya kakak harus memberikanmu sedikit makanan sehat agar pikiran kalian menjadi tenang,” ucap Bai Han menggerakkan jari-jarinya.


Wajah Bai Da Xing dan Lan Yuheng seketika berubah menjadi jelek.


Saat Bai Han ingin menghajar kedua saudaranya, Tongkat Emas seketika berdengung.


Bai Han dan Bai Da Xing yang merasakan ada yang salah langsung bergerak cepat.


Dret..!!


Saat Tongkat Emas akan melepaskan diri dari tangan Bai Da Xing, Bai Da Xing dengan cepat mencengkramnya menggunakan kekuatan penuhnya lalu menekannya menggunakan energinya.


Bai Han juga langsung membuat benang-benang energi dan mengikatnya agar tidak bisa melepaskan diri.


”Hemm..!! Berikan kakak Tongkat itu, kakak akan melihatnya,” minta Bai Han mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Dengan enggan Bai Da Xing memberikannya.


Saat melihatnya, ia melihat garis-garis layaknya sebuah garis formasi.


“Ini mirip senjata Spirit, tapi aku tidak merasakan adanya Spirit di dalamnya,” ucap Bai Han.


”Bagaimana bisa senjata ini bisa bergerak sesukanya tanpa di gerakkan oleh pemiliknya layaknya Senjata Spirit?” Gumam Bai Han mencoba untuk berpikir.


“Aku merasa itu sepertinya bisa di lakukan dengan kontrak darah kak, entah mengapa aku merasa familiar semenjak memegang Tongkat ini, walau beberapa kali ia sempat melawan saat aku bawa ke tempat kakak tadi.” Jawab Bai Da Xing.


“Jadi garis-garis ini yang mirip formasi ini mungkin tempat untuk melakukan kontrak,” sambung Bai Da Xing menunjuk ke arah yang Bai Han lihat tadi.


Mendengar itu, Bai Han pun melirik ke arah adiknya. “Apa kau mau mencobanya Da'er?” Tanya Bai Da Xing.


“Tentu, aku sebenarnya dari awal ingin mencobanya, tapi aku harus memberitahu kakak terlebih dahulu agar tidak terjadi yang ku inginkan jika tiba-tiba Senjata ini menyerang balik.” Ucap Bai Da Xing.


“Baiklah, kakak akan menahannya saat kau meneteskan darahmu,” ucap Bai Han mengangguk.


Dengan cepat Bai Da Xing menggores lenganya lalu meneteskan darahnya ke garis-garis yang mirip garis formasi tersebut.


Tapi tidak ada reaksi apapun.


“Hemm..!! Apakah garis darah orang itu lebih tinggi darimu Da'er?” Ucap Bai Han sedikit bingung. “Tapi kakak rasa itu tidak mungkin, jika begitu artinya senjata ini tidak menggunakan kontrak darah.” Sambung Bai Han.


“Tunggu dulu, coba gunakan inti darahmu Monyet nakal, tadi aku merasakan ada reaksi dari Tongkat ini, kalian tentu tidak dapat menyadarinya tadi lantaran terlalu fokus melihat garis-garis tongkat ini.” Ucap Lan Yuheng langsung menghentikan Bai Han yang ingin menyimpan Tongkat tersebut.


Bai Han dan Bai Da Xing pun saling melirik satu sama lain. “Cobalah apa yang di sarankan kakakmu,” ucap Bai Han.


Bai Da Xing pun mengangguk.


Dret..!!


Wung..!!


Saat Bai Da Xing meneteskan inti darahnya ke Tongkat tersebut seketika bersinar cerah di sertai berdengung.


“I..Ini,” mata Bai Han, Bai Da Xing dan Lan Yuheng langsung melebar saat melihat cahaya bewarna putih memunculkan nama pemilik sebelumnya yaitu Jin Yuanhu.


Tapi tak lama nama tersebut langsung di hapus dan di gantikan dengan nama yang membuat Bai Han, Bai Da Xing dan Lan Yuheng terdiam.


Ffttttt..

__ADS_1


“Hahaha,, kenapa namanya Sun Wu, bukannya Bai Da Xing, terlebih apa-apaan tulisan yang ada di bawahnya, Kera Surgawi Pembawa Masalah.” Teriak Lan Yuheng tertawa terbahak-bahak.


“Aku rasa itu nama aslimu Da'er dan Ras mu mungkin dulu memang pembawa masalah,” sambung Bai Han sedikit tersenyum lucu.


__ADS_2