Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Benua Kekosongan Dan Pergerakan Kelompok Long Yuan


__ADS_3

“Kenapa ayah tidak langsung menemui Han'er Hah.” Sifat dewasa Bai Han seketika berubah menjadi anak kecil saat pertama ia bertemu ayahnya dulu.


Tap tap..!!


Bai An langsung berjalan ke arah putranya, ia langsung mengusap rambut kedua putranya.


Bai Han dan Bai Chu Ye seketika merasakan kenyamanan. Sudah lama ia tidak merasakan kenyamanan seperti ini dari ayahnya.


Tak lama, mereka pun memejamkan mata, lalu tertidur dengan posisi berdiri.


“Heh..!! Jika orang luar melihat kedua putramu ini, aku yakin mereka tak akan percaya dengan apa yang mereka lihat.” Kekeh Tu Long.


“Hemm..!! Orang-orang yang takut kepada mereka pasti akan mati berdiri,” sambung Cen Tian.


Bagaimana tidak, Bai Han dan Bai Chu Ye saat ini cukup di takuti, pembantaian yang mereka lakukan tentu banyak yang mengetahui, terlebih saat Bai Chu Ye melawan Leluhur Ras Elf dan Bai Han meluncurkan nuklir. Walau nama mereka tidak di ketahui, namun mereka telah memiliki nama julukan masing-masing.


Dan saat ini orang yang mereka takuti terlihat seperti bayi manja kepada orang tuanya.


“Hemm..!! Walau tidak memiliki rasa iba dalam membunuh musuh, mereka tetaplah anak kecil di mataku, mereka juga mungkin terpaksa mendewasakan diri karena keadaan kita.” Balas Bai An terlihat menghela nafas panjang.


Pandangan Bai An mengarah ke kedua putranya yang terlihat mengeluarkan senyum cerah saat terlelap.


“Biarkan mereka tidur, jangan bangunkan sampai mereka dengan sendirinya bangun.” Ucap Bai An memandang kakaknya.


“Kau tenang saja An'er, kakak mu ini pasti akan menjaga mereka dan tidak akan membiarkan ada orang yang mengganggu tidur mereka,” ucap Cen Tian dengan senyum percaya diri.


Bai An mengangguk santai. “Baiklah jika begitu, aku akan pergi sebentar bersama Tu Long.”


Dengan cepat Bai An menarik Tu Long.


Wung..!!


Sebuah celah muncul, Bai An dan Tu Long yang di tarik pun masuk ke dalam celah.


Jlep..!!


Celah seketika menghilang.


Dret..!!

__ADS_1


Tak lama Bai An dan Tu Long muncul di tempat antah berantah.


“Jelaskan perkembangan pasukan pembantai yang ada Dimensi Inti,” ucap Bai An langsung ke intinya.


Tu Long pun langsung menjelaskan secara detail tanpa satupun yang terlewatkan.


“Hemm..!! Masih kurang, kali ini musuh yang datang jauh lebih kuat dari yang kita bayangkan. Terlebih aku ingin tahu bagaimana caranya melewati tahap selanjutnya, karena aku merasa adanya penolakan akibat Hukum Dimensi, aku mencoba menyelidikinya beberapa waktu lalu di tempat ini, dan aku yakin di tempat asal kita pun sama.” Ucap Bai An langsung merenung.


“Eeh jadi benar tentang adanya tingkatan selanjutnya dari Dewa Penguasa Immortal Suci?” Ucap Tu Long terkejut.


Bai An mengangguk santai lalu memberitahu tingkatan selanjutnya dan betapa sulitnya meningkatkan satu tahap di setiap bintangnya.


“Jadi begitu, jika begitu aku mungkin akan fokus kembali untuk meningkatkan kekuatanku agar dapat bertarung di sisimu Tuan muda,” ucap Tu Long seketika bersemangat.


“Tapi pertama-tama, bagaimana cara mengendalikan Mana ini?” Tanya Tu Long mengeluarkan cahaya di tangannya. “Saat aku menyerap tubuh palsu orang itu, secara langsung aku bisa menyerap Mana yang ada di dimensi ini.” Sambung Tu Long.


Bai An yang melihat itu mengangguk ringan. Dengan santai ia menembakkan sinar ke kening Tu Long.


Tak lama Tu Long langsung duduk bersila.


10 menit berlalu, Tu Long langsung membuka matanya.


“Aku tak menduga jika Mana memiliki kekuatan setara dengan Energi yang ada di tempat asal kita. Terlebih aku sadar jika di tempat asal kita ada Mana di sana. Aku baru mengetahui ini.” Ucap Tu Long tersenyum cerah saat memikirkan sesuatu.


“Ooh,, kau cukup cerdas juga berpikir ke arah sana, memang benar di tempat asal kita ada aliran Mana, dan saat kita kehabisan energi saat bertarung kita bisa menggunakan Mana. Tapi aliran Mana di tempat asal kita sedikit tidak stabil, maka dari itu aku dulu tidak menyerap aliran Mana di tempat asal kita, jika aku memaksa waktu itu, mungkin tubuhku akan meledak.”


“Aku juga kesini untuk menyelidiki Mana yang ada di tempat asal kita, dan saat ini aku baru mengetahui jika Mana di tempat asal kita adalah asal mula dari aliran Mana,” ucap Bai An tersenyum tipis.


“Ooh,, jika begitu kau pasti tahu cara menyerap dan menyetabilkan aliran Mana yang tidak stabil itu untuk saat ini bukan?” Tanya Tu Long dengan nada semangat.


Bai An mengangguk santai, mereka pun terus bicara hingga tak terasa sudah siang hari.


“Baiklah aku akan kembali untuk mengawasi mereka semua. Dan seperti yang aku katakan, kau adalah satu-satunya harapan saat ini, jika kau menemukan petunjuknya maka kau adalah orang yang pertama bisa mencapai Rangking Raja tingkat pertama di Dimensi ini.” Ucap Bai An dengan nada serius.


Tu Long mengangguk dengan wajah penuh tekad. “Baiklah aku akan kesana untuk mencari petunjuknya.” Ucap Tu Long langsung melesat keluar dari Benua ini menuju Benua kekosongan.


...


Bai An telah menyelidiki tempat ini, dan ia mendapat informasi dari Anariel dan Ares jika ada lagi benua di Dimensi ini selain benua tempat mereka ini.

__ADS_1


Menurut mereka, benua ini bernama benua kekosongan dan tempat asal mula berdirinya Dimensi Alam Sihir.


Dulunya Benua itu adalah pusat dari sihir, tapi karena adanya kejadian di masa lalu. Atau tiba-tiba benua itu di landa kegelapan hingga saat ini menyebabkan semua penghuninya terpaksa mengungsi kesini.


Tidak ada yang mengetahui penyebabnya kecuali Ratu Elf Diane. Maka dari itu Bai An ingin mencarinya.


Dan saat berdiskusi beberapa waktu lalu, Ratu Diane dan Bai An memiliki kesepatakan tertentu. Yaitu Bai An tidak akan membunuh semua penghuni Dimensi ini. Kecuali mereka yang memiliki hati jahat seperti para Leluhur Ras Elf.


Tentu Bai An sangat di untungkan, satu hal yang Ratu Diane lupakan. Bai An memang tidak akan membunuh mereka, tapi tidak dengan orang-orangnya.


Jika Ratu Diane menyadari ini, maka ia akan mengutuk Bai An secara langsung.


...


Wung..!!


Bai An kini muncul di Kekaisaran Ancient.


Pandangan Bai An mengarah ke para budak yang berjalan rapi menuju perbatasan Kekaisaran Gama dan Darium yang sedang melakukan perang.


Terlihat Long Yuan dan Jiu Long memimpin mereka.


Di setiap para budak dan rakyat dari kedua Ras, mereka terlihat memegang sesuatu yang telah Long Yuan berikan sebagai senjata mereka.


“Ooh menarik, aku yakin akan ada pembantaian sepihak beberapa saat lagi,” gumam Bai An cukup kagum dengan rencana kedua putranya.


***


“Ingatlah jangan ragu saat bertemu musuh nanti, walau dia dari Ras kalian. Jika kalian ragu maka akan terjadi lagi perbudakan setelah perang berahir.” Teriak Jiu Long melihat ke arah para budak yang terlihat kini memiliki tekad.


“Pemenang dari perang inilah penentunya, jika kalian ingin hidup bahagia dan damai. Maka-”


“Bunuh semua penjahat.”


“Bunuh mereka yang tidak memiliki rasa iba.”


“Bunuh mereka yang telah menjadikan kita budak.”


“Bunuh bunuh bunuh.”

__ADS_1


Teriakan seketika terdengar menggema, tangan mereka terangkat ke atas sambil memegangi senapan layaknya tentara yang siap menembak musuh.


__ADS_2