Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mulai Memancing Amarah di Acara Lelang


__ADS_3

Saat palu ketiga akan terketuk, sebuah suara lembut terdengar sehingga semua orang melirik ke asal suara.


“Buku Hukum Es Tingkat Tinggi, aku mau menukarnya dengan itu.”


Bisik-bisik mulai terdengar.


“Hei, siapa orang yang berada di balik VVIP no 01 itu?”


“Hmm,, aku yakin dia orang yang tidak bisa kita singgung, karena biasanya, setiap orang yang duduk di ruangan VVIP no 01 itu adalah orang-orang besar Seperti Penetua Dalam, Sekte Tingkat tinggi.”


Sedangkan orang-orang di balik ruangan VVIP dan VIP kini mencoba mengedarkan kesadaran mereka untuk mencari tahu siapa orang di balik VVIP no 01, namun usaha mereka sia-sia saat ada energi tak kasat mata menghalangi kesadaran mereka.


Untuk Lao Zhao, ia kini mengerutkan keningnya karena merasa familiar dengan suara tersebut.


“Bukankah suara tadi Nona Li Ling,” gumam Lao Zhao agak bingung mengapa ia sebagai pemimpin Cabang Paviliun Semesta di Alam Semesta Inti ke 9 ini ikut menawar?


“Hmm,, aku rasa ada yang tidak beres,” gumam Lao Zhao kini melirik ruangan VVIP no 01 dan 02. “Apakah keduanya sedang berseteru?”


“Ah,, lupakan saja, mengapa aku mengurus hal yang bukan urusanku,” gumam Lao Zhao menggeleng.


***


Di balik ruangan VVIP no 02, saat ini Duan Du menyeringai kecil, kini Duan Du melirik ke arah Bai An. Saat melihat Bai An mengangguk santai.


Sebuah senyum mengembang Duan Du perlihatkan yang menbuat Jia Wei merasa tidak enak.


“Hei,, kenapa dia tersenyum seperti itu?” Tanya Jia Wei berbisik ke arah Fu Jian. Namun Fu Jia diam saja.


Hal tersebut tidak membuat Jia Wei menyerah, ia kini melirik ke arah kirinya lalu berbisik ke arah Wudi, hal yang sama pun terjadi.


“Heng,, Jangan sebut aku Jia Wei jika aku tak bisa mendapat apa yang aku inginkan,” gumam Jia Wei kini bangun lalu sengaja tersandung dan jatuh tepat di depan pangkuan Tu Long.


“Hei,, apa yang kau lakukan cepat bangun,” dengus Tu Long dengan nada dingin, Tu Long saat ini masih kesal dengan Jia Wei, karena keberadaannya lah membuat ia jadi di salahkan.


“Ah,, maafkan aku,” jawab Jia Wei tersenyum lembut mencoba menarik hati Tu Long, namun entah mengapa ialah yang seperti tertarik saat tak sengaja memegang dada bidang Tu Long.


Tu Long yang merasakan itu langsung mendorong Jia Wei. “Jangan coba-coba untuk merayu ku, atau kau akan benar-benar menyesal seumur hidupmu,” dengus Tu Long dengan nada dingin.

__ADS_1


“Heng,, benar apa yang di ucapkan Nona jika kelompok mereka sangat dingin dan sombong,” dengus Jia Wei berdetak pinggang lalu pergi dari ruangan tersebut.


Melihat Jia Wei pergi, Tu Long dan Duan Du langsung tos.


“Hehe,, bagus, rencana kakak ternyata sukses,” kekeh Duan Du.


Setelah itu Duan Du kini melirik ke arah Bai Han dengan senyum tipis manis-manis ada maunya.


Bai An yang menyadari itu ingin memperingati Duan Du namun terlambat.


Bai Han lebih dulu mengangguk sambil melihat ke arah ayahnya dengan wajah memelas.


“Hmm,, ayah aku juga ingin menawar,” kata Bai Han dengan nada merajuk.


Hal itu membuat Bai An hanya menghela nafas sambil menatap tajam ke arah Duan Du yang kini berpura-pura melihat ke arah Tu Long.


“Baiklah,, tapi jangan terlalu menimbulkan banyak masalah, ayah yakin kau pasti paham maksud ayah,” kata Bai An.


Bai Han langsung mengangguk-angguk sambil tersenyum bahagia.


“Hmm..!! Kau cukup bilang,” Duan Du langsung berbisik ke telinga Bai Han.


Bai Han yang mendengar itu langsung melirik ke arah ruangan VVIP no 01.


“Hehe,, baiklah,” kata Bai Han tersenyum polos.


***


Jia Gi Xia yang kini mendengar sebuah suara dari Ruangan VVIP no 01 langsung berkata. “Apakah ada yang lebih tinggi lagi dari Buku Hukum Es Tingkat Tinngi?”


“Jika tidak ada, maka aku akan mulai menghi-”


“Aku juga ingin bukti, siapa tahu Hukum Es tingkat tinggi yang di maksud bibi itu hanya bualan juga,” teriak sebuah suara melengking.


Orang-orang yang mendengar suara anak kecil langsung mencemoh.


“Heng,, bocah ingusan tidak mengerti apa-apa lebih baik diam,” kata sebuah suara di balik Ruangan VVIP no 07 yang tak lain orang yang ingin mencari masalah dengan kelompok Bai An.

__ADS_1


“Heng,, orang busuk kau terlalu banyak omong,” teriak Bai Han langsung memancarkan Hukum Es Tingkat Menengah beserta aura Kaisar Sejati ⭐ 5 Puncak.


Bai Han sengaja mengeluarkan aura Kaisar Sejati ⭐ 5 Puncak, jika ia mengeluarkan kekuatan aslinya, maka orang-orang akan muntah darah tak percaya.


Saat Bai Han mengeluarkan aura beserta Hukum Es, semua orang diam saat merasakan hawa dingin yang cukup membuat orang-orang yang duduk di kursi kelas satu sampai kelas lima.


Sementara pria tua yang berada di ruangan VVIP no 07 kini wajahnya memerah karena di permalukan dan di ejek oleh anak kecil.


Blus..!!


Aura Dewa Immortal ⭐ 3 langsung keluar dari tubuhnya mengguncang aula lelang.


“Heng,, hanya pria busuk dengan Dewa Immortal ⭐ 3 saja sudah banyak omong kosong, dasar busuk, ingin menindas seorang bocah lagi, dimana letak kepalamu?” Ejek Bai Han secara terang-terangan, ia juga tidak merasakan dampak tekanan dari orang tersebut karena ayahnya telah melindunginya.


Seketika banyak orang-orang yang duduk di Ruang VVIP dan VIP membenarkan ucapan Bai Han, karena orang yang ada di ruangan VVIP no 07 sungguh tak tahu malu ingin menindas seorang anak kecil.


Jia Gi Xia yang diam saja kini mengeluarkan auranya juga saat mendapat peringatan dari Jia Li Ling yang hanya diam saja saat terjadi kekacauan.


Bluss..!!


“Jika kau tidak menarik aura mu, jangan salahkan aku menendangmu,” kata Jia Gi Xia berkata dengan nada dingin ke arah Diu Gu.


Diu Gu langsung berkeringat dingin saat merasakan tekanan aura Dewa Raja Semesta ⭐ 2 Ahir.


Seketika Diu Gu menarik auranya dan ia kini melirik ke arah kelompok Bai An.


“Klan Diu tak akan terima di hina, kau akan menerima akibatnya,” kata Diu Gi secara terang-terangan memberi ancaman kepada kelompok Bai An.


“Heng,, apakah aku percaya bualanmu pria tua busuk,” ejek Bai Han.


Seketika tawa membanjiri aula lelang saat mendengar suara melengking anak kecil membalas dengan cemohan.


Wajah Diu Gu semakin memerah, ia kini mencoba menahan amarah dan menargetkan kelompok Bai An saat lelang selesai.


Sementara Duan Du, Tu Long, Fu Jia dan Wudi kini tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan VVIP no 02.


“Haha,, Han'er kau memang yang terbaik, tidak banyak basa basi langsung memancing amarah orang,” kata Duan Du tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2