Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membunuh Mereka Hanya Dengan Lambaian Tangan dan Bing Lou


__ADS_3

Terdengar suara teriakan kesakitan, tapi yang berteriak bukanlah Bai An. Melainkan Penetua pedang.


Kaki kanan Penetua Pedang kini terpotong rapi oleh pedangnya sendiri.


“Kau.. Kau, aku akan mem-” tunjuk Penetua Pedang, kini terdiam.


Kepala Penetua Pedang sudah melayang dan terjatuh tepat di depan Wakil Master Sekte Es Abadi.


Wakil Master Sekte Es Abadi bersama para penetua kini terdiam, mereka awalnya terkejut akibat Penetua Pedang yang kakinya terpotong, tapi saat ini mereka terdiam dengan mulut terbuka lebar akibat kematian Penetua Pedang.


“Si.. Siapa yang melakukan ini? Cepat keluar,” teriak Wakil Master Sekte Es Abadi setelah tersadar, ia juga langsung mengedarkan kesadarannya untuk mencari keberadaan orang yang membunuh Penetua Pedang.


Sementara keempat penetua yang tersisa hanya menatap kosong ke arah Bai An.


Bai An kini tersenyum tipis sambil mengangkat tangannya.


Bai An langsung melambaikan tangannya dengan santai ke arah Penetua Hong.


Bom..!!


Kepala Penetua Hong seketika hancur.


Melihat hal tersebut, tubuh ketiga penetua Sekte Es Abadi yang tersisa langsung bergetar ketakutan.


Mereka tak menduga jika hanya dengan lambaian tangan saja Bai An mampu membunuh salah satu dari mereka dengan mudah.


Wakil Master Sekte Es Abadi yang melihat itu juga terkejut luar biasa, ia merasa di rendahkan, karena membunuh orangnya di depan matanya.


“Kau,, aku akan mem-”


Bom..!!


Tubuh Wakil Master Sekte Es Abadi langsung terlempar ke bawah, dunia yang menjadi tumpuan tempatnya terjatuh kini hancur.


Ketiga tetua Sekte Es Abadi yang melihat itu langsung berkeringat dingin.


“Di..Dia menyembunyikan kekuatannya selama ini,” teriak Penetua Darah.


“Lari,” teriak Penetua Formasi.


Saat ketiga penetua membalikkan badannya, mereka mendengar sebuah suara.


“Kalian sudah datang kesini dengan susah payah, kenapa harus pergi lagi,” kata Bai An dengan nada dingin.


Tangan Bai An terayun santai.

__ADS_1


Tubuh ketiga penetua langsung tertarik ke arah Bai An.


Tanpa menunggu lama, Bai An langsung menyerap energi Penetua Darah terlebih dahulu hingga mengering.


Melihat Penetua Darah di hisap sampai kering, tubuh Penetua Bisu dan Penetua Formasi bergetar ketakutan.


“A..Ampuni aku Tuan muda, aku mengaku salah, tolong berikan aku belas kasihmu,” ucap Penetua Formasi.


Tapi Bai An dengan cepat memegang kepala Penetua Formasi.


Blush..!!


Energi Penetua Formasi langsung Bai An hisap hingga kini menyisakan tulang dan kulit kering.


Lalu pandangan Bai An mengarah ke Penetua Bisu sambil memiringkan kepalanya, ia dapat melihat jika Penetua Bisu kini sudah tidak memiliki juang untuk bertahan hidup.


Penetua Bisu sudah pasrah akan kematiannya.


Bai An tersenyum tipis, ia sudah memiliki rencana dengan Penetua Bisu ini.


“Bicaralah, aku tahu kau bisa bicara,” ucap Bai An dengan nada santai, tatapan Bai An mengarah ke Ling Yenrou.


Ling Yenrou yang baru sampai dengan membawa tubuh Wakil Master Sekte Es Abadi langsung mengangguk santai.


Jari telunjuk Ling Yenrou langsung menembus tenggorokan dan dantian Penetua Bisu.


Piar..!!


Terdengar suara pecah di dantian dan tenggorokan Penetua Bisu.


Penetua Bisu yang mendengar suara pecah langsung membeku sambil menatap ke arah Bai An dengan tatapan tak percaya.


Selama ini Penetua Bisu sebenarnya tidak bisu, melainkan pita suaranya di segel dan ia juga di berikan segel budak yang di pasang di dantaiannya.


Dulu Penetua bisu sebenarnya adalah seorang putra Master Sekte Es Abadi, namun semenjak kedatangan Master yang sekarang, atau lebih tepatnya seseorang yang tiba-tiba muncul membunuh semua orang anggota Sekte Es Abadi termasuk ayahnya.


Lalu orang tersebut hanya menyisakan dirinya, ia dulu berusaha melawan Master Sekte Es Abadi yang sekarang, namun karena perbedaan kekuatan ia selalu kalah, ia juga menyebar banyak berita ke anggota sekte Es Abadi yang baru.


Namun sayangnya, semua anggota Sekte Es yang baru adalah bawahan Master Sekte.


Penetua bisu juga langsung di segel pita suaranya dan di pasangkan segel budak agar tidak berani macam-macam lagi.


Penetua Bisu atau Bing Lou sampai saat ini tidak mengetahui maksud dari Master Sekte Es Abadi membiarkan dirinya hidup, tapi satu hal yang pasti.


Master Sekte Es Abadi yang sekarang belum tahu dimana tempat ayahnya menyimpan semua harta Sekte Es Abadi.

__ADS_1


Master Sekte Es Abadi pernah bertanya kepada Bing Lou dimana tempat ayahnya menyimpan harta sekte, dan Bing Lou tentu menjawab jujur jika ia tidak mengetahui dimana ayahnya menyimpan harta sekte.


***


Saat ini Bing Lou menatap ke arah Bai An dengan mata meneteskan air mata.


Bai An melambaikan tangannya santai. “Aku tentu tahu adalah seorang budak, dapat terlihat saat kau bertarung, kau seolah tidak memiliki semangat hidup, saat itu aku meneliti tubuhmu, dan dugaanku ternyata benar.” Kata Bai An terdiam sesaat.


“Aku tidak tahu asal usulmu dan mengapa orang sekuat dirimu bisa menjadi budak. Tapi satu hal yang ku ketahui, kita memliki musuh yang sama dan saat ini aku ingin bertanya.”


“Apakah kau mau menjadi saudaraku? Tapi aku juga akan memasangkan segel budak kepadamu, namun segel budak ini cukup berbeda dari segel budak yang telah di pasangkan di dantianmu tadi.”


Mendengar pertanyaan Bai An. Bing Lou terdiam beberapa saat, ia kini menatap mata Bai An cukup lama.


“Baiklah, aku mau di pasangkan segel budak, tapi aku meminta izin, kau jangan melarangku untuk membunuh musuh-musuhku terutama Master Sekte Es Abadi yang sampai saat ini menyamar jadi ayahku.” Ucap Bing Lou.


Bai An tersenyum tipis. “Tanpa kau minta tolong pun aku tetap akan membantumu untuk membunuh mereka, karena mulai saat ini kita menjadi keluarga, maka musuhmu juga musuh kami.”


Bai An langsung melambaikan tangannya, seketika jutaan prajurit pembantai, para saudara Bai An dan beberapa bawahannya muncul.


“Selamat datang di keluarga besar kami,” teriak semua orang dengan senyum bahagia.


Tentu saja Bai An memperlihatkan apa yang terjadi di dunia luar kepada semua penduduk dunia jiwanya.


Bing Lou yang melihat itu semua langsung terharu, mau tak mau ia meneteskan air matanya.


Selama ini ia selalu menderita dan menanggungnya seorang diri.


Tapi saat ini, ia merasakan kehangatan yang selama ini tak pernah ia rasakan.


“Te.. Terimakasih semuanya, perkenalkan namaku adalah Bing Lou,” ucap Bing Lou ingin membungkukkan kepalanya.


Tapi sebuah aura menahannya untuk membungkuk.


Tap tap..!!


“Hehe,, kau tidak perlu membungkuk seperti itu Paman Bing, kakak ku sangat membenci para saudaranya membungkukkan badan,” kata Duan Du sambil menepuk pundak Bing Lou.


Bing Lou semakin terharu, ia kini menatap Bai An dengan pandangan berbeda lagi, ia tak mengira jika kekejaman Bai An hanya pada musuh, tapi untuk keluarga ia sangat-sangat baik.


Bai An kini tersenyum lalu ia menembakkan sesuatu ke tubuh Bing Lou.


Bing Lou yang melihat itu sama sekali tidak melawan.


Blush..!!

__ADS_1


Saat energi yang Bai An tembak masuk kedalam tubuhnya, Bing Lou tahu itu segel budak.


Tapi ada beberapa ingatan dan pengetahuan juga yang kini Bing Lou lihat.


__ADS_2