Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mendapat Persetujuan dan Mendatangi Klan Chu


__ADS_3

Setelah menemukan keberadaan keduanya, Bai An langsung berjalan ke tempat mereka bermain.


Tap tap..!!


Saat Bai An telah sampai, Bai An terdiam sesaat, ia berusaha menguatkan tekadnya untuk memberitahu Mu Xia'er dan putranya.


Jika keduanya tidak mau, maka Bai An tidak akan memaksa, karena ia tidak ingin keduanya sedih atau kecewa akan keegoisan dirinya.


Sementara Mu Xia'er dan Bai Han yang sedari tadi menyadari keberadaan Bai An hanya tersenyum kecil.


Terlihat Mu Xia'er menatap Bai Han penuh kehangatan, setelah itu ia mengangguk kecil.


Bai Han langsung melirik ke arah ayahnya yang masih terdiam.


Bai An yang kini diam langsung berjalan kembali.


Saat Bai An sampai, ia kini tersenyum sambil mengusap kedua kepala yang ia sayangi dengan penuh kasih sayang.


“Ehem,, ada yang ingin aku ucapkan kepada kalian berdua, aku tak ingin menjadi orang egois yang mengambil usulan seorang diri, jadi aku ingin bertanya kepada kalian berdua,” kata Bai An melirik ke arah Mu Xia'er dan Bai Han, keduanya terlihat tersenyum.


“Aku berpikir mungkin ini cukup menyakitkan saat kalian men-”


“Han'er tahu apa yang ayah ingin ungkapkan,” kata Bai Han memotong ucapan Bai An.


“Han'er juga telah melihat semuanya, dan dari mana Han'er tahu, Ayah pasti tahu jika seorang Penguasa Alam Semesta bisa melihat semua dunia yang ia atur dan jaga.”


“Jadi ibu pertama bilang jika ia setuju dan menerima dengan senang hati, ibu juga bilang jika,, mm,, mm,,” Mulut Bai Han seketika di sumpal oleh Mu Xia'er.


“Jangan beritahu ayahmu tentang itu,” kata Mu Xia'er melalui telepati.


Bai Han langsung mengangguk dengan lemas.


Sementara Bai An kini mengerutkan keningnya, walau ia sedikit bahagia saat mendengar jika keduanya setuju.


Tapi ia sungguh penasaran dengan ucapan Bai Han yang tidak selesaj karena istrinya melarang Bai Han memberitahu.


“Hmm,, jadi kalian sudah main rahasia-rahasian denganku, bagus-bagus,” ucap Bai An dengan sedikit nada ancaman.

__ADS_1


“Heng,, sudah beruntung aku dan Han'er setuju, apa kau belum puas dengan jawaban kami hah,” dengus Mu Xia'er pura-pura marah lalu menggendong paksa Bai Han dan pergi.


Bai An seketika tersenyum kecut.


Tapi saat ini adalah kabar baik untuknya, dengan cepat Bai An menghilang untuk mengabari Duan Du dan Tu Long.


***


Mu Xia'er saat ini sedang cekikikan bersama Bai Han.


“Jika kau beritahu ayahmu, maka aku yakin ia akan membawa banyak wanita yang nantinya ia akan nikahi, apa Han'er mau mempunyai banyak ibu, apa Han'er mau ibu kandung Han'er marah gara-gara ucapan Han'er tadi terus ayah akan menikahi banyak wanita?” Kata Mu Xia'er bertanya kepada Bai Han.


“Tentu saja Han'er tidak mau,” jawab Bai Han dengan nada polos.


“Tapi kenapa ibu bilang ke Han'er tadi jika ayah mempunyai lebih dari satu istri maka ia juga tidak akan kesepian dan bisa mengobrol dengan atau ada bersama ibu bermain,” gumam Bai Han di dalam hatinya.


Bai Han saat ini hanya menggelengkan kepalanya, ia juga ikut setuju karena saat melihat Chu Jia, ia tahu jika Chu Jia sangat penyayang juga sama seperti ibu kandungnya dan ibu pertamanya.


Tentu saja Bai Han akan sangat senang jika memiliki sosok pengganti ibu kandungnya saat ini, terlebih lagi ada dua yang selalu menyanginya, membayangkan hal tersebut Bai Han sangat bahagia.


***


Saat ini Chu Jia sedang duduk sambil merias dirinya, di sampingnya ada Ling Chou.


“Apa paman yakin jika An Gege akan setuju menikahi Jia'er?” Tanya Chu Jia dengan nada sedikit gugup.


Chu Jia agak takut jika Bai An menolak dirinya.


“Kau tenang saja Jia'er, Tuan muda Bai pasti akan setuju dan beberapa saat lagi ia akan datang melamar sekaligus menikahimu,” jawab Ling Chou dengan senyum hangat.


Ling Chou saat ini merasa tugasnya telah selesai, karena menurut ramalan, ia hanya bertugas menjaga Reinkarnasi putri patriak Chu hingga menikahi penerus klan Ling yang akan menjadi Penguasa ke 4, dan saat ini Bai An lah Penguasa ke 4.


Mungkin setelah ini, ia akan menjaga Alam Semesta ini, tapi sebelum itu, ia berniat pergi menemui Penguasa asli klan Ling yang ketiga.


Saat ini Penguasa Alam Inti ke 9 atau Penguasa Klan Ling ke 3 telah melakukan pertemuan dengan ibu Mu Xia'er Penguasa Alam Semesta inti ke 10 dan 2 lagi orang yang setara dengan mereka berdua, walau keduanya bukan seorang Penguasa Alam Semesta.


Tapi Ling Chou tahu betul siapa keduanya, karena keduanya adalah tetua klan Ling di Era penguasa pertama klan Ling atau se-Era dengan dirinya.

__ADS_1


Mereka yang masih bertahan hidup ada 4 dan kini sudah ketahuan 1 yaitu Ling Chou dan dua lagi saat ini melakukan pertemuan, sementara ada satu lagi, ia adalah sosok Jendral Ling terkuat di eranya, bahkan hanya satu tingkat dibawah Penguasa Pertama klan Ling.


Ling Chou sampai saat ini masih mencari orang tersebut, karena orang tersebut sangat ahli dalam bersembunyi, tapi satu yang Ling Chou yakini, orang tersebut akan selalu di sisi Bai An, ia bersembunyi di balik bayang-bayang Bai An untuk melindunginya dari orang yang saat ini selalu mengincar para calon Penguasa klan Ling, seperti calon penguasa sebelum-sebelumnya.


Dulu Jendral Ling mungkin tak bisa melindungi calon penguasa klan Ling, karena ramalan tersebut tidak ada di antara mereka.


Takdir memang kejam karena calon penguasa klan Ling terdahulu mati tanpa ada yang melindungi. Tapi begitulah jalannya takdir.


***


Di tempat Bai An.


Saat ini ia melihat klan Chu ada di depan matanya.


Dengan memberanikan diri ia berjalan ke arah kediaman Klan Chu.


Tap tap..!!


Saat penjaga melihat siapa yang datang, ia ingin menghentikannya, tapi saat melihat wajah ketiganya setelah membuka tudung.


Dengan cepat penjaga tersebut berteriak.


“Tuan muda Bai An datang bersama Tuan muda Duan Du dan Tuan muda Tu Long.”


Seketika suara gaduh terdengar dari beberapa anggota klan Chu.


Tentu saja mereka tahu sepak terjang ketiganya yang membantai semua musuh yang datang di Alam Semesta Inti ke 9.


Terlebih di dunia ini mereka juga ikut andil dalam membunuh orang-orang yang ingin mengincar ketiganya, dan jika ada yang menolak, maka Dhe Chi Yuan, Xian Wei, Dhe Peng, Pin Cang dan Pin Sang akan membunuh mereka karena akan menuduh jika mereka telah bersekongkol dengan orang-orang yang ingin memburu ketiganya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Para tetua klan Chu dan Patriak Klan Chu langsung datang menyambut Bai An dengan penuh hormat.


“An'er, ah tidak-tidak maksud ku Tuan muda,” sapa Chu Lang tersenyum canggung.

__ADS_1


“Panggil saja aku An'er,” kata Bai An tersenyum hangat.


Chu Lang yang awalnya canggung langsung merasa lega, karena sifat Bai An masih sama seperti dulu.


__ADS_2