Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Ledakan di Seluruh Kekaisaran Gama


__ADS_3

Mata Bai Han hanya melotot melihat Gisel saat ini. “Apa wanita ini sudah gila, kita ini pergi berperang bukan jalan-jalan.” Teriak Bai Han.


Bai Han tentu hanya berani berteriak hati, jika ia berani meneriaki Gisel, ia yakin masalah akan panjang.


“Baiklah, ayo kita pergi,” ajak Bai Han.


Gisel langsung buru-buru menggandeng lengan Bai Han lalu merobek ruang, mereka pun memasuki celah di susul oleh Ares yang hanya pelonga pelongo layaknya nyamuk berdengung.


Dret..!!


Mereka pun langsung menghilang.


Tidak jauh dari tempat mereka menghilang, Sintia kini tersenyum kecil.


“Hemm..!! Apa kau yang mengajari gadis itu?” Tanya Bai An dengan nada santai yang tiba-tiba muncul di samping Sintia.


Sintia pun mengangguk senang. “Hehe,, tentu saja, jika ia tidak berusaha sekarang, maka ia pasti akan menyesal,” ucap Sintia.


“Gisel adalah wanita yang baik dan lemah lembut, sebenarnya ia sedih saat putramu yang kurang ajar itu menyuruhnya pergi mencari laki-laki lain, tapi karena aku memberitahunya jika putramu kelak pasti akan mempunyai banyak istri, dan sekarang selagi ia sendiri teruslah kejar ia sampai ia mengalah, jika ia mengalah, suatu saat ia pasti akan mencintaimu dengan tulus, dan saat itulah kau jangan biarkan ia mendekati wanita lain.” Ucap Gisel langsung tertawa kecil.


Bai An hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar Sintia. “Lalu kau kapan menikah, apa perlu aku carikan seorang pendamping,” ejek Bai An.


Sintia pun langsung mendengus lalu pergi ke ruangannya.


Bai An yang melihat itu terdiam dengan senyum kecil. “Kebetulan saudaraku Lang Zai sampai saat ini belum menikah, jika kau mau aku akan menyuruhnya mendekatimu,” ucap Bai An.


Ucapan Bai An sama sekali tidak di respon. Namun selang beberapa detik Sintia langsung berkata.


“Coba saja jika ia berani, maka aku akan langsung menghajarnya,” dengus Sintia. “Dan jika ada seseorang yang bisa mengalahku atau saudaraku yang lain, maka aku akan menerimanya,” sambung Sintia.


“Hoho jadi kau ingin memberikan tantangan, itu cukup bagus karena seorang laki-laki harus menjaga pasangannya dengan sepenuh hati, dan saat ini berarti kau siap menerima seorang pasangan,” kekeh Bai An.


“Apa karena Ariel kini sudah mempunyai kekasih sehingga kau dan Anariel tak ingin kalah,” ejek Bai An.


“Kau.” Ucap Sintia geram.


Bai An langsung menghilang saat sadar Sintia mulai marah.


***


Dret..!!


Bai Han kini muncul, namun wajahnya terlihat sangat murung di balik tudungnya.


Bagaimana tidak, ia saat ini selalu di gandeng oleh Gisel tanpa bisa melakukan apapun.


“Huuf, lepaskan dulu tanganmu Gisel, aku ingin melakukan sesuatu,” ucap Bai Han dengan nada serius.


Gisel langsung cemberut saat mendengar itu, dengan berat hati ia melepaskan gandengannya.


Bai Han yang telah terlepas langsung memandang ke arah kejauhan.


“Sudah saatnya,” gumam Bai An menyunggingkan senyum tipis.


Wuss..!!


Kini sebuah benda asing Bai Han pegang. Pandangan Bai Han langsung mengarah ke Gisel dan Ares. “Buat pelindung untuk melindungi diri kalian, aku takut jika kalian terkejut maka tanpa sadar aura kalian akan keluar, jika itu terjadi, musuh akan mengetahui keberadaan kita,” ucap Bai Han memberi peringatan.

__ADS_1


Ares dan Gisel langsung menutupi seluruh tubuh mereka menggunakan kekuatan Spesial mereka masing.


Sementara Bai Han juga menghilangkan auranya menggunakan metode kultivasi.


“Waktunya membuat kekacauan,” kekeh Bai Han.


Bip..!!


Wung..!!


Sebuah bunyi seketika terdengar saat Bai Han menekan tombol merah.


Warna dari benda asing langsung berubah kuning dan tak lama ia berubah menjadi hijau.


Bom bom bom..!!


Bom bom bom..!!


Ledakan seketika menggema di seluruh istana Kekaisaran Gama.


Bukan hanya di istana saja, di tempat berbeda juga sama.


Para penghuni yang tidak siap dengan ledakan tentu langsung mati dan beberapa terluka parah.


Duar..!!


“Sialan, siapa yang berani menyerang Kekaisaran ku.”


Bai Han langsung mendengar sebuah teriakan yang menggema. “Hehe tentu saja aku, siapa lagi seberani diriku,” kekeh Bai Han.


Hal itu membuat Gisel dan Ares tertawa kecil saat mendengar Bai Han menimpali ucapan Kaisar Ras Manusia.


“Ares, aku ingin bertanya, apa kau bisa menghadapi Kaisar itu?” Tanya Bai Han saat sedang bergerak.


“Tentu saja, memang ada apa?” Tanya Ares terlihat bersemangat.


“Hehe,, aku ingin kau menahan Kaisar itu, karena aku dan Gisel akan membantai para prajurit dan komandan kekaisaran Gama secepat mungkin, jika bisa kami juga akan membunuh beberapa Jendralnya. Setelah itu kita kembali.” Ucap Bai Han tersenyum kecil.


Ares memiringkan kepalanya. “Kenapa kau tidak menyuruhku membunuhnya saja saudara Han?” Tanya Ares bingung.


“Hem..!! Jangan buang-buang Mana mu Ares, karena yang akan membunuhnya bersama ahli rangking SSS+ lain yang menjadi Leluhur Ras Manusia bukan kita, kita hanya akan menikmati hasilnya saja nanti.” Ucap Bai Han tersenyum kecil.


Ares yang tentunya bukan orang bodoh langsung mengerti, sementara Gisel sedikit bergidik saat tahu rencana Bai Han sangat mengerikan.


“Ayo.” Hanya satu kata dari Bai Han, mereka pun langsung berpisah.


Wuss..!!


Bai Han muncul di depan ahli rangking S yang saat ini terluka parah.


Dret..!!


Bai Han langsung memegangi kepala musuhnya, tak lama tubuh musuhnya langsung mengering menyisakan tulang dan kulit kering, atau mumi.


Tidak jauh Gisal yang langsung menggunakan kekuatan spesialnya kini membuat Domian yang cukup luas. Setiap musuh yang masuk kedalam Domian miliknya, musuh akan langsung terpotong-potong menjadi daging cincang.


...

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah bergerak cepat sambil menyerap Mana musuhnya, kini Bai Han terhenti di depan salah satu ahli rangking SS+.


“Heh, jika aku menyerap Mana orang ini, maka kekuatanku akan meningkat menjadi rangking SSS,” kekeh Bai Han.


Dret..!!


Saat Bai Han muncul di belakang ahli rangking SS+ yang mencoba membantu pemuda memulihkan diri.


Bai Han langsung membuat banyak benang yang sangat tipis.


Plash..!!


Namun benang yang Bai Han buat langsung terputus.


Hal itu membuat Bai Han mundur beberapa langkah.


Musuhnya yang dari awal membuat Domain langsung menghilang.


“Siapa kau? Apa ini perbuatanmu?” Tanya sosok pria cukup tua ingin menangkap Bai Han.


Pria tua ini belum sadar jika musuhnya memiliki tingkat kekuatan setara dengan dirinya.


“Heeh,, ternyata kau cukup pintar juga pak tua, sebagai hadiah karena kau bisa menebaknya, maka aku akan mempermudahkan kematianmu,” ucap Bai Han.


Wungg..!!


Dengan gerakan cepat Bai Han mengayunkan pedangnya hingga berdengung.


Sebuah bilah pedang bewarna biru seketika melesat ke arah pria tua rangking SS+ tersebut.


Pria tua tersebut langsung mendengus. “Dasar sampah,” dengus Pria tua terlihat meremehkan serangan Bai Han.


Dengan santai ia mengayunkan tangannya yang telah terkepal.


Wuss..!!


Bilah tinju langsung melesat.


Bom..!!


“Kena kau,” gumam Bai Han memanfaatkan hasil ledakan untuk mendekati pria tua tersebut.


Srett..!!


Argh..!!


Tak lama pria tua tersebut langsung berteriak kesakitan. Kini kepalanya sedang di pegang oleh Bai Han dan tubuhnya tak bisa di gerakkan.


Pria tua tersebut tidak tahu kapan ia terikat dan ia juga heran karena tidak bisa merasakan benang yang mendekati bahkan hingga mengikat dirinya.


Bam..!!

__ADS_1


Bai Han tersenyum puas saat suara ledakan terdengar di dalam tubuhnya.


__ADS_2