
Sosok Manusia darah tersebut berlutut layaknya sebuah boneka, namun nyatanya ia memiliki kecerdasan.
“Hemm..!! Walau belum sempurna lantaran kau belum memiliki hidung, mata, telinga, aku rasa saat ini sudah cukup, karena waktunya tidak memungkinkan untuk memodifikasimu lagi.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
“Mulai saat ini namamu adalah Bai Xue Ren. Xue Ren artinya Manusia Darah,” ucap Bai Chu Ye dengan seutas senyum.
“Bai Xue Ren memberi hormat kepada Penguasa Darah,” ucap Bai Xue Ren yang hanya memiliki mulut untuk bicara.
“Woah,, apa-apaan ini, ini sangat luar biasa, baru kali ini aku melihat boneka hanya memiliki mulut saja, seolah ia hanya mengenakan topeng,” ucap Rubah Kematian dengan mata bersinar cerah di sertai tubuh sedikit bergetar akibat efek dari garis darahnya yang di tekan.
“Hem,, yang membuatku kagum adalah bagaimana cara Tuan muda Ye membuat boneka darah ini hingga bisa memiliki kecerdasan layaknya manusia, bahkan kekuatannya juga sangat luar biasa.” Sambung Master Wuan De kini mendekati Bai Xue Ren lalu memegang lengan beserta tubuhnya.
Saat Master Wuan De mencoba mengecek anggota tubuh Bai Xue Ren, ia merasakan seolah sedang meraba besi baja yang kokoh.
“I..Ini, luarnya terlihat rapuh, tapi nyatanya sangat luar biasa,” ucap Master Wuan De kini menatap Bai Chu Ye dengan pandangan kagum di sertai hormat.
“Kalian berdua berjaga di luar sampai besok, aku ingin memulihkan diri terlebih dahulu, kalian juga bersiap-siaplah, karena besok adalah puncaknya,” ucap Bai Chu Ye datar sambil melangkah dan di ikuti oleh Bai Xue Ren.
Tap tap..!!
***
Dret..!!
Dret..!!
Wung..!!
Getaran di sertai dengungan terdengar dari waktu ke waktu.
Saat ini Bai An terlihat mulai melayang.
Dret..!!
Bom..!!
__ADS_1
“Hem..!! Tidak ada perubahan yang terlalu besar,” gumam Bai An saat melihat tingkat kultivasinya hanya meningkat tiga tahap, kini Bai An berada pada tingkat Dewa Surgawi ⭐ 5 Ahir.
“Walau begitu, aku yakin kekuatan bertarungmu setidaknya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 6 Puncak dan bisa jadi kau bisa melawan Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal,” ucap Roh Asura Blood.
“Hemm..!! Bagaimana Hu Song, apa yang lain telah kembali?” Bai An mengangguk ringan sambil melirik ke arah Hu Song yang menunggunya.
“Belum Tuan Bai, saat ini Tuan muda Du, Tuan muda Han dan yang lainnya masih berada di Rumah Lelang, sementara untuk Tuan muda Ye, ia masih di luar Kota. Mungkin besok saat puncak lelang akan berahir, ia akan muncul,” jawab Hu Song dengan nada hormat.
“Baiklah, kau bisa melanjutkan kultivasimu, aku akan melihat-lihat dulu,” ucap Bai An mengangguk ringan.
Hu Song kembali memejamkan matanya saat melihat Bai An sudah pergi dari ruangan tempat mereka berada.
...
Tap tap..!!
Saat Bai An sudah berada di tempat orang-orang makan, minum maupun beristirahat, pandangan Bai An mengarah ke Ling Hua bersama dua sosok berjubah mengenakan tudung kini memasuki kedai.
“Ah Tuan Bai, apa kau sudah selesai berkultivasi?” Tanya Ling Hua basa basi.
“Hemm..!! Sudah, bagaimana? Apa kau telah melakukan apa yang Duan Du perintahkan nona Hua?” Tanya Bai An sembari sesekali melirik dua orang yang di samping Ling Hua.
Mendengar itu, Bai An pun langsung maju.
“Perkenalkan, namaku Bai An, maaf jika tidak mengenali Master dan Wakil Master Sekte Kekacauan.” Ucap Bai An dengan nada lembut.
“Ah,, jangan terlalu formal Tuan Bai,” ucap Xi Juan sedikit canggung.
“Dari pada kita berdiri di sini, lebih baik kita ke meja pojok sambil membicarakan rencana yang telah Tuan Duan rencanakan kemarin.” Sambung Xi Juan.
Bai An pun mengangguk ringan. Saat mereka akan ke meja yang di tunjuk oleh Xi Juan, terdengar suara beberapa langkah kaki.
Tap tap..!!
Tap tap..!!
__ADS_1
“Kakak, kau telah selesai,” sapa Duan Du saat melihat kakaknya di saat ia melangkah masuk.
“Hem..!! Apa kau sudah memesan kamar lelang?” Tanya Bai An membalik badan sambil mengangguk santai.
“Sudah Ayah,” jawab Bai Han dengan cepat sambil mendekati ayahnya dengan senyum lebar.
“Ada apa Han'er?” Tanya Bai An sedikit heran saat melihat senyum Bai Han yang tidak biasa.
Duan Du yang menyadari hal tersebut hanya bisa terdiam sambil mengutuk keponakannya dalam hati, lantaran paham jika Bai Han akan mengadu ke kakaknya tentang apa yang ia lakukan beberapa waktu lalu.
“Ah tidak ada Ayah, Han'er hanya minta izin keluar ingin melihat-lihat kota ini,” ucap Bai Han tersenyum memohon.
“Jika kau seorang diri, ayah tidak mengizinkannya,” ucap Bai An datar.
“Hemm..!! Han'er akan bersama Penetua kelima, bagaimana?” Tanya Bai Han memohon.
Pandangan Bai An mengarah ke Penetua Kelima, melihat ia mengangguk setuju. Bai An pun kembali melihat putranya. “Baiklah, tapi jangan terlalu membuat keributan yang membuat Penetua kerepotan,” ucap Bai An memberi peringatan.
Bai Han pun mengangguk. Ia sadar jika ayahnya pasti tahu jika ia akan membuat keributan sehingga berkata jangan terlalu membuat keributan.
“Baiklah, Han'er akan keluar,” ucap Bai Han lalu berjalan bersama Penetua Kelima.
Tap tap..!!
Setelah itu, Bai An, Duan Du, Xi Juan dan yang lainnya kini duduk di pojok kedai, dengan di pasangkan perisai kedap suara, kini mereka membahas rencana-rencana apa saja yang akan mereka jalankan untuk hari esok agar tidak terlalu memakan banyak korban jiwa.
10 menit berlalu.
“Bagaimana? Apa kalian ada masukan lain selain apa yang aku katakan barusan?” Tanya Duan Du melirik kakaknya dan yang lainnya.
“Hemm..!! Rencana anda terlalu sederhana Tuan Duan, ini mudah di tebak oleh mereka, terlebih lagi ada satu orang kini mengawasi kita. Dan satu hal yang pasti, orang-orang ini melebihi apa yang anda duga, mereka semua tidak mempunyai perasaan, bahkan mereka tidak segan-segan mengorbankan rekan mereka jika mereka dalam bahaya, jadi aku yakin semua orang yang tidak bersalah pasti akan mati semuanya.” Ucap Wakil Master Sekte Kekacauan.
“Jika bisa, kita ubah sedikit rencana anda, saat puncak lelang telah di mulai, kita evakuasi saja mereka, walau mereka menyadarinya, kita sudah tidak memiliki jalan lain lagi.” Sambung Wakil Master Sekte Kekacauan.
Duan Du yang mendengar itu tersenyum tipis. “Karena dengan rencana sederhana inilah mereka tidak akan sampai berpikir ke arah sana, dan jika kita mengevakuasi mereka, apa mereka akan bisa keluar?” Tanya Duan Du.
__ADS_1
“Mereka pasti sudah berada di setiap titik di kota ini, jadi saat mereka akan keluar, aku yakin mereka pasti akan langsung di bunuh. Hanya dengan rencana sederhana ini saja kita bisa mengurangi korban,” sambung Duan Du tersenyum menyeringai.
“Hem..!! Aku rasa apa yang di katakan Tuan Duan benar, tidak akan ada yang menyangka Rencana sederhana ini, aku pun tidak akan menyangkanya jika menjadi musuh.” Xi Juan mengangguk setuju sambil melirik semuanya satu persatu.