Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kepanikan Roh Asura Blood


__ADS_3

“Hemm..!! Kau dapat tenang Tuan muda, aku tidak akan ceroboh seperti beberapa waktu lalu, terlebih saat ini aku bersama bocah nakal ini berpergian.” Ucap Tu Long tersenyum percaya diri lalu menambahkan.


“Aku yakin perjalananku terasa jauh lebih menyenangkan, karena bocah ini akan melindungi dan memperingatiku jika ada bahaya.”


“Heh, siapa juga yang ingin melindungi. Dan, mana ada seorang keponakan melindungi pamannya, otakmu itu perlu di perbaiki paman, agar tidak terbalik,” dengus Duan Du dengan nada ejekan.


Di saat bersamaan, Duan Du langsung melesat pergi.


Sementara Tu Long yang mendengar itu sudah menghembuskan asap di kepalanya.


“Dasar bocah sialan, akan ku cincang mulut busukmu itu,” teriak Tu Long melesat mengejar Duan Du.


Saat Tu Long melesat, tak lupa ia menyeret rantai yang berisi pria tua yang dulunya telah menyiksanya saat di Rumah Lelang.


Kondisi pria tua tersebut masih terbilang normal, karena Tu Long belum melakukan apapun padanya. Entah apa yang terjadi kepadanya saat Tu Long memiliki waktu luang.


...


Bai An dan yang tersisa di ruangan tersebut hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang tidak pernah akur saat bersama.


“Hemm..!! Lalu kau akan kemana?” Tanya Bai An kini mengalihkan pandangan ke arah Xi bersaudara.


“Kami akan ke suatu tempat yang belum sempat kami kunjungi,” jawab Xi bersaudara serempak.


Pandangan Bai An kemudian mengarah ke Ling Hua dan Wakil Li Hixie setelah mendapat jawaban dari Xi bersaudara.


“Untuk ku, mungkin akan di sini menjaga tempat ini, terlebih putraku juga berada di sekte ini, aku takut ia akan tertangkap jika tidak ada sosok yang cukup kuat menjaga tempat ini,” ucap Ling Hua.


“Kalau aku, aku mungkin kembali ke Sekte Teratai 9, aku juga akan menginformasikan semua anggota sekteku untuk menginvasi kota, klan, maupun sekte terdekat lebih dulu. Tapi aku cukup ragu jika ada beberapa yang berkhianat nantinya, itu karena metode segel budak yang aku pelajari cukup lemah, itu hanya mengikat sampai batasan Dewa Surgawi ⭐ 6 Menengah saja.” Ucap Wakil Li Hixie sedikit lesu.


Li Hixie dari tadi memikirkan bagaimana caranya bisa mengikat musuh yang lebih kuat nantinya dengan segel budaknya yang lemah ini, hal inilah yang membuat dirinya sedikit tertekan lantaran apakah harus membunuh musuh yang kuat tersebut atau tidak.


“Hoo,, apakah yang lainnya juga begitu?” Tanya Bai An sambil tersenyum tipis.


“Benar, semuanya sama, karena metode segel budak tersebut berasal dariku,” jawab Xi Juan kini terlihat bersemangat.

__ADS_1


“Hemm,, jika begitu gunakan metode ini, ini tidak mempunyai batasan, asal energi yang kalian gunakan cukup, dan jangan sampai ada kesalahan, karena jika ada keretakan. Maka, segel tersebut bisa di hancurkan kapan saja.” Ucap Bai An langsung mengeluarkan buku bertulis Pengikat Tubuh dan Jiwa Ilahi.


“I..Ini,” hanya dengan melihatnya saja, Xi bersaudara, Wakil Li Hixie tahu jika metode ini juga yang telah mereka pelajari, dan kini mereka sadar jika metode yang mereka pelajari sebelumnya mungkin belum lengkap lantaran isinya hanya satu lembar saja.


Tentu saja belum lengkap, itu karena Duan Du yang memberikannya di masa lalu tidak menuliskan semuanya, karena Duan Du yang cukup malas dalam hal memperbudak sehingga menulis tahapan awal saja.


Terlebih saat menulisnya, Duan Du hanya bermain-main lantaran tahap pertamanya saja belum sempurna.


Jika Xi bersaudara tahu, mereka mungkin akan kesal jika Guru mereka mempermainkan mereka dengan memberikan manual tidak lengkap.


***


Wuss wuss..!!


Lima sosok sesepuh melesat dengan kecepatan mengerikan, di setiap langkah mereka, terlihat jika angin yang mereka lewati terbelah menjadi dua.


“Senior, apakah tidak apa-apa meninggalkan mereka semua?” Tanya pria sesepuh Ling.


“Hemm..!! Jika kau ingin kembali maka kembali saja bantu mereka, kau kira mereka semua itu anak baru lahir apa,” dengus Naga Berlian Langit terdengar kesal lantaran ini sudah puluhan kalinya ia bertanya. Bukan hanya sesepuh laki-laki dari klan Ling saja, melainkan semuanya selalu bertanya hal yang sama.


“Terahir, jangan terlalu memanjakan mereka, karena hal itulah yang membuat klan kalian hancur di masa lalu, terlalu memanjakan anggota klan kalian hingga-” Naga Berlian Langit seketika terhenti.


Jika ia melanjutkan, ia yakin jika keempat juniornya akan sedih, marah, itu bahkan tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata. Itu karena beberapa calon penerus klan mereka di masa lalu berkhianat, mereka lebih memilih menyerah dan tunduk kepada Menara dari pada selalu di buru lalu di bunuh.


“Huuf,, maafkan aku,” ucap Naga Berlian Langit dengan tulus setelah mencoba mengungkit masa lalu keempat sesepuh tersebut.


“Tidak, itu bukan salahmu senior, ini memang salah kami, jadi kau tidak perlu minta maaf,” ucap wanita sesepuh klan Bai.


“Hem,, itu benar, seandainya kami dulu mendengar saranmu yang harus tegas tanpa mentoleransi,” ucap sesepuh laki-laki klan Ling menghela nafas.


Dret..!!


Saat mereka melesat, langkah Naga Berlian Langit seketika terhenti.


“Ini,” ucap Naga Berlian Langit saat merasakan sosok kuat yang keluar dari Menara.

__ADS_1


“Ada apa?” Tanya keempat sesepuh penasaran yang ikut berhenti mendadak.


“Kalian berdua kembali, halangi seseorang topeng putih yang telah berada di Kota Pelelangan, jangan biarkan dia bergerak bebas, akan berbahaya jika ia berkeliaran.” Ucap Naga Berlian Langit ke arah sesepuh laki-laki klan Ling dan sesepuh wanita klan Bai.


Keduanya pun tanpa ragu langsung bergerak kembali.


Wuss wuss..!!


Setelah kepergian keduanya, Naga Berlian Langit pun kembali melanjutkan perjalan.


Dan satu hal yang sampai saat ini tidak di ketahui oleh keempat sesepuh klan Bai dan klan Ling, bahkan Xi bersaudara tidak mengetahuinya. Yaitu asal usul dari Naga Berlian Langit.


Siapa nama aslinya, dari mana dia berasal masih menjadi misteri. Tapi jika sosok Leluhur pertama klan Ling atau yang di sebut Sang Asura masih ada, mungkin hanya ia yang mengetahui siapa Naga Berlian Langit sebenarnya.


Satu hal yang pasti, Naga Berlian Langit tidak berasal dari Alam Semesta atau Dimensi ini, ia berasal dari tempat yang jauh lebih tinggi.


***


Satu hari telah terlewati.


Bai An yang saat ini melihat ke arah Gu Sheng, Hu Song dan Luo Sha kini mencoba memikirkan sesuatu.


Setelah kepergian Xi bersaudara dan Wakil Li Hixie beberapa jam yang lalu, kini Bai An berpikir apakah membawa ketiganya atau menyuruh mereka keluar meningkatkan kekuatan mereka dengan bebas.


“Huff,, kalian bertiga mengikuti ku saja, aku-” sebelum Bai An melanjutkan ucapannya.


Sosok Roh Asura Blood muncul.


“Bawa semua orang pergi dari sini cepat,” teriak Roh Asura Blood dengan wajah sangat panik.


Tanpa menunggu waktu lama, Bai An langsung bangkit keluar menuju langit tepat berada di bawah Sekte Pedang Awan lalu menggerakkan tangannya.


Dret..!!


Wung..!!

__ADS_1


“Semuanya cepat masuk jika kalian ingin hidup,” teriak Bai An dengan lantang.


__ADS_2