Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tingkat Kekuatan Dimensi Alam Sihir


__ADS_3

Mendengar itu, seketika tubuh Bai Gi Pixiu sedikit bergetar di sertai mengeluarkan air mata.


“Tapi apakah salah satu dari kita tidak bisa mengikuti mereka lebih dulu sebagai mata-mata, agar mengetahui dimana kakak Yu Long di tahan,” ucap Bai Gi Pixiu mengigit bibirnya.


Seketika semua orang menghela nafas, mereka sadar jika Bai Gi Pixiu menyukai Bai Yu Long.


Bai Ji Pixiu yang paling dekat dengan adiknya langsung memukul leher adiknya hingga pingsan.


“Kita semua tahu jika tidak akan bisa memasuki kota, terlebih setelah perang saat pertama masuk kesini, wajah kita semua di kenal banyak orang. Jadi satu-satunya cara adalah mempelajari cara menggunakan Mana agar kita bisa leluasa masuk,” ucap Long Yuan langsung melesat ke arah tertentu.


Tak lama Jiu Long dan yang lainnya langsung mengikuti.


***


“Bagaimana Ye'er? Apakah kita akan menyerang Ras Elf kurang ajar itu?” Tanya Pixiu kini terlihat bersemangat. “Aku sudah tak sabar ingin menghancurkan mereka semua, terutama para Elf yang berasal dari Kota Bulan itu,” sambung Pixiu.


“Hemm..!! Sabar paman, walau mereka merendahkan Ras manusia, aku yakin jika mereka mempunyai masa sulit di masa lalu dengan manusia sehingga memburu kita bersama yang lain. Beruntung kakak bersama yang lain berpisah dengan kita, jadi hanya kita saja yang tetap berada di wilayah Ras Elf.” Bai Chu Ye terlihat duduk sambil memejamkan matanya saat menjawab ucapan Pixiu.


Blush..!!


Tak berada lama, udara di sekeliling Bai Chu Ye berubah menjadi hawa panas bercampur dingin. Tak lama hawa tersebut berubah menjadi tenang seperti semula.


Bai Chu Ye langsung membuka matanya, tak lama ia mencoba melihat tangannya. Tak lama sebuah sinar melesat ke arah pohon.


Duar..!!


Pohon tersebut langsung hancur tanpa sisa, Pixiu yang melihat itu terlihat tak mau kalah, ia juga menunjukkan hasilnya selama ini.


Dengan cepat Pixiu mengayunkan tongkat yang ia pegang.


Wuss..!!


Tak lama sebuah cahaya melesat ke arah pohon yang berada di dekat pohon yang hancur.


Duar..!!


“Hahaha,, bagaimana Ye'er, hebat bukan, tanpa mengucapkan sebuah mantra kita bisa menggunakan yang namanya Mana,” tawa Pixiu menggema bahagia.


“Hem..!! Tapi Mana, yang tersimpan di tubuh kita masih sedikit paman, kita belum mampu melawan para Elf yang mempunyai kekuatan Rangking S ke atas, untuk Rangking A kebawah, mungkin kita bisa melawan mereka,” ucap Bai Chu Ye memberi peringatan.


“Benar juga, jadi apa yang akan kita lakukan? Seandainya energiku telah penuh, mungkin melawan rangking A, S, S+ atau SS aku bisa membunuh mereka, hanya rangking SS+ dan SSS tidak mampu aku lawan,” ucap Pixiu tersenyum percaya diri.


Rangking S setara dengan Dewa Penguasa Immortal ⭐ 1 sampai ⭐5 dan S+ setara Dewa Penguasa Immortal ⭐ 6 sampai ⭐ 9 puncak.

__ADS_1


Untuk SS bisa di samakan dengan Dewa Penguasa Immortol Half Suci dan SSS Dewa Immortal Suci. Itulah gambaran yang Bai Chu Ye dapatkan selama berada di Dimensi ini.


Bai Chu Ye dan yang lainnya telah tinggal di sini selama 5 tahun lebih, dan mereka tidak tahu di Dimensi Pusat masihlah beberapa hari.


Tak lama sebuah gerakan tiba-tiba terdengar dari arah barat.


Wuss wuss...!!


“Hahaha,, kalian ternyata bersembunyi di sini, sudah bertahun-tahun kami mencari Ras lemah seperti kalian,” sebuah tawa dari Elf mengenakan jubah putih menggema dan kini ia menatap ke arah Bai Chu Ye serta Pixiu yang terlihat sangat santai.


Saat melihat targetnya tidak memiliki jejak ketakutan, wajah Elf muda tersebut berubah memerah. “Sialan, beraninya kalian menghina Tuan muda dari kota Bulan ini. Cepat tangkap mereka,” teriak Elf yang bernama Zan Maron.


Seketika puluhan Elf lengkap dengan senjata sihir masing-masing langsung mengepung Bai Chu Ye dan Pixiu.


Sementara dua paman dan kopanakan yang di kepung, satunya memasang wajah datar dan satunya memasang wajah menyeringai.


“Hehe,, kau duduk saja Ye'er, biarkan paman ini mencoba sampai mana batasannya,” kekeh Pixiu langsung mengalirkan Mananya lalu terbang ke atas.


Melihat Pixiu bisa menggunakan Mana, seketika pasukan Elf bersama Zan Maron sedikit terkejut. Tapi saat melihat jika Pixiu masih Rangking F, mereka seketika tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha, aku tak menyangka di mana kau menaruh kepalamu sehingga kau tak tahu menunjukkan dimana harus menunujjukan rasa takut, aku sungguh kasihan kepada tikus kecil sepertimu,” ucap Zan Baron langsung mengarahkan tangannya.


“Dewa Bulan, Cahaya Penghancur.” Teriak Zan Baron.


Wuss..!!


Baron saat ini berada di Rangking C dan para prajurit elit berada di Rangking D.


Pixiu yang melihat cahaya kecil melesat ke arah dirinya langsung menyeringai kecil.


Dengan cepat Pixiu memiringkan tubuhnya lalu melesat ke arah para prajurit Elf.


“Mati.” Teriak Pixiu.


Sebuah cahaya muncul dari tangan tangan Pixiu yang telah membentuk cakar.


Wuss..!!


Duar..!!


Perut prajurit Elf tersebut langsung berlubang, ia mati dengan wajah membelalak tak percaya.


“Haha lemah,” ucap Pixiu tertawa mengejek, tatapan Pixiu langsung mengarah ke para prajurit yang saat ini masih terkejut. Dengan cepat Pixiu melesat memanfaatkan kesempatan yang ada.

__ADS_1


Wuss..!!


Duar..!!


Duar..!!


Zan Baron yang melihat para prajuritnya satu persatu mati kini meraung marah bercampur sedikit panik.


Saat ia ingin kembali ke kota, tatapan matanya tak sengaja melirik Bai Chu Ye yang terlihat santai sambil memejamkan matanya.


Zan Baron seketika menyeringai. “Hehe, ia terlihat seperti tak mempunyai Mana, artinya ia manusia biasa,” kekeh Zan Baron ingin membuat Pixiu menghentikan aksinya dengan menyandra Bai Chu Ye.


Dengan cepat Zan Baron melesat ke bawah.


Tap tap..!!


“Hahaha,, hei tikus kecil, jika kau tidak menghentikan perbuatanmu, maka dia akan mati,” ancam Zan Baron mengarahkan senjatanya ke kepala Bai Chu Ye yang masih memejamkan mata.


Pixiu seketika terhenti, ia melirik ke arah bawah lalu terlihat menahan tawa. “Dasar bocah tak berotak, kau mengundang kematianmu sendiri,” gumam Pixiu langsung melesat ke arah tiga prajurit Elf yang tersisa.


Zan Baron yang melihat Pixiu tak mau mendengar ucapannya seketika memasang wajah gelap. “Dasar tikus kecil, kau kira ancamanku hanya sebatas kata. Mati,” teriak Zan Baron langsung mengayunkan senjatanya ke arah leher Bai Chu Ye.


Bai Chu Ye langsung membuka matanya. Tatapan Bai Chu Ye seketika mengarah ke Zan Baron.


Bom..!!


Sebelum pedang Zan Baron sampai leher Bai Chu Ye, kepala Zan Baron lebih dulu meledak.


Bertepatan dengan itu, Pixiu datang dengan nafas sedikit tersengal-sengal. “Sial, bagaimana cara kita memperluas Mana kita, jika begini, melawan Rangking C pun aku tak sanggup,” ucap Pixiu sedikit mengeluh.


“Kita akan ke kota, di sana pasti banyak info cara bagaimana memperluas Mana kita, cara kerjanya menyerapnya sedikit berbeda dengan Energi Qi, tapi cara kerja untuk menggunakan ada kesamaan.” Ucap Bai Chu Ye.


Setelah menjarah semua harta para Elf yang mereka bunuh, Bai Chu Ye dan Pixiu langsung pergi menggunakan tudung ke arah Kota Bulan.


***


Srek srek..!!


Sebuah lubang seketika muncul di hutan yang cukup sunyi.


Wuss..!!


Tap tap..!!

__ADS_1


“Hem..!! Masih sama seperti dulu saat pertama kali aku kesini.” Gumam seorang pemuda berjubah putih.


__ADS_2