Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Panglima Kedua Ras


__ADS_3

Tapi sebaliknya, mereka semua saat ini terlihat tenang tanpa ada ketakutan atau khawatir. Bahkan beberapa dari mereka berteriak mendagangkan sayuran dan dagingnya.


Bai Yu Long hanya menggelengkan kepalanya. “Aku yakin jika di sini ada mata-mata dari Ras Manusia, jika mereka melihat keanehan ini, mungkin tak lama, pasukan Kekaisaran Gama akan menghentikan langkah mereka untuk menyelidiki Kota Linsen ini. Itulah asumsiku.” Gumam Bai Yu Long dalam hati.


“Tapi lebih aneh lagi, pasukan Kekaisaran Gama bukannya berhenti lalu menyelidiki, mereka malah mempercepat laju mereka. Apa kedua Ras ini idiot atau mereka terlalu memandang tinggi diri mereka masing-masing?”


Bai Yu Long langsung merapikan barang dagangannya juga, Bai Yu Long kini ikut menyamar dan menjadi pedagang senjata biasa.


“Hei kau.”


Baru saja Bai Yu Long ingin pergi, terdengar sebuah suara. Pandangan Bai Yu Long melirik ke asal suara.


Bai Yu Long langsung menunjuk dirinya. ”Apakah aku yang kau panggil?” Tanya Bai Yu Long.


“Benar kau, kau dari kelompok mana?” Tanya pria yang terlihat berumur 50 tahunan.


“Hemm..!! Aku dari kelompok bayangan,” ucap Bai Yu Long.


Elf yang menanyai Bai Yu Long langsung mengangguk mengerti. “Baiklah, jalankan tugasmu, aku kira kau seorang penyusup, karena kau mengenakan tudung untuk menutupi wajahmu,” ucap Elf tersebut.


Elf tersebut langsung pergi sambil memeriksa semua pedagang.


Sementara Bai Yu Long langsung menghela nafasnya. “Beruntung ia sempat mendengar kelompok ini yang bisa bebas melakukan apa saja, karena kelompok bayangan adalah kelompok yang bertugas sebagai mata-mata.


Dengan cepat Bai Yu Long pergi dari wilayah tersebut sebelum Elf tersebut sadar.


Benar saja, tak sampai satu menit. Elf tersebut kembali. “Sialan, aku lengah, dan aku baru sadar jika kelompok bayangan kan tidak bertugas di sini, terlebih mereka tidak memperlihatkan diri mereka di depan umum.” Ucap Elf tersebut langsung mencoba melacak Bai Yu Long.


Namun apapun usahanya ia tidak bisa menemukan jejak keberadaan Bai Yu Long.


Karena tidak mampu, ia langsung pergi dengan terburu-buru ke sebuah pos.


***


“Hemm..!! Apa kita langsung menyerang kota itu walau banyak yang tidak beres?” Tanya pria tua berjubah hitam.


“Apa yang kau takutkan, walau ini wilayah mereka, kita Ras Manusia tidak mengenal rasa takut.” Dengan angkuh salah satu leluhur Ras Manusia melesat ke arah Kota Linsen.


Wuss..!!


Saat Leluhur Manusia tersebut muncul, ia langsung menggerakkan tangannya, tak lama bola api muncul lalu melesat menuju gerbang Kota Linsen.


“Serangan, bersiap untuk menahan serangan,” teriak penjaga kota yang selalu memantau pergerakan Prajurit Kekaisaran Gama.


Wuus..!!


Duar..!!


Bola api tersebut langsung meledak setelah mengenai gerbang kota. Namun leluhur tersebut mengerutkan keningnya saat melihat ada sebuah perisai menyelimuti gerbang tersebut.


“Memalukan, orang setingkat dirimu saja tidak mampu menghancurkan gerbang rapuh ini,” salah satu Leluhur manusia yang terlihat masih muda muncul sambil mengejek Leluhur tua di sebelahnya.

__ADS_1


“Apa kau bilang? Apa kau ingin bertarung,” aura dari Leluhur tua Ras Manusia langsung melonjak.


Wuss..!!


“Dari pada kau menyerang sesama, lebih baik kau menyerang Kota,” sosok wanita muda muncul dengan cambut di tangannya.


Wuss wuss..!!


Tak lama para leluhur Ras Manusia yang berjumlah 9 ini melayang berjejer.


“Aku merasa mereka tidak ada di sini,” ucap pria sepuh memegangi tongkatnya.


“Benar yang ada di sini hanya semut-semut yang menjadi tumbal saja,” sambung pemuda berbadan kekar kini memandang ke arah pusat kota.


Tak lama Pria sepuh tersebut langsung menggerakkan tongkatnya.


Wuss..!!


Bilah Mana seketika melesat ke arah gerbang.


Duar..!!


Penghalang yang melapisi gerbang Kota langsung hancur.


“Kalian semua, jangan menunggu perintahku, langsung tundukkan kota ini,” teriak Leluhur berjubah hitam menatap ke arah Panglima Kekaisaran Gama.


Panglima tersebut langsung berkeringat dingin, dengan cepat ia memerintahkan para Jendral untuk berpencar ke seluruh kota.


“Kalian semua menyebar, bunuh mereka semua dan sisakan para wanitanya jika ada,” teriak Panglima tersebut dengan tak tahu malu.


Teriakan langsung terdengar dari pasukan Kekaisaran Gama, mereka semua pun langsung bergerak cepat.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


Jauh dari luar Kota Linsen, sosok pemuda tampan kini duduk di atas pohon.


“Apa mereka belum menuju pusat?” Tanya Elf berjubah hitam melalui sebuah batu bercahaya hijau.


“Belum leluhur, mereka masih melayang di luar Kota,” sebuah suara langsung terdengar dari batu tersebut.


“Hemm..!! Jika begitu terus pantau, jika mereka semua telah masuk kota, maka beritahu aku, dan sebisa mungkin buat pertahanan. Jangan biarkan mereka menguasai seluruh kota agar mereka tidak curiga.” Ucap Elf berjubah hitam.


“Baik leluhur.”


Elf berjubah hitam kini bangkit, ia melesat ke arah tertentu.


...

__ADS_1


“Bagaimana? Apa kau sudah menemukan sedikit pergerakan dari para Leluhur Elf?” Tanya Bai Han saat melihat Bai Yu Long muncul.


“Para Leluhur Elf tidak ada di kota, aku sudah menyusuri sebagian saja, sementara sebagian lagi aku tidak sempat di karenakan pasukan dari Kekaisaran Manusia sudah mulai menyerang,” jawab Bai Yu Long sambil menggeleng lesu.


“Tidak apa-apa, jika mereka tidak ada di sana, berarti hanya satu kemungkinan. Yaitu jebakan berbahaya telah mereka rencanakan untuk memusnahkan para Leluhur Manusia,” ucap Bai Han langsung tersenyum menyeringai.


“Jika itu benar maka kita akan menikmati hasilnya, karena yang paling di untungkan adalah kita,” sambung Jiu Long.


Pixiu mengangguk santai. “Duduk dulu Yu Long, dan nikmati arak yang telah tersedia. Jarang-jarang kita begini sebelumnya,” ucap Pixiu melirik Bai Yu Long yang masih berdiri.


Bai Yu Long pun langsung ikut duduk bersama Bai Han, Pixiu dan Jiu Long.


Di saat mereka lagi santai-santainya tinggal menunggu meluncurkan Nuklir.


Di Kota Linsen saat ini terjadi pertarungan sengit antara para Panglima yang memiliki rangking SSS.


Wuss..!!


Wuss..!!


Duar..!!


Dua bola api langsung bertabrakan, Elf berjubah putih langsung mundur. “Sialan, manusia rendahan ini cukup kuat juga,” gumam Panglima Elf.


Sementara Panglima Manusia sama sekali tidak mundur, ia kini menyunggingkan senyum mengejek.


“Ada apa? Apa hanya segini saja kekuatan yang mengira dirinya paling kuat dan suci. Sungguh lemah yang menjijikkan.” Ucap Panglima Manusia langsung memprovokasi.


Wajah Panglima Elf langsung memerah. “Dasar manusia rendahan, akan aku perlihatkan kekuatan Ras Elf yang sebenarnya,” teriak Panglima Elf langsung mengeluarkan aura kehidupan.


Blush..!!


Panglima Manusia langsung mundur saat merasakan bahaya, tak lama butiran Mana hidupan terlihat di sekelilingnya.


Butiran Mana Cahaya ini terlihat jauh sedikit dan terlihat jauh lebih lemah dari apa yang gunakan oleh Tombak Cahaya saat melawan Bai Chu Ye.


Karena apa yang Panglima Elf ini gunakan adalah versi terendah dari teknik Light Of Life dan bisa juga di katakan bukan teknik Light Of Lite, di karenakan teknik ini hanya tiruan serta banyak kekurangan.


Kembali ke pertarungan.


Dret..!!


Panglima Elf langsung muncul di samping Panglima Manusia.


Panglima Manusia langsung mengayunkan pedangnya ke arah dimana Panglima Elf muncul.


Bom..!!


Wuss..!!


Duar..!!

__ADS_1


Tubuh Panglima Elf langsung terlempar hingga membentur tanah dan menyebabkan kawah kecil.


“Hahaha,, lagi-lagi teknik rendahan ini, aku sudah tahu cara mengatasi teknik rendahan Ras Elf ini.” Sebuah tawa mengejek langsung terdengar dari mulut Panglima Manusia.


__ADS_2