Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Memulai Serangan


__ADS_3

“Benar, bagaimana bisa seorang budak masih memiliki energi, ini pasti penipuan,” sambung Rubah Kematian ikut memanas-manasi.


***


Di luar Rumah Lelang.


Xi Luan dan kelompoknya yang telah di tugaskan oleh Duan Du sebelum berangkat mengikuti lelang kini menerima pesan telepati dari Master Xi Juan.


“Aku tidak ingin menjadi naif lagi seperti halnya di masa lalu, walau begitu, aku harus meminta maaf terlebih dahulu,” ucap semua penetua Sekte Kekacauan langsung membungkukkan badan di setiap lokasi mereka masing-masing.


Setelah itu, Xi Luan dan yang lainnya yang telah mendapat pesan kini melihat ke arah Langit, bukan tanpa tujuan mereka semua memandang ke Langit.


Perlahan tapi pasti, Langit yang awalnya cerah karena trik matahari perlahan naik hingga tepat berhenti di tengah-tengah.


“Sekarang.” Gumam semua kelompok yang di pimpin Xi Luan dan Li Hixie langsung bergerak cepat.


Wuss wuss..!!


Pergerakan mereka langsung di sadari oleh orang-orang Menara.


“Semuanya menyebar, bagi setiap kelompok 4 orang untuk mengejar setiap individunya,” teriak sosok bertopeng hitam dengan no 2 di ujung topengnya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Dret..!!


“Eeh,,” saat salah satu dari 4 orang-orang bertopeng merah melewati lokasi dimana salah satu Penetua Sekte Kekacauan tadinya berdiri, ia terkejut melihat adanya sebuah suara layaknya detak jantung.


Deg deg deg..!!


Wung..!!


Duar..!!


Ledakan besar seketika terjadi, bukan hanya di satu wilayah saja, melainkan di seluruh wilayah yang ada di Kota.


...


Teriakan terus menerus terdengar karena ledakan dahsyat secara tiba-tiba. Tentunya banyak korban jiwa akibat ledakan tersebut.


Kini semua sosok berjubah hitam mengenakan tudung muncul di atas langit. Pandangan mereka semua mengarah ke bawah.


“Selesaikan sisanya dengan cepat, dan untuk Wakil Hixie, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti dulu lagi saat membuat jalan melarikan diri kita.” Tanpa menunggu jawaban dari semuanya, Penetua Agung Xi Luan melesat ke bawah dengan cepat untuk membunuh sisa-sisa orang menara yang masih hidup.


Wuss..!!


Wuss..!!


Dengan segera para penetua menyusul dan hanya menyisakan Wakil Li Hixie, Gu Sheng, Hu Song dan Luo Sha.


“Baiklah, akan sia-sia jika kalian ikut bertarung, karena level kalian berbeda, jadi bantu aku membuat portal menuju Sekte Pedang Awan yang berada di Dimensi Alam Mixture, jika portal yang kita salah sedikit saja, maka kita akan di bawa ke tempat yang berbeda. Jadi bantu aku agar tidak melakukan kesalahan dengan menyetabilkan tampungan energi yang ada di pintu portal nantinya.” Ucap Wakil Li Hixie dengan nada serius.


Gu Sheng, Hu Song dan Luo Sha hanya mengangguk lemah lantaran sadar jika diri mereka saat ini beban.


***


Dimensi buatan tempat Pelelangan berlangsung.


Dret..!!


Goar..!!

__ADS_1


Tu Long seketika meraung, hal tersebut langsung membuat beberapa bangunan hancur di sertai kekacauan.


“Sialan, aktipkan formasinya, buat semuanya kehilangan energi, dan tahan mereka yang mencoba pergi dari sini,” teriak sosok bertopeng kuning langsung berteriak lantaran ini tidak seperti yang ia inginkan.


Awalnya ia ingin mengaktifkan formasi di sesi ahir lelang. Tapi karena Tu Long dan Duan Du mengacau, terpaksa ia melakukannya sekarang.


Semua orang-orang menara seketika bermunculan.


Duan Du yang mendengar teriakan tersebut seketika menyeringai.


“Hei kau, tangkap hadiah yang aku maksud,” teriak Duan Du melempar bom granat yang sudah ia alirkan energi dalam jumlah besar.


Dengan cepat Duan Du melesat menjauhi sosok bertopeng kuning.


Sosok bertopeng kuning yang melihat itu melambaikan tangannya untuk menghancurkan apa yang Duan Du lempar. Tapi salah besar jika ia menghancurkannya menggunakan serangan energinya. Karena daya ledaknya akan jauh lebih besar.


Wung..!!


Bom..!!


Duar...!!


Benar saja, ledakan dahsat seketika menghancurkan seluruh panggung dan setengah bangunan yang ada di dimensi buatan.


Bukan hanya itu saja, langit-langit dimensi buatan juga mengalami keretakan.


Blush..!!


Bom bom bom bom..!!


Ledakan aura seketika mengguncang dimensi buatan.


“Sialan, aku akan mencincang tubuh-” sebelum sosok bertopeng kuning menyelesaikan ucapannya.


Tangan kiri Tu Long juga terlihat berubah dari yang awalnya membentuk pedang panjang dengan dua cabang, kini menjadi satu cabang saja dan jauh lebih besar dari sebelumnya.


“Teknik Naga Jiwa Kedua.”


“Claws of Destruction,” teriak Tu Long mengayunkan tangan kirinya yang di aliri oleh energi aneh.


Wuss..!!


Trank..!!


Mata Tu Long melotot tak percaya saat melihat serangannya hanya di tahan oleh ujung jari telunjuk sosok bertopeng kuning.


Bukannya mundur atau takut, Tu Long malah menyeringai melihat jika musuh di depannya ini sangat-sangat kuat.


“Hahaha,, mari kita bersenang-senang,” teriak Tu Long seperti orang gila saat ini.


Dret..!!


Sosok bertopeng kuning langsung mengalirkan sedikit energinya ke ujung jarinya.


Wuss..!!


Crak..!!


Bom..!!


Tubuh Tu Long langsung terlempar hingga menabrak dinding dimensi buatan hingga hancur.


Sosok bertopeng kuning yang ingin melesat langsung menyilang kedua tangannya.

__ADS_1


Bam..!!


Sebuah tinju muncul langsung membuat sosok bertopeng kuning mundur beberapa langkah.


Baru saja serangan tiba-tiba muncul, kini muncul lagi tebasan energi berbentuk pedang tepat di depan wajah sosok topeng kuning. Dan aura Asura juga terasa jelas dari bilah tersebut.


Crash..!!


Duar..!!


Duar..!!


Duar..!!


Tubuh sosok bertopeng kuning seketika terpontang panting beberapa kali.


Bukan hanya itu saja, sosok bayangan terlihat sudah menunggu dimana arah sosok bertopeng kuning terlempar, seolah ia sudah mengetahui kemana musuhnya akan terlempar.


Seutas seringai tipis muncul di wajah Duan Du. Dengan cepat ia mengalirkan energinya ke pedang kayu yang ia genggam saat ini.


Wung..!!


Pedang kayu langsung bergemuruh.


“Teknik Kegepalan Bayangan.”


“Infinite Sword.” Teriak Duan Du.


Wuss..!!


Lesatan bilah energi muncul dalam bentuk bayangan. Tapi tak lama itu menghilang secara tiba-tiba.


Dret..!!


Crash..!!


Bom..!!


Tak lama, lesatan bilah serangan Duan Du muncul lalu menebas tubuh Sosok bertopeng kuning hingga kembali terlempar.


***


Di saat bersamaan.


Bai Chu Ye yang di tugaskan untuk menghancurkan semua benda-benda aneh yang di yakini pusat-pusat formasi kini di hadang oleh beberapa sosok bertopeng hitam yang sesungguhnya.


“Hemm..!! Xue Ren saat ini bersama dengan ayah, paman Du dan paman Tu melawan orang terkuat, jadi saat ini tidak ada yang bisa di andalkan.” Gumam Bai Chu Ye melihat 4 sosok berjubah hitam di depannya.


Pandangan Bai Chu Ye juga sekilas melihat Master Xi Juan, Rubah Kematian, dan Wuan De melawan ratusan sosok bertopeng hitam dan puluhan bertopeng biru.


“Hemm..!! Kemana wanita itu?” Gumam Bai Chu Ye datar karena tidak menemukan Sia Yun.


Saat bergumam dan tidak menganggap keempat sosok bertopeng hitam di depannya, sebuah teriakan terdengar keras.


“Sialan, berani sekali budak sepertimu mengabaikan Dewa ini,” teriak salah satu sosok bertopeng hitam sambil melesat ke arah Bai Chu Ye.


“Mati,” teriak sosok bertopeng hitam menyayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Crash..!!


Tubuh Bai Chu Ye langsung terbelah menjadi dua bagian.


“Hahaha sangat lemah,” teriak sosok bertopeng hitam yang menyerang Bai Chu Ye kini merasa tertawa angkuh.

__ADS_1


“Awas no 34,” teriak rekannya melihat sosok berbentuk darah muncul di belakang yang menyerang Bai Chu Ye tadi.


__ADS_2